Meriahkan Launching KA Pandalungan 2, Kuliner Kereta Hadirkan Promo Menarik

Dalam rangka memeriahkan launching KA Pandalungan 2 relasi Gambir – Jember pada 18 Juni 2026, Kuliner Kereta menghadirkan promo menarik untuk para penumpang KA Pandalungan 2 yakni promo setiap pembelian menu Nasi Goreng Ayam atau Nasi Goreng Sosis akan mendapatkan satu Cocolatte gratis.

Promo yang berlangsung sampai tanggal 27 Juni 2026 ini bisa penumpang nikmati selama perjalanan menuju Jember dengan KA Pandalungan 2. Selain promo ini, para penumpang juga bisa menikmati aneka menu Kuliner Kereta lainnya seperti Sei Sapi, Nasi Goreng Parahyangan, dan beberapa menu lainnya yang selama ini sudah setia menemani perjalanan di kereta api.

Kereta Api Pandalungan 2 Siap Beroperasi per 18 Juni 2026, Ada Diskon 30 Persen, lho!

Manager Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita, mengatakan, KAI Services melalui Kuliner Kereta ikut memeriahkan launching Kereta Pandalungan 2 relasi Gambir – Jember pada 18 Juni 2026. Kami menghadirkan promo menu Nasi Goreng untuk menemani para penumpang KA Pandalungan selama dalam perjalanan.

“Kuliner Kereta hadir dengan promo menarik untuk penumpang KA Pandalungan 2, kami berharap promo ini dapat membuat perjalanan penumpang jadi menyenangkan. Promo ini hanya sampai 27 Juni 2026.” ujar Nyoman dalam keterangan resminya pada Kamis (18/6).

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menambah perjalanan kereta jarak jauh relasi Jember-Gambir melalui KA Pandalungan 2. Kereta tersebut mulai beroperasi pada 18 Juni 2026. KA Pandalungan 2 melayani relasi Jember-Gambir dengan nomor KA 7049 dan Gambir-Jember dengan nomor KA 7050.

Ternyata Ini yang Bikin KA Pandalungan Bisa Menggeser KA Gajayana, Yuk Temukan Jawabannya

Makin Manjakan Traveler, Hong Kong Perluas Jaringan Kereta Cepat ke Destinasi Favorit di Cina Daratan

Kabar gembira datang bagi para pelaku perjalanan dan wisatawan yang kerap berkunjung ke Hong Kong. Guna meningkatkan konektivitas dan memanjakan para penumpang, jaringan Kereta Api Cepat (High-Speed Rail/HSR) Hong Kong secara resmi mengumumkan perluasan rute operasionalnya secara besar-besaran.

Langkah strategis ini diambil oleh pihak MTR Corporation untuk menghubungkan Hong Kong secara langsung ke lebih banyak kota-kota utama dan destinasi wisata populer di wilayah Cina daratan, tanpa perlu melakukan transit yang merepotkan di stasiun perbatasan.

Dalam perluasan jaringan terbaru ini, stasiun ikonik Hong Kong West Kowloon kini melayani rute langsung ke berbagai kota strategis baru di provinsi tetangga, termasuk pusat-pusat ekonomi dan budaya yang tengah berkembang pesat. Dengan bertambahnya daftar destinasi ini, para pelancong kini dapat menikmati efisiensi waktu yang luar biasa berkat waktu tempuh yang terpangkas drastis menggunakan armada kereta cepat yang modern dan nyaman.

Perluasan ini tidak hanya menyasar para pebisnis yang membutuhkan mobilitas tinggi, melainkan juga dirancang untuk mendongkrak sektor pariwisata regional dengan membuka akses langsung ke tempat-tempat bersejarah dan pusat perbelanjaan favorit di daratan.

Pihak manajemen MTR mengungkapkan bahwa ekspansi ini didukung oleh peningkatan frekuensi perjalanan harian serta optimalisasi sistem tiketing digital yang semakin memudahkan wisatawan asing.

