Inilah Rutan Model 76 Voyager, Pesawat Pertama yang Keliling Dunia Tanpa Mengisi Bahan Bakar

Hari ini 42 tahun lalu yang bertepatan dengan 22 Juni 1984, menjadi momen bersejarah dalam pengembangan teknologi kedirgantaraan, pasalnya telah berlangsung penerbangan perdana (first flight) The Rutan Model 76 Voyager, yaitu pesawat pertama di dunia yang berhasil melakoni terbang keliling dunia tanpa pengisian bahan bakar.

Baca juga: Hari Ini, 88 tahun Lalu, Wolfgang von Gronau Keliling Dunia Selama 111 Hari Pakai Pesawat Amfibi

Meski uji coba penerbangan secara dramatis berlangsung sukses, baru pada 14 Desember 1986, pesawat ini memulai penerbangan keliling dunia non-stop. Pesawat itu pun akhirnya resmi menjadi pesawat pertama di dunia yang berhasil menyelesaikan penerbangan keliling dunia non-stop atau tanpa mengisi bahan bakar, setelah berhasil mendarat dengan selamat pada 23 Desember 1986, setara melahap penerbangan 9 hari, 3 menit, dan 44 detik.

Dilansir airandspace.si.edu, untuk mendukung penerbangan keliling dunia tanpa mengisi bahan bakar, Voyager dibangun hampir seluruhnya terbuat dari bahan komposit sandwich sarang lebah dan serat grafit. Hal itu dimaksudkan agar pesawat menjadi lebih ringan dan pada akhirnya hemat bahan bakar.

Selama enam tahun, Voyager didesain, dibangun (konstruksinya), dan dikembangkan sedemikian rupa agar benar-benar siap melakukan penerbangan tersebut. Pesawat ini dirancang oleh Burt Rutan, avgeek asal AS yang sudah berpengalaman membuat pesawat home made serta pendiri perusahaan Rutan Aircraft Factory (berubah menjadi Scaled Composites dan diakuisisi oleh Northrop Grumman), dibantu oleh ahli pesawat home made lainnya seperti, VariViggen dan VariEze, serta produsen pesawat Beech Starship.

Voyager. Foto: National Air and Space Museum – Smithsonian Institution

Saat dirasa desain, konstruksi, dan proses pengembangannya sukses, tiga orang lainnya, Dick Rutan, Jeana Yeager, dan Bruce Evans menjadikan itu nyata dalam tempo 18 bulan. Ketiganya membuat pesawat itu di Pusat Uji Penerbangan Sipil, Bandara Mojave, California pada 22 Juni 1984

Pada 14 Desember 1986, pukul 8.01, The Rutan Model 76 Voyager memulai penerbangan keliling dunia usai lepas landas dari Edwards Air Force Base (Edwards AFB) atau Pangkalan Angkatan Udara Edwards, California, AS, diawaki oleh Dick Rutan dan Jeana Yeager.

Tak disebutkan dengan jelas rute pesawat dalam mengelilingi dunia. Namun, Voyager diketahui melintasi Samudera Pasifik, terus terbang mengikuti cuaca, angin, dan geografi yang tepat dengan dipandu ATC serta ahli meteorologi setempat ke arah Karibia, melintasi Samudera Atlantik Utara, menuju Afrika, dan kembali ke Edwards AFB pada pukul 8.05 waktu setempat.

Foto: Tangkapan layar

Selama penerbangan pertama keliling dunia tanpa mengisi bahan bakar, Voyager menempuh jarak 42.212 km selama 216 jam, 3 menit, dan 44 detik, dengan kecepatan rata-rata 186 km per jam serta ketinggian jelajah rata-rata 2.438 meter guna menghemat bahan bakar. Terkait ketinggian, kadang kala pesawat harus terbang lebih tinggi mencapai 6.248 meter untuk menghindari badai.

Selama perjalanan keliling dunia, tentu pesawat menghadapi berbagai masalah. Namun, yang paling menantang tentu mengatur 17 tangki bahan bakar seberat 3 ton lebih agar tetap seimbang saat satu per satu tangki perlahan kosong.

Baca juga: Hari Ini, 38 Tahun Lalu, Helikopter Pertama yang Berhasil Keliling Dunia Berangkat! Butuh Waktu Hampir Sebulan

Usai keberhasilan itu dan sang pilot menerima setidaknya delapan penghargaan internasional, pesawat yang ditenagai oleh dua mesin Teledyne Continental depan-belakang (mesin depan tipe O-240, 130 hp dan belakang tipe IOL-200, 110 hp), twin-boom, dan single wing kemudian disimpan di National Air and Space Museum, Washington DC, sampai detik ini.

Sebelum diabadikan di museum itu, pesawat dengan bentang sayap 33 meter, canard 10 meter, panjang badan 7,7 meter, panjang boom 8,9 meter, dan tinggi 3,1 meter ini sempat melakukan penerbangan terakhir pada Januari 1987, diawaki oleh pilot yang sama, Dick Rutan dan Jeana Yeager, untuk kembali ke Mojave, California.

