Di Tengah Ancaman Virus Corona dan Pembatalan Peserta, Singapore AirShow 2020 Jalan Terus

0
Singapore Airshow batal diikuti 16 peserta. 10 di antaranya berasal dari perusahaan-perusahaan asal Cina. Namun, Airbus dan Lockheed Martin masih berpeluang ikut. Foto: straitstimes.com

Pameran Kedirgantaraan dua tahunan terbesar di Asia Tenggara, Singapore AirShow 2020 akan tetap berjalan sesuai rencana, meski ada 16 peserta menarik diri dari gelaran akbar tersebut. Dari 16 perusahaan tadi, 10 di antaranya dikonfimasi berasal dari Cina, seperti China National Aero-Technology Import & Export, Beijing Implant Science & Technology, Commercial Aircraft Corporation of China, Ltd (COMAC), hingga China Aviation Industrial Base.

Baca juga: Singapore AirShow 2018: Resmi Tampilkan Konfigurasi, Boeing 737 Max 10 Siap Mengangkasa di 2020

10 perusahaan asal Cina tersebut tentu saja mundur akibat dari semakin memburuknya kondisi virus corona di negaranya. Selain itu, batalnya perusahaan tersebut juga disumbang akibat dari kebijakan larangan terhadap semua pengunjung Cina yang mulai diberlakukan pemerintah Singapura, menyusul laporan kasus terbaru suspect virus corona di negeri yang bersebarangan dengan Pulau Batam tersebut.

Adapun enam peserta lainnya yang batal ikut berasal dari negara lain, termasuk perusahaan aerospace asal Kanada, Bombardier, serta produsen jet bisnis yang bermarkas di AS Gulfstream dan Textron Aviation.

Tak hanya itu, pertunjukan udara di ajang Singapore AirShow 2020 kemungkinan besar juga tidak semeriah sebelumnya, menyusul pembatalan dari tim aerobatik Angkatan Udara (AU) Korea Selatan, Black Eagles dan tim aerobatik TNI AU, Jupiter Aerobatic Team (JAT) akibat kebijakan pemerintah masing-masing dalam menyikapi virus corona.

Experia Events, penyelenggara airshow, mengatakan acara dua tahunan itu akan berjalan sesuai rencana dari 11 hingga 16 Februari dengan langkah-langkah pencegahan yang ketat. Hal itu tentu saja dilakukan untuk menjaga keamanan dan keselamatan semua peserta di tengah wabah virus corona yang sangat mengancam.

Pencegahan-pencegahan yang dimaksud, termasuk filterisasi suhu tambahan di titik-titik akses di Singapore Expo dan Changi Exhibition Centre, serta penyediaan sanitiser tangan atau pembersih tangan dan tim dokter serta petugas medis saat terdapat tanda-tanda adanya pengunjung yang terkena virus corona.

“Kesehatan dan keamanan peserta kami adalah prioritas utama. Di samping langkah-langkah tambahan ini, kami juga akan terus mengambil referensi dari pedoman yang diberikan oleh otoritas seperti Kementerian Kesehatan Singapura,” ujar Direktur pelaksana Experia Events, Mr Leck Chet Lam, seperti dikutip KabarPenumpang.com dari kantor berita straitstimes.com, Kamis, (6/2).

Baca juga: Singapore AirShow 2018: Garuda Indonesia Gandeng Thales Hadirkan In Flight Entertainment

Selain itu, Singapore Airshow Aviation Leadership Summit (SAALS) 2020, program Airshow yang melibatkan 300 pejabat pemerintah, otoritas penerbangan sipil, operator bandara dan eksekutif maskapai dari seluruh dunia juga dibatalkan.

Analis penerbangan independen, Brendan Sobie, mencatat situasi masih dapat berubah, mengingat, terdapat beberapa perusahaan besar yang masih dimungkinan hadir, seperti Airbus dan Lockheed Martin sekalipun banyak peserta lainnya yang membatalkan diri.

Leave a Reply