Singapore AirShow 2018: Garuda Indonesia Gandeng Thales Hadirkan In Flight Entertainment

Perusahaan multinasional Perancis yang menyediakan layanan untuk pasar kedirgantaraan, pertahanan, transportasi dan keamanan, Thales telah mengumumkan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama dengan maskapai Flag Carrier, Garuda Indonesia dalam hal penyediaan layanan hiburan di armadanya.

Baca Juga: Garuda Indonesia Resmikan Penerbangan Denpasar ke Xi’an dan Zhengzhou

Diketahui, ini merupakan hubungan kerja sama perdana yang dijalin oleh kedua belah pihak, dan Singapore Airshow 2018 menjadi saksi dari permulaan kerja sama ini. Rencananya, pemasangan alat hiburan di 14 armada Airbus A330neo milik Garuda Indonesia ini dijadwalkan bergulir pada 2019 kelak, ketika pesawat anyar ini tiba di Tanah Air.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman gmf-aeroasia.co.id, kerja sama yang ditanda tangani langsung oleh Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala N. Mansyuri, Direktur Utama GMF, Iwan Joeniarto dan SEVP International Development, Pascale Sourisse merupakan kesepakatan atas pengembangan bisnis konektivitas dan sistem In Flight Entertainment (IFE).

AVANT IFE System merupakan teknologi yang dipilih Garuda untuk memaksimalkan jaringan hiburan di armada terbarunya tersebut. Teknologi ini mencakup kehadiran monitor High Definition (HD) versi terbaru dari Thales di kelas bisnis dan ekonomi. Penumpang kelas bisnis pun bisa menikmati teknologi handset touchscreen Avii yang ditawarkan oleh Thales.

“Kami memilih Thales untuk entertainment system yang baru pada armada Garuda Indonesia. Sebagai maskapai bintang lima, in flight entertainment juga harus mengikuti teknologi yang up to date,” ungkap Pahala dalam pagelaran yang bergulir sejak 6 hingga 11 Februari 2018 ini.

“Kami sangat antusias untuk bermitra dengan Garuda Indonesia, maskapai kelas dunia yang sarat akan nilai budaya dalam pelayanannya. Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pengalaman perjalanan bagi para penumpangnya, Thales bangga bisa mengambil bagian di dalamnya dan diharapkan dapat membantu mempercepat perjalanan digital mereka dengan cara menghadirkan hiburan mutakhir,” tutur Erik-Jan Raatgerink, Country Director Thales di Indonesia, dikutip dari sumber terpisah.

Diketahui, sistem IFE yang baru milik Thales ini didasarkan pada platform Android terbuka, dan akan mendukung banyak bahasa dan aplikasi host seperti Interactive 3D Map, e-reader dan lainnya.

Baca Juga: Jelang Pembukaan Rute Baru, Inilah Sejumlah Tantangan Yang Menerpa Garuda Indonesia

Tidak hanya menandatangani kerja sama dengan pihak Thales, anak perusahaan dari Garuda Indonesia, GMF juga menjalin kerja sama dengan Kementerian Sekretariat Negara dalam hal perawatan dan pemeliharaan pesawat kepresidenan Republik Indonesia, Boeing Business Jet (BBJ). Kementerian Sekretariat Negara ini tidak hanya mempercayakan GMF dalam perawatan airframe saja, namun juga engine dan komponen.

Direktur Line Operation PT GMF AeroAsia Tbk (GMF), Tazar Marta Kurniawan dan Kepala Biro Umum Kementerian Sekretariat Negara, Piping Supriatna menandatangani kesepakatan kerja sama ini di Booth Garuda Indonesia yang ada di Singapore AirShow 2018, pada Selasa (6/2/2018).

“Kepercayaan kepada kami dalam merawat Pesawat VVIP ini merupakan bentuk dukungan dari pemerintah atas kualitas GMF. Pesawat kepresidenan yang dirawat di kami ini kami lakukan perlakuan khusus, karena BBJ ini akan digunakan presiden, jadi keamanannya harus lebih ketat,” ungkap Tazar.

Prototipe Taksi Drone Ehang 184, Sukses Uji Coba Dalam 1000 Kali Terbang

Terbang dengan kendaraan otonom atau tanpa awak seperti mimpi disiang bolong. Bahkan banyak komunitas teknologi yang menertawakan hal tersebut dan bertanya apakah pesawat tanpa awak mungkin terealisasikan?

Baca juga: CityAirbus, Prototipe Taksi Drone Lansiran Airbus, Mengudara di Akhir Tahun Depan

KabarPenumpang.com melansir dari laman theverge.com (5/2/2018), bahwa perusahaan pesawat tanpa awak milik Cina yakni Ehang baru-baru ini melakukan uji coba pertamanya. Dari cuplikan video, semua yang naik untuk merasakan terbang dengan pesawat tanpa awak sangat berkesan dan mengatakan hal tersebut bukanlah lelucon.