Penumpang kini dapat dengan mudah memesan tiket secara daring dan menikmati integrasi layanan imigrasi satu atap (co-location arrangement) di Stasiun West Kowloon, sehingga proses pemeriksaan paspor dan visa ke Cina daratan dapat diselesaikan sekaligus sebelum naik ke atas kereta. Peningkatan infrastruktur sipil ini diharapkan mampu mengukuhkan posisi Hong Kong sebagai gerbang transportasi internasional utama yang menghubungkan dunia luar dengan jaringan kereta cepat terbesar di dunia.

Kereta Cepat Hong Kong Ekspansi: Tambah 16 Destinasi Baru ke Cina Daratan Mulai Januari 2026

Pilihan Strategis Berkunjung ke Subang dengan KA Dharmwangsa Lewat Stasiun Pegadenbaru

Jalur kereta api lintas utara kini sudah semakin ramai dilintasi kereta api. Apalagi banyaknya kawasan perkotaan yang membuat masyarakat tak luput untuk berkunjung ke berbagai destinasi wisata. Tentunya menggunakan kereta api, bisa memenuhi keinginan masyarakat untuk tiba di kota tujuan dengan praktis dan mudah.

Salah satunya jalur kereta api di wilayah yang menghubungkan Jakarta dengan Subang. Nah, wilayah Subang inilah ternyata menjadi salah satu tujuan masyarakat yang memiliki beragam tempat menarik bahkan tujuan wisata. Stasiun yang paling populer dan kini bisa di singgahi adalah Stasiun Pegadenbaru. Sudah beberapa kereta api yang singgah di stasiun tersebut baik dari arah barat maupun timur Pulau Jawa.

YA, Stasiun Pegadenbaru memang sudah semakin diramaikan penumpang kereta api baik naik maupun turun. Salah satu kereta api yang kini menambah jadwal pemberhentian di Stasiun Pegadenbaru adalah Kereta Api (KA) Dharmawangsa rute Pasar Senen – Surabaya Pasar Turi pp. Diketahui bahwa konektivitas masyarakat Kabupaten Subang melalui Stasiun Pegadenbaru mencatat pertumbuhan penumpang hampir 10 persen sepanjang Januari hingga Mei 2026.

Data dari PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) menunjukkan aktivitas naik dan turun di Stasiun Pegaden Baru mencapai 52.985 penumpang selama lima bulan pertama tahun 2026. Jumlah tersebut meningkat 9,88 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 48.222 penumpang.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa KA Dharmawangsa menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk melakukan perjalanan di jalur utara Jawa karena menghubungkan berbagai kota penting, mulai dari Jakarta hingga Surabaya. Layanan kereta api ini menghubungkan banyak daerah penting dan mendukung mobilitas pelanggan untuk perjalanan keluarga, pekerjaan, pendidikan, maupun wisata.

KA Dharmawangsa melayani rute Jakarta–Surabaya melalui sejumlah kota besar seperti Bekasi, Subang, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang, Cepu, Bojonegoro, Lamongan hingga Surabaya. Di antara deretan stasiun pemberhentian KA Dharmawangsa, Stasiun Pegadenbaru memiliki peran strategis bagi masyarakat Kabupaten Subang. Stasiun yang berada di Kecamatan Pagaden tersebut menjadi pintu utama layanan kereta api jarak jauh bagi warga Subang yang ingin bepergian ke berbagai kota di Pulau Jawa.

Melalui Stasiun Pegadenbaru, masyarakat dapat melakukan perjalanan langsung menuju Jakarta, Cirebon, Semarang hingga Surabaya tanpa harus berangkat dari stasiun di kota lain yang lebih jauh. Berdasarkan data KAI, jumlah penumpang yang naik dari Stasiun Pegadenbaru selama Januari – Mei 2026 mencapai 26.369 orang atau meningkat 9,10 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 24.169 penumpang.

Diketahui, Kabupaten Subang yang memiliki luas wilayah 2.051,76 kilometer persegi dengan jumlah penduduk sekitar 1,67 juta jiwa memiliki kebutuhan mobilitas yang terus meningkat. Karakter wilayah yang membentang dari kawasan Pantura hingga pegunungan di selatan menjadikan transportasi yang terhubung antardaerah sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas masyarakat.