Châtelet–Les Halles: Dari Pusat Kota Paris, Inilah Stasiun Bawah Bawah Tanah Terbesar di Dunia

Nama Stasiun Châtelet–Les Halles terasa asing bagi netizen di Indonesia, tapi bagi para pelancong yang bertandang ke kota Paris, dan memanfaatkan moda transportasi kereta metro (Mass Rapid Transit), maka akan mengenal Stasiun Châtelet–Les Halles. Pasalnya Châtelet–Les Halles adalah salah satu stasiun besar di Paris yang menjadi hub dari beragam rute kereta di kota mode tersebut.

Baca juga: Intip Langsung Kungstradgarden, Stasiun Bawah Tanah Paling Keren di Dunia

Selain itu, tahukah Anda bahwa Stasiun Châtelet–Les Halles adalah salah satu stasiun bawah tanah terbesar di dunia. Terletak di pusat kota Paris, Perancis, stasiun ini merupakan persimpangan utama bagi beberapa jalur kereta bawah tanah (Métro) dan jalur kereta regional (RER).

Châtelet–Les Halles memiliki arsitektur yang kompleks dan luas. Stasiun ini terdiri dari beberapa level dan terhubung dengan berbagai koridor, eskalator, dan tangga. Selain itu, stasiun ini juga merupakan pintu gerbang menuju pusat perbelanjaan Les Halles, salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Paris.

Karena ukuran dan kompleksitasnya, Châtelet–Les Halles sering kali dianggap sebagai salah satu stasiun bawah tanah terbesar di dunia.

Stasiun bawah tanah Châtelet–Les Halles di Paris memiliki sejarah yang panjang dan rumit. Pada awal abad ke-20, sistem transportasi bawah tanah di Paris mulai dikembangkan. Pada tahun 1900, jalur pertama Métro Paris (Line 1) dibuka, tetapi belum termasuk stasiun Châtelet–Les Halles.

Pada tahun 1931, pembangunan jalur kereta bawah tanah (RER) dimulai di Paris. RER adalah sistem kereta regional yang menghubungkan Paris dengan pinggiran kota dan kawasan sekitarnya. Proyek ini melibatkan pembangunan stasiun bawah tanah baru, termasuk di wilayah Châtelet–Les Halles.

Denah Stasiun Bawah Tanah Châtelet–Les Halles.

Pada tahun 1969, pembangunan stasiun bawah tanah Châtelet–Les Halles baru dimulai sebagai bagian dari perluasan jaringan RER. Stasiun ini direncanakan sebagai persimpangan penting yang menghubungkan berbagai jalur Métro dan RER di pusat kota Paris.

Pada 5 September 1977, Stasiun Châtelet–Les Halles yang baru dibuka untuk umum. Stasiun ini menjadi salah satu persimpangan utama di sistem transportasi Paris, menghubungkan berbagai jalur Métro (termasuk Line 1, 4, 7, 11, dan 14) dan jalur RER (termasuk Jalur A, B, dan D). Jalur RER B dikenal sebagai akses kereta bandara ke Charles de Gaulle International Airport.

Renovasi dan Pengembangan: Seiring berjalannya waktu, stasiun Châtelet–Les Halles mengalami sejumlah renovasi dan pengembangan untuk meningkatkan kapasitas, aksesibilitas, dan kenyamanan bagi penumpang. Renovasi besar-besaran terakhir terjadi pada tahun 2016 sebagai bagian dari proyek “Rénovation des Halles”, yang melibatkan perubahan arsitektur, penambahan ruang terbuka, dan perbaikan fasilitas di sekitar stasiun.

Baca juga: Inilah 10 Stasiun Bawah Tanah Terpadat di Dunia

Hingga saat ini, stasiun bawah tanah Châtelet–Les Halles tetap menjadi salah satu persimpangan transportasi yang paling sibuk dan penting di Paris, melayani jutaan penumpang setiap tahunnya.

Yang Harus Diingat dari Asuransi Penumpang

Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih, insiden kecelakaan sering sekali terjadi baik saat menggunakan transportasi darat, laut maupun udara. Namun jika musibah datang, selain rasa sedih yang mendera, apa yang ada dipikiran para keluarga ataupun konsumen moda transportasi?

Beberapa mungkin tidak terlalu memikirkan perihal ganti rugi, yang ada dipikiran pertama keluarga selamat dan dapat kembali ke rumah. Di lain pihak, asuransi Jasa Raharja selaku BUMN yang bergerak di bidang jasa asuransi sosial akan bereaksi cepat saat terjadi kecelakaan baik darat, laut maupun udara dengan memberikan santunan untuk para korban baik yang cacat tetap, meninggal, biaya perawatan dan penguburan untuk korban meninggal.

Untuk biaya santunannya pun berbeda untuk yang perawataan ataupun meninggal. Dilansir dari www.jasaraharja.co.id, besaranya santunan menurut UU No. 33&34 tahun 1964, ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan RI No. 36/PMK.010/2008 dan 37/PMK.010/2008 tanggal 26 Februari 2008 jenis santunan yang diberikan untuk darat dan laut sama sedangkan untuk udara ada beberapa yang dibedakan.

Jenis Santunan                     Angkutan Umum
                                               Darat/Laut           Udara
Meninggal Dunia                   Rp.25.000.000,-  Rp.50.000.000,-
Catat Tetap (maksimal)       Rp.25.000.000,-  Rp.50.000.000,-
Biaya Rawatan (maksimal) Rp.10.000.000,-  Rp.25.000.000,-
Biaya Penguburan                Rp.2.000.000,-    Rp.2.000.000,-

Untuk mendapat santunan ini biasanya melalui prosedur dengan melengkapi formulir kemudian bukti dan dokumen yang di siapkan sah, terakhir pihak keluarga menunggu hasil dari berkas-berkas yang diproses.

