Cina Akhirnya ‘Tunduk’ ke AS, Boeing 737 MAX Diizinkan Terbang Kembali

0
Sumber: wikipedia

Boeing 737 MAX akhirnya kembali terbang di Cina. Varian terkecil dari Boeing 737 MAX, 737 MAX-7, terpantau Flightradar24 melakukan uji terbang perdananya pada Rabu lalu usai grounded berkepanjangan, dari Bandara Internasional Pudong Shanghai pada pukul 09:24 waktu setempat.

Baca juga: Gegara 737 MAX, Regulator Penerbangan Sipil Cina Mulai Rusak Hegemoni FAA

Pesawat kemudian mendarat di Bandara Zhoushan Putuoshan, sekitar 150 km ke selatan Shanghai, setelah dirasa cukup mendapat data pengujian. Sebelumnya, Reuters melaporkan, pada hari Minggu (8/7), pejabat Regulator Penerbangan Sipil Cina (CAAC) secara tiba-tiba mengizinkan Boeing 737 MAX terbang. Ketika itu, Boeing langsung merespon, mengirim tim yang terdiri dari 35 pilot dan insinyur, dan membuat beberapa kesepakatan.

Ini merupakan akhir panjang penantian Boeing. Kita tahu, sejak akhir tahun lalu, Boeing 737 MAX sudah kembali terbang di seluruh dunia usai lolos dari sertifikasi ulang ketat oleh Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) dan Badan Keselamatan Penerbangan Eropa (EASA).

Tetapi, tidak demikian dengan CAAC. Regulator Cina tersebut mengaku tidak percaya begitu saja dengan FAA dan EASA serta lebih memilih untuk melakukan pengujian ketat terhadap MAX.

Masa depan MAX di Cina bahkan kian tak pasti seiring ketegangan yang terjadi antara AS dan Cina terkait politik luar negerinya, seperti Laut Cina Selatan, Taiwan, dan pelanggaran HAM berat di Uighur.

Boeing sendiri, sejak pemerintahan Biden dimulai, terus melakukan berbagai pendekatan ke regulator di seluruh dunia terkait MAX dan lainnya. Namun tak disebutkan dengan detail apakah regulator penerbangan sipil Cina termasuk dalam lobi-lobi tersebut.

“Menyusul persetujuan dari FAA (Administrasi Penerbangan Federal AS) dan regulator lainnya untuk melanjutkan operasi komersial, kami telah bekerja dengan regulator lain saat mereka menyelesaikan proses validasi mereka,” kata Boeing.

Usai penerbangan perdana, Boeing 737 MAX masih harus menunggu selama berbulan-bulan untuk bisa beroperasi secara komersial di Cina.

Sebagai informasi, Cina memang menjadi momok menakutkan Boeing. Selain tak kunjung mengizinkan 737 MAX beroperasi sampai saat ini, Negeri Komunis tersebut diketahui juga menjadi pelopor digroundednya MAX pada 2019 silam.

Baca juga: Panas! Trump Larang Maskapai Cina ke AS Mulai 16 Juni, Begini Kronologinya

Laporan South China Morning Post, Regulator Penerbangan Sipil Cina (CAAC) memimpin grounded Boeing 737 MAX dan dengan cepat diikuti oleh banyak negara, mulai dari Ethiopia, Indonesia, Mongolia, Maroko, Singapura, flag carrier negara-negara Amerika Latin, dan Korea Selatan; termasuk Badan Keselamatan Penerbangan Eropa (EASA).

Padahal, saat CAAC mulai melarang 737 MAX beredar di langit Negeri Tirai Bambu, FAA, yang keputusannya selalu ditunggu dan mempengaruhi regulator penerbangan sipil di banyak negara, belum memutuskan apapun dan sebaliknya, malah mendukung kelaikan pesawat tersebut.