Puluhan Tahun Kereta Komuter Bandung Raya Layani Masyarakat, Kini Jumlah Penumpang Kian Meningkat

Sebagai moda transportasi yang praktis dan efisien, kereta api tentu menjadi salah satu perjalanan yang paling diminati. Tak hanya perjalanan jarak jauh yang menghubungkan berbagai kota, namun layanan dalam kota pun masyarakat tetap mengandalkan kereta lokal. Ya, selain wilayah Jabodetabek, wilayah Bandung dan sekitarnya pun kini menjadi tren masyarakat pengguna kereta lokal.

Rute yang ditempuh antara Padalarang – Bandung – Cicalengka ini tiap harinya masyarakat memadati kereta lokal agar mudah untuk melakukan perjalanan dengan waktu singkat. Dengan tarif yang relatif murah Rp5.000, masyarakat tentu terbantu saat melakukan aktivitas ke berbagai daerah di wilayah Bandung. Tak hanya aktivitas pada jam kerja, namun saat akhir pekan masyarakat juga bergantung pada transportasi yang dikelola oleh KAI Commuter di wilayah Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung ini.

KAI Commuter menilai layanan kereta lokal atau Commuter Line Bandung Raya ini berperan penting dalam mengurangi kepadatan lalu lintas, khususnya di wilayah Bandung Timur yang selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan dengan tingkat kemacetan tinggi pada jam-jam sibuk. Kapasitas terbesar tersebut tentu membuat kereta komuter menjadi salah satu moda transportasi massal yang efektif mengurangi penggunaan kendaraan pribadi di jalan raya.

Keberadaan kereta komuter ini disebut menjadi alternatif bagi masyarakat yang setiap hari beraktivitas dari kawasan Bandung Timur menuju pusat Kota Bandung maupun daerah lainnya. Terlebih lagi, Commuter Line Bandung Raya melayani seluruh stasiun yang berada di koridor Bandung Timur.

Masyarakat khususnya area Bandung Raya sebenarnya sudah lama bergantung pada kereta komuter. Rute Padalarang hingga Cicalengka ternyata telah melayani masyarakat sejak puluhan tahun yang lalu. Artinya ketergantungan masyarakat Bandung bagian barat dan timur menuju ke pusat kota sudah banyak menggunakan kereta komuter ini.

Hal ini terlihat dari data area Daop 2 Bandung mencatat jumlah pengguna Commuter Line Bandung Raya mencapai 14,7 juta orang pada 2023. Angka tersebut naik menjadi 16,1 juta orang pada 2024 atau tumbuh 9,7 persen. Pada 2025, jumlah pengguna kembali meningkat menjadi 18,7 juta orang atau naik 15,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Tentunya, Commuter Line Bandung Raya masih menjadi tulang punggung transportasi warga meski jumlah kendaraan pribadi terus bertambah. Rute kereta ini tidak hanya digunakan pekerja, tetapi juga ibu rumah tangga dan keluarga yang bepergian saat akhir pekan, bahkan hanya untuk sekadar berwisata naik kereta.

Namun, di tengah jumlah pengguna yang terus naik, peningkatan frekuensi perjalanan menjadi kebutuhan yang paling mendesak. Saat ini, jarak kedatangan kereta masih sekitar satu jam pada jam sibuk, dan bisa mencapai dua jam pada jam sepi. Untuk meningkatkan frekuensi tersebut salah satu yang harus dilakukan adalah elektrifikasi menjadi Kereta Rel Listrik (KRL).

Elektrifikasi jalur sepanjang 42 kilometer itu akan memangkas waktu tempuh perjalanan harian masyarakat secara signifikan, dari dua jam menjadi sekitar satu jam saja. Namun, proyek KRL Bandung Raya ini masih dalam pembahasan soal biaya. Pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih menghitung kebutuhan anggaran proyek tersebut, termasuk skema pembiayaannya.

Sejarah Stasiun Cicalengka: Saksi Bisu Pengasingan Trio Pribumi di Era Kolonial Belanda

Stasiun JIS Beroperasi, Naik KRL Cuma Rp1 Selama Seminggu

Pengoperasian Stasiun JIS yang dimulai pada 22 Juni 2026 tentu membuat masyarakat terbantu. Selain mendapat akses yang mudah menuju ke Jakarta International Stadium (JIS), dengan adanya stasiun baru ini masyarakat juga bisa menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL) dengan praktis dan mudah. Sebelumnya masyarakat hanya menggunakan KRL hanya dari Stasiun Ancol.

Melalui layanan Commuter Line relasi Tanjung Priok-Jakarta Kota, Stasiun JIS resmi melayani pelanggan pada jadwal perjalanan pukul 13.00 WIB. Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pengoperasian terbatas Stasiun JIS menjadi bagian dari penguatan akses transportasi publik di Jakarta Utara, sekaligus menjadi tahap awal pelayanan sebelum nantinya dikembangkan menuju interkoneksi JIS Ultimate.

Operasi perdana Stasiun KRL JIS diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Dia mengatakan ini merupakan kado HUT ke-499 Jakarta dan merupakan salah satu impiannya karena bisa terwujud. Pramono juga berterima kasih kepada Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi. Dia berharap Stasiun JIS bisa mempermudah masyarakat menuju JIS.