Untuk UU No. 33 Tahun 1964 Jo PP No. 17 Tahun 1965 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang umum menhjelaskna, korban yang berhak atass santunan adalah setiap penumpang sah dari alat angkutan penumpang yang mengalami kecelakaan diri yang diakibatkan oleh penggunaan angkutan umum selama penumpang yang bersangkutan berada dalam angkutan tersebut, yaitu saat naik dari tempat pemberangkatan sampaidi tempat tujuan. Untuk penumpang kendaraan bermotor umum (bus) yang berada di dalam tenggelamnya kapal ferry, maka kepada penumpang bus yang menjadi korban diberikan santunan ganda. Sedangkan bagi korban yang jasadnya tidak diketemukan dan/atau hilang, penyelesaiannya didasarkan kepada Putusan Pengadilan Negeri.
lingkup-jaminan-uuno33Namun, bila kecelakaan dilakukan sengaja seperti bunuh diri, klaim asuransi tidak akan di proses dan dana santunan tidak akan dikeluarkan untuk keluarga. Hal ini dikarenakan kecelakaan yang dilakukan sengaja bukan yang tanpa sengaja sehingga pihak asuransi, dimana untuk transportasi adalah Jasa Raharja tidak akan diberikan untuk keluarga korban.

Tak hanya Jasa Raharja saja yang memberikan santunan, bila korban memilii asuransi lain, dan membeli asuransi yang terjual terpisah saat pembelian tiket maka akan mendapat tambahan perlindungan asuransi. Biasanya ini ditemukan saat membeli tiket pesawat pada agen-agen perjalanan atau gerai yang terdapat di bandara.

Punya Bentang Rel ‘Hanya’ 760 Milimeter, Kereta Tua di Bulgaria Berbelok Laksana Rollercoaster

Setiap negara memiliki bentang jalur kereta yang berbeda satu dengan yang lainnya. Seperti jalur di Bulgaria yang memiliki bentang rel atau gauge tampak seperti objek wisata esoteris. Di mana jalur tersebut berliku di antara 27 stasiun dari Bulgaria dan perbatasan Pedalaman Yunani dan ini menjadi satu-satunya di dunia.

Baca juga: Bentang Rel 1.435mm, Ternyata Telah Jadi Standar Sejak Zaman Romawi!

Bentang rel ini cukup sempit yakni hanya 760 mm dan menjadi kekhasan di antara rel kereta api lainnya. Akibat gauge yang terbilang sempit, maka menjadi ‘menyeramkan’ ketika ada belokan sempit dan trek gunung yang curam sehingga terlihat seperti rollercoater daripada kereta penumpang.

Meski begitu dengan bentang jalur tersebut perjalanan Anda bisa lebih cepat. Bentang rel di Bulgaria ini dibangun pada awal 1920-an. Di mana pembangunan jalur kereta api pada saat itu merupakan kebanggaan tersendiri di wilayah tersebut, dimana jalur kereta ini berjalan sejauh Aegea, menghubungkan Bulgaria ke kawasan Mediterania.

Namun, seiring berjalannya waktu, terutama untuk mendukung kompabilitas dengan jalur kereta di negara lain, maka sejak tahun 1990-an, gauge rel utama di negara itu dilepas dan diganti dengan standar Eropa 1435 mm. Dengan gauge baru tersebut, maka jaringan kererta di Bulgaria dapat terhubung dengan kereta ke Turki dan Serbia, seperti halnya Istanbul-Sofia Express.

Sayangnya sisa alur sepanjang 16 km dari cabang Varvara-Pazardhik ditutup pada tahun 2002. Hingga saat ini hanya jalur Septemvri ke Dobrinishte yang menggunakan gauge 760 mm, tetapi kondisinya sudah sangat mengerikan.

Masih ada empat lokomotif penumpang di Septemvri–Dobrinishte yang digunakan  untuk membawa turis melintasi pegunungan. Sebuah badan amal bernama Za Tesnolineikata atau “untuk jalan sempit” telah dibentuk untuk menyelamatkan kereta dan perspektif unik yang diberikannya di pegunungan Balkan.

Melewati masjid-masjid, kuil-kuil ortodoks Yunani dan Bulgaria, seperti kereta yang bergerak lambat, pemandangan pegunungan yang unik telah memungkinkan cara-cara hidup kecil yang istimewa untuk terus berlanjut seperti yang telah mereka lakukan selama seratus tahun terakhir. Di pegunungan Bulgaria Selatan dan dataran tinggi Makedonia, tradisi Muslim Pomak dan Slavia berlanjut di Bulgaria.

Sebagian karena tarif dan penumpang tetap rendah, sementara pemeliharaan jaringan kereta api yang dipesan lebih dahulu sangat tinggi. Za Tesnolineikata berharap dengan mendorong lebih banyak wisatawan ke jalur ini, mereka dapat membantu menjaga kawasan ini terus bergerak.

