Dirut PT KAI Jajal Kereta Hidrogen di Jerman dan Siap Bawa ke Indonesia

Dirut PT KAI Edi Sukmoro jajal kereta hydrogen (istimewa)

Coradia iLint yang merupakan keret Hidrogen pertama di dunia baru saja di jajal naik oleh Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Edi Sukmoro. Edi menjajal kereta tersebut dengan rute Bremervorde dan Buxtehude dengan kecepatan laju kereta 80 km per jam.

Baca juga: Dubes RI untuk Jerman Jajal Langsung Kereta Bertenaga Hidrogen

Rute sepanjang 40 km tersebut berada di negara bagian Lower Saxony, Jerman tersebut ramai oleh penumpang yang bekerja di Hamburg. Stefan Schrank, Project Manager Coradia iLint mengatakan, setiap hari ada dua kereta hidrogen yang beroperasi di rute Cuxhaven, Bremerhaven, Bremervorde, dan Buxtehude.

Edi Sukmoro dan rombongan mencoba kereta hydrogen di Jerman (istimewa)

“Total jarak tempuhnya sekitar 100 km. Dengan kapasitas penumpang 150 orang, kereta ini normalnya berkecepatan 140 km per jam. Namun untuk rute Bremervorde – Buxtehude, kecepatan maksimal yang diperbolehkan hanya 80 km per jam,” ujar Stefan yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers (20/3/2019).

Stefan menjelaskan, kereta hidrogen ini sangat ramah lingkungan karena menggunakan elektrifikasi melalui proses kombinasi hidrogen dan oksigen sehingga emisi yang dikeluarkan adalah air. Bahan baku utama yang digunakan adalah Hidrogen yang berasal dari biomass ataupun sumber-sumber energi berkelanjutan seperti energi angin dan matahari.

“Nilai investasi kereta ini cukup kompetitif. Dari harga belinya memang kereta ini lebih mahal dari kereta diesel. Namun biaya pengoperasiannya cukup rendah karena tidak menggunakan grid listrik dan mesin diesel. Selain itu biaya maintenancenya pun murah. Sehingga bila dihitung secara total biaya investasi untuk kereta ini justru lebih murah,” kata Stefan.

Dubes RI di depan kereta hidrogen.

Negara bagian Lower Saxony sudah memesan 14 kereta Coradia iLint yang akan tersedia pada tahun 2021. Beberapa negara bagian di Jerman sudah menandatangani kontrak pemesanan kereta hydrogen. Beberapa negara di dunia juga telah menyatakan ketertarikan yaitu Austria Inggris, Belanda, Denmark, Norwegia, Italia dan Kanada.

“Luar biasa kereta ini. Satu langkah lebih maju dari teknologi elektrifikasi yang selama ini kita lihat yang menggunakan baterai. Kami siap untuk bekerjasama dengan Alstom Jerman dan kami siap untuk membawa kereta hidrogen pertama di dunia ke Indonesia,” komentar Edi.

Indonesia merupakan negara Asia pertama yang secara serius menunjukkan ketertarikannya pada kereta hidrogen Coradia iLint. Ini bukan kali pertama Indonesia melakukan penjajakan kereta ini. Sebelumnya, Duta Besar RI untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno, pada tanggal 4 Desember 2018 juga telah bertemu dengan Alstom Jerman dan berkunjung ke Bremervorde untuk mencoba kereta tersebut.

“Sudah saatnya Indonesia juga mengunakan hidrogen sebagai bahan bakar sektor transportasi, khususnya untuk kereta. Kehadiran kereta hidrogen di Indonesia dapat menjadi bagian dari pembangunan sektor transportasi yang berkelanjutan,” ujar Dubes Oegroseno.

Baca juga: Tahun 2021, Kereta Bertenaga Hidrogen Siap Mengular di Rel Jerman

Coradia iLint dibangun oleh Alstom, perusahaan multinasional asal Perancis, dengan pembiayaan dari pemerintah Federal Jerman. Pembangunan kereta tersebut didukung oleh pemerintah negara bagian Lower Saxony, serta Eisenbahnen und Verkehrsbetriebe Elbe-Weser GmbH (EVB), selaku operator penyedia jasa transportasi kereta api di kota Bremervӧrde, Jerman. Sejak bulan September 2018 sampai dengan saat ini, Coradia iLint telah menempuh jarak sepanjang 65 ribu km atau 81 kali perjalanan Jakarta-Surabaya.