London Banjir, Stasiun Kereta Bawah Tanah Tak Bisa Beroperasi

0
Banjir tutupi jalur kereta di London (mirror.co.uk)

Perubahan iklim ekstrem saat ini terjadi hampir di seluruh dunia akibat pemanasan global. Belum lama Cina di terjang hujan lebat yang menewaskan sekitar 20-an orang. Saat ini, salah satu kota besar di dunia yakni London juga mengalami banjir setelah hujan lebat disertai petir menghampiri kota paling kaya di dunia itu.

Baca juga: Mengerikan! Kereta Bawah Tanah di Cina Kebanjiran, 12 Orang Tewas

Banjir di London, Inggris merendam jalan utama hingga kereta api bawah tanah pada Senin, (26/7/2021). Di mana bajir yang merendam stasiun kereta api memicu kekacauan dan penumpang bus diselamatkan dengan rakit.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, banjir ini membuat badan berwenang mengingatkan warga akan potensi curah hujan sepuluh sentimeter di sejumlah daerah. Wali Kota London Sadiq Khan mengatakan, tim darurat tengah menangani banjir parah di seluruh London.

Adanya hal ini, Khan kemudian menjelaskan bahwa berbagai layanan publik terganggu dan mengimbau warga agar menghindari berjalan atau berkendara di sekitar area banjir. Juru bicara Transportasi untuk London (TfL) mengatakan bahwa sejumlah rel kereta dan kereta bawah tanah juga berhenti beroperasi karena banjir ini.

“Dengan sejumlah rute bus dialihkan dan beberapa layanan rel kereta terkena dampak hingga stasiun ditutup, kami mengimbau pelanggan memeriksa informasi terbaru sebelum bepergian demi menjamin keselamatan,” ujar juru bicara tersebut.

Selain itu, hujan deras ini juga mengganggu operasional di sejumlah rumah sakit di London, seperti Newham University Hospital dan Whipps Cross University Hospital. Sementara itu, perahu-perahu penyelamat mulai terlihat di beberapa titik di London.

Brigade Pemadam Kebakaran London mengatakan pada hari Senin bahwa mereka menerima lebih dari 1.000 panggilan darurat terkait banjir. Kru menyelamatkan orang-orang dari mobil dan membantu mereka meninggalkan rumah mereka.

Pakar iklim dan infrastruktur telah memperingatkan selama bertahun-tahun bahwa London sama seperti banyak kota besar lainnya. Sebagian besar kota dibangun di dataran banjir dan sistem drainase Victoria tidak akan mampu menahan hujan yang begitu lebat.

Menurut Otoritas London Raya, 17 persen kawasan London menghadapi risiko banjir tinggi atau sedang. Ada lebih dari satu juta warga London tinggal di dataran banjir. Kota ini telah membangun sistem pertahanan banjir raksasa di sungai Thames untuk melindungi dirinya dari banjir pasang. Tapi tanggul itu tidak banyak membantu ketika banjir bandang datang yang disebabkan oleh hujan deras tiba-tiba, jenis umum ini karena kenaikan suhu.

Baca juga: Banjir Kereta Bawah Tanah Cina, Penumpang Terjebak di Antara Ketinggian Air dan Oksigen yang Menipis

Ahli meteorologi CNN, Gene Norman, mengatakan bahwa hujan lebat ini terjadi lantaran suhu panas pada Jumat pekan lalu menghantam daerah bertekanan rendah di utara Prancis pada Jumat pekan lalu. Gejala alam ini memicu hujan lebat di Inggris hingga curah hujan mencapai 60-92 milimeter dalam satu jam pada Minggu lalu.

“Gejala banjir ini menunjukkan badai tercipta dan bergerak terus-menerus di area yang sama, dengan curah hujan lebih cepat ketimbang waktu untuk keringnya,” kata Norman.