Baca juga: Lebar Bentang Rel Menjadi Ciri Khas Jalur KRL Jabodetabek

Bahkan mungkin memperkenalkan tarif yang berbeda untuk pengunjung. Namun, untuk saat ini, penduduk lokal dan luar kota membayar dengan harga yang sangat rendah. Ini adalah $9,65 untuk tiket pulang pergi sepanjang 124  km dari jalur kereta. Untuk diketahui, setiap bentang rel kereta tidak memiliki yang sama, tetapi di dunia ada ukuran yang diresmikan sebagai ukuran internasional yakni 1.435 mm.

Stasiun Cibadak: Gerbang Utama Bagi Wisatawan Menuju Kabupaten Sukabumi

Perjalanan menggunakan kereta api selain kangen kampung halaman tentu bisa dijadikan pengalaman berkunjung ke lokasi yang diinginkan. Apalagi saat akhir pekan tiba, tentu pengguna kereta api dengan tujuan lokasi yang digemari akan semakin meningkat.

Tak hanya pada kota-kota yang didominasi oleh wisatawan pada umumnya seperti Jawa Tengah maupun Jawa Timur, ternyata kawasan yang tak jauh dari wilayah Jabodetabek pun justru cukup ramai dengan kereta api yang ada di jalur ini. Ya, berada di lintas Bogor – Sukabumi masyarakat lebih cenderung melakukan perjalanan khususnya wisata menggunakan Kereta Api (KA) Pangrango.

Beberapa stasiun yang dilewati oleh KA Pangrango memang memiliki keunikan tersendiri, mulai dari bangunan stasiunnya hingga menuju ke kawasan wisata sebagai gerbang utama saat turun di stasiun. Selain Stasiun Sukabumi sebagai stasiun kedatangan dan keberangkatan KA Pangrango, ada lagi stasiun selanjutnya yang cukup ramai dengan penumpang.

Ya, Stasiun Cibadak merupakan stasiun yang ternyata cukup ramai dengan penumpang KA Pangrango yang naik dan turun. Setiap akhir pekan, arus penumpang yang naik dan turun di Stasiun Cibadak, Jawa Barat, nyaris tak pernah sepi. Lokasinya di jalur strategis Bogor-Sukabumi menjadikan stasiun ini sebagai salah satu pintu masuk utama bagi wisatawan yang hendak menuju Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Stasiun kelas kecil/III ini menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat yang melakukan perjalanan sehari-hari maupun perjalanan akhir pekan. Kereta api memberikan pilihan transportasi yang nyaman, tepat waktu, dan terhubung dengan berbagai tujuan di sepanjang lintas Bogor – Sukabumi. Selama beberapa tahun terakhir, layanan KA Pangrango memang menjadi pilihan masyarakat dan wisatawan di lintas tersebut.

KA Pangrango menghubungkan masyarakat dengan sejumlah stasiun seperti Bogor, Batutulis, Maseng, Cigombong, Cicurug, Parungkuda, Cisaat, dan Sukabumi. Tiket kereta api keberangkatan Stasiun Bogor Paledang menuju Stasiun Cibadak dibanderol mulai dari Rp35.000 sekali jalan. Bahkan untuk kelas ekonomi dengan tipe New Generation modifikasi Balai Yasa Manggarai PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) memberikan diskon mulai dari Rp28.000 sekali jalan.

Diketahui, konektivitas di Stasiun Cibadak mampu mendukung mobilitas pekerja, pelajar, mahasiswa, pelaku usaha, serta wisatawan yang melakukan perjalanan antarkota di Jawa Barat. Sebab, Stasiun Cibadak berada relatif dekat dengan berbagai destinasi wisata unggulan Sukabumi yang banyak dikunjungi saat akhir pekan.

Dari area stasiun, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menuju Situ Gunung Suspension Bridge yang dikenal sebagai salah satu jembatan gantung terpanjang di Asia Tenggara, menikmati keindahan Curug Sawer.

Selain itu bisa menjelajahi kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang menawarkan panorama pegunungan dan hutan yang masih terjaga. Wilayah Cibadak dan Sukabumi juga dikenal dengan beragam kuliner serta oleh-oleh khas yang menjadi tujuan wisatawan setelah menikmati wisata alam.

Data KAI menunjukkan, volume pelanggan naik dan turun di Stasiun Cibadak selama Januari hingga Mei 2026 mencapai 74.281 penumpang. Angka tersebut meningkat 6,46 persen dibanding periode yang sama pada 2025 sebanyak 69.775 penumpang.

Peningkatan vokume penumpang ini menunjukkan peran stasiun yang semakin penting dalam mendukung mobilitas masyarakat di Kabupaten Sukabumi dan sekitarnya. Pertumbuhan pelanggan di Stasiun Cibadak, kata Anne, juga sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi yang mampu menghubungkan kawasan permukiman, pusat aktivitas ekonomi, dan destinasi wisata.

Rute KA Bogor – Sukabumi – Cianjur, Masih Eksis Meski Terlupakan

Catat! Penumpang Meningkat, LRT Jabodebek Tambah Jadwal Perjalanan saat Jam Sibuk

Pengguna layanan Light Rapid Transit (LRT) Jabodebek sudah semakin banyak peminatnya, apalagi pada jam-jam sibuk. Masyarakat wilayah Jabodetabek sudah merasakan layanan perjalanan tersebut dari berbagai stasiun yang dilayani LRT Jabodebek. Tentunya wilayah Bekasi dimulai dari Stasiun Jatimulya, wikayah Jakarta Timur dimulai dari Stasiun Harjamukti, hingga wilayah Jakarta Pusat dari Stasiun Dukuh Atas.

