Tak Kenal Maka Tak Sayang, Inilah Makna di Balik Penamaan Armada Airbus

0
Airbus A380. Sumber: The Independent

Setiap perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur moda, mesti memiliki cerita tersendiri di balik penamaan moda yang mereka ciptakan. Jika pada artikel sebelumnya sudah sedikit diceritakan mengenai serba-serbi penamaan armada dari raksasa aviasi Amerika, Boeing, maka kali ini giliran rival utamanya, Airbus. Ya, perusahaan yang bermarkas di Leiden, Belanda ini juga memiliki cerita tersendiri di balik penamaan armada burung besinya.

Baca Juga: Inilah Alasan, Mengapa Boeing Menggunakan Angka 7 di Produk Jet Komersialnya

Sebenarnya, penamaan armada burung besi ini lebih kepada kode yang merepresentasikan armada itu sendiri. Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman travelandleisure.com, mayoritas armada Airbus ini diawali oleh alfabet A, yang merujuk pada perusahaan Airbus itu sendiri. Lalu setelah alfabet A tersebut, Airbus menggunakan kombinasi tiga hingga enam angka yang memiliki artiannya masing-masing.

Sebut saja model pertama yang dirakit oleh perusahaan adalah A300. Angka 300 di sini merepresentasikan kapasitas murni dari pesawat yang melakukan first maiden pada 28 Oktober 1972 silam. Namun setelah melewati berbagai pertimbangan, akhirnya pihak Airbus menyadari bahwa mengudara dengan hanya membawa 260 penumpang itu lebih baik ketimbang mengangkut 300 penumpang – mungkin dipengaruhi oleh load factor yang kala itu belum setinggi sekarang.

Alih-alih mengganti nama pesawat tersebut menjadi A260 – karena hanya berisikan 260 seat untuk penumpang, Airbus lalu mengambil keputusan untuk mengubah nama armada yang jumlah bangkunya sudah direduksi tersebut menjadi A300B.

Sejak saat itu, perusahaan mulai menerapkan pakem dalam urusan penamaan armadanya – dimana Airbus akan menggunakan angka kelipatan 10 untuk menamai armadanya (A300, A310, A320, A330, A340, A350, hingga A380). Ada alasan tersendiri mengapa perusahaan melompati angka A360 dan A370, dimana alih-alih perusahaan berubah pikiran dan ingin merakit kembali pesawat yang memiliki ukuran di antara A350 dan A380. Ya, A380 merupakan pesawat jet penumpang terbesar saat ini.

Baca Juga: Beberapa Hal Yang Terlupakan dari Nama Besar Boeing

Lalu, bagaimana dengan A320-231? Apakah ada makna tersendiri di balik penggunaan tiga digit angka terakhir?

Sederhananya seperti ini, contoh di atas merupakan bagian dari keluarga A320. Digit pertama (angka 2) merepresentasikan seri kedua dari armada jenis ini (A320-200). Sedangkan digit terakhir merepresentasikan jenis mesin yang digunakan oleh pihak Airbus. Secara garis besarnya, tiga digit angka yang ada di belakang tanda baca strip ini merupakan minor upgrades yang dilakukan oleh perusahaan.

 

Leave a Reply