KA Dharmawangsa saat ini melayani pelanggan dengan kelas Eksekutif dan Ekonomi New Generation Modifikasi. Pada kelas Eksekutif, tersedia 50 tempat duduk dengan konfigurasi 2-2 searah perjalanan. Kursi dilengkapi fitur sandaran yang dapat direbahkan, diputar, sandaran tangan yang dapat disesuaikan serta pijakan kaki untuk meningkatkan kenyamanan selama perjalanan.

Sementara pada kelas Ekonomi, KAI menggunakan rangkaian Ekonomi New Generation Modifikasi hasil pengembangan Balai Yasa Manggarai. Setiap kereta memiliki 72 kursi model captain seat dengan konfigurasi 2-2 searah perjalanan kereta.

Melalui Stasiun Pegaden Baru, KA Dharmawangsa memberi akses langsung bagi masyarakat Subang menuju Jakarta, Cirebon, Semarang hingga Surabaya tanpa harus berangkat dari kota lain. Konektivitas ini membuka ruang yang lebih luas bagi warga untuk menjangkau pendidikan, layanan kesehatan, pekerjaan, dan kegiatan ekonomi. KAI ingin kehadiran kereta api membuat jarak antardaerah semakin mudah ditempuh.

Stasiun Jatibarang, Saksi Sejarah Tugu Presiden Soekarno

Kereta Api Pandalungan 2 Siap Beroperasi per 18 Juni 2026, Ada Diskon 30 Persen, lho!

Bagi masyarakat pengguna kereta api khususnya yang menempuh perjalanan hingga ke Kota Jember, ada kabar menarik yang di berikan PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI). Karena mulai 18 Juni 2026, Kereta Api (KA) Pandalungan 2 akan bertambah jadwal keberangkatannya. Ya, KA Pandalungan yang beroperasi dengan rute Stasiun Gambir menuju Stasiun Jember maupun sebaliknya bisa dinikmati penumpang dengan perjalanan pada pagi hari.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pengoperasian KA Pandalungan 2 merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan kapasitas layanan pada lintas Jakarta – Jember yang permintaannya terus tumbuh. Relasi ini memiliki peran strategis karena menghubungkan Jakarta dengan Jember serta berbagai kota penting di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur dalam satu perjalanan kereta api.

KA Pandalungan 2 akan melayani relasi Jember-Gambir dengan nomor KA 7049 dan Gambir-Jember dengan nomor KA 7050. Tiket perjalanan sudah dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal resmi penjualan tiket lainnya. Untuk perjalanan perdana, KAI memberikan diskon tiket sebesar 30 persen bagi pelanggan yang ingin mencoba layanan baru tersebut.

Anne menuturkan dengan adanya layanan ini, KAI bisa menjangkau masyarakat yang ingin bepergian dari Jakarta menuju Jember, Surabaya, Semarang, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Probolinggo, Pasuruan, hingga sejumlah kota lain di lintas utara Jawa. Penambahan perjalanan ini dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat, baik untuk keperluan bisnis, pendidikan, wisata, maupun perjalanan keluarga.

Untuk data penumpang, KAI mencatat layanan KA Pandalungan yang telah beroperasi sebelumnya menunjukkan kinerja positif. Sepanjang 2025, KA Pandalungan melayani sebanyak 409.200 penumpang. Sementara pada periode Januari hingga Mei 2026, jumlah penumpang mencapai 173.977 orang atau naik 5,31 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 165.197 penumpang.

Berdasarkan jadwal yang ditetapkan, KA Pandalungan 2 relasi Jember–Gambir berangkat dari Stasiun Jember pukul 09.05 WIB dan tiba di Stasiun Gambir pukul 22.03 WIB. Sementara untuk relasi Gambir–Jember, kereta berangkat pukul 09.25 WIB dan tiba di Jember pada pukul 23.20 WIB.

Tentunya, kereta ini akan melayani sejumlah stasiun penting yang di singgahi, antara lain Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang Tawang, Cepu, Bojonegoro, Lamongan, Surabaya Pasarturi, Surabaya Gubeng, Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo hingga Jember.