Berbagai akses yang mudah hanya dengan menggunakan LRT Jabodebek, sudah terlihat kepadatan masyarakat yang beraktivitas. Berbagai stasiun yang disinggahi sejatinya berada di kawasan perkantoran maupun aktivitas usaha masyarakat membuat layanan ini terlihat sibuk pada jam tertentu. Untuk itu PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) berinisiatif untuk menambah jadwal perjalanan pada jam sibuk bagi layanan LRT Jabodebek.

Penyesuaian ini mulai diterapkan setelah sebelumnya dilakukan evaluasi terhadap pengoperasian Kereta Luar Biasa (KLB) uji coba penambahan frekuensi perjalanan pada jam sibuk pagi hari pada Senin (8/6) hingga Jumat (12/6). Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan penyesuaian jadwal tersebut merupakan bentuk adaptasi layanan terhadap pola mobilitas pengguna yang terus berkembang.

Penambahan frekuensi ini sejatinya untuk mengakomodir tingginya mobilitas masyarakat pengguna transportasi publik di wilayah Jabodebek. Untuk meningkatkan kenyamanan pengguna LRT Jabodebek pada pagi hari yang sangat padat, KAI melakukan penyesuaian jadwal perjalanan LRT Jabodebek dengan menambah frekuensi perjalanan pada pagi hari.

Adapun penambahan LRT Jabodebek dan penyesuaian jadwal perjalanan di jam sibuk pagi sebagai berikut :

Jati Mulya – Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia
• Pukul 06.51 WIB
• Pukul 06.59 WIB
• Pukul 07.08 WIB
• Pukul 07.11 WIB (KA tambahan)
• Pukul 07.16 WIB
• Pukul 07.24 WIB

Harjamukti – Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia
• Pukul 07.14 WIB
• Pukul 07.22 WIB
• Pukul 07.26 WIB (KA tambahan)
• Pukul 07.30 WIB
• Pukul 07.38 WIB

Untuk penyesuaian perjalanan LRT Jabodebek di malam hari adalah sebagai berikut:

Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia – Jati Mulya
• Pukul 21.56 WIB
• Pukul 22.11 WIB (perubahan jadwal)
• Pukul 22.24 WIB (perubahan jadwal)
• Pukul 22.36 WIB (perubahan jadwal)
• Pukul 22.56 WIB

Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia – Harjamukti
• Pukul 22.02 WIB
• Pukul 22.17 WIB (erubahan jadwal)
• Pukul 22.32 WIB (perubahan jadwal)
• Pukul 22.42 WIB (perubahan jadwal)
• Pukul 23.02 WIB

Selain yang disebutkan, jadwal perjalanan LRT Jabodebek masih sama seperti sebelumnya. Radhitya mengatakan bahwa dengan penyesuaian tersebut, LRT Jabodebek tetap mengoperasikan sebanyak 430 perjalanan setiap hari kerja. Langkah ini merupakan bagian dari upaya KAI dalam menghadirkan layanan transportasi perkotaan yang selamat, aman, nyaman, serta responsif terhadap kebutuhan mobilitas masyarakat.

Diketahui dari Data KAI menunjukkan tren pertumbuhan pengguna LRT Jabodebek terus mengalami peningkatan. Pada periode Januari hingga Mei 2026, jumlah pengguna telah mencapai 13.211.856 orang, atau naik sekitar 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Jika pada 2025 rata-rata pengguna harian berada di kisaran 100 ribu orang, maka pada lima bulan pertama 2026 angka tersebut meningkat menjadi sekitar 120 ribu pengguna per hari kerja.

Sebagai respons terhadap perkembangan tersebut, KAI mulai mengembangkan berbagai fasilitas pendukung dan menghadirkan tenant yang menyediakan kebutuhan praktis bagi pengguna. Mulai dari makanan dan minuman, layanan ritel, hingga berbagai kebutuhan harian lainnya yang dapat diakses sebelum maupun setelah perjalanan.

Namun, sejumlah pengguna menilai bahwa peningkatan fasilitas komersial perlu tetap diimbangi dengan fokus pada aspek utama layanan transportasi, seperti ketepatan waktu, kenyamanan perjalanan, kebersihan, serta kemudahan akses antarmoda.

Menanggapi kebutuhan tersebut, KAI menegaskan bahwa pengembangan layanan pendukung dilakukan sebagai pelengkap, bukan pengganti fungsi utama transportasi publik. Perusahaan memastikan peningkatan fasilitas komersial tetap berjalan seiring dengan upaya menjaga kualitas operasional dan pelayanan kepada pengguna.

Ke depan, KAI akan terus membuka peluang kerja sama dengan berbagai mitra usaha untuk membangun ekosistem komersial yang terintegrasi dengan layanan transportasi. Langkah ini diharapkan dapat menjadikan stasiun LRT Jabodebek sebagai ruang publik yang tidak hanya mendukung perpindahan orang, tetapi juga mampu memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat modern secara lebih praktis, nyaman, dan efisien.