Stasiun JIS ini terletak di antara Stasiun Tanjung Priuk dan Stasiun Ancol. Stasiun ini membuka akses langsung bagi warga yang hendak ke JIS. Stasiun JIS ini terdiri atas satu peron dan melayani KRL rute Tanjung Priok – Jakarta Kota Selain itu juga bisa mengurangi kepadatan saat acara konser hingga pertandingan sepakbola digelar. Akses kendaraan umum di kawasan Ancol dan JIS saat ini sudah bisa terurai dengan beroperasinya stasiun tersebut.

Pada tahap operasional terbatas, layanan KRL lintas tersebut beroperasi setiap hari mulai pukul 05.30 WIB hingga 21.00 WIB dengan headway atau jarak kedatangan kereta setiap 30 menit. Untuk mengakses Stasiun JIS, pelanggan dari arah Jakarta Kota, Kampung Bandan, maupun Ancol dapat menuju Stasiun Tanjung Priok terlebih dahulu, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan Commuter Line relasi Tanjung Priok – Jakarta Kota yang berhenti di Stasiun JIS.

Masih dalam suasana HUT Jakarta, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) menerapkan tarif khusus Rp1 pada periode 22-28 Juni 2026 dengan menggunakan KRL dari Stasiun JIS menuju ke Stasiun Tanjung Priok, Ancol, Kampung Bandan, maupun Jakarta Kota. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat mencoba dan membiasakan penggunaan transportasi publik.

Diprediksi pada awal pengoperasian terbatas ini Stasiun JIS akan melayani 1.000 – 2.000 pengguna Commuter Line per hari. Pihaknya juga akan terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan seluruh pihak untuk terus meningkatkan fasilitas dan layanan secara bertahap untuk pengguna Commuter Line di Stasiun JIS. KAI Commuter juga mengimbau kepada seluruh penggunan pengguna untuk menjaga fasilitas-fasilitas layanan yang tersedia demi kenyamanan bersama.

Masyarakat yang ingin mengakses Stasiun JIS dari arah Jakarta Kota, Kampung Bandan, maupun Ancol dapat menuju Stasiun Tanjung Priok terlebih dahulu, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan Commuter Line relasi Tanjung Priok – Jakarta Kota yang berhenti di Stasiun JIS. Sementara untuk keberangkatan dari Stasiun JIS, pihak KAI menyiapkan Peron 1 yang melayani pelanggan menuju Stasiun Ancol, Kampung Bandan, hingga Jakarta Kota.

Anne menjelaskan, aktivasi Stasiun JIS berkaitan erat dengan kebutuhan layanan transportasi publik yang terhubung langsung dengan kawasan kegiatan massal. JIS sebagai stadion berkapasitas besar memerlukan dukungan akses transportasi rel agar pergerakan pelanggan menuju dan dari kawasan tersebut dapat lebih tertib, terencana, dan mudah dijangkau.

Seutas Cerita di Balik Kelamnya Stasiun Kampung Bandan

Makin Fleksibel! Malaysia Airlines dan Singapore Airlines Rilis Tarif Bersama Rute KL-Singapura

Kabar gembira bagi para pelaku perjalanan bisnis maupun wisata yang sering berlalu-lalang di salah satu rute penerbangan tersibuk di dunia, yakni koridor Kuala Lumpur–Singapura. Dua maskapai pembawa bendera nasional (flag carrier), Malaysia Airlines (MAB) dan Singapore Airlines (SIA), resmi memperluas kolaborasi komersial mereka dengan meluncurkan produk tarif bersama (joint fare) baru untuk perjalanan antara kedua ibu kota tersebut. Langkah ini menandai dimulainya babak baru dari kemitraan bisnis strategis bersama yang telah diformalkan sejak Januari 2026, setelah mengantongi seluruh persetujuan yang diperlukan dari pihak otoritas regulator.

Penawaran tarif bersama yang baru ini hadir untuk melengkapi kemitraan codeshare yang sudah terjalin erat antara kedua maskapai selama ini. Melalui peluncuran produk baru ini, penumpang MAB dan SIA kini memiliki pilihan tarif yang jauh lebih beragam dan fleksibel untuk penerbangan rute Kuala Lumpur (KUL) – Singapura (SIN) pergi-pulang (PP). Selain memanjakan penumpang di rute pendek tersebut, kolaborasi tarif ini juga dirancang untuk meningkatkan konektivitas bagi para pelaku perjalanan yang ingin melanjutkan penerbangan (connecting flight) ke berbagai destinasi internasional lainnya yang berada di dalam jaringan gabungan global kedua maskapai.

Tidak berhenti di urusan tarif perjalanan saja, komitmen kedua maskapai ini dipastikan akan semakin memanjakan para penumpang setianya secara bertahap. Saat ini, MAB dan SIA sedang mempersiapkan penerapan berbagai manfaat tambahan bagi pelanggan yang akan diluncurkan satu per satu di masa mendatang. Beberapa fasilitas premium yang sedang digodok meliputi perluasan akses airport lounge secara timbal balik, pengaturan koordinasi jadwal penerbangan yang lebih terintegrasi untuk meminimalkan waktu transit, hingga penyusunan program pengaturan perjalanan korporasi bersama yang menguntungkan sektor bisnis.

Bryan Foong, selaku Chief Executive Officer of Airline Business dari Malaysia Aviation Group, mengungkapkan bahwa kemitraan bisnis bersama dengan Singapore Airlines ini adalah tonggak penting dalam ekspansi komersial perusahaan. Menurutnya, melalui peluncuran produk tarif bersama ini, kedua maskapai dapat memberikan lebih banyak pilihan, fleksibilitas yang lebih baik, serta pengalaman perjalanan yang jauh lebih lancar kepada para pelanggan. Hubungan ini juga dipercaya akan menjadi fondasi kokoh bagi integrasi jaringan yang lebih mendalam di masa depan, yang pada akhirnya akan memberikan manfaat jangka panjang bagi pelaku perjalanan wisata maupun bisnis.

