Peneliti di University of Cincinnati Kembangkan Alat Ukur Stress dari Keringat!

Deretan panjang lampu rem di pagi hari, suara klakson kendaraan yang saling menyahut, hingga tuntutan pekerjaan yang belum rampung di kemarin hari menjadi pemicu yang sangat mudah untuk menyulut seseorang menjadi stress. Memiliki julukan sebagai “the silent killer”, stress ternyata memiliki efek yang terselubung dan misterius sekaligus trigger dari berbagai penyakit mematikan, seperti jantung hingga kesehatan mental seseorang.

Baca Juga: Kendalikan Pikiran Anda, Cara Ampuh Atasi Dampak Stress dari Kemacetan

Memang, selama ini kita hanya mengetahui bahwa kadar stress seseorang itu tidak dapat diukur melainkan oleh si empunya badan. Tapi baru-baru ini, kumpulan peneliti dari University of Cincinnati telah menemukan cara untuk mengukur tingkat stress seseorang melalui sesuatu yang dihasilkan oleh tubuh kita sendiri. Wah, seperti apa ya inovasinya?

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman phys.org, para peneliti tengah mengembangkan sebuah penelitian yang dapat dengan sederhana mengukur hormon strss secara umum dengan menggunakan media keringat, darah, urin, hingga air liur. Pada akhirnya, para peneliti ini berharap agar dapar mengkonversi ide-ide mereka menjadi sebuah alat sederhana yang dapat digunakan oleh seseorang untuk memantau kesehatan mereka – terutama tingkat stress mereka.

“Saya menginginkan sesuatu yang sederhana namun mudah untuk diinterpretasikan,” tutur Andrew Steckl, seorang profesor dari University of Cincinnati.

“Ini mungkin tidak akan memberikan semua informasi yang Anda butuhkan, tapi setidaknya alat ini dapat membantu Anda untuk menentukan apakah Anda butuh seorang ahli atau tidak,” tandasnya.

Salah satu peneliti yang ikut mengembangkan alat pendeteksi stress ini Prajokta Ray mengatakan, “stress telah menjadi topik hangat selama beberapa tahun terakhir. Para peneliti telah berusaha sangat keras untuk mengembangkan tes yang murah, mudah, dan efektif serta mampu untuk mendeteksi hormon-hormon ini dalam konsentrasi rendah,”

Dengna menggunakan teknologi biosensor, diharapkan para peneliti ini dapat mengkonversi keringat atau varian lain menjadi tolak ukur tingkat stress seseorang.

Baca Juga: Terjebak Macet? Yuk Lakukan Hal Berikut Ini Biar Tidak Stress!

Wah, keren sekali, bukan? Dapat Anda bayangkan teknologi ini kelak dijual dengan bebas, dan diaplikasikan oleh orang Indonesia yang memiliki ritual tahunan wajib, yaitu mudik Lebaran. Ya, di momen krusial seperti musim mudik ini, tidak sedikit pengemudi yang mengalami stress dijalan karena macet, kelelahan, hingga variabel lain yang mamu menyulut tingkat stress seseorang.

Apabila kelak alat yang tengah dikembangkan ini masuk ke Indonesia, bukan tidak mungkin apabila tingkat stress para pengemudi ini dapat diukur dan mereka bisa langsung menentukan langkah apa yang harus mereka tempuh, apakah itu beristirahat atau aktivitas lain yang dapat meregangkan otot.

 

 

Desain kokpit, Posisi Kursi Pilot, dan Ukuran Jendela, Faktor Penting dari Cockpit Visibility

Cockpit visibility tak pelak menjadi isu tersendiri dalam dunia penerbangan, pasalnya tanpa cockpit visibility yang memadai atau teganggu, maka kinerja pilot dan kopilot akan langsung terganggu, dan bisa berujung pada risiko keselamatan dalam penerbangan itu sendiri.

Baca juga: Round Dial vs Glass Cockpit, Mana yang Lebih Baik?

Cockpit visibility pada dasarnya mengacu pada seberapa baik seorang pilot dapat melihat ke luar pesawat dari kokpit. Ini mencakup pandangan pilot ke depan, ke samping, dan ke belakang pesawat. Cockpit visibility yang baik sangat penting untuk keselamatan penerbangan, karena memungkinkan pilot untuk melihat pesawat lain, objek di landasan pacu, dan kondisi cuaca dengan jelas, sehingga mereka dapat mengambil keputusan yang tepat.

Faktor-faktor seperti desain kokpit, posisi kursi pilot, dan ukuran jendela mempengaruhi tingkat cockpit visibility.

Cockpit visibility pada pesawat penumpang bervariasi tergantung pada desain kokpit dan pesawat itu sendiri. Namun, umumnya, pilot pesawat penumpang memiliki pandangan yang baik ke depan dan ke samping.

Sementara visibilitas ke belakang sering kali lebih terbatas karena adanya struktur pesawat seperti ekor dan sayap, namun ini dapat diatasi dengan bantuan kamera dan sistem monitor. Dalam kondisi normal, pilot memiliki visibilitas yang memadai untuk menjalankan operasi penerbangan dengan aman.

Dan ada beberapa risiko bila pilot tidak memiliki cockpit visibility yang baik, di antaranya seperti:

1. Kesulitan untuk melihat landasan pacu saat lepas landas dan mendarat, yang dapat mengakibatkan kesalahan dalam mengatur posisi pesawat dan mungkin menyebabkan kecelakaan.