Minat “Beli” Stasiun LRT Jabodebek? Ternyata Segini Harganya

Pesawat Lepas Landas dalam Kondisi Suhu Tinggi, Ternyata Bikin Maskapai Merugi

Kondisi cuaca dan iklim sudah barang tentu terkait langsung dengan performa pesawat. Terkhusus menjelang pesawat tinggal landas, saat kondisi bersalju dengan suhu di bawah nol derajat celcius, pesawat menghadapi risiko bahan bakar yang dapat membeku. Lantas bagaimana dengan kondisi sebaliknya, yakni saat pesawat akan lepas landas alias take-off di kondisi suhu panas tinggi?

Baca juga: Gegara Pemanasan Global, Penumpang Pesawat Bakal Rasakan Turbulensi 3x Lipat

Secara teori, meningkatnya suhu atau tempeatur berarti akan mengurangi kemampuan daya angkat pesawat. Suhu yang lebih tinggi menyebabkan udara yang kurang padat, yang mengurangi gaya angkat pada sayap pesawat. Dengan kondisi lebih sedikit daya angkat, berarti jarak lepas landas akan meningkat. Jika jarak lepas landas tidak dapat ditingkatkan, maka mau tak mau pesawat perlu beroperasi di bawah batasan berat yang berbeda, atau pesawat harus mengurangi kapasitas muatannya.

Meningkatnya suhu umumnya juga akan berpengaruh pada pola angin. Penelitian menunjukkan bahwa secara umum, kecepatan angin melambat dan arah yang berlaku juga berubah saat meningkatnya suhu udara. Kecepatan angin yang lebih rendah juga akan mempengaruhi jarak pendaratan dan lepas landas. Dengan angin yang lebih lemah dari sebelumnya, pesawat akan kembali membutuhkan jarak landasan pacu yang lebih panjang atau untuk beroperasi dengan bobot yang berkurang.

Begitu pesawat di udara, perubahan angin berbeda lagi. Perubahan iklim di sini meningkatkan tingkat energi dan umumnya memperburuk turbulensi dalam penerbangan. Efek langsung yang paling mungkin pada penerbangan adalah pembatasan berat (muatan), mengingat gaya angkat pesawat menjadi lebih rendah.

Ada beberapa penelitian yang dilakukan tentang efek ini. Sebuah studi oleh para ilmuwan AS pada tahun 2015 melihat efek dari perubahan suhu di empat bandara utama AS (Bandara Internasional Phoenix Sky Harbor (PHX), Bandara Internasional Denver (DEN), Bandara LaGuardia New York (LGA), dan Bandara Nasional Washington Reagan ( DCA)), dan dampak kinerja pada Boeing 737-800. Disimpulkan bahwa kenaikan suhu akan menyebabkan jumlah hari pembatasan berat pesawat antara Mei dan September di bandara AS meningkat 50 – 200 persen.

Beroperasi dengan pembatasan muatan dipandang tidak ideal, karena maskapai berupaya memaksimalkan kapasitas dan pemasukan dari jasa kargo. Pesawat di masa depan kemungkinan akan dirancang dengan menggabungkan perubahan aerodinamis untuk meminimalkan efeknya. Selain produsen pesawat berlomba-lomba meningkatkan efisiensi bahan bakar, yang tak boleh dilupakan produsen juga harus memperhitungkan situasi iklim yang berubah di beberapa wilayah.

Baca juga: Ternyata! Pemanasan Global Berpotensi Merugikan Dunia Penerbangan

Bagian penting dari perubahan iklim dan pemanasan global adalah meningkatnya suhu. Sementara kenaikan suhu rata-rata secara global (sejak periode pra-industri) adalah satu derajat celcius. Saat ini banyak negara berusaha menjaga kenaikan suhu rata-rata kurang dari 1,5 derajat celcius.

Negara-negara ini Punya Maskapai “Besar” Tapi Tidak Melayani Penerbangan Domestik

Tahukah Anda bahwa beberapa maskapai terbesar dan paling terkenal di dunia tidak memiliki pasar domestik sama sekali? Ini, tentu saja, adalah hasil dari geografi politik dan batas-batas yang ditentukan oleh suatu negara. Ini menjadi jauh lebih penting dan relevan selama puncak pandemi ketika maskapai-maskapai ini kesulitan mencari penumpang dan terbatas pada beberapa rute penerbangan.

Baca juga: Inilah Andorra, Negara Terbesar Tanpa Bandara

Dan berikut adalah beberapa negara yang mempunyai maskapai penerbangan, tetapi tidak mempunyai rute domestik sama sekali.

Eropa
1.Belanda
KLM (biasanya) memiliki jaringan internasional yang kuat, terbang ke tujuan di Amerika Selatan, Afrika bagian selatan, dan Asia Tenggara. Namun, maskapai dan negara asalnya tidak memiliki jaringan penerbangan domestik (tidak termasuk wilayah luar negerinya, yang juga berada di luar wilayah Schengen).

Ini sebagian besar karena ukuran negara, tetapi juga layanan kereta dan bus di Belanda terbilang sudah sangat baik.

2. Belgia
Demikian pula dengan Belgia, ukuran kecil Belgia dan jaringan kereta api yang berfungsi dengan baik memastikan kota-kota utama negara itu terhubung satu sama lain. Maskapai utama negara itu, Brussels Airlines, adalah anggota yang lebih kecil dari Lufthansa Group dan menerbangi layanan regional Eropa, tetapi juga melakukan perjalanan sejauh Amerika Serikat, Israel, dan sejumlah negara Afrika.