Selain mendukung mobilitas masyarakat, KAI menilai kehadiran KA Pandalungan 2 juga berpotensi memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi daerah. Jember dikenal memiliki berbagai destinasi wisata seperti Pantai Papuma, Pantai Watu Ulo, Sukorambi Botanical Garden, hingga gelaran Jember Fashion Carnaval. Masyarakat dari Jakarta maupun kota-kota lain di lintas utara Jawa kini memiliki pilihan perjalanan yang lebih fleksibel untuk menuju Jember dan kawasan Tapal Kuda.

Nantinya, sebagai bagian dari peluncuran layanan baru, KAI memberikan promo diskon tiket sebesar 30 persen bagi penumpang yang menggunakan KA Pandalungan 2 pada masa soft launching. Tiket perjalanan sudah dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal penjualan resmi lainnya.

Diketahui bahwa KA Pandalungan pertama kali diresmikan dan beroperasi perdana pada 1 Juni 2023. Kereta api kelas eksekutif ini memecahkan rekor sebagai layanan dengan rute terjauh milik PT KAI yang menempuh jarak 919 km dari Stasiun Jember, Jawa Timur menuju Stasiun Gambir, Jakarta.

Naik KA Pandanwangi? Jangan Lupa Turun di Stasiun Glenmore dan Nikmati Wisata Alamnya yang Sejuk

Wajib Tahu! Ini Arti Dibalik Kode Huruf ‘Misterius’ saat Memesan Tiket Kereta Api Kelas Ekonomi

Menggunakan kereta api tentu kini lebih mudah saat mengakses pemesanan maupun pembayaran melalui aplikasi di ponsel. Ya, berbagai rute yang diinginkan, harga yang ditetapkan, dan jenis kereta api yang di tampilkan bisa digunakan sebagai pilihan untuk melakukan perjalanan. Namun, saat menentukan pilihan pemesanan kereta api, tercantum berbagai huruf yang bisa terbilang ‘misterius’ khususnya pada kelas ekonomi.

Ya, pastinya menjadi pertanyaan saat memesan tiket kereta api kelas ekonomi dengan mencantumkan kode huruf yang sebagian masyarakat yang belum mengetahui jelas dari arti tersebut. Kode huruf-huruf misterius yang terdiri dari C, CA, Q, atau S terdapat di samping tulisan kelas ekonomi. PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) sengaja membagi kelas ekonomi ke dalam beberapa sub-kelas (sub-class) ini dengan variasi harga yang berbeda.

Ternyata, menurut penjelasan atau klarifikasi dari akun resmi X @KAI121, perbedaan harga ini tidak membedakan fasilitas atau layanan yang kamu terima di atas kereta, kok. Perbedaan tarif ini murni berdasarkan posisi gerbong, seberapa cepat kamu memesan tiket, atau jenis rangkaian keretanya saja.

Urutan sub-kelas kereta ekonomi dibuat berdasarkan tingkatan harga, mulai dari yang paling ekonomis hingga tarif tertinggi. Berikut adalah urutan tingkatan harga sub-kelas tersebut dari yang termurah:
Ekonomi C: Sub-kelas dengan harga tiket paling murah di antara semuanya.
Ekonomi CA: Harganya sedikit lebih mahal dari kelas C, namun lebih murah dibanding CB, CC, dan CD.
Ekonomi CB: Tarif berada di tengah-tengah, lebih mahal dari CA dan C, tetapi lebih murah dari CC dan CD.
Ekonomi CC: Harganya berada di atas kelas CB, namun masih di bawah kelas CD.
Ekonomi CD: Sub-kelas ekonomi dengan harga tiket tertinggi atau paling mahal.

Sebagai contoh, perbandingan harga ini dapat dilihat pada rute Pasar Senen – Arjawinangun. Tiket Ekonomi C di KA Airlangga dijual Rp49.000. Sementara di KA Gaya Baru Malam Selatan, tarif Ekonomi CA sebesar Rp250.000, Ekonomi CB Rp255.000, Ekonomi CC Rp265.000, dan Ekonomi CD mencapai Rp280.000.