2. Kesulitan untuk melihat pesawat lain di sekitarnya, yang dapat meningkatkan risiko tabrakan udara.

3. Kesulitan untuk melihat kondisi cuaca dan situasi lingkungan lainnya, seperti badai, awan rendah, atau gunung, yang dapat membahayakan penerbangan.

4. Kesulitan untuk navigasi, terutama saat mendarat di bandara yang kompleks atau dalam kondisi visibilitas yang rendah.

Semua risiko ini dapat berkontribusi pada kecelakaan penerbangan dan dapat membahayakan keselamatan penerbangan. Itulah mengapa penting bagi pilot untuk memiliki cockpit visibility yang baik untuk melakukan tugas mereka dengan aman dan efektif.

Bagaimana Cara Kerja Pintu Kokpit Cegah Pembajakan? Berikut Ulasannya

Baker Street: Beroperasi Sejak 1863, Inilah Stasiun Kereta Bawah Tertua di Dunia

Ketika jaringan kereta bawah tanah di London disebut sebagai yang tertua di dunia, maka jika ada yang bertanya, dimana stasiun kereta bawah tanah tertua di dunia? Maka jawabannya pasti juga ada di London. Sejarah mencatat, bahwa jaringan kereta bawah tanah di London yang disebut Tube, pertama kali dibuka pada 10 Januari 1863 dengan melayani tujuh pemberhentian (stasiun).

Baca juga: London Banjir, Stasiun Kereta Bawah Tanah Tak Bisa Beroperasi

Jalur itu melewati pemberhentian Edgware Road, Baker Street, Portland Road, Gower Street, dan King’s Cross Street. Jarak 3,75 mil atau sekitar 6 kilometer selama 18 menit. Jaringan Tube di London yang dibuka tahun 1863 berpusat di Stasiun Baker Street, dan jadilah saat ini Baker Street dikenal sebagai stasiun bawah tanah tertua di dunia.

Stasiun Baker Street berlokasi di persimpangan Baker Street dan Marylebone Road di Westminster. Stasiun ini sangat populer, salah satunya karna dekat dengan empat-tempat wisata seperti Regent’s Park, Lord’s Cricket Ground, Museum Sherlock Holmes, dan Madame Tussauds.

Dari sejarahnya, Baker Steet dan London Tube hadir karena didorong meledaknya populasi penduduk dan perluasan fisik kota London pada paruh pertama abad ke-19. Jalan-jalan yang padat dan jarak ke kota dari stasiun ke utara dan barat mendorong banyak upaya untuk membangun akses transportasi baru yang bebas macet.

Pembangunan diawali pada 1860 oleh perusahaan Metropolitan Railway Company. Terowongan dibuat dengan metode ‘cut and cover’. Parit dalam digali, lalu dinding bata dibangun untuk menguatkan terowongan, kemudian akhirnya ditutup dengan lengkungan batu bata dan atap beton, di mana jalan-jalan di atasnya dapat ditata kembali.

Meski itu dianggap opsi yang paling layak dan tak merusak, sekitar 900 rumah, kebanyakan tak permanen, telah digusur selama pembangunan.

Rencana peresmian jalur kereta bawah tanah sempat terkendala banjir saluran air kotor. Hingga akhirnya pada Sabtu 10 Januari 1863, London Underground dibuka pukul 06.00. Gerbong kelas satu memiliki kompartemen lega, kursi dengan sandaran lengan. Sementara kelas dua dilengkapi kursi berlapis kulit yang nyaman. Lampu gas menyala di semua gerbong, paling terang di kelas 1 yang mahal. Namun, saat kereta bergerak, lampu itu berkedip cepat, terganggu oleh angin.

Baca juga: Kennington, Stasiun Bawah Tanah Unik dengan Fasilitas “U-Turn” 

Saat ini London Tube memiliki 11 jaringan kereta yang menghubungkan berbagai wilayah di London dan sekitarnya. Saat ini, kereta bawah tanah London mengangkut sekitar 3,5 juta penumpang per hari atau sekitar 1,1 miliar setiap tahunnya.

Wara Wiri Kereta Ekonomi New Generation di Sepanjang Jalur Pulau Jawa, Yuk Simak Rute dan Tarifnya

Langkah baru di era modern saat ini, masyarakat pengguna kereta api justru sudah merasakan kenyamanan bahkan pelayanannya. Ya, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) telah menjalankan Kereta Ekonomi New Generation yang telah beroperasi di sepanjang jalur Pulau Jawa. Rutenya pun beragam, mulai dari lintas utara, tengah maupun selatan. Bahkan masyarakat telah meyakini kualitas yang dirasakan selama di perjalanan.

Kereta Ekonomi New Generation telah beroperasi sejak 26 September 2023. Kala itu kereta pertama kali yang menggunakan jenis tersebut adalah Kereta Api (KA) Jayabaya dengan rute Pasar Senen – Malang. Kereta ini menawarkan peningkatan kenyamanan signifikan, mengganti kursi tegak 3-2 menjadi captain seat 2-2 yang bisa diatur kemiringannya (reclining) dan diputar. Kereta ini memiliki total 72 kursi di setiap unitnya.

Kereta Ekonomi New Generation pertama yang diluncurkan tersebut hasil dari modifikasi tim Balai Yasa Manggarai. Dan ternyata hasil dari kinerja mereka sangat di apresiasi oleh penumpang yang merasakan. Karena memiliki interior dengan wajah baru yang lebih nyaman.