Ehang 184, pesawat tanpa awak tersebut adalah quadcopter dan sudah melalui sebuah tes dalam beberapa bulan terakhir. Diketahui, Ehang 184 ini sudah melakukan uji coba sebanyak seribu kali penerbangan dengan penumpang manusia di ketinggian 984 kaki atau 300 meter. Uji coba lainnya yakni dengan membawa penumpang lebih berat yakni 500 pound atau sekitar 230 kg dengan jarak tempuh 9,3 mil atau sekitar 15 km dengan kecepatan tinggi mencapai 80,7 mph atau 130 km per jamnya.

Ehang 184 (Ehang)

Perancang Ehang tak hanya menguji coba dalam kondisi cerah, mereka juga melakukan uji coba saat udara lebih panas dari biasanya, kabut tebal, malam hari hingga topan kategori tujuh dengan angin kencang.

“Apa yang kami lakukan bukanlah olahraga yang ekstrem, jadi keselamatan setiap penumpang selalu datang lebih dulu. Sekarang setelah kami berhasil menguji Ehang 184, saya sangat bersemangat untuk melihat seperti apa masa depan bagi kami dalam hal mobilitas udara,” kata pendiri dan CEO Ehang Huazhi Hu.

Ehang 184 berbentuk seperti telur dan multidoor ini rencananya akan digunakan untuk taksi udara dan membawa penumpang dalam melintasi lingkungan perkotaan yang padat. Pihak perusahaan akan mewujudkan layanannya tersebut dalam Dubai’s World Government Summit akhir bulan ini.

Tetapi juru bicara Ehang masih belum menanggapi akan terlakasana atau tidak. Hal ini juga dikarenakan Dubai bekerja sama dengan Volocoptor Jerman yang melayani taksi udara serupa.

Jika nantinya di Dubai tak berhasil, pihak Ehang sudah mendapatkan izin dari negara bagian Nevada untuk menguji Ehang 184 di tempat uji UAV yang disetujui Federal Aviation Administration (FAA). Ehang 184 ini menggunakan listrik untuk bahan bakarnya dan bisa membawa penumpang hingga sejauh 10 mil atau sekitar 23 menit penerbangan.

“Penumpang yang berada di kokpit tidak mengendarai dan hanya memasukkan tujuan mereka serta menikmati perjalan mereka. Pesawat ini juga mampu lepas landas secara mandiri, menerbangkan ke rute tujuan, merasakan hambatan dan mendarat,” ujar pihak perusahaan.

Pihak perusahaan melihat wahana mewah untuk orang-orang kaya sebagai tahap awal di pasar baru-baru ini. Dengan pesawat otonom menjadi lebih luas dimana harga lebih rendah setelah armada dan jalur penerbangan pasti.

Meskipun sukses melakukan uji coba penerbangan, Ehang masih melakukan perbaikan pada pesawat. Dalam hal perbaikan tersebut diberikan penekanan dan ditempatkan untuk pengalaman penumpang serta menambah opsi untuk kontrol manual.

Adanya kontrol manual tersebut bisa memberi penumpang pengalaman piloting untuk mengoperasikan pesawat secara manual jika terjadi sesuatu pada pesawat tersebut. Perusahaan juga menguji dua tempat duduk dengan muatan hingga 617 pound atau sekitar 680 kg.

Baca juga: Bukan Sekedar Isapan Jempol, Dubai Mulai Uji Coba Taksi Drone

Pihaknya juga membuktikan kendaraan udara otonomnya bisa terbang dan bukanlah prestasi kecil. Tetapi ini membuktikan bisa meningkatkan layanan taksi udara seutuhnya. Meskipun tatangan yang dihadapi berbeda dengan perusahaan raksasa lainnya dengan miliaran dolar yang dimiliki mereka. Ehang membuktikannya dengan take of vertikal dan pendaratan yang mulus.

Boeing 737 MAX 7, Pecahkan Rekor Internal Penjualan Pesawat Tercepat Sepanjang Sejarah!

Boeing 737 MAX 8 memang sudah diresmikan menjadi salah satu armada teranyar Garuda Indonesia pada akhir tahun 2017 silam, namun manufaktur pesawat yang  berbasis di Illinois, Amerika Serikat ini diketahui baru saja merilis ‘adik’ dari armada baru Flag Carrier Indonesia tersebut, yaitu Boeing 737 MAX 7.

Baca Juga: Intip Kecanggihan dan Ruang Kabin Boeing 737 MAX 8 Garuda Indonesia

Walaupun statusnya masih prototipe, namun pesawat ini direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2019 mendatang, dengan Southwest Airlines terdaftar sebagai maskapai pertama yang akan menggunakan jasanya.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (5/2/2018), pesawat ini baru saja diluncurkan dari pabrik Boeing yang terletak di Renton, Washington diiringi oleh ribuan karyawan Boeing yang turut menantikan kehadiran pesawat jet bermesin ganda ini. Adapun versi ketiga dari keluarga  Boeing 737 MAX 7 ini ditujukan untuk menggantikan peran dari Boeing 737-700. Dengan kata lain, burung besi baru ini akan bersaing dengan Airbus A319neo.