Senada dengan hal tersebut, Lee Lik Hsin selaku Chief Commercial Officer Singapore Airlines, menekankan bahwa integrasi produk tarif bersama ini akan memperluas pilihan sekaligus memberikan kenyamanan lebih bagi pelanggan dalam merencanakan perjalanan mereka. Seiring dengan semakin eratnya kolaborasi ini, pihak Singapore Airlines berkomitmen untuk terus memadukan kekuatan unik yang dimiliki oleh kedua maskapai demi memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi konsumen. Langkah strategis ini juga diharapkan dapat memperkuat jembatan hubungan antar-masyarakat serta memperkokoh hubungan perdagangan yang telah lama terjalin erat antara Singapura dan Malaysia.

Jika menengok ke belakang, hubungan mesra antara MAB dan SIA sejatinya telah dirajut secara bertahap sejak penandatanganan perjanjian kerangka kerja sama komersial pada Oktober 2019 silam. Sejak saat itu, kedua maskapai terus memperluas jangkauan kerja sama mereka demi memberikan konektivitas yang lebih luas bagi pelanggan.

Saat ini, kerja sama codeshare keduanya sudah mencakup layanan penerbangan domestik dan regional di Malaysia dan Singapura, hingga rute internasional jarak jauh ke Eropa dan Afrika Selatan. Bahkan, pada Februari 2024, kedua maskapai juga telah memperkenalkan integrasi program frequent flyer mereka, yang memungkinkan anggota program Enrich (Malaysia Airlines) dan KrisFlyer (Singapore Airlines) untuk saling mengumpulkan serta menukarkan miles atau poin mereka pada penerbangan tertentu yang dioperasikan oleh kedua maskapai. Dengan hadirnya produk tarif bersama di tahun 2026 ini, opsi perjalanan di koridor udara Selat Malaka dipastikan akan semakin kompetitif dan memikat.

Sejarah Maskapai Malaysia Singapore Airlines, dari Awal Berdiri Sampai Berpisah

Stasiun Gambir Jadi Stasiun Nasional, Pemberhentian KRL dan KAJJ Bakal Berdampingan

Terkait dengan sebutan ‘stasiun nasional’ akhir-akhir ini terus menjadi sorotan. Ya, stasiun yang menjadi simpul kawasan Kota Jakarta tentunya masyarakat sudah mengenal dengan stasiun yang merupakan keberangkatan maupun kedatangan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ). Namun, kabar yang beredar bahwa ke depannya stasiun ini akan terintegrasi pula dengan pemberhentian Kereta Rel Listrik (KRL).

Dalam hal ini Stasiun Gambir nantinya akan menjadi stasiun nasional. Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) memastikan rencana besar revitalisasi Stasiun Gambir masih terus berlanjut. Bahkan, saat ini proyek tersebut sudah memasuki tahap finalisasi perencanaan sebagai bagian dari penataan ulang sistem transportasi berbasis rel di Jakarta.

Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi menegaskan bahwa pendanaan revitalisasi ini sepenuhnya akan ditanggung oleh pihak KAI. Nantinya, Stasiun Gambir akan diproyeksikan menjadi simpul utama transportasi kereta api di kawasan Ibu Kota dengan sistem yang lebih terintegrasi. Selain itu nantinya Stasiun Gambir bisa terkoneksi dengan pemberhentian perjalanan KRL. Jadi keduanya antara KRL dengan KAJJ terdapat konektivitas.

Lebih jauh, Dudy menjelaskan bahwa konsep pengembangan ini juga tidak akan membuat kawasan Stasiun Gambir semakin padat. Seluruh desain akan disesuaikan dengan kapasitas lahan agar justru menciptakan alur pergerakan penumpang yang lebih tertata. Saat ini, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan tengah mengkaji aturan terkait alih fungsi lahan di sekitar kawasan stasiun. Area tersebut nantinya akan dikelola secara optimal oleh KAI sebagai pelaksana.

Sementara itu, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin sebelumnya juga telah memaparkan rencana besar penataan ulang sistem perkeretaapian di wilayah Jabodetabek, yang merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam kebijakan terbaru tersebut, Stasiun Gambir bersama Stasiun Manggarai bahkan ditetapkan sebagai simpul strategis nasional atau hub nasional (national station).

Adapun integrasi Stasiun Gambir dengan KRL diharapkan mampu mengurai kepadatan di Stasiun Juanda dan Gondangdia, sekaligus menghadirkan akses yang lebih mudah bagi pengguna Commuter Line menuju kawasan pusat pemerintahan dan perkantoran. Tentunya ke depan, Stasiun Manggarai akan difungsikan sebagai titik temu utama seluruh layanan kereta, mulai dari KRL Commuter Line, Kereta Bandara Soekarno-Hatta, hingga Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) secara bertahap.

Diketahui bahwa Stasiun Gambir adalah sebuah stasiun kelas besar tipe A yang berada di Jakarta Pusat. Terletak di ketinggian +16 meter di atas permukaan laut, Stasiun Gambir masuk dalam Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta. Stasiun Gambir merupakan salah satu dari lima stasiun utama di Jakarta yang dilengkapi dengan 4 jalur yang tersedia untuk perjalanan KRL maupun KAJJ.

