Banjir Kereta Bawah Tanah Cina, Penumpang Terjebak di Antara Ketinggian Air dan Oksigen yang Menipis

0
Terowongan banjir di kota Zhuhai di provinsi Guangdong, Tiongkok selatan (smh.com.au)

Hujan lebat yang melanda Cina mengejutkan semua orang, karena terjadi dalam waktu  singkat dan membanjiri provinsi tengah Henan dengan menewaskan sedikitnya 25 orang. Bahkan sekitar 100 ribu orang telah dievakuasi di Zhengzhou yang jalur kereta api dan jalur darat lainnya terganggu.

Baca juga: Mengerikan! Kereta Bawah Tanah di Cina Kebanjiran, 12 Orang Tewas

Karena banjir di kereta bawah tanah Zhengzhou, sebanyak 12 orang meninggal dunia. Menurut pengakuan penumpang yang selamat, terowongan dan kereta dipenuhi air yang masuk melalui jendela. Mereka semua terjebak selama sekitar dua jam di dalam kereta yang dipenuhi air banjir.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by CGTN Europe (@cgtneurope)


KabarPenumpang.com melansir smh.com.au (22/7/2021), seorang penumpang mengaku, air sudah sampai ke dada dan yang menakutkan bukanlah air tetapi pasokan udara yang berkurang di dalam kereta. Seorang warga bernama Guo mengatakan hujan menghentikan layanan bus di kota berpenduduk 12 juta orang sekitar 650 km barat daya Beijing. Hujan menghentikan layanan bus di kota berpenduduk 12 juta orang sekitar 650 km barat daya Beijing.

“Itulah sebabnya banyak orang naik kereta bawah tanah, dan tragedi itu terjadi,” kata Guo yang harus bermalam di kantornya.

Lebih banyak hujan diperkirakan di seluruh Henan selama tiga hari ke depan, dan Tentara Pembebasan Rakyat telah mengirim lebih dari 5700 tentara dan personel untuk membantu pencarian dan penyelamatan. Dari Sabtu hingga Selasa, 617,1 mm hujan turun di Zhengzhou, hampir setara dengan rata-rata tahunan 640,8 mm.

Dikatakan biro cuaca Zhengzhou, jumlah tiga hari hujan, menyamai tingkat yang hanya terlihat “sekali dalam seribu tahun”. Ini seperti gelombang panas baru-baru ini di Amerika Serikat dan Kanada dan banjir ekstrem yang terlihat di Eropa barat, curah hujan di China hampir pasti terkait dengan pemanasan global.

“Peristiwa cuaca ekstrem seperti itu kemungkinan akan menjadi lebih sering di masa depan, Yang dibutuhkan adalah pemerintah mengembangkan strategi untuk beradaptasi dengan perubahan seperti itu serta merujuk pada otoritas di tingkat kota, provinsi, dan nasional,” kata Johnny Chan, seorang profesor ilmu atmosfer di City University of Hong Kong.

Untuk diketahui saat ini banyak layanan kereta api ditangguhkan di Henan dengan jalan raya telah ditutup dan penerbangan ditunda atau dibatalkan. Banjir ini pun kini sudah membuat persediaan makanan dan air habis untuk penumpang yang terdampar di kereta yang berhenti teoat di luar batas kota Zhengzhou dua hari sebelumnya.

Jalan-jalan terendam banjir parah di belasan kota di provinsi itu. Puluhan waduk dan bendungan menembus tingkat bahaya. Pihak berwenang setempat mengatakan curah hujan telah menyebabkan jebolnya 20 meter di bendungan Yihetan di kota Luoyang barat Zhengzhou, dan bendungan itu bisa runtuh kapan saja.

Baca juga: Alami Masalah Kelistrikan, Kereta Cepat di Cina Terbakar Hebat!

Perusahaan Cina, asuransi dan bank yang didukung negara mengatakan mereka telah menawarkan sumbangan dan bantuan darurat kepada pemerintah daerah di Henan sebesar 1,935 miliar yuan ($400 juta). Saat ini sekolah dan rumah sakit terdampar dan orang-orang yang terjebak dalam banjir berbondong-bondong ke tempat perlindungan di perpustakaan, bioskop, dan museum.