Pihak Boeing mengatakan perubahan yang paling mudah dilihat adalah pada jumlah kursi penumpangnya yang mampu menampung 172 penumpang dalam sekali penerbangan, selisih dua bangku dari versi sebelumnya. Di segi tenaga penggerak, Boeing 737 MAX 7 menggunakan dua buah mesin LEAP-1B dari CFM International yang mampu memberikan pesawat ini jangkauan 3.850 mil laut atau yang setara dengan 7.130 km.

Belum lagi penghematan bahan bakar sebanyak 18 persen per kursi dibandingkan dengan Boeing 737-700, tentu saja pesawat seri terbaru ini menjadi idaman para maskapai. “Kami berharap dapat menunjukkan fleksibilitas dan jangkauan yang luar biasa dari pesawat ini,” kata Keith Leverkuhn, Vice President dan General Manager program 737 MAX di Boeing Commercial Airplanes.

Minat para penyedia layanan jasa penerbangan terhadap keunggulan yang ditawarkan pada Boeing 737 MAX 7 ini ditunjukkan dengan ramainya pesanan yang masuk. Tercatat sekitar 4.300 pesawat yang sudah dipesan oleh berbagai maskapai. Dengan angka tersebut, pencapaian ini tercatat sebagai penjualan pesawat tercepat sepanjang sejarah Boeing.

Baca Juga: Kebanjiran Pesanan, Boeing 737 MAX Toreh Sejarah Penjualan Pesawat Tercepat di Dunia

Jika dibandingkan dengan Boeing 737 MAX 8, perbedaan signifikan terlihat dari panjang fuselage-nya. Boeing 737 MAX 7 memiliki panjang 35,56 meter, sedangkan MAX 8 memiliki panjang 39,52 meter. Tidak heran jika maskapai anyar Garuda Indonesia tersebut mampu mengangkut penumpang hingga 210 orang. Kendati menggunakan mesin yang sama, jarak tempuh Boeing 737 MAX 7 lebih jauh ketimbang MAX 8 yang hanya mampu mengudara sejauh 3.550 nm atau yang setara dengan 6.570 km.

Perayaan Imlek di Cina, Ratusan Juta Orang Mudik Padati Berbagai Moda Transportasi

Saban Momen Lebaran, puluhan juta warga di Tanah Air melakukan budaya mudik ke kampung halaman. Lantas bagaimana bila warga di Cina yang melakukan mudik, dengan jumlah penduduk mencapai 1,4 miliar jiwa, sudah barang tentu mudik ala Cina lebih bombastis. Ya seperti halnya mudik di Indonesia, warga Cina setiap perayaan Imlek juga melakukan kebiasaan pulang ke kampung halaman. Angka pemudik pun tak hanya puluhan juta, melainkan tembus ratusan juta orang.

Baca juga: Cina Siap Kontrol Warganya dengan Teknologi Pemindai Wajah

Setiap tahunnya saat perayaan Imlek berlangsung, ratusan juta penduduk Cina akan memadati stasiun, terminal bus, pelabuhan hingga bandara. Tahun ini diperkirakan 2,98 miliar perjalanan akan terjadi pada periode 1 Februari hingga 12 Maret 2018 mendatang.

KabarPenumpang.com melansir dari laman straitstimes.com (2/2/2018), penduduk Cina biasanya lebih banyak menggunakan bus saat kembali ke kampung halaman mereka. Namun, perjalanan dengan bus diperkirakan akan turun di tahun ini untuk pertama kalinya.

Sebab jaringan kereta dengan kecepatan tinggi di Cina semakin berkembang dan penduduk banyak yang memilih pulang ke kampung halaman dengan kereta. Pihak Kementerian Perhubungan Cina mengatakan, banyak orang yang sudah berpikir untuk menggunakan kereta atau pesawat terbang saat pulang ke kampung halaman mereka.

Festival musim semi dan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 16 dan 17 Februari tahun ini. Sedangkan liburan akan berlaku selama seminggu sejak tanggal 15 Februari. “Sekitar 2,98 miliar perjalanan selama 40 hari akan menjadi ujian besar bagi departemen transportasi negara tersebut,” kata Liu Xiaoming, pejabat Kementerian Perhubungan Cina.

Sayangnya, cuaca saat ini sudah membekukan banyak bagian wilayah di Cina dan membuat tantangan yang besar pada pihak berwenang serta observatorium nasional. Ini dikarenakan untuk mempertahankan kesiap siagaannya setelah musim dingin menghantam bagian tengah dan timur Cina.