Jejak Sejarah Yang Terlupakan, Stasiun Gambir Dulunya Adalah Tanah Rawa

Libur Sekolah Tiba, KAI Beri Tiket Kereta Diskon 30 Persen dengan Ketentuan Berikut

Memasuki liburan sekolah tentu tak sekadar mengisi waktu luang dengan melakukan wisata di dalam kota, namun perjalanan luar kota dengan kereta api ternyata sudah diincar para masyarakat untuk berkunjung ke luar kota favorit mereka. Ya, menggunakan perjalanan kereta api tentunya masyarakat sudah mulai memesan berbagai tiket dengan berbagai kelas supaya bisa sampai ke tempat tujuan dengan praktis dan nyaman.

Dalam hal ini tentunya PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) merespons dampak suasana liburan sekolah dengan informasi menarik. Tak hanya dengan pelayanan dan kenyamanan saat di perjalanan, namun mengenai berbagai promo tiket kereta api yang bisa masyarakat nikmati untuk berbagai kereta api tertentu sampai dengan destinasi tujuan favorit mereka.

Masyarakat dapat menikmati perjalanan dengan tarif lebih hemat melalui diskon tiket kereta api hingga 30 persen untuk sejumlah layanan. Promo ini berlaku untuk periode perjalanan mulai 20 Juni hingga 5 Juli 2026, sehingga dapat dimanfaatkan oleh penumpang yang berencana berlibur, pulang kampung, maupun mengunjungi keluarga selama musim liburan. Perlu diingat. tidak semua tiket otomatis mendapatkan potongan harga sehingga calon penumpang perlu memahami syarat dan ketentuan yang berlaku.

Adapun melalui promo tersebut, masyarakat tidak perlu memasukkan kode promo atau kupon khusus untuk mendapatkan diskon tiket kereta 30 persen selama program berlangsung. Potongan harga akan muncul secara otomatis saat pelanggan memilih kereta api yang termasuk dalam program diskon. Berikut langkah-langkah membeli tiket kereta diskon 30 persen melalui aplikasi Access by KAI:
• Buka aplikasi Access by KAI dan login ke akun.
• Masukkan stasiun keberangkatan, stasiun tujuan, tanggal perjalanan, serta jumlah penumpang.
• Klik Cari Tiket.
• Pilih kereta api kelas Ekonomi Komersial yang tersedia pada periode perjalanan 20 Juni-5 Juli 2026.
• Pada kereta yang mendapatkan program diskon, harga tiket akan otomatis tampil setelah potongan 30 persen diterapkan.
• Pilih jadwal keberangkatan yang diinginkan.
• Isi data penumpang sesuai identitas.
• Lanjutkan ke halaman pembayaran.
• Selesaikan transaksi menggunakan metode pembayaran yang tersedia.

Adapun untuk ketentuan dan syaratnya adalah sebagai berikut:
• Pembelian tiket dengan tarif diskon dapat dilakukan melalui seluruh kanal penjualan resmi KAI mulai 6 Juni 2026.
• Tarif diskon berlaku untuk keberangkatan pada 20 Juni hingga 5 Juli 2026.
• Diskon hanya berlaku untuk kereta api kelas Ekonomi Komersial yang masuk dalam program promo.
• Diskon tidak berlaku untuk tarif khusus dan tidak dapat digabungkan dengan reduksi maupun promo lainnya.
• Tiket dengan tarif diskon tetap dapat dibatalkan dan dijadwalkan ulang (reschedule) sesuai ketentuan yang berlaku.
• Jadwal perjalanan dan daftar kereta yang mendapatkan promo dapat dilihat melalui aplikasi Access by KAI.
• Promo berlaku selama alokasi tiket dan kuota tarif diskon masih tersedia.

Perlu diketahui, diskon tidak diberikan dalam bentuk voucher atau cashback. Harga tiket yang memperoleh program diskon akan otomatis terpotong saat pelanggan memilih kereta yang memenuhi ketentuan program di aplikasi Access by KAI maupun kanal penjualan resmi KAI lainnya.

Dari data PT KAI yang diterima, pemesanan tertinggi sejauh ini terjadi pada 21 Juni 2026 sebanyak 82.064 tiket, diikuti 20 Juni 2026 sebanyak 77.505 tiket, dan 22 Juni 2026 sebanyak 66.523 tiket. Pola ini menunjukkan antusiasme masyarakat sudah terasa sejak awal periode libur sekolah dan masih berlanjut pada awal pekan.

Adapun lima stasiun keberangkatan dengan volume pemesanan tertinggi yaitu Pasar Senen sebanyak 82.603 tiket, Yogyakarta 44.824 tiket, Semarang Tawang sebanyak 28.407 tiket, Lempuyangan 27.415 tiket, dan Bekasi 24.614 tiket. Sementara itu, lima stasiun tujuan dengan volume tertinggi yaitu Pasar Senen sebanyak 76.841 tiket, Yogyakarta 49.987 tiket, Semarang Tawang 27.279 tiket, Lempuyangan 25.640 tiket, dan Bekasi 25.466 tiket.

Oleh karenanya, KAI terus mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan pemesanan lebih awal, memastikan data identitas sesuai dengan tiket, memeriksa kembali jadwal keberangkatan, serta datang ke stasiun lebih awal agar proses boarding berjalan lancar. Serta mengajak masyarakat merencanakan perjalanan dengan baik, memanfaatkan diskon tarif yang masih tersedia, dan menggunakan Access by KAI untuk memperoleh informasi perjalanan secara praktis.

