Duh! Bocah 15 Tahun Kemudikan Angkot di Bandung

Sumber: Kompas.com

Sebagai salah satu moda transportasi darat yang keberadaannya sudah mulai tergeser oleh kehadiran transportasi online, angkot tetap menjadi primadona untuk sebagian kalangan. Namun dalam beberapa hari ke belakang, perhatian dari seluruh lapisan masyarakat tertuju pada kota Kembang, Bandung dimana seorang netizen memposting sebuah foto yang mengundang banyak kontrofersi. Bagaimana tidak, dalam foto yang diunggah oleh pengguna akun @dianmeindra ke dalam jejaring sosial Twitter pada Selasa (25/4/2017) lalu menunjukkan seorang bocah di bawah umur yang mengendarai sebuah angkot.

Dalam keterangan yang dicantumkan oleh pengguna tersebut, ia menulis “Pas naik angkot kaget pengemudinya anak kecil… usia belum 15 tahun.. trayek 09 nopol D 1933 AM.” Sontak, foto tersebut menuai banyak kecaman dari berbagai kalangan. Tidak membutuhkan waktu lama, foto tersebut kemudian menjadi viral yang akhirnya tercium oleh pihak kepolisian. Aparat keamanan langsung berkoordinasi untuk menindak lanjut sopir angkot tersebut.

Setelah berhasil menggelandang bocah yang diketahui berinisial GMA ini, polisi kemudian melakukan interogasi untuk mengumpulkan sejumlah fakta. Dalam penuturannya seperti yang dihimpun dari laman detik.com, GMA mengaku menggantikan posisi Ronald (32), sopir angkot jurusan Cicaheum – Ciwastra yang mengalami sakit perut. “Sopirnya itu lagi sakit perut. Dia minta tolong ke saya untuk bawa mobil sampai ke Samsat nganterin penumpang,” ujar bocah tersebut.

Dalam keterangannya, GMA tengah berjalan di sekitaran Logam Buah Batu dan mengaku dicegat oleh Ronald yang mengaku tengah sakit perut dan meminta tolong untuk mengantarkan penumpang yang tersisa tiga orang di dalam angkot tersebut. Lalu ia menyetujui permintaan Ronald dan diberi imbalan sebesar Rp20.000. GMA lalu mengantarkan ketiga penumpang tersebut lalu mengembalikan angkot yang ia kendarai kepada Ronald. “Deket da, dari tugu Kordon sampai perempatan Samsat,” katanya di Mapolrestabes Bandung. “Baru dua minggu bisa mobil, enggak sering. Tiga kali (narik angkot) sama sekarang, tapi deket-dekat,” imbuhnya. Akibat kejadian tersebut, polisi terpaksa menyita angkot berwarna coklat itu dan masih mendalami motif dibalik kasus ini.

Tentu saja, tindakan yang dilakukan oleh pengguna Twitter tersebut terbilang cukup bijak dengan melaporkan pelanggaran yang terjadi di jalan. Karena, tanpa disadari, kejadian seperti ini bisa saja terus terulang apabila tidak ditindak lanjuti. Bukan hanya keselamatan para penumpangnya saja yang terancam, melainkan pengendara lainnya yang berada di dekat angkot tersebut. Tampilan fisik yang belum memadai, keputusan untuk menyalip kendaraan lain, hingga kecepatan yang bisa saja tidak stabil menjadi beberapa faktor pendukung terjadinya kecelakaan akibat adanya eksploitasi anak semacam ini.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Didi Ruswandi mengaku kaget ketika melihat foto yang tengah menjadi viral tersebut. Ia mengaku, ini menjadi pukulan berat bagi seluruh jajaran Dishub kota Bandung. “Ini pukulan berat buat Dishub dan stakeholder perhubungan yang sedang berusaha membangun citra baik transportasi publik,” tutur Didi, sebagaimana diliput dari laman detik.com, Rabu (26/4/2017).

Didi menambahkan, saat ini tiga koperasi angkutan di Bandung tengah berupaya untuk membentuk konsorsium dan memperbaiki pelayanannya kepada masyarakat. “Tapi justru ada anggotanya yang kontraproduktif menghancurkannya dengan cara terjun bebas seperti ini. Sanksinya dilakukan penilangan,” tambahnya.