Hingga kini pihak kereta api dan bandara masih terus membersihkan salju dan es dari jalanan untuk keselamatan penumpang. Diketahui, untuk perayaan Imlek dan festival musim semi di Cina, pihak China Railway Corporation (CRC) menambah 177 layanan kereta berkecepatan tingginya yang akan dioperasikan dan mengangkut penumpang sebanyak 100 ribu lebih setiap hari.

Pihak perkeretaapian Cina juga memberikan kemudahan check in pada penumpang untuk mengurangi kepadatan dengan teknologi pengenalan wajah dalam memverifikasi identitas penumpang. Di saat yang sama otoritas penerbangan berencana untuk menjadwalkan 30 ribu lebih banyak penerbangan saat melakukan perjalanan.

Baca juga: Fenomena Kereta Tabrak Burung Jadi Dampak Ekologi Kehadiran Bullet Train?

Tak hanya itu, sebanyak 33 juta orang diperkirakan akan menggunakan layanan ride sharing untuk pulang ke kampung halaman mereka di tahun ini. Kepala layanan carpooling Didi Huang Jieli mengatakan, perusahaan telah melihat peningkatan 10 persen per tahun untuk perjalanan mudik menggunakan layanan berbagi mobil.

Burung Merak, Ikon Pendukung Emosi Ini Dilarang Masuk dalam Penerbangan

Seekor burung merak yang menjadi hewan dukungan emosional akan dibawa masuk dalam penerbangan milik United Airlines. Namun, merak tersebut sayangnya tidak bisa ikut dalam penerbangan itu. KabarPenumpang.com merangkum dari laman traveller.com.au (1/2/2018), bahwa merak ini milik seorang fotografer dan artis pertunjukkan di New York City, Ventiko. Dia membeli tiket untuk meraknya yang bernama Dexter dalam penerbangan dari New Jersey Newark Liberty International Airport ke Los Angeles.

Baca juga: Bebek Ini Bantu Atasi Stress Pasca Trauma

Merak yang sudah dibeli tiketnya ini tak bisa masuk dalam penerbangan karena tidak memenuhi pedoman dan beberapa alasan lainnya seperti ukuran dan berat merak tersebut. Juru bicara United, Andrea Hiller mengatakan, pihaknya telah menjelaskan pada Ventiko sebanyak tiga kali sebelum sampai di bandara.

Maskapai ini mencatat bahwa penumpang diminta untuk memberikan dokumentasi yang benar dari pihak medis 48 jam sebelum menaiki pesawat. Diketahui, si pemilik merak  sudah mencoba beberapa kali bersama unggas tersebut salah satunya dari bandara JFK.

Merak pendukung emosional tak bisa terbang dengan United Airlines (www.traveller.com.au)

Di Newark, tiket perempuan tersebut dikembalikan dan maskapai mengembalikan ongkos taksi dan hotel.

“Saya benar-benar berpikir bahwa seluruh hewan dukungan emosional akan lepas kendali. Memang ada orang-orang diluar sana yang membutuhkannya, tetapi sekarang ini banyaj yang menggunakan penerbangan untuk mencoba apakah hewan mereka bisa masuk,” ujar seorang pembawa acara Bobby Laurie.

Dalam penanganan masalah hewan pendukung emosional yang dibuat oleh United, hal ini juga berlaku pada maskapai Delta Airlines pada tanggal 1 Maret mendatang. Tak jauh berbeda pihak Delta juga mewajibkan penumpang yang membawa hewan pendukung emosional diajukan secara online 48 jam sebelum berangkat baik itu bukti kesehatan hingga vaksinnya.

Menurut Delta, kurangnya peraturan menyebabkan risiko keselamatan serius yang melibatkan hewan tak terlatih dalam penerbangan. Pihak Delta juga mengatakan, mereka membawa sekitar 700 dukungan hewan setiap hari atau hampir 250 ribu per tahun dan naik 150 persen sejak tahun 2015 lalu.

“Pelanggan telah mencoba untuk terbang dengan kalkun yang nyaman, sugar glider, ular, laba-laba dan banyak lagi,” menurut Delta. Maskapai ini telah melihat peningkatan insiden hewan sebanyak 84 persen sejak 2016, termasuk buang air kecilatau buang air besar dan menggigit. Tahun lalu, Delta mengatakan bahwa karyawannya melaporkan lebih banyak menggonggong, tumbuh, menerjang dan menggigit dari hewan layanan dan dukungan, perilaku yang biasanya tidak terlihat pada hewan ini saat dilatih dan bekerja dengan baik.

Baca juga: Halau Rusa di Jalur Kereta, Peneliti Jepang Pasang Klakson Suara Anjing Melolong di Lokomotif

Wakil Presiden Senior Delta Airlines mengatakan, kenaikan insiden serius yang melibatkan hewan dalam penerbangan membawa kita untuk percaya bahwa kurangnya peraturan dalam skrining kesehatan dan pelatihan untuk hewan-hewan ini adalah menciptakan kondisi yang tidak aman di seluruh perjalanan udara AS.