Merasakan Nuansa Khas Vintage Stasiun Gundih di Jalur Penghubung Semarang-Solo

Program Edutrain: Cara Seru Kenalkan Lingkungan Kereta Api ke Pelajar

Pengenalan kereta api tak melulu hanya sekadar pengetahuan yang tercetus dari perjalanannya saja, namun harus didasari oleh seluruh aspek yang bisa memperdalam ilmu dilingkungan perkeretaapian juga. Seperti halnya cara pengoperasian dalam hal pekerjaan di sistem perkeretaapian, aspek keamanan dan keselamatan serta hal yang bersifat peraturan khusus yang harus dijalani sesuai dengan prosedur.

Nah, program pengetahuan itulah yang harus dipelajari sejak minimal usia pelajar bahwa berbagai aspek mengenai transportasi berbasis rel ini harus dikenal dengan cara edukasi terhadap pelajar tentang betapa pentingnya kinerja yang dilakukan dilingkungan kereta api. Ya, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon, Jawa Barat, mencatat sebanyak 6.723 pelajar dari 60 sekolah telah mengikuti program dengan nama Edutrain yang dilaksanakan hingga awal Juni 2026 sebagai upaya menumbuhkan budaya penggunaan transportasi kereta yang baik sejak dini.

Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin di Cirebon, Kamis, mengatakan program Edutrain menjadi salah satu sarana pembelajaran yang terus diminati sekolah karena memberikan pengalaman langsung kepada pelajar mengenai dunia perkeretaapian. Kegiatan yang dirancang untuk menghadirkan pembelajaran dan pengalaman langsung di lapangan, mulai dari perjalanan hingga pengenalan sistem kerja perkeretaapian.

Program Edutrain, kata dia, dilaksanakan dengan perjalanan dari Stasiun Cirebon dan Cirebon Prujakan menuju sejumlah daerah tujuan seperti Tegal, Pekalongan, hingga Purwokerto menggunakan beberapa layanan kereta api. Adapun kereta yang digunakan antara lain KA Kaligung, KA Tegal Bahari, KA Gunungjati, dan KA Ranggajati sesuai rute yang telah disiapkan dalam kegiatan edukasi tersebut.

Dalam setiap kegiatan tersebut, pelajar juga dibekali edukasi keselamatan di lingkungan perkeretaapian, termasuk pentingnya tidak bermain di area rel dan menjaga fasilitas umum yang ada di stasiun maupun jalur kereta api. Karena aspek keselamatan merupakan bentuk kesadaran sejak dini di kalangan pelajar.

Pihaknya berharap para peserta dapat ikut menyebarkan pemahaman terkait keselamatan perjalanan kereta api di lingkungan masing-masing setelah mengikuti kegiatan ini. Selain itu, para peserta juga bisa membagikan pengalamannya ke keluarga dan lingkungan sekitar agar kesadaran tentang keselamatan semakin luas.

Sepanjang 2025, KAI Daop 3 Cirebon mencatat 10.299 peserta dari 127 sekolah telah mengikuti program edukasi berbasis perjalanan kereta api tersebut. Tentunya melalui program ini, menjadi bagian dari kontribusi pihak PT KAI dalam mendukung pendidikan berkualitas sekaligus mendorong penggunaan transportasi publik yang aman dan ramah lingkungan.

Sebelumnya, kegiatan Edutrain telah diperkenalkan sejak beberapa tahun kebelakang yang merupakan program edukasi perkeretaapian dan transportasi massal untuk anak-anak. Kegiatan ini menyasar kepada anaka-anak/pelajar mulai dari TK, SD, maupun SMP. KAI berharap, berharap setiap kegiatan berlangsung tentunya dapat menumbuhkan rasa cinta masyarakat, khususnya anak-anak, terhadap transportasi kereta api.

Ini yang Bikin KA Kaligung Terus Eksis di Jalur Pantura, Jawabannya Disini

Tren Baru Liburan ke Korea Selatan: Wisatawan Indonesia Kian Kepincut Jelajahi Destinasi di Luar Seoul

Pengaruh gelombang budaya Korea atau K-culture secara global terbukti masih menjadi magnet kuat yang menarik minat wisatawan asal Indonesia untuk terbang ke Negeri Ginseng. Menariknya, laporan terbaru dari Airbnb bertajuk Korea Calling: How K-Culture Is Driving a New Generation of Travelers into Korea yang dirilis di Jakarta pada Senin, 22 Juni 2026, menyingkap sebuah pergeseran tren liburan yang signifikan.

Wisatawan Indonesia kini tidak lagi hanya terpaku pada gemerlapnya Kota Seoul atau sekadar berburu wisata hiburan arus utama. Sebaliknya, ada dorongan kuat lintas generasi untuk mengeksplorasi wilayah-wilayah lain di Korea Selatan demi mendapatkan pengalaman budaya yang jauh lebih autentik, mendalam, dan dekat dengan kehidupan masyarakat lokal. Komitmen ini tercermin dari hasil survei yang menyatakan bahwa sebanyak 97% wisatawan Indonesia mengakui bahwa aspek budaya sangat memengaruhi keputusan mereka untuk mengunjungi negara tersebut.