Perlu dicatat bahwa pemerintah juga ingin membatasi penerbangan domestik di negara-negara besar, terutama di Eropa. Perancis menjadi yang pertama melarang penerbangan domestik yang melarang sejumlah kecil hub dalam upaya untuk mempromosikan opsi yang lebih berkelanjutan, seperti kereta api atau bus.

Timur Tengah
1. Kuwait
Meskipun Kuwait bukan “negara kota”, sebagian besar aktivitasnya berpusat di sekitar wilayah Kota Kuwait dan gubernuran sekitarnya, yang bertindak lebih seperti pinggiran kota. Seluruh negara ini benar-benar hanya dapat diakses dengan kendaraan pribadi. Sementara Kuwait Airways mungkin terbang sejauh Manila di Filipina dan Kota New York, ia tidak memiliki aktivitas domestik dari hubnya di Bandara Internasional Kuwait.

2. Qatar
Meskipun Qatar Airways mungkin memiliki salah satu jaringan maskapai penerbangan terbesar di dunia dan menjadi terkenal selama Piala Dunia FIFA tahun lalu, ukuran negara asalnya berarti tidak memiliki rute domestik.

3. Uni Emirat Arab
UEA adalah contoh bagus lainnya dari negara yang memiliki maskapai penerbangan kelas dunia tanpa penerbangan domestik. UEA dibagi menjadi emirat (semacam negara bagian di AS), dengan emirat terbesar memiliki maskapai penerbangan sendiri. Emirates terbang keluar dari Dubai sementara Abu Dhabi dilayani oleh Etihad. Sedangkan Air Arabia melayani emirat Sharjah dan Ras al Khaimah.

Baca juga: Boeing 777 Milik Qatar Hubungkan Jarak 38Km Dalam Waktu Sembilan Menit Saja!

Asia Timur dan Tenggara
1. Hong Kong
Meskipun status hukum dan politik Hong Kong adalah salah satu Daerah Administratif Khusus (SAR) Cina, perbatasan antara keduanya membuat kota tersebut dianggap memiliki pasar penerbangannya sendiri. Namun, maskapai penerbangan Cathay Pacific tidak menawarkan penerbangan domestik, terbang secara eksklusif internasional dari asalnya di Bandara Internasional Hong Kong (HKG).

2. Singapura
Sering dianggap sebagai salah satu maskapai penerbangan terbaik di dunia, Singapore Airlines juga menjalankan salah satu penerbangan terpanjang di dunia – membawa penumpang dari Singapura ke New York dengan versi jarak jauh A350-900.

Singapura dasarnya adalah sebuah negara kota di sebuah pulau kecil. Singapore Changi (SIN) adalah bandara utama dan rumah bagi Singapore Airlines. Negara ini memang memiliki fasilitas lain yang dikenal sebagai Bandara Seletar – tetapi karena keduanya berjarak sekitar 20 km, tidak ada layanan domestik.

Tinggal Menghitung Hari, Fasilitas di Stasiun JIS Telah Rampung dan Siap Layani Penumpang KRL

Stasiun Jakarta International Stadium atau yang lebih dikenal dengan JIS sudah terlihat siap beroperasi. Segala fasilitas untuk penumpang siap dipergunakan. Semua hal yang bersifat prioritas bagi penumpang pun nantinya akan dipergunakan saat mulai di buka. Jika dilihat bangunan Stasiun JIS yang ditunggu-tunggu inilah sudah terlihat rampung dan segera dilakukan pengoperasian dalam waktu dekat beberapa hari ke depan.

Langkah strategis ini menjadi jawaban konkret atas permasalahan aksesibilitas transportasi publik yang selama ini dikeluhkan oleh masyarakat saat mengunjungi kawasan stadion tersebut. Infrastruktur penunjang di lintas utara Jakarta ini diyakini akan langsung mengubah peta pergerakan kaum urban dan memotong waktu tempuh menuju pusat olahraga terbesar di Ibu Kota.

Fasilitas intermoda terbaru ini melayani rute perjalanan aktif KRL untuk koridor Tanjung Priok menuju Jakarta Kota secara pulang pergi. Pihak operator mengonfirmasi bahwa seluruh tahapan finalisasi pembangunan fisik bangunan tersebut telah dirampungkan secara menyeluruh pada Mei lalu.

VP Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan resmi mengatakan bahwa KAI melalui KAI Commuter fokus pada penyediaan layanan transportasi yang memberikan manfaat bagi publik. Dengan kesiapan operasional Stasiun JIS serta penguatan prasarana di lintas utara yang didukung penuh oleh seluruh pemangku kepentingan, kami memproyeksikan kontribusi kereta api terhadap kelancaran mobilitas warga akan semakin besar.

Berbagai fasilitas sudah dipasang, sarana dan prasarana sudah disiapkan. Hal ini menunjukkan bahwa tak lama lagi, Stasiun JIS bisa digunakan agar mobilitas menuju Jakarta International Stadium lebih mudah dilakukan. Fasilitas lainnya pun terlihat pada tangga penghubung, pedestrian hall, kantor, hingga fasilitas stasiun seperti toilet hingga musala yang sudah lengkap.