Saat itu, peluncuran Kereta Ekonomi New Generation juga merupakan bagian dari rangkaian HUT ke-78 KAI yang jatuh pada 28 September 2023 yang bertema Dengan Semangat Bersatu, Menuju KAI Baru, Untuk Indonesia Maju.

Upgrade yang dilakukan pada interior kereta ini juga ditambahkan Public Information Display System (PIDS) yang dapat menampilkan jam dan suhu. Interior kereta juga dimodif mirip dengan kereta eksekutif seperti bentuk bagasi dan nuansa interior yang lebih cerah.

Tak hanya hasil modifikasi dari Balai Yasa Manggarai, Kereta Ekonomi New Generation juga menghadirkan jenis stainless steel yang diproduksi dari PT Industri Kereta Api (INKA). Kereta Stainless Steel New Generation (SSNG) saat ini sudah beroperasi dengan rute dan tujuan yang paling diminati masyarakat.

Pun saat ini KAI tengah mengoperasikan total 29 Kereta Ekonomi New Generation baik hasil modifikasi Balai Yasa Manggarai maupun PT INKA. Tentunya, kereta tersebut melayani berbagai rute di pulau Jawa dengan model kursi yang lebih nyaman. Serta dengan adanya pembaruan tersebut, pengalaman naik kereta ekonomi kini jauh lebih baik, bahkan mendekati kelas di atasnya.

Kereta Ekonomi New Generation hasil modifikasi dan stainless steel sama-sama memiliki total 72 kursi dengan konfigurasi 2-2 tidak berhadapan, serta dipisahkan armrest. Pada saat pemesanan tiket di aplikasi Access by KAI, Kereta Ekonomi New Generation ini ditandai dengan kode EKO saat melakukan pemesanan di aplikasi Access by KAI. Khusus Kereta Ekonomi New Generation stainless steel, fasilitasnya dilengkapi dengan USB type-A dan type-C di setiap kursi.

Untuk rute dan tarif Kereta Ekonomi New Generation Modifikasi adalah sebagai berikut:

1. KA Blambangan Ekspres (Ekonomi–Eksekutif) Rute: Pasar Senen–Ketapang (PP) tarif mulai dari Rp580.000.
2. KA Dharmawangsa Ekspres (Ekonomi–Eksekutif) Rute: Pasar Senen–Surabaya Pasarturi (PP) tarif mulai dari Rp320.000.
3. KA Mutiara Timur (Ekonomi–Eksekutif)
Rute: Surabaya Pasarturi–Ketapang (PP) (KA 209 dan KA 210) tarif mulai dari Rp210.000.
4. KA Joglosemarkerto (Ekonomi–Eksekutif) Rute: Purwokerto–Tegal–Solo Balapan (KA 185), Solo Balapan–Semarang Tawang (KA 187), dan Solo Balapan–Tegal–Solo Balapan (KA 193) tarif mulai dari Rp60.000.
5. KA Brantas (Ekonomi–Eksekutif)
Rute: Pasar Senen–Blitar (PP) tarif mulai dari Rp300.000.
6. KA Pangrango (Ekonomi–Eksekutif) Rute: Bogor Paledang–Sukabumi (PP) tarif mulai dari Rp55.000.
7. KA Sancaka Utara (Ekonomi–Eksekutif)
Rute: Surabaya Pasarturi–Cilacap (PP) tarif mulai dari Rp300.000.
8. KA Banyubiru Ekspres (Ekonomi–Eksekutif) Rute: Semarang Tawang–Solo Balapan (PP) (KA 231, KA 232) tarif mulai dari Rp40.000.
9. KA Kamandaka (Ekonomi–Eksekutif)
Rute: Semarang Tawang–Tegal–Purwokerto (PP) (KA 181, 183, 191) dan Semarang Tawang–Tegal–Cilacap (PP) (KA 194, 197) tarif mulai dari Rp115.000.
10. KA Ijen Ekspres (Ekonomi–Eksekutif) Rute: Malang–Ketapang (PP) (KA 239F, 240F) tarif mulai dari Rp175.000.
11. KA Pasundan (Ekonomi) Rute: Kiaracondong–Surabaya Gubeng (PP) tarif mulai dari Rp410.000.
12. KA Matarmaja (Ekonomi) Rute: Pasar Senen–Malang (PP) tarif mulai dari Rp350.000.

