Garuda Indonesia Terbangi Hampir Seluruh Kota di Dunia via Amsterdam dan Tokyo

0
Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra

Garuda Indonesia semakin melebarkan sayapnya ke ujung dunia. Maskapai pelat merah tersebut kini sudah bisa mengantarkan seluruh pelanggannya, khususnya masyarakat Indonesia, ke berbagai kota di dunia lewat dua hub-nya di Eropa dan Asia Pasifik, yakni Amsterdam, Belanda, dan Tokyo, Jepang.

Baca juga: Imbas Corona Jadi ‘Berkah’ Buat Travelers untuk Nikmati Layanan Widebody Garuda Indonesia

Nah khusus untuk orang indonesia yang ingin terbang ke tempat-tempat yang telah disebutkan (Perancis, Jerman, Mauritius, Amerika, Spanyol, Moskow) ataupun kota-kota lain, kita sekarang memperkenalkan sesuatu yang baru. Jadi Anda bisa ke sana lewat dua kota hub kita, yaitu Amsterdam dan Tokyo,” kata Direktur Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, saat ditemui KabarPenumpang.com di kantornya di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat, (6/3).

Direktur yang mengaku malang melintang di dunia penerbangan (sekitar 50 tahun) sebagai customer tersebut mengatakan bahwa penerbangan ke seluruh dunia bersama Garuda akan membuat pelanggannya mempunyai pengalaman terbang lebih variatif, dibandingkan rute (dengan hub) lainnya yang berbeda.

Ia pun kemudian mengambil contoh penerbangan ke Barcelona. Saat ini, masyarakat yang ingin pergi ke Barcelona, Spanyol, khususnya di Jakarta, setidaknya mempunyai dua pilihan untuk terbang ke sana. Pertama, naik Garuda Indonesia dan KLM lewat rute Jakarta-Amsterdam-Barcelona. Kedua, Jakarta-Singapura-Barcelona lewat Singapore Airlines atau maskapai lainnya. Keduanya tentu saja memiliki kelebihan masing-masing.

“Pilihan Anda kalau di Singapura cuma dua, Anda ke kota atau Anda ke Changi. Kalau ke Amsterdam, Anda punya pilihan empat. Anda di airport-nya atau Anda sehari ke Amsterdam, jalan-jalan, nonton, terus balik lagi ke airport dan ke Barcelona, atau Anda berhenti Anda ke Volendam, foto-foto Melayu berpakaian Londo Atau Anda ke Roermond, belanja factory outlet. So, pilihannya kan jelas,” tambahnya.

Hanya saja, sekalipun bisa terbang ke seluruh dunia, layaknya maskapai besar di dunia, dengan reputasi tinggi, seperti Etihad Airways, Qatar Airways, Emirates Airlines, Singapore Airlines, ataupun Turkish Airlines yang semuanya mempunyai jaringan rute global terbesar, Irfan mengaku tidak begitu senang bila hanya berhasil mengantarkan orang Indonesia ke luar negeri.

Sebaliknya, sebagai national flag carrier, Irfan justru ingin Garuda Indonesia membawa orang dari mana-mana ke Indonesia, dengan berbagai destinasi andalannya. Dengan begitu, fungsi Garuda Indonesia sebagai national flag carrier, yang notabene harus memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia dapat tercapai.

“Saya tidak tertarik untuk bilang ke orang Indonesia itu, eh gue bisa terbang ke Moskow, saya tidak tertarik karena saya flag carrier saya lebih tertarik lebih bawa orang Rusia ke sini daripada orang Indonesia ke rusia. Itu (mendatangkan orang Indonesia ke Moskow) biar perusahaan Rusia saja yang melakukan itu. Bahwa ada beberapa itu (penerbangan ke luar negeri) iya. Tapi kita lebih tertarik itu (mendatangkan orang Rusia ke Indonesia),” jelasnya.

Baca juga: Soal “Recovery Plan” Hadapi Virus Corona, Dirut Garuda: “Kita Ingin Jadi Perusahaan yang Paling Siap di Region Ini”

Jaringan global Garuda Indonesia, dengan melayani hampir ke seluruh kota-kota di dunia, sebetulnya bukan barang baru. Lewat skema yang sama (codeshare), Garuda Indonesia di era direktur utama sebelumnya, juga pernah melakukan hal serupa. Tahun 2012, misalnya, Garuda Indonesia menggandeng Etihad Airways untuk merambah jaringan yang lebih besar. Bedanya, hanya pada di hub Garuda itu sendiri. Bila dahulu, Garuda memilih Dubai (markas Etihad) sebagai hub-nya, kini, Garuda memilih Amsterdam dan Tokyo, dengan segudang destinasi favoritnya.

Codeshare sendiri adalah operasi gabungan dari dua atau lebih maskapai penerbangan untuk mengantarkan penumpang ke tujuannya. Codeshare dimungkinkan karena maskapai pada umumnya hanya melayani rute globalnya saja, bukan rute domestik di negara lain. Seumpama, China Airlines pada Juni tahun lalu mulai melayani penerbangan Jakarta-Makassar melalui skema codeshare dengan Garuda Indonesia. Jadi, warga Cina yang ingin ke Makassar (Indonesia) mula-mula terbang dengan menggunakan China Airlines ke Jakarta dan kemudian melanjutkan penerbangan ke Makassar dengan Garuda Indonesia (karena China Airlines tak melayani penerbangan ke sana).

Leave a Reply