Pergeseran pola perjalanan ini diamati langsung oleh Amanpreet Bajaj selaku Country Head Airbnb untuk Asia Tenggara & India. Ia menjelaskan bahwa minat besar wisatawan Indonesia saat ini mulai bergeser ke arah petualangan kuliner lokal, penjelajahan warisan sejarah, serta kunjungan ke daerah-daerah wisata tersembunyi yang belum banyak dijamah oleh turis massal.

Khusus ke Pulau Jeju, Bertandang ke Korea Selatan Memang Tak Perlu Visa

Tren positif ini dinilai sebagai peluang emas untuk menciptakan perjalanan yang lebih bermakna melalui perluasan akses terhadap akomodasi berbasis komunitas di luar ibu kota. Data internal survei bahkan mencatat angka yang fantastis, di mana sebanyak 98% responden Indonesia menyatakan sangat tertarik untuk mengunjungi kota atau wilayah lain di luar kota besar, asalkan tersedia pilihan akomodasi yang memadai dan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Terkait destinasi luar Seoul yang paling diincar oleh pelancong tanah air, Busan dan wilayah sekitarnya sukses menempati urutan teratas dengan persentase mencapai 81%. Posisi berikutnya ditempati oleh keindahan alam Pulau Jeju sebesar 58%, kawasan penyangga Incheon dan Gyeonggi sebesar 47%, serta kota Daegu yang meraup 39%.

Ada berbagai faktor kuat yang mendorong ketertarikan ini, mulai dari pesona pemandangan alam yang unik, petualangan berburu kuliner khas daerah, kekaguman terhadap tradisi lokal, hingga keinginan untuk mendatangi lokasi syuting drama Korea atau film favorit secara langsung. Faktor kenyamanan tempat tinggal juga memegang peranan krusial dalam keputusan ini, di mana 70% wisatawan menyebutkan bahwa ketersediaan homestay atau penginapan lokal menjadi penentu utama karena dinilai menyajikan atmosfer yang lebih hangat serta terasa lebih menyatu dengan keseharian warga lokal dibandingkan dengan hotel konvensional.

Meskipun K-culture secara universal memengaruhi 83% aktivitas pilihan turis Indonesia selama berlibur, survei ini memetakan adanya preferensi yang unik antar-kelompok usia. Bagi generasi Z dan Milenial, fenomena K-pop tetap menjadi motor penggerak utama dengan persentase 64%, jauh mengungguli kelompok usia dewasa yang hanya menyentuh angka 23%. Kebalikannya, para pelancong dari kelompok usia yang lebih matang justru jauh lebih terpikat pada kekayaan warisan sejarah dan budaya Korea (67%) dibandingkan kelompok Gen Z yang berada di angka 46%. Walau berbeda sudut pandang, urusan isi perut rupanya menjadi pemersatu semua generasi. Pengalaman kuliner otentik muncul sebagai motivasi universal yang paling disetujui oleh 65% responden dari seluruh kelompok usia.

Tren eksplorasi yang semakin mendalam ini juga berimplikasi langsung pada durasi tinggal dan perputaran ekonomi di sektor pariwisata. Tercatat, wisatawan Indonesia rata-rata menghabiskan waktu hingga 5,5 malam dalam sekali kunjungan ke Korea Selatan, dengan rata-rata pengeluaran yang cukup besar, yakni mencapai lebih dari Rp30 juta per orang per perjalanan di luar biaya tiket pesawat.

Selain itu, kultur masyarakat Indonesia yang komunal membuat mayoritas dari mereka lebih senang bepergian dalam kelompok, dengan rincian 60% pergi bersama pasangan, 42% memboyong keluarga, dan 22% berlibur bersama teman-teman. Dengan 89% responden yang menyatakan optimis akan kembali mengunjungi Korea Selatan dalam lima tahun ke depan, penyediaan opsi akomodasi lokal yang ramah keluarga di luar Seoul diprediksi akan menjadi kunci utama dalam mendukung gaya liburan baru yang lebih santai, lama, dan bermakna ini.

Korea Selatan Berlakukan Bebas Visa Rombongan bagi WNI: Minimal 3 Orang dan Syarat Khusus Lainnya

Wahana Tiltrotor Tanpa Awak R6000 Buatan Cina Sukses Jalani Terbang Bebas Perdana

Dunia penerbangan global kembali menyaksikan tonggak sejarah baru dalam pengembangan pesawat angkut masa depan. Lanying R6000, sebuah pesawat nirawak (drone) canggih berteknologi tiltrotor buatan perusahaan Cina, United Aircraft, dilaporkan telah sukses melaksanakan uji coba terbang bebas (free flight) perdana tanpa menggunakan kabel pengaman (tethered). Momen krusial ini menandakan bahwa sistem aerodinamika dan transisi mode terbang pesawat hibrida tersebut telah mencapai tingkat kestabilan yang sangat tinggi.

Kabar mengenai kesuksesan uji terbang ini pertama kali mencuat di media sosial setelah pengamat penerbangan mengunggah video yang memperlihatkan R6000 melakukan lepas landas secara vertikal, bermanuver berputar (yaw) pada poros vertikalnya saat melayang (hovering), hingga melakukan penerbangan horizontal yang mulus dan berkelanjutan. Sebelumnya, rangkaian uji coba berkala pada wahana ini masih terbatas menggunakan tali pengaman untuk memverifikasi kemampuan dasar take-off dan landing. Keberhasilan terbang bebas ini menjadi sebuah pencapaian masif mengingat kompleksitas tinggi yang biasa dihadapi pesawat tiltrotor saat beralih dari mode helikopter ke mode pesawat biasa.