Sedangkan untuk rute dan tarif Kereta Ekonomi New Generation stainless steel adalah sebagai berikut:
1. KA Lodaya (Ekonomi–Eksekutif) Rute: Bandung–Solo Balapan (PP) tarif mulai dari Rp290.000.
2. KA Gaya Baru Malam Selatan (Ekonomi–Eksekutif) Rute: Pasar Senen–Surabaya Gubeng (PP) tarif mulai dari Rp410.000.
3. 3. KA Mataram (Ekonomi–Eksekutif) Rute: Pasar Senen–Solo Balapan (PP) tarif mulai dari Rp350.000.
4. . KA Jayabaya (Ekonomi–Eksekutif) Rute: Pasar Senen–Malang (PP) tarif mulai dari Rp430.000.
5. KA Bogowonto (Ekonomi–Eksekutif) Rute: Pasar Senen–Lempuyangan (PP) tarif mulai dari Rp290.000.
6. KA Batavia (Ekonomi–Eksekutif) Rute: Gambir–Solo Balapan (PP) tarif mulai dari Rp350.000.
7. KA Gumarang (Ekonomi–Eksekutif) Rute: Pasar Senen–Surabaya Pasarturi (PP) tarif mulai dari Rp450.000.
8. KA Fajar Utama Solo (Ekonomi–Eksekutif) Rute: Pasar Senen–Solo Balapan tarif mulai dari Rp350.000
9. KA Senja Utama Solo (Ekonomi–Eksekutif) Rute: Solo Balapan–Pasar Senen tarif mulai dari Rp350.000.
10. KA Tegal Bahari (Ekonomi–Eksekutif) Rute: Pasar Senen–Tegal (PP) tarif mulai dari Rp180.000.
11. KA Jaka Tingkir (Ekonomi) Rute: Pasar Senen–Solo Balapan (PP) tarif mulai dari Rp350.000.
12. KA Progo (Ekonomi) Rute: Pasar Senen–Lempuyangan (PP) tarif mulai dari Rp275.000.
13. KA Majapahit (Ekonomi) Rute: Pasar Senen–Malang (PP) tarif mulai dari Rp350.000.
14. KA Ranggajati (Ekonomi–Eksekutif) Rute: Cirebon–Jember (PP) tarif mulai dari Rp400.000.
15. KA Cirebon Fakultatif (Ekonomi–Eksekutif) Rute: Cirebon–Gambir (PP) tarif mulai Rp210.000
16. KA Bangunkarta (Ekonomi–Eksekutif) Rute: Jombang–Pasar Senen (PP) tarif mulai dari Rp330.000.
17. KA Singasari (Ekonomi–Eksekutif) Rute: Blitar–Pasar Senen (PP) tarif mulai dari Rp350.000.

Naik KA PSO Masih Jadi Pilihan Utama, Warganet: Lebih Hemat Walaupun Fasilitas Sederhana

Mengenal Sistem Persinyalan Kereta Api di Indonesia, Ini Cara Kerjanya

Persinyalan kereta api di Indonesia memiliki dua jenis yang digunakan. Persinyalan secara mekanik maupun secara elektrik. Jika sedang menggunakan kereta api dan saat memasuki perkotaan atau jalur yang ramai persinyalan tentu sudah menggunakan jenis elektrik. Namun jika memasuki daerah pelosok atau jalur kereta api yang tak terlalu ramai, sistem persinyalan menggunakan jenis mekanik.

Pasca insiden yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur beberapa hari lalu, sistem persinyalan kereta api sebagaimana kini ramai dibahas di masyarakat, merupakan suatu sarana untuk menjamin keselamatan perjalanan kereta api dari satu stasiun menuju stasiun berikutnya.

Perangkat yang ada di sistem persinyalan seperti sinyal wesel, pendeteksi keberadaan kereta api, meja pelayanan operator dan pesawat blok, seluruhnya saling terkait dan saling mengunci satu sama lain dan diatur sistem interlocking. Sistem interlocking terdiri dari mekanik dan elektrik. Dalam sistem interlocking elektrik, ada berbagai komponen di dalamnya.

Sistem persinyalan hadir untuk menjamin keselamatan perjalanan kereta api dari satu stasiun menuju stasiun berikutnya. Untuk semakin menjamin keselamatan, diberlakukan sistem blok mekanik. Ada tiga jenis perangkat sinyal yang sering dipakai dalam perkeretaapian di Indonesia yakni tuas mekanik, local control panel, dan visual display unit.

Selain itu, juga ada sistem interlocking yang berfungsi sebagai pengunci sinyal dan wesel. Dengan demikian, jalur bisa diatur agar tidak bertentangan. Saat ini, sistem sinyal kereta mulai menggunakan lampu berwarna sebagai bentuk komunikasi visual yang lebih jelas bagi masinis. Arti dari lampu lalu lintas kereta, yakni:
• Merah: Tanda mutlak kereta harus berhenti atau jalur di depan tidak aman.

• Kuning: Mengindikasikan masinis harus waspada ada pembatasan kecepatan atau sinyal berikutnya mungkin merah.

• Hijau: Jalur di depan aman, kereta bisa melaju dengan kecepatan normal.

Selanjutnya sistem persinyalan juga dilengkapi dengan teknologi seperti CBTC (Communications Based Train Control) yang memungkinkan kereta dikendalikan secara otomatis dan real-time. Kecepatan, efisiensi, dan keselamatan menjadi satu kesatuan di setiap perjalanan kereta api.

Sistem persinyalan saat ini lebih dominan sudah menggunakan elektrik. Namun tak menutup kemungkinan meskipun sistem persinyalan sudah canggih, terjadi kendala atau error pun pasti bisa terjadi. Sistem persinyalan yang terjadi kendala biasanya saat keadaan yang tidak stabil, seperti kondisi cuaca buruk maupun adanya perangkat jaringan yang tidak baik.

Bahkan keterlambatan maupun kecelakaan yang tak terhindarkan pada perjalanan kereta api pun bisa jadi penyebab sistem persinyalan yang buruk. Seperti yang terjadi pada Senin, 27 April 2026 lalu yang menduga adanya sistem persinyalan yang error.