“Ini adalah langkah pertama kami untuk melindungi mereka yang terbang dengan Delta dengan proses penyaringan yang lebih baik,” ujarnya dalam pernyataan tertulis. Delta juga menyiapkan service animal support desk untuk memverifikasi dokumen yang diterima. Perusahaan tersebut mengatakan bahwa pihaknya tidak menerima layanan eksotis atau tidak biasa atau hewan pendukung.

Sebuah serikat pramugari besar mengatakan mendukung langkah yang dibuat oleh Delta. Masakapai United juga mengatakan, pihaknya tidak akan memerlukan formulir untuk hewan servis terlatih.

Tangani 95,8 Juta Penumpang di 2017, Beijing Bersiap Menjadi Bandara Tersibuk di Dunia

Dengan populasi penduduk terbesar di muka Bumi, jelas Cina adalah pasar terbesar untuk dunia penerbangan. Dan sebagai turunan dari berkah trafik penerbangan yang tinggi adalah kapasitas bandara yang ikut meroket dari waktu ke waktu. Seperti Beijing, Ibukota Cina ini dikenal sebagai salah satu kota terpadat di dunia dengan penduduk di atas 25 juta jiwa. Dan baru-baru ini ada kabar bahwa Bandara Beijing Capital International bakal menjadi bandara tersibuk di dunia.

Baca juga: 10 Bandara Ini Disebut Sebagai Yang Tersibuk

KabarPenumpang.com melansir dari laman bloomberg.com (5/2/2018), mendapatkan data pada tahun 2017 kemarin, lalu lintas penumpang di bandara internasional Beijing naik dan mencapai rekor baru yakni 95,8 juta.

Peningkatan penumpang di bandara Beijing ini mengalami kenaikan selama lima tahun berturut-turut. Adanya kenaikan tersebut membuat Bandara Internasional Beijing Capital mempersempit kesenjangan dengan Bandara Internasional Hartsfield-Jackson Atlanta yang jumlah penumpangnya turun pada tahun 2017 lalu.

Data stastistik peningkatan jumlah penumpang di Beijing dan Atlanta (Bloomberg)

Karena kenaikan penumpang tersebut, Cina diperkirakan akan menyalip Amerika Serikat dan menjadi pasar perjalanan udara terbesar di dunia setelah tahun 2022 mendatang. Dalam mengatasi lonjakan penumpang tersebut, Cina sedang membangun mega bandara di Beijing dengan total biaya pembangunan US$12,9 miliar atau sekitar Rp174 triliun di pinggiran selatan yang dijadwalkan buka tahun depan.

Bandara ini nantinya akan mampu menampung 100 juta penumpang setiap tahunnya dan kemungkinan akan berbagi 170 penumpang per tahun pada 2025 mendatang. Bandara baru ini sendiri telah ditunjuk oleh pihak SkyTeam untuk menjdi pusat bagi aliansi tersebut.

Di Cina sendiri ada dua maskapainya yang masuk sebagai anggota SkyTeam yakni China Eastern Ailines dan China Southern Airlines. Dua operator penerbangan milik Cina ini masing-masing diizinkan untuk mengangkut 40 persen penumpang bandara dan mendapatkan slot waktu penerbangan ke Eropa dan Amerika Serikat.

Baca juga: Ini Dia! Hal Yang Kurang Menyenangkan Saat Bertandang Ke Cina

Beijing juga akan bergabung dengan daftar pilih kota-kota besar dengan dua atau bahkan tiga bandara internasional, termasuk London, New York, Tokyo dan Paris. Tidak seperti di Beijing, bandara tersebut biasanya mengambil peran pelengkap, seperti yang melayani rute internasional atau antarbenua dan yang lainnya berfokus pada penerbangan domestik atau regional.

Atasi Dampak Pembangunan Bandara Baru Yogyakarta, Angkasa Pura I Buka Help Desk Bagi Warga

PT Angkasa Pura I telah membuka Pusat Layanan Informasi (help desk) bagi warga terdampak pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo, sejak Senin (5/2/2018). Help desk ini berada di Kantor Proyek Pembangunan Bandar Udara Internasional Yogyakarta, Jalan Raya Wates -Purworejo Km. 1, Tanggalan, Palihan, Wates.

Baca juga: Meski Didera Isu Penolakan, Pembangunan Bandara Kulon Progo Terus Berlanjut

“Pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditargetkan beroperasi tahun 2019 mendatang. Sebagai pemegang amanat dan pemrakarsa pembangunan bandara ini, kami sejak awal telah berupaya untuk mengedepankan aspek komunikasi dan dialog kepada pihak-pihak terkait. Dan hari ini, untuk lebih memaksimalkan pendekatan komunikasi dan membuka saluran informasi terkait kebutuhan para warga terdampak pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta, Angkasa Pura I secara resmi menghadirkan pusat layanan informasi atau help desk,” kata Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I Devy W. Suradji.

