Menggunakan transportasi kereta api memang sangat menjanjikan dari segi kecepatan, kenyamanan, dan keamanan. Baik angkutan penumpang maupun barang, kereta api merupakan moda satu-satunya yang bebas dari kendala terutama di jalur darat. Tak hanya angkutan penumpang saja yang kian hari makin ramai, begitu pula pada angkutan barang yang memiliki potensi lebih besar.
Ya, berbagai macam angkutan barang menggunakan kereta api seperti kontainer, BBM, semen, pupuk, hingga batu bara telah melintas bebas di jalur Pulau Jawa dan Sumatra. Bahkan angkutan jasa pengiriman menggunakan kereta jenis kargo pun sudah melayani ke berbagai kota di Pulau Jawa. Bahkan angkutan barang tersebut beroperasi setiap hari untuk memenuhi kebutuhan di tiap-tiap wilayah.
PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) khususnya bidang logistik mencatat volume angkutan barang sebesar 1,1 juta ton pada Januari 2026. Dari jumlah tersebut, sebesar 47% berasal dari segmen angkutan non batu bara dan sisanya masih didominasi oleh komoditas batu bara.
Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan menyampaikan bahwa capaian ini mencerminkan upaya perusahaan dalam menjaga performa operasional di tengah dinamika industri logistik. KAI Logistik mampu menjaga kinerja pengelolaan angkutan barang secara stabil. Angkutan batu bara masih mendominasi dengan porsi sekitar 53% atau setara dengan 590 ribu ton.
Selain batu bara, KAI Logistik juga mencatatkan kinerja pada berbagai segmen lainnya. Layanan pra dan purna angkutan BBM dan BBK membukukan volume sebesar 266 ribu ton, diikuti oleh angkutan kontainer sebesar 222 ribu ton, angkutan semen 32 ribu ton, angkutan limbah B3 sebesar 594 ton, serta layanan angkutan kurir yang mencapai 6.587 ton.
Jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sejumlah segmen non batu bara mencatatkan pertumbuhan positif. Angkutan kontainer meningkat 44%, dari 154 ribu ton pada Januari 2025 menjadi 222 ribu ton pada Januari 2026. Layanan angkutan kurir atau bisnis ritel tumbuh 35%, dari 4.880 ton menjadi 6.587 ton. Sementara itu, angkutan limbah B3 meningkat sebesar 57%, dari 378 ton menjadi 594 ton.
Keragaman muatan ini menandai tingkat kepercayaan dunia usaha terhadap layanan angkutan barang berbasis rel. Keberadaan moda kereta api memungkinkan pengangkutan barang dalam volume besar secara konsisten, sehingga membantu pelaku usaha menjaga efisiensi rantai pasok serta kepastian distribusi.
Jalur Kereta Lampung-Palembang, Sinergikan Lintasan Penumpang dan Batubara