Menurut laman Institut Teknologi Bandung (ITB), sistem persinyalan adalah sarana untuk menjamin keselamatan perjalanan kereta api dari suatu stasiun menuju stasiun berikutnya. Centralized Railway Traffic Control System merupakan bagian dari sistem persinyalan kereta.

CFC System berfungsi sebagai sistem pengendali lalu lintas perjalanan kereta api secara terpusat. Sistem persinyalan adalah sarana untuk menjamin keselamatan perjalanan kereta api dari suatu stasiun menuju stasiun berikutnya.

Setiap perangkat yang ada di sistem persinyalan, seperti sinyal wesel, pendeteksi keberadaan kereta api, meja pelayanan operator dan pesawat blok semuanya saling terkait dan saling mengunci satu sama lain yang diatur oleh sebuah sistem yang disebut dengan sistem interlocking. Sinyal diperlukan untuk membagi ruang perjalanan kereta api ke dalam petak-petak yang disebut blok. Sinyal inilah yang menjamin agar tak terjadi kecelakaan.

Ada dua alat yang digunakan pendeteksi kereta api, yaitu axle counter dan track circuit. Axle counter bekerja dengan alat bernama evaluator untuk menghitung roda yang lewat. Alat-alat sensor terkoneksi dalam sistem interlocking. Ada sistem interlocking mekanik dan juga sistem interlocking elektrik.

Dalam sistem interlocking elektrik terdapat berbagai komponen di dalamnya. Ada LCP/VDU sebagai operator pada sistem ini, lalu ada technician terminal pada maintenance, dan sistem CTC/CTS SilVue OI1000 untuk operation control center.

Technician terminal bisa dibilang black box-nya kereta yang merekam semua kerja sinyal dan bisa melihat kejadian yang sudah terjadi sebelumnya. Technician terminal juga dapat mencatat kapan saja alarm nyala dan kapan saja ada gangguan.

Terkait kejadian yang digadang-gadang errornya sistem persinyalan yang mengakibatkan tabrakan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik (KRL) Commutet Line, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengaku tengah mengusut dugaan permasalahan sinyal yang menjadi penyebab kecelakaan maut antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.

Humas KNKT Arif Iskandar mengatakan permasalahan sinyal itu menjadi salah satu materi utama yang sedang diinvestigasi. Hasil investigasi KNKT akan dipublikasi di website dan kanal-kanal yang dimiliki. Untuk rekomendasi keselamatan nantinya akan diberikan pada para pihak terkait untuk menjadi bahan perbaikan ke depannya.

Sinyal Kereta Api Mekanik, Meski Tertinggal, Tapi Masih Tetap Digunakan

Uji Coba BBM Baru Biodiesel B50 pada Lokomotif, KAI Optimis Hasilkan Transportasi Ramah Lingkungan

Pertama dalam sejarah PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) tengah menguji coba penggunaan bahan bakar baru yakni biodiesel B50 pada lokomotif. Uji coba ini dilakukan mulai dari proses pencampuran bahan bakar pada 29 April 2026, dilanjutkan dengan pengecekan kondisi sarana, hingga pengujian statis penggunaan bahan bakar pada lokomotif di Depo Lokomotif Sidotopo.

Wilayah Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya memilih salah satu lokomotif yang diuji coba dengan bahan B50 tersebut bernomor seri CC 206 15 12. Tak hanya itu, berbagai ornamen stiker yang ditempel pada bagian muka depan belakang yang menjadi ciri khas lokomotif yang menggunakan biodiesel terbaru.

Lokomotif tersebut juga melakukan uji dinamis perdana untuk perjalanan Kereta Api (KA) Sembrani relasi Surabaya Pasar Turi hingga Gambir pulang pergi beberapa hari lalu. Setelah dilakukan uji coba dinamis, lokomotif berbahan bakar biodiesel B50 itu dengan hasil awal yang menunjukkan bahwa penggunaan biodiesel B50 dapat berjalan dengan baik tanpa mengganggu kinerja operasional lokomotif.

Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan bahwa uji coba tahap awal ini bertujuan memastikan keamanan dan keandalan penggunaan bahan bakar baru tersebut dalam operasional kereta api. Penggunaan biodiesel B50 juga menjadi langkah konkret KAI dalam menekan emisi karbon dan menciptakan moda transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Setelah menguji coba penggunaan biodiesel B50 yang dinilai berjalan lancar serta tidak mengganggu kinerja operasional maupun tenaga lokomotif, hal ini menjadi indikator positif bagi KAI untuk melanjutkan uji coba jangka panjang. Tentu kedepannya, lokomotif tersebut akan kembali melakukan operasionalnya menarik rangkaian kereta dengan rute yang berbeda.

Rencananya, uji coba ini akan berlangsung selama enam bulan ke depan. Selama periode tersebut, tim teknis akan melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi mesin dan ketahanan komponen. Evaluasi menyeluruh akan terus dilakukan sebelum teknologi ini diterapkan secara luas demi menjamin keselamatan perjalanan.

Sebelumnya armada diesel KAI telah menggunakan bahan bakar B40 secara menyeluruh sejak Februari 2025. Penerapan tersebut sukses dilakukan setelah melalui tahapan uji coba sejak Juli 2024. Terlihat selama penggunaannya, performa lokomotif pada mesin tetap terjaga optimal.