Secara teknis, Lanying R6000 adalah monster baru di kelasnya. Memiliki bobot lepas landas maksimum (MTOW) mencapai 6,1 ton, pesawat ini menggabungkan fleksibilitas helikopter yang tidak membutuhkan landasan pacu dengan kecepatan jelajah tinggi khas pesawat propeler konvensional. United Aircraft merancang R6000 dengan kemampuan mengangkut beban muatan (payload) hingga 2 ton, kecepatan jelajah mencapai 550 km/jam, ketinggian terbang hingga 7.620 meter, serta jarak tempuh fantastis yang diklaim mampu menjangkau hingga 4.000 kilometer.

Bagi sektor penerbangan sipil dan transportasi publik, kehadiran R6000 membawa potensi disrupsi yang sangat besar. Dengan volume kompartemen kargo sebesar 7,6 m³, pesawat multi-misi ini diproyeksikan dapat dikembangkan menjadi versi berawak yang mampu membawa antara 6 hingga 12 orang penumpang. Karakteristiknya yang tidak memerlukan infrastruktur bandara modular membuat R6000 sangat ideal untuk melayani rute-rute antarpulau terpencil, kawasan pegunungan, hingga destinasi wisata yang sulit dijangkau oleh moda transportasi udara konvensional.

Selain opsi angkutan penumpang terjadwal, fleksibilitas tinggi dari R6000 juga menjadikannya platform yang sangat andal untuk misi evakuasi medis darurat (MEDEVAC), logistik ekspres, serta operasi pencarian dan penyelamatan (Search and Rescue/SAR). Untuk misi medis, ruang kabinnya diklaim mampu mengakomodasi hingga empat pasien tandu beserta empat tenaga medis sekaligus. United Aircraft juga memastikan bahwa armada ini dirancang tangguh menghadapi cuaca buruk; dilengkapi sistem proteksi petir dan anti-es (anti-icing), R6000 sanggup menembus kekuatan angin hingga skala 8 serta tetap beroperasi dengan aman di tengah guyuran hujan lebat selama 1 hingga 2 jam.

Meskipun memiliki potensi komersial dan sipil yang luar biasa untuk menghubungkan wilayah-wilayah terisolasi, para analis global juga melihat bahwa platform R6000 memiliki nilai taktis yang tinggi untuk sektor logistik militer. Kemampuan otonomnya sangat cocok diaplikasikan pada kapal-kapal pendarat amfibi besar seperti kapal dek datar Type 076 milik Angkatan Laut Cina, guna mendukung rantai pasok logistik di pangkalan-pangkalan terluar maupun garrison terpencil di kawasan Pasifik yang minim fasilitas landasan pacu.

Suksesnya uji terbang bebas di bulan Juni 2026 ini membawa Lanying R6000 selangkah lebih dekat menuju fase produksi massal yang diprediksi akan mengubah peta industri logistik dan transportasi udara masa depan.

Cina Uji Terbang Perdana Pesawat Tiltrotor Berawak, Desain Mirip Leonardo AW609

Stasiun Garut Rencana Hadirkan Museum Mini untuk Wisatawan, Ini Penjelasan KAI Wisata

Stasiun Garut kembali menjadi sorotan. Setelah meresmikan rangkaian Kereta Api (KA) Cikuray menggunakan kereta Ekonomi Kerakyatan dan Petani Pedagang, kini stasiun yang berada di tengah Kota Garut akan menjadi area wisata bagi masyarakat. Ya, di kabarkan bahwa nantinya bahwa selain untuk naik turun penumpang kereta api lokal maupun jarak jauh, Stasiun Garut akan memiliki museum mini.

Diketahui memang Stasiun Garut memiliki bangunan cagar budaya yang berada di sebelah bangunan baru dengan kondisi yang terawat rapi. Lengkap dengan plat nama bertuliskan Garut, stasiun ini sudah semakin eksis di kalangan masyarakat lokal maupun pendatang. Adapun museum mini yang nanti rencananya hadir, tentunya akan menjadi area wisata baru yang bisa dikunjungi oleh masyarakat sambil menunggu datangnya kereta api.

Menurut penuturan dari Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Pariwisata (KAI Wisata), Raden Agus Dwinanto berencana menghadirkan museum mini di Stasiun Garut sebagai upaya mendongkrak minat wisatawan sekaligus melestarikan sejarah perkeretaapian Jawa Barat.

Agus menjelaskan bahwa ide tersebut digagas berdasarkan tren peningkatan signifikan wisatawan dari Jakarta menuju Garut menggunakan kereta api. Pada periode Januari hingga Mei 2026, volume pelanggan rute Papandayan (Gambir-Bandung-Garut pp) tercatat mencapai 10.868 penumpang dengan tingkat okupansi rata-rata di atas 100 persen.

Museum mini yang direncanakan akan direalisasikan tahun ini akan memuat beragam koleksi kereta api serta sejarah jalur dan stasiun dari seluruh Jawa Barat . Koleksi yang dipamerkan rencananya mencakup artefak bersejarah, foto-foto dokumentasi, hingga miniatur lokomotif yang pernah beroperasi di wilayah Priangan.

