Baru Uji Coba di Sungai Seine Paris, Taksi Terbang ini Sudah Kena Tilang

SeaBubbles

Sebuah taksi terbang pertama diuji coba di Sungai Seine di Paris pada minggu ini dan dihentikan oleh Polisi sungai. Penghentian tersebut dilakukan karena taksi yang disebut SeaBubbles itu terlalu cepat melaju dari yang diperbolehkan, yakni 16-20 km per jam nya.

Baca juga: Meluncur di 2023, Uber Masih Rahasiakan Kota Ketiga Untuk Taksi Terbangnya

Padahal sebenarnya, Andreas Brngdal pendiri SeaBubbles mengatakan, taksi tersebut bisa melaju pada kecepatan 30 km per jam saat batas kecepatan melaju di sungai 12 km per jamnya.

“Kami akan melanjutkan tes pada mingu ini. Polisi sungai yang memberhentikan bukan untuk memeriksa surat-surat kelengkapan tetapi untuk memastikan keamanan selama navigasi kami,” ujar juru bicara SeaBubbles yang dikutip dari connexionfrance.com (17/9/2019) oleh KabarPenumpang.com.

Nantinya jika tes yang tersisa sesuai dengan rencana, maka diharapkan taksi SeaBubbles tersebut akan mulai beroperasi secara komersial pertama kepada publik tahun 2020 mendatang. Prototipe pengujian SeaBubbles ini diketahui hanya bisa mengangkut empat orang.

Tetapi untuk komersial di tahun 2020, taksi tersebut akan mampu mengangkut 12-32 orang dengan melakukan perjalanan sepanjang sungai dengan kecepatan 12-18 km per jamnya. Meski memiliki kecepatan yang cukup tinggi, tetapi SeaBubbles cukup stabil dan pelancong penderita mabuk laut tidak akan terpengaruh hal tersebut.

SeaBubbles dilengkapi dengan baterai lithium yang bisa diisi ulang yang mampu bertahan 2,5 jam setelah pengisian daya 40 menit. Taksi ini tidak mengeluarkan polusi suara, tidak ada gelombang karena berjalan 30 cm di atas permukaan air.

Bermanuver dengan tiga sirip, SeaBubbles berharap bisa membantu mengurangi polusi udara. Taksi terbang ini, meski berjalan dengan kecepatan tinggi, tetapi tarifnya akan sama dengan taksi reguler.

Diketahui, satu taksi SeaBubbles seharga €200 ribu atau Rp3,1 miliar. Setelah beroperasi, penumpang dengan mudah memesnnya hanya menggunakan aplikasi yang mirip dengan Uber.

Baca juga: Taksi Air, Jadi Solusi Kemacetan di Malaka

Nantinya setelah memesan dan memasukkan tujuan, tarif bisa diakses. Bahkan SeaBubbles sudah berencana menghadirkan taksi ini di beberapa kota di Perancis selain Paris yakni di Lyon dan Saint-Tropez. Bringdal menambahkan, akan ada 20 sampai 40 armada disetiap kota yang bisa digunakan sebagai taksi ataupun kendaraan wisata.