Oleh karena itu, KAI optimis, pelaksanaan uji coba dan peralihan dari B40 ke B50 ke depan akan berlangsung dengan lancar. Apalagi spesifikasi kedua jenis bahan bakar tersebut hampir sama. KAI juga berharap bahwa kegiatan uji coba penggunaan bahan bakar Biodiesel B50 pada lokomotif kereta api yang diinisiasi oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini dapat berjalan dengan lancar.

Selain itu manfaat yang dinerikan bisa secara optimal, tidak hanya untuk pengembangan teknologi perkeretaapian, tetapi juga mendukung transisi energi, menuju sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Dengan kesamaan spesifikasi antara B40 dan B50, KAI juga optimistis proses peralihan ke B50 dapat terus berjalan lancar.

Lolos Sejumlah Uji Coba, PT KAI Mulai Gunakan Bahan Bakar Biodiesel B20

KAI Terus Mengevaluasi Perlintasan Sebidang untuk Dibenahi, Total Anggarannya Segini

Perlintasan sebidang di jalur kereta api khususnya di Pulau Jawa masih sangat banyak dan perlu di evaluasi. Kawasan yang dilalui baik lalu lintas jalan raya maupun padatnya perjalanan kereta api tak menutup kemungkinan risiko yang terjadi cukup besar. Salah satu yang terjadi peristiwa di perlintasan adalah tertempernya rangkaian kereta api oleh pengendara jalan raya.

Ya, kejadian yang menyoroti peristiwa beberapa hari lalu di kawasan Bekasi telah menjadi pelajaran bagi masyarakat bahwa kerugian yang dihasilkan dari kejadian tersebut tentu dirasakan masyarakat banyak. Mulai dari keterlambatan perjalanan kereta api, hingga kemacetan jalan raya yang tak bisa dihindari. Alhasil adanya spekulasi mencuat dengan peristiwa tersebut.

Menyoroti kejadian yang fatal seperti pada antara Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line di temper sebuah mobil di Jalan Ampera, Bekasi, pemerintah telah mengatur tata cara melintas di perlintasan sebidang melalui Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Undang-Undang Perkeretaapian.

PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) mengimbau pengguna jalan untuk selalu berhenti, menoleh kanan dan kiri, serta memastikan kondisi aman sebelum melintas, baik di perlintasan berpalang maupun tidak.

Data terbaru KAI mencatat terdapat 3.888 perlintasan sebidang di Jawa dan Sumatra, terdiri dari 2.799 perlintasan resmi dan 1.089 perlintasan liar. Dari total tersebut, 2.112 titik dijaga dan 1.776 titik belum dijaga.

Sepanjang Triwulan I 2026, KAI bersama kementerian dan pemerintah daerah telah menangani 564 titik perlintasan melalui penutupan maupun peningkatan menjadi tidak sebidang, seperti pembangunan flyover dan underpass.

KAI juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional kereta di Indonesia, khususnya terkait aspek keselamatan. Salah satu evaluasi yang dilakukan adalah terkait perlintasan sebidang.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengatakan pihaknya sudah memiliki data 1.800 perlintasan sebidang yang perlu dibenahi. Dalam hal ini, proses pembenahan akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari titik-titik yang dinilai paling rawan kecelakaan.

Bobby mengatakan pembenahan yang dilakukan di setiap titik perlintasan akan berbeda-beda. Sebab, peningkatan kualitas yang dilakukan sangat bergantung pada kondisi di sekitar perlintasan. Dari 1.800 perlintasan yang di identifikasi jenisnya, akan dilakukan peningkatan atau pemenuhan syarat-syarat keselamatan.

Namun, jika perlintasan sebidang sudah tidak bisa dibenahi atau tidak memenuhi syarat keselamatan yang ditentukan, Bobby menegaskan titik tersebut akan ditutup. Kemudian, ia juga meminta agar perlintasan sebidang yang sudah ditutup tidak dibuka kembali secara liar. Sebab, perlintasan tersebut memang tidak memenuhi standar keselamatan dan harus ditutup permanen.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyoroti banyaknya perlintasan sebidang yang tidak dijaga. Hal ini disinyalir menjadi salah satu penyebab kecelakaan maut kereta api di Bekasi antara KRL Commuter Line dan KA jarak jauh Argo Bromo Anggrek.

Untuk itu, ia menyatakan akan segera menunjuk pelaksana khusus untuk membenahi perlintasan sebidang, di mana di Pulau Jawa saja terdapat sekitar 1.800 titik. Dalam hal ini, Prabowo akan menyiapkan anggaran sekitar Rp 4 triliun untuk pelaksanaan proyek tersebut.

KAI memastikan akan terus mendukung investigasi hingga tuntas sekaligus memperkuat edukasi keselamatan bagi masyarakat demi menjaga keamanan perjalanan kereta api di Indonesia. Serta pemerintah berharap dengan adanya evaluasi total, pengalokasian anggaran yang signifikan, serta peningkatan disiplin pengguna jalan, peristiwa kecelakaan kereta api yang memilukan tidak akan terulang kembali di masa depan.

Jangan Keliru! Ternyata Ini Fungsi Pentingnya Pintu Perlintasan Kereta Api

Ubah Jadwal dan Refund Tiket Kereta Api Lokal Bisa Dilakukan dengan Cara Ini

Sebagai masyarakat pengguna setia kereta api pastinya ada hal yang dilakukan dalam melakukan perjalanan. Khususnya pengguna kereta api lokal yang memiliki jarak pendek dengan jadwal yang relatif lebih banyak. Selain itu tarif yang diberikan jauh lebih murah dengan waktu yang relatif cepat tanpa gangguan seperti halnya terhindar dari kemacetan.