Kehadiran museum ini melengkapi upaya pelestarian sejarah yang sebelumnya telah dilakukan. Pada Desember 2023, miniatur lokomotif uap tipe DD5208 yang legendaris atau dikenal dengan nama “Si Gombar” telah dipamerkan di Stasiun Garut sebagai bagian dari edukasi sejarah perkeretaapian Indonesia. Lokomotif ini tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) dan pernah beroperasi di wilayah pegunungan Priangan.

Stasiun Garut sendiri memiliki sejarah panjang yang dimulai pada 1 Agustus 1930. Aktivitas perkeretaapian di jalur ini sempat terhenti akibat erupsi Gunung Galunggung pada 1982 yang mengganggu operasional, hingga akhirnya stasiun resmi ditutup pada 1983. Reaktivasi Stasiun Garut pada 2021 menjadi momentum penting yang kembali membangkitkan harapan kemajuan wilayah Garut.

Selain mengaktivasi museum mini, KAI Wisata juga berencana menjajaki kolaborasi dengan agen travel lokal untuk menawarkan paket wisata menarik di Garut. Langkah ini sejalan dengan upaya mengintegrasikan layanan kereta api dengan pelaku usaha lokal. Agus berharap ingin kereta api yang melayani wisatawan, terintegrasi dengan pelaku usaha lokal. Serta bisa menawarkan opsi terbaik untuk wisatawan yang datang ke Garut.

Tentunya, saat di momen libur panjang yang akan datang, KAI Wisata berencana untuk mengaktivasi beragam promo untuk para penumpangnya, yang akan berlibur. Dan akan terus mendukung pengembangan destinasi wisata di berbagai daerah melalui layanan dan pengalaman perjalanan yang berkualitas.

Sejak direaktivasi, Stasiun Garut melayani dua kereta api komersial jarak jauh yakni KA Papandayan relasi Garut-Gambir dan KA Cikuray relasi Garut-Pasar Senen. Pada masa angkutan Lebaran 2026, total keberangkatan penumpang dari Stasiun Garut mencapai 13.076 orang atau naik 6 persen dibandingkan periode Lebaran 2025.

“Warung Bandrek,” dari Tempat Minum Sampai Jadi Nama Stasiun Kereta

Sudah 92%, Siap-siap LRT Jakarta Bakal Diresmikan pada Agustus 2026 rute Velodrome – Manggarai

Kabar gembira khususnya bagi warga Jakarta maupun Jabodetabek yang biasa menggunakan transportasi umum khususnya Light Rail Trainsit (LRT) Jakarta, karena informasi yang ramai di media sosial akan segera beroperasi.

Ya, kabar tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat penikmat transportasi umum bahwa LRT Jakarta akan diresmikan pada Agustus 2026 mendatang. Hal tersebut menjadi pengalaman baru bagi masyarakat apalagi menambah perjalanan yang praktis tanpa harus alami kendala kemacetan.

Disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang memastikan bahwa LRT Jakarta rute Velodrome – Manggarai segera diresmikan dan beroperasi pada Agustus 2026 mendatang. Saat ini, rute LRT Jakarta baru melayani Pegangsaan Dua — Velodrome dengan jarak sekitar 5,8 kilometer (km).

Ia menambahkan bahwa pemerintah DKI Jakarta sudah memutuskan untuk LRT dari Velodrome sampai dengan Manggarai yang mudah-mudahan akan diresmikan pada bulan Agustus ini yang jumlah investasinya Rp12,5 triliun, ada 11 stasiun. Selain itu, pemerintah DKI Jakarta juga telah memutuskan untuk melanjutkan pembangunan LRT Jakarta hingga Dukuh Atas.

Kedepannya, transportasi ini akan terkoneksi dengan LRT Jabodebek yang saat ini terhubung hingga Jatimulya dan Harjamukti. Bertambahnya moda transportasi hingga Dukuh Atas ini turut mendorong pengembangan transit oriented development (TOD) berupa pedestrian deck atau jembatan “donat”.

Jembatan tersebut akan menghubungkan enam moda transportasi. Mulai dari MRT Jakarta, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, Commuter Line (KRL), Transjakarta, dan kereta bandara yang dapat diakses melalui Stasiun BNI City. Jika proyek tersebut selesai sesuai target pada Agustus 2026, perjalanan dari Kelapa Gading menuju Manggarai diproyeksikan hanya memakan waktu sekitar 28 menit.

Berikut lima nama stasiun baru LRT dari Stasiun Velodrom hingga Stasiun Manggarai:
1. Stasiun Rawamangun
2. Stasiun Pramuka BPKP
3. Stasiun Pasar Pramuka
4. Stasiun Matraman
5. Stasiun Manggarai

Di kawasan Manggarai, jalur LRT nantinya akan terintegrasi dengan layanan KRL Commuter Line Jabodetabek serta Transjakarta sehingga diharapkan memudahkan mobilitas masyarakat antar-moda transportasi umum. PT Waskita Karya mencatat progres pengerjaan proyek LRT Jakarta Fase 1B Velodrome – Manggarai telah mencapai 92,76%.

Kinerja layanan LRT Jakarta sendiri mulai menunjukkan peningkatan. Pada 2025, PT LRT Jakarta mencatat rata-rata lebih dari 3.600 penumpang per hari. Tingkat kepuasan pelanggan konsisten berada di atas 90%, ketepatan waktu perjalanan mencapai lebih dari 99%, sedangkan pemenuhan standar pelayanan minimum berada di atas 98%.

Makin Canggih! MRT Jakarta Gandeng Jepang Hadirkan Sistem Tiket Digital Berbasis Akun