Entaskan Masalah Sosial, Sleepbus Layani Tunawisma Tidur di Bus

Sumber: huffingtonpost.com.au

Di Indonesia sleeper bus hadir secara terbatas, dan tergolong ‘mewah’di kelas bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi), tapi lain halnya dengan di Australia, pengalaman adalah guru terbaik. Mungkin peribahasa ini cocok untuk menggambarkan apa yang dialami oleh Simon Rowe, pendiri dan CEO dari Sleepbus. Pengalaman masa mudanya, dimana ia terpaksa tinggal di jalanan akibat tidak memiliki tempat tinggal seolah menuntun hati nuraninya untuk membantu kaum tunawisma yang sering ia lihat setiap harinya. Rencananya, Simon akan melakukan pengumpulan dana untuk memuluskan niat baiknya tersebut.

Baca Juga: Cabin Tawarkan Layanan Sleeper Bus Full Service

Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman techrepublic.com (28/8/2017), Simon mengaku terinspirasi dari anak-anaknya untuk membantu orang-orang yang memiliki nasib kurang beruntung tersebut. “Ketika saya bercerita kepada anak-anak mengenai kaum tunawisma di jalanan, mereka mengatakan agar saya dapat membantunya, jadi saya memutuskan untuk membantunya,” ungkap Simon.

Diketahui dari Homelessness Australia, ada sekitar 105.237 tunawisma di Australia, dan 17.845 di antaranya berusia di bawah 10 tahun. Dari situ, Simon lalu mendirikan Sleepbus, sebuah bus yang disulap menjadi tempat tinggal khusus kaum tunawisma. “Konsepnya sederhana, kami akan berusaha untuk menyediakan tempat tidur yang nyaman, tidur yang berkualitas, dan membiarkan mereka untuk merenungkan langkah-langkah apa yang mesti mereka tempuh agar tidak lagi hidup di jalanan seperti ini,” ungkap Simon.

“Kami percaya bahwa dengan tidur nyenyak, maka kaum tunawisma ini bisa sedikit melihat titik terang untuk mengubah jalan hidupnya,” tambahnya. Rencananya, badan amal terdaftar di Australia ini akan memenuhi kebutuhan tidur para tuna wisma dalam waktu enam tahun ke depan. Selain dilengkapi dengan televisi, setiap pod juga akan dilengkapi dengan pintu magnetik dan kameran pemantau yang terhubung langsung ke control room, agar para donatur yang turut serta dalam program amal ini dapat melihat aliran dana yang mereka sumbangkan.

Sumber: huffingtonpost.com.au

Selain dengan kamera pengawas, Sleepbus juga mengedepankan sistem transparansi dalam beramal yang diwujudkan dengan cara mengakses melalui situs resmi mereka dan melihat rincian dana sumbangan yang telah para donator berikan. Adapun kelengkapan dari bus yang mampu membawa 22 orang ini adalah tempat tidur lengkap dengan bantal, guling, dan selimut, AC, serta USB port.

Baca Juga: Teknologi Low-Floor Mudahkan Penumpang Difabel Naik Bus

Namun bukan berarti para kaum tunawisma ini dapat berlaku seenaknya di dalam bus, mereka harus mentaati peraturan yang berlaku. “Bus ini akan ditutup pada pukul 20.00, ketika ada seorang yang hendak keluar di atas jam 20.00, mereka bisa saja melakukannya, namun tidak bisa kembali lagi ke dalam rangkaian bus,” ujar Simon.

“Begitu pun jika ada yang mabuk, kami tidak terlalu mempermasalahkannya, selama ia masih bisa menghargai sesama dengan tidak membuat onar,” tambahnya.