Proyek strategis ini merupakan wujud nyata dari sinergi korporasi bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Jalur komuter Tanjung Priok sendiri terus mencatatkan lonjakan volume pengguna yang sangat masif dari tahun ke tahun secara konsisten.

Stasiun JIS Beroperasi Juni, Masyarakat Senang Punya Alternatif Akses Transportasi KRL

Berdasarkan data resmi menyebutkan jumlah pergerakan penumpang pada tahun 2022 tercatat hanya menyentuh angka 1.599.107 orang saja. Kenaikan signifikan kemudian terlihat pada pembukuan tahun 2023 dengan capaian sebesar 2.676.363 pengguna yang memanfaatkan layanan ini.

Tren pertumbuhan positif tersebut terus menggelinding hingga menembus angka 3.377.633 mobilitas penumpang pada sepanjang tahun 2024. Kepadatan koridor ini pun semakin menebal pada periode tahun 2025 dengan total pergerakan mencapai 3.531.311 orang. Sementara itu, akumulasi volume pergerakan penumpang untuk kuartal pertama tahun 2026 terpantau sudah berada di angka 873.658 pengguna.

Tentu dengan hadirnya Stasiun JIS ini sekaligus membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di wilayah Jakarta Utara. Sebelumnya, diinformasikan bahwa Stasiun JIS ini ditargetkan mulai beroperasi melayani penumpang pada Juni 2026, yang dijadwalkan bertepatan dengan perayaan HUT ke 499 Kota Jakarta yakni 22 Juni 2026.

Seutas Cerita di Balik Kelamnya Stasiun Kampung Bandan

Gandeng Sony Pictures, Maskapai Scoot Luncurkan Pesawat Tematik Spider-Man untuk Rute Jarak Jauh dan Pendek

Kabar gembira sekaligus unik datang bagi para pencinta perjalanan udara dan penggemar pahlawan super ramah besutan Marvel. Maskapai penerbangan bertarif rendah (LCC) yang merupakan anak perusahaan Singapore Airlines (SIA), Scoot, secara resmi mengumumkan kolaborasi global terbarunya dengan Sony Pictures untuk menyambut peluncuran film terbaru, Spider-Man: Brand New Day.

Melalui kemitraan eksklusif edisi terbatas yang akan berlangsung hingga 13 September 2026 ini, karakter ikonik manusia laba-laba tersebut akan hadir langsung menyapa dan menemani para penumpang di dalam kabin armada pilihan Scoot, memberikan warna baru yang segar pada pengalaman terbang pascapandemi.

Scoot mengerahkan dua tipe pesawat andalannya untuk proyek tematik ini, yaitu armada berbadan lebar Boeing 787 Dreamliner untuk rute jarak jauh serta armada lorong tunggal Airbus A321neo untuk melayani rute jarak pendek dan sedang.

Atmosfer imersif petualangan pahlawan super ini akan langsung terasa begitu penumpang melangkah ke dalam kabin yang telah didekorasi secara khusus dengan stiker dinding tematik dan sarung sandaran kepala (headrest cover) berdesain Spider-Man, lengkap dengan alunan musik latar orisinal dari Sony Pictures yang diputar sepanjang penerbangan.

Guna menambah keseruan, para pelanggan juga berkesempatan mendapatkan merchandise eksklusif berupa tag koper ramah lingkungan atau tas lipat esensial sebagai hadiah untuk setiap transaksi pembelian apa pun di atas pesawat selama persediaan masih ada.

Perjalanan imersif ini bahkan sudah dimulai sejak para pelancong menginjakkan kaki di area keberangkatan konter check-in Terminal 1 Bandara Changi Singapura, di mana instalasi foto raksasa Spider-Man telah disiapkan untuk menyambut penumpang.

Jadwal penerbangan perdana pesawat tematik ini akan dioperasikan oleh armada Boeing 787 Dreamliner menuju Tokyo (Haneda) pada 30 Juni 2026, disusul oleh penerbangan Airbus A321neo menuju Chiang Mai pada 1 Juli 2026. Selanjutnya, kedua pesawat edisi khusus ini dijadwalkan secara regular untuk menerbangi kota-kota tertentu di Australia, Cina, Jepang, Filipina, dan Thailand, bahkan berpotensi melayani rute acak lain di luar jadwal resmi sebagai elemen kejutan dan kebahagiaan tambahan bagi penumpang beruntung yang tidak melakukan pemesanan khusus.

Chief Commercial Officer Scoot, Calvin Chan, mengungkapkan rasa antusiasmenya atas kolaborasi kakap ini yang dinilai sebagai wujud komitmen konsisten maskapai dalam mendobrak batasan inovasi demi menghadirkan layanan berkualitas dan berkesan yang memiliki nilai tambah bagi pelanggan.

Bagi para traveler yang ingin memastikan diri terbang bersama pahlawan super ini, penerbangan tematik tersebut akan diberi label penanda khusus yang dapat diakses dengan mudah saat memesan tiket melalui situs resmi, aplikasi seluler Scoot, maupun WeChat Mini Program. Seluruh draf artikel serta elemen pendukungnya kini telah siap sepenuhnya untuk diunggah ke content management system (CMS) media Anda!

Dengan Embraer E190-E2, Scoot Buka Rute Baru ke Belitung dan Pontianak