Hadirnya help desk ini merupakan respon terhadap tingginya permohonan layanan informasi yang tepat dan jelas terkait proses konsinyasi pembayaran atas lahan milik warga terdampak pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta. Juga untuk menjawab dan memberikan penjelasan terkait lapangan kerja dan potensi usaha di Bandara Internasional Yogyakarta nantinya.

Help desk ini merupakan hasil kerjasama Angkasa Pura I dengan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo serta stakeholder terkait lainnya, seperti Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan kontraktor pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta.

“Help desk ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif tentang prosedur dan proses konsinyasi pembayaran ganti kerugian serta mengawal pemenuhan hak-hak warga terdampak, sehingga akan terbuka ruang dialog antara warga dengan Angkasa Pura I, Pemkab Kulon Progo, BPN, kontraktor pembangunan, maupun pihak terkait lainnya,” imbuh Devy.

Menurut Devy, terbatasnya ruang dan waktu membuat pihak pemrakarsa pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta dan warga terdampak sulit untuk berdialog. “Untuk itulah help desk ini hadir, yaitu sebagai tempat berdialog sekaligus sarana bagi warga dalam menyampaikan masukannya. Sehingga warga akan mendapatkan informasi yang jelas dan gamblang, serta meminimalisir informasi yang meresahkan atau simpang-siur,” kata Devy lagi.

Senada dengan Devy, Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo mengatakan bahwa setiap harinya keluhan dan pertanyaan warga akan direkam di help desk ini untuk ditindaklanjuti dan dicarikan solusinya. “Help desk menjadi suatu forum diskusi dan urun rembuk untuk menyelesaikan masalah. Tidak ada masalah yang kami sepelekan sehingga setiap masalah harus diselesaikan dengan baik. Suara hati masyarakat sekecil apapun harus kita dengarkan dan ditindaklanjuti untuk dicarikan penyelesaian,” ujar Harto Wardoyo.

Selain itu, melalui help desk para warga terdampak dapat memperoleh penjelasan dan pemahaman dalam mempersiapkan diri menyambut hadirnya Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo. “Persiapan diri ini dilakukan dengan cara meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) untuk bersaing memasuki peluang kerja dan peluang usaha. Peluang-peluang yang dapat dimanfaatkan warga ini terbuka sejak tahap konstruksi maupun setelah Bandara Internasional Yogyakarta beroperasi,” tambah General Manager PT Angkasa Pura I Kantor Cabang Bandara Internasional Adisutjipto Agus Pandu Purnama.

Menurut Pandu, pada hakekatnya pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo ini memiliki cita-cita besar untuk meningkatkan perekonomian daerah dan masyarakat Yogyakarta, khususnya masyarakat Kulon Progo. Bandara yang pada pembangunan tahap pertama akan memiliki kapasitas 14 juta penumpang per tahun ini dipastikan akan membuka kesempatan kerja dan kesempatan berusaha bagi ribuan masyarakat, baik lapangan kerja dan berusaha di dalam bandara, yang berkaitan dengan operasional bandara, maupun yang tidak secara langsung berhubungan dengan operasional bandara,“ ucap Pandu.

Untuk meningkatkan kualitas SDM dan meningkatkan kemampuan warga dalam menyongsong peluang kerja dan peluang usaha tersebut, Angkasa Pura I telah memberikan program pelatihan kewirausahaan dan pelatihan keterampilan. “Bahkan saat ini juga telah banyak warga terdampak yang telah membeli lahan baru dan mulai bertani kembali. Selain itu juga ada petani yang telah sukses beralih profesi menjadi pengusaha catering dan laundry,” Pandu mencontohkan.

Terkait dengan informasi lapangan kerja dan peluang berusaha itulah, Angkasa Pura I menghadirkan help desk ini. “Help desk bertujuan sebagai penyambung komunikasi kepada masyarakat terkait dengan informasi peluang kerja dan peluang usaha. Diharapkan masyarakat semakin paham dan memililiki pemahaman bersama mengenai keberadaan Bandara Internasional Yogyakarta,” harap Pandu.

Mekanisme pelayanan help desk ini mengusung konsep pelayanan terpadu satu pintu. Seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) memiliki petugas perwakilan di sini. “Alur pelayanan help desk ini mekanismenya dimulai dari warga pemohon yang datang akan dibantu oleh petugas help desk. Petugas tersebut akan mencatat identitas dan informasi si pemohon. Kemudian, informasi yang diinginkan akan diteruskan kepada pihak-pihak terkait berdasarkan kebutuhan informasinya,” rinci Pandu.

