Demi 737 MAX Kembali Terbang, Boeing Kirim Pilot Khusus ke Maskapai

0
Sumber: Bellevue Reporter

Boeing disebut mempekerjakan 160 pilot khusus demi memuluskan kembalinya 737 MAX ke dalam layanan. Di bawah program yang dinamakan “Global Engagement Pilot”, ratusan pilot tersebut akan ditugaskan ke maskapai yang hendak mengoperasikan MAX sebagai instruktur atau pengamat kokpit selama kurang lebih 35 hari.

Baca juga: Pastikan Aman, Boeing 737 MAX American Airlines Sukses Lahap Penerbangan Penumpang Perdana

Sejak diizinkan terbang (mendapat sertifikasi) kembali oleh Regulator Penerbangan Sipil Amerika Serikat (FAA) pada 18 November 2020 lalu, berbagai maskapai dunia mulai mengatur jadwal penerbangan perdana mereka dengan Boeing 737 MAX.

American Airlines digandang bakal jadi maskapai perdana yang akan melakoni penerbangan penumpang perdana 737 Max secara komersial pada 29 Desember mendatang, dari Miami ke New York City, Amerika Serikat (AS). Namun, siapa nyana, maskapai bertarif rendah asal Brazil, GOL Linhas Aéreas Inteligentes, malah jadi maskapai pertama yang mengoperasikan Boeing 737 MAX secara komersial.

Padahal, sebelumnya, bersama regulator Eropa, Kanada, dan Cina, regulator penerbangan sipil Brazil sempat menyatakan bahwa pihaknya tidak akan mengadopsi sertifikasi oleh FAA terhadap 737 MAX dan memilih melakukan sertifikasi ulang secara mandiri untuk memastikan pesawat aman.

Dilansir BBC, ratusan pilot yang ditugaskan secara khusus oleh Boeing ke berbagai maskapai, nantinya akan digaji tahunan sebesar US$20 ribu atau sekitar US$32 juta total cost Boeing untuk para pilot.

Mengingat pilot-pilot tersebut akan mengemban tugas berat, mereka diwajibkan memiliki rekam jejak yang bersih dan tentu saja kemampuan memadai, seperti memiliki sekurang-kurangnya 1.000 jam terbang, tidak pernah mengalami insiden, kecelakaan, pelanggaran, dan memiliki lisensi 737 serta pesawat-pesawat Boeing lainnya.

Selain mengerahkan ratusan pilot untuk mengawasi kinerja pilot on duty 737 MAX, Boeing juga memantau seluruh pergerakan 737 MAX di seluruh dunia selama 24 jam dalam sehari serta tujuh hari dalam sepekan. Itu dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian proses kembalinya MAX berjalan lancar.

Sebelumnya, kepala FAA, Stephen Dickson, percaya bahwa Boeing sudah mengakomodir seluruh masukan dari regulator. Ia pun dengan sangat percaya diri menyebut, “Saya 100 persen nyaman dengan keluarga saya terbang di atasnya.” Di samping itu, pihaknya juga sudah bekerja dengan teliti untuk memastikan Boeing 737 MAX aman sebelum akhirnya diputuskan mencabut larangan terbang.

Demikian juga dengan The Air Line Pilots Association International atau Asosiasi Pilot Internasional (ALPA). Asosiasi yang mewakili hampir 60 ribu pilot di Amerika Utara itu mengaku yakin dan percaya kepada teknisi yang bekerja. Secara tidak langsung, ALPA siap untuk menerbangkan MAX.

Baca juga: FAA Izinkan Boeing 737 MAX Terbang Lagi, EASA Pilih Sertifikasi Ulang Mandiri

Meski keamanannya diragukan dan kehilangan kepercayaan dari maskapai, pramugari, dan penumpang, namun, analisis dari para pakar menyebut hal itu tak akan lama. Sejarah pun membuktikannya. Pada 2013 lalu, Boeing 787 Dreamliner sempat dilarang terbang selama empat bulan akibat sejumlah insiden. Tak sedikit penumpang yang menyatakan takut naik pesawat itu. Pun demikian dengan maskapai dan pramugari.

Seiring berjalannya waktu, dengan pembuktian dan berbagai campaign, pada akhirnya Boieng 787 Dreamliner berhasil mendapat kembali kepercayaan mereka, bahkan menjadi salah satu pesawat widebody twin jet favorit di dunia, bersaing dengan Airbus A350.