Pemberlakuan saat menggunakan kereta api lokal sebenarnya hampir sama saat melakukan perjalanan jarak jauh. Sebelum naik ke rangkaian kereta, penumpang di wajibkan untuk boarding pass terlebih dahulu dengan cara memindai barcode yang telah dipesan sebelumnya di aplikasi maupun laman resmi PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI).

Biasanya pihak atau petugas stasiun menginformasikan saat kereta api di stasiun tersebut agar penumpang bersiap menggunakan kereta api lokal tersebut sesuai dengan tiket yang tertera secara daring. Setelah kereta memasuki peron, penumpang diarahkan oleh petugas untuk menaiki rangkaian kereta dan memberi pendampingan agar penumpang merasa aman dan nyaman.

Namun, terkadang masyarakat sebagai pengguna kereta api lokal memiliki aktivitasnya masing-masing. Saat sudah memesan tiket kereta api lokal dan siap untuk digunakan, ada pula penumpang memiliki keperluan atau aktivitas lainnya yang tentu saja tiket perjalanan kereta api lokal tersebut hangus. Pada akhirnya, harus melakukan pemesanan ulang di jam berikutnya. Biasanya hal tersebut dilakukan penumpang yang biasa menggunakan kereta lokal dengan cara memesan tiket terlebih dahulu sesuai waktu dan tanggal keberangkatan.

Nah, beberapa kejadian yang dialami oleh masyarakat, kabarpenumpang sempat menanyakan kepada petugas KAI di salah satu stasiun yang berada di wilayah Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, yaitu Stasiun Cicalengka. Ternyata, walaupun sudah terlanjur membeli tiket kereta api lokal dan seharusnya berangkat sesuai jadwal, tapi menurut penuturan petugas yang berjaga di area boarding masih bisa dilakukan perubahan jadwal bahkan pengembalian tiket (refund) tersebut.

Perubahan jadwal maupun refund bisa dilakukan dengan cara menunjukkan pembelian tiket sebelumnya dari aplikasi maupun laman resmi KAI. Penumpang bisa melakukan hal tersebut wajib mendatangi loket di stasiun-stasiun yang melayani pembelian kereta lokal. Penumpang tidak bisa melakukan perubahan jadwal maupun refund melakukan sendiri baik melalui ponsel maupun hal lainnya.

Sebagai contoh jika penumpang naik kereta api lokal dari Stasiun Cicalengka pada pukul 10.00 WIB, lalu ingin merubah jadwal keberangkatan pada pukul 12.00 WIB. Jadi penumpang bisa merubah jadwal pukul 10.00 WIB pada 30 menit sebelum keberangkatan. Artinya penumpang diwajibkan merubah jadwal kereta api pada tiket paling lambat pukul 09.30 WIB.

Hal tersebut juga berlaku pada penumpang yang ingin melakukan refund. Namun, bea pengembalian dipotong sebesar 25 persen atau dengan kata lain penumpang mendapat uang kembali sebesar 75 persen dari harga tiket secara tunai. Penumpang juga akan diarahkan pengambilan uang tunai di stasiun yang direkomendasikan oleh petugas.

Dengan kemudahan tersebut, penumpang tak perlu khawatir lagi tiket hangus pada saat tidak jadi berangkat. Dengan kata lain, penumpang masih bisa mendapat kemudahan bahkan keuntungan yang diperoleh walaupun alami perubahan jadwal perjalanan bahkan dengan pengembalian tiket tersebut. Selain itu KAI juga mengimbau kepada masyarakat untuk terus update dalam hal informasi kereta api dengan acara melihat di sosial media KAI maupun laman resmi di kai.id.

Taruh Barang di Bagasi Kereta, Pahami Ketentuannya!

Keselamatan Ditingkatkan, Palang Pintu di Perlintasan 86 Jalan Ampera Masih Terus Dijaga Meski Secara Manual

Palang pintu perlintasan 86 yang berlokasi di Jalan Ampera tersebut masih terus di awasi dan di jaga. Pemasangan palang pintu sementara ini merupakan langkah awal sebagai bentuk upaya peningkatan keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan. PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) pun menegaskan bahwa aspek penjagaan menjadi faktor krusial dalam pengoperasian perlintasan sebidang.

Manager Humas KAI Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta, Franoto Wibowo menegaskan bahwa Apabila perlintasan JPL 86 di Jalan Ampera ini tidak dapat dijaga secara penuh selama 24 jam setiap hari, maka demi keselamatan bersama, KAI akan mengambil langkah tegas dengan melakukan penutupan perlintasan.

Pemasangan palang pintu sementara ini merupakan langkah awal dalam upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus melindungi pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut. Fasilitas yang dipasang saat ini masih bersifat sementara dan belum termasuk palang pintu perlintasan resmi sebagaimana standar operasional permanen.

Pemasangan palang pintu sementara ini juga telah melalui koordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Bekasi serta Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur. KAI pun akan terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk mencari solusi permanen, seperti pembangunan flyover atau underpass guna mengurangi risiko kecelakaan di perlintasan sebidang.