Baca juga: Sepanjang 2017, PT Angkasa Pura I Raih Laba Bersih Rp1,4 Triliun

Selanjutnya, petugas akan memberikan penjelasan atau tanggapan secara langsung kepada pemohon. Jika permasalahan tidak dapat dijelaskan secara langsung, maka petugas akan memberikan tindak lanjut maksimal tiga hari sejak informasi dimohonkan. Seluruh informasi yang masuk dalam layanan help desk akan dicatat dalam database milik Angkasa Pura I, Pemkab Kulonprogo, BPN, serta kontraktor pembangunan.

Jalur Kereta Cijeruk Longsor, Perjalanan Kereta Bogor-Sukabumi Berhenti Operasi Sementara

Intensitas hujan yang tinggi beberapa hari ini mengakibatkan bencana longsor dan banjir di wilayah Bogor. Longsor terparah terjadi di Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, Bogor. Longsor ini menyebabkan tanah dasar rel kereta api ambles dan membuat rel dan bantalannya menggantung seperti jembatan gantung.

Baca juga: Rute KA Bogor – Sukabumi – Cianjur, Masih Eksis Meski Terlupakan

Diketahui, tebing setinggi 30 meter dan lebar 100 meter longsor dan sekitar tiga rumah yang dihuni oleh belasan orang. Bencana longsor tersebut melukai sebanyak tujuh orang dan petugas juga melakukan pencarian terhadap warga hilang.

Pencarian kemudian dihentikan pada Senin (5/2/22018) karena penerangan tidak cukup serta hujan yang terus mengguyur. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, akibat longsor ini, PT Kereta Api Indonenia (KAI) menghentikan sementara operasional kereta api rute Bogor menuju Sukabumi PP.

Jalur kereta api di Cijeruk longsor dan menggantung,
kereta relasi Bogor-Sukabumi PP Tak bisa beroperasi sementara
(BNPB)

“Terkait dengan terjadinya longsor di jalur KA Batutulis-Maseng (km 13+800), perjalanan KA rute Bogor-Sukabumi PP sementara tidak beroperasi,” dikutip dari akun Twitter @KAI121, Senin (5/2/2018).

Dengan adanya bencana longsor ini, pihak KAI juga belum bisa memastikan durasi pengentian operasional kereta jurusan itu. Sebab hingga kini pihak KAI masih melakukan perbaikan.

“Upaya penanganan terus dilakukan oleh unit terkait. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya,” lanjut akun tersebut. Kepala Humas PT KAI Agus Komarudin mengatakan, pihaknya belum mengetahui kapan penanganan ini bisa selesai. “Estimasi masih dilakukan perhitugan. Mudah-mudahan bisa rampung lebih kurang 3×24 jam,” ujar Agus.

Sebelumnya, Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengabarkan rel yang menghubungkan Bogor-Sukabumi menggantung karena pondasi bawah rel longsor. Akibat longsor ini, sekitar 450 penumpang kereta Pangrango rute Bogor-Sukabumi terpaksa harus turun di stasiun Cicurug dan melanjutkan perjalanan dengan angkutan umum.

Baca juga: Lampegan, Terowongan Tertua di Indonesia, Abadikan Misteri Nyi Ronggeng

“Belum tahu pasti kapan perjalanan kereta kembali normal, karena kami masih menunggu laporan dari lapangan. Saat ini masih diperbaiki, jadi kereta dari Sukabumi ke Bogor hanya sampai Cicurug,” ujar Kepalan Stasiu Cicurug Junaidi.

Jelang Asian Games 2018, LRT Palembang Mulai Uji Coba Maret Mendatang

Proyek pengerjaan kereta api ringan atau Light Rapid Transit (LRT) Palembang hampir rampung yakni pengerjaannya sudah mencapai 80 persen. Progres saat ini fokus pada tahap pemasangan bantalan rel dan penyelesaian stasiun serta diharapkan uji coba pada Maret 2018 mendatang.

Baca juga: Jelang Asian Games 2018, Palembang Datangkan LRT Produksi PT INKA

“Sebelum dioperasikan pada Asian Games XVIII di Palembang 18 Agustus 2018 mendatang, kereta ini akan dilakukan uji coba terlebih dahulu. Mudah-mudahan pada Maret 2018 akan mulai uji coba sebagai sarana transpormasi massal tersebut,” kata Afrian yang dikutip KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber (6/2/2018).

Hal ini dikarenakan pengerjaan LRT tersebut sesuai dengan tahapan dan tidak mengalami hambatan yang berarti. Nantinya, setelah resmi beroperasi LRT ini diyakini mampu mengurangi kemacetan lalu lintas dan tarif yang dikenakan juga bersubsidi. “Kemungkinan besarannya sekitar Rp5.000 karena masih disubsidi,” ujarnya.

Dengan adanya LRT ini, setiap angkutan massal lainnya juga akan terintegrasi seperti bus Transmusi. Tak hanya itu, LRT Palembang ini juga akan menghubungkan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II dengan komplek olahraga Jakabaring.