Sambil menunggu solusi permanen, masyarakat diimbau untuk selalu mendahulukan perjalanan kereta api dan meningkatkan kewaspadaan ekstra. Pengendara diminta tetap berhenti sejenak serta memastikan situasi aman sebelum menyeberangi rel, baik di perlintasan yang terjaga maupun yang tidak terjaga.

KAI juga memberikan edukasi kepada masyarakat dan evaluasi berkelanjutan terhadap perlintasan yang memiliki potensi risiko tinggi. Franoto mengatakan upaya edukasi kepada masyarakat menjadi salah satu fokus utama, khususnya dalam meningkatkan disiplin berlalu lintas saat melintas di perlintasan sebidang.

Optimistis melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah, operator, dan masyarakat, keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan akan terus meningkat, terutama seiring dengan pengembangan infrastruktur dan peningkatan kesadaran kolektif terhadap pentingnya keselamatan di perlintasan sebidang.

KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api sebagai prioritas utama dalam operasional. Pun mengimbau masyarakat agar selalu waspada saat melintasi perlintasan, dengan berhenti sejenak dan memastikan kondisi aman sebelum melintas. Serta meminimalkan risiko kecelakaan di titik perlintasan tersebut sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat agar berhati-hati saat melintas di jalur kereta api.

Cegah Kecelakaan di Perlintasan Sebidang, Indian Railways Adopsi Teknologi Satelit

Peran Penting Sinyal Kereta Api dalam Menjaga Keselamatan

Persinyalan kereta api saat ini memang masih menjadi hal penting dalam sistem keamanan selama di perjalanan. Dalam aspek keselamatan, sinyal kereta api sangat berperan penting mencegah terjadinya musibah yang membuat perjalanan kereta api pun terganggu.

Peralatan Persinyalan Perkeretaapian adalah fasilitas operasi kereta api yang berfungsi memberi petunjuk atau isyarat berupa warna, cahaya atau informasi lainnya dengan arti tertentu. Itu berarti kereta api pun berjalan sesuai dengan rambu-rambu yang harus dipatuhi saat berjalan.

Sinyal kereta api di Indonesia memiliki 2 jenis, yaitu sinyal elektrik dan sinyal mekanik. Kedua jenia sinyal tersebut masih digunakan baik di stasiun kecil hingga stasiun besar. Sinyal elektrik adalah isyarat lampu seperti halnya lampu lalu lintas untuk mengatur jalan atau tidak jalannya kereta api.

Secara berurutan, sinyal aspek ini terdiri dari Sinyal Muka, Sinyal Masuk, dan Sinyal Keluar. Untuk sinyal ini biasa ditemukan saat berada maupun memasuki stasiun. Selain urutan sinyal tersebut, ada pula sinyal tambahan saat di stasiun, yaitu sinyal langsir yang terletak dibagian bawah samping rel kereta api dekat dengan wesel. Sinyal langsir eletrik tersebut berupa indikasi 2 lampu berwarma putih dan 1 lampu berwarna merah. Untuk sinyal elektrik yang biasa ditemukan berwarna merah kuning dan hijau maupun merah atau kuning dan hijau saja.

Sinyal Elektrik kereta api (Foto: Dok. Istimewa)

Kemudian sinyal mekanik. Sesuai namanya perangkat sinyal ini digerakan secara mekanik. Sinyal mekanik ini berbentuk papan atau lengan semapur yang dinaikan atau diturunkan untuk memberi perintah kepada masinis kereta api. Bagian depan lengan biasanya diberi warna merah dengan tambahan warna pantulan cahaya agar bisa terlihat oleh masinis saat kereta api memancarkan lampu, serta dibagian belakang lengan diberi warna kuning. Sama halnya sinyal elektrik, tiangnya pun diberi warja kuning dan hitam.

Sinyal mekanik juga dibagi menjadi dua jenis. Pertama peralatan dalam ruangan diantaranya interlocking mekanik dan pesawat blok. Kedua peralatan luar ruangan diantaranya peraga sinyal mekanik, penggerak wesel mekanik, petunjuk kedudukan wesel mekanik, penghalang sarana dan media transmisi atau saluran kawat.

Meski sudah hampir semua tergantikan dengan sinyal elektrik, sinyal mekanik masih bisa di lihat di beberapa wilayah, seperti wilayah Daop 2 Bandung, Daop 8 Surabaya dan Daop 9 Madiun. Ada juga di wilayah Sumatera yaitu Divisi Reginonal (Divre) 1-4. Persinyalan mekanik ini tetap menjadi peran penting dalam perjalanan kereta api dan juga sebagai alat yang dilestarikan, mengingat persinyalan mekanik ini sudah ada sejak zaman pemerintahan Kolonial Belanda.

Sinyal Mekanik kereta api yang saat ini masih digunakan dibeberapa wilayah. (Foto: Dok. Istimewa)

Sistem persinyalan perkeretaapian dioperasikan oleh petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA). Petugas PPKA ini bertanggungjawab mengoperasikan perjalanan kereta api yang dimulai dari stasiun keberangkatan, bersilang, bersusulan, dan berhenti di stasiun tujuan diatur berdasarkan grafik perjalanan kereta api. Karena memiliki tugas yang vital dalam menjamin keselamatan dan ketertiban perjalanan Kereta Api, petugas PPKA ini harus memiliki disiplin tinggi dan keahlian khusus untuk mengatur dan melakukan tindakan.

Sinyal Kereta Api Mekanik, Meski Tertinggal, Tapi Masih Tetap Digunakan