Saat ini ada 13 stasiun dalam proyek LRT Palembang yakni Stasiun Sultan Mahmud Badaruddin II, Stasiun Asrama Haji, Stasiun Telkom, Stasiun RSUD, Stasiun Polda, Stasiun Demang Lebar Daun, Stasiun Palembang Icon, Stasiun Besar/Kominfo, Stasiun Pasar Cinde, Stasiun Jembatan Ampera, Stasiun Polresta, Stasiun Stadion Jakabaring dan Stasiun OPI.

Namun, pihak PT Waskita Karya mengatakan pada pelaksanaan Asian Games mendatang hanya akan mengoperasikan lima dari 13 stasiun. Sebab delapan stasiun lainnya masih dalam pengerjaan.

Pada Agustus 2018 mendatang lima stasiun yang beroperasi perdana di Asian Games yakni stasiun Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, stasiun Palembang Icon Mal, stasiun Pasar Cinde, stasiun Stadion Jakabaring dan stasiun OPI Mal. Diketahui, kereta untuk LRT Palembang ini disiapkan oleh pihak PT KAI dan PT INKA.

Baca juga: Kejar Asian Games 2018, Proyek Palembang LRT Telah Mencapai 40 Persen

Waskita sendiri mulai membangun proyek LRT Palembang sejak Oktober 2015 lalu. Jalur LRT Palembang memiliki panjang 23,40 km yang membentang dari Bandara Sultan Mahmud Badarudin II di Kota Palembang sampai Kawasan Ogan Permata Indah (OPI) di Kabupaten Banyuasin hingga melintas di atas Sungai Musi.

Berkeluh Kesah di kereta, Wanita ini Justru Dapat Dana Segar dari Orang Tak Dikenal!

“Taburlah kebaikan, maka kelak kamu akan menuainya.” Nampaknya kata mutiara tersebut tepat untuk menggambarkan seseorang yang telah menyisihkan sebagian hartanya untuk Ella Johannessen, remaja putri yang kebetulan tengah dirundung masalah finansial. Wanita lulusan Universitas Leeds Beckett ini sempat kaget bukan kepalang manakala ia menemukan segepok uang senilai £100 atau yang setara dengan Rp1,9 juta.

Baca Juga: Azuma Virgin, Kereta Cepat Ramah Lingkungan di Inggris, Mengular di 2018

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman bbc.com (29/1/2018), ketika Ella Johannessen yang tengah bingung untuk melunasi hutang-hutangnya, ia memutuskan untuk menelepon sang Ibu saat dirinya tengah berada di perjalanan dari Peterborough menuju Leeds dengan menggunakan kereta.

Kereta Virgin Trains East Coast seolah menjadi saksi bisu Ella yang mencurahkan seluruh keluh kesahnya kepada sang Ibu. Ia mengaku kesal, kecewa, dan marah karena krisis finansial yang tengah melandanya. “Saya bercerita kepada Ibu tentang minimnya uang yang saya miliki, betapa khawatirnya saya tentang kondisi keuangan saya sendiri, dan akhirnya saya menjadi marah,” tulis Ella dalam jejaring sosial Facebook miliknya.

Mencurahkan isi hatinya kepada sang Ibu nampaknya membuat Ella kelelahan. Tak lama setelah mengakhiri telepon, gadis berusia 23 tahun ini pun tertidur untuk waktu yang ia sendiri tidak ketahui. Ketika terbangun, betapa kagetnya Ella ketika ia menemukan uang senilai £100 atau yang setara Rp1,9 juta tergeletak di  pahanya. Uang pecahan £20 sebanyak lima lembar tersebut pun tidak langsung Ella ambil. Ia sempat kebingungan karena sebelum tertidur, uang itu belum ada.

Tak kuasa menahan emosinya, Ella pun menangis dan bersyukur atas pemberian dari orang yang tidak ia kenal tersebut. “Setelah 18 bulan yang lalu saya ditinggal oleh ayah dan kedua orang tuanya, namun berkat kejadian ini saya menjadi sadar bahwa  di luar sana masih banyak orang baik,” tulis Ella di Facebook.

Baca Juga: Richard Branson – Sosok Pengidap Disleksia di Balik Nama Besar Virgin Ltd

Tidak cukup dengan mengucapkan terima kasih saja, Ella pun berjanji  untuk meneruskan bersikap baik kepada orang lain, bahkan yang ia tidak  kenal sekalipun. Berkat curhatannya di Facebook tersebut, postingan Ella dibagikan sebanyak lebih dari 2.800 kali.

“Saya ingin mengatakan kepada orang yang telah memberikan saya uang ini bahwa ia adalah orang yang fantastis, dapat membangkitkan kembali semangat saya, dan sangat membantu saya untuk keluar dari  masalah finansial ini,” lanjut Ella.