Secara garis besar, sub-kelas C tetap menduduki posisi sebagai tiket paling murah jika disandingkan dengan kode P, Q, dan S. Uniknya, untuk kode Q dan S, PT KAI terkadang menjualnya dengan nominal harga yang persis sama. Pada rute Cimahi – Leles via KAI Access, tiket Ekonomi C di KA Serayu dijual seharga Rp63.000. Sementara itu, tiket Ekonomi Q dan Ekonomi S di KA Pangandaran sama-sama dibanderol dengan harga Rp105.000.

Aturan harga ini tak melulu pada setiap perjalanan. Pada beberapa rangkaian kereta tertentu seperti KA Papandayan rute Bandung – Leles, kode CA dan CD justru bisa dijual seharga Rp35.000, yang berarti lebih murah daripada kode Q dan S yang dibanderol Rp50.000.

Namun, kehadiran berbagai sub-kelas ekonomi ini memberikan keuntungan bagi penumpang untuk memilih tarif yang paling sesuai dengan anggaran. Memesan tiket sedini mungkin menjadi kunci utama untuk mendapatkan sub-kelas dengan harga termurah sebelum kehabisan.

Membeli tiket dengan harga murah tentu sangat menarik karena bisa menghemat biaya perjalanan. Penghematan budget tersebut bisa digunakan untuk keperluan lain seperti akomodasi atau konsumsi selama dalam perjalanan. Harga tiket yang lebih mahal daripada biasanya akan lebih berpengaruh terhadap budget perjalanan. Jadi, lakukan penghematan dengan cara membeli tiket dengan kode kereta yang lebih murah.

Dengan makin cepat memesan jadwal keberangkatan, makin besar peluang untuk mengamankan sub-kelas dengan harga termurah sebelum kehabisan. Karena kebijakan tarif kereta ekonomi ini bisa disesuaikan kembali oleh PT KAI sewaktu-waktu, pastikan rajin memantau update informasi terbaru di media sosial resmi atau langsung mengeceknya secara berkala lewat aplikasi KAI Access.

Ingin Merasa Nyaman Saat Naik Kereta Api? Yuk, Ikuti Arahan Mudah Berikut Ini

India Jadi Negara Pertama di Dunia yang Operasikan Kereta Kontainer Double-Stack Listrik!

Industri perkeretaapian global kembali mencatatkan sejarah baru, dan kali ini sorotan utama tertuju pada Negeri Anak Benua. India resmi mentasbihkan diri sebagai negara pertama dan satu-satunya di dunia yang berhasil mengoperasikan kereta api logistik bermuatan kontainer tumpuk dua (double-stack container) menggunakan lokomotif listrik sepenuhnya.

Prestasi mencengangkan ini sekaligus memosisikan India selangkah di depan raksasa transportasi dunia lainnya, seperti Amerika Serikat, Kanada, Cina, bahkan Australia, yang hingga saat ini belum mampu merealisasikan kombinasi teknologi ramah lingkungan tersebut pada armada kargo tumpuk mereka.

Meskipun sistem kereta kontainer double-stack sendiri sudah lama diadopsi oleh negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Kanada untuk menggenjot volume angkut logistik darat, armada mereka masih sangat bergantung pada lokomotif diesel konvensional yang bertenaga besar namun tinggi emisi.

Hambatan terbesar negara-negara Barat dalam meniru langkah India adalah masalah infrastruktur. Mengoperasikan kereta logistik dengan dua kontainer yang ditumpuk vertikal di atas jalur listrik aliran atas (LAA) membutuhkan ketinggian kabel yang ekstrem agar tidak memicu hubungan arus pendek akibat gesekan badan kontainer.

India memecahkan tantangan teknis yang rumit tersebut melalui proyek ambisius koridor logistik khusus mereka yang dikenal sebagai Dedicated Freight Corridors (DFC). Melalui inovasi rekayasa teknik dari Indian Railways, mereka merancang kabel LAA dengan ketinggian khusus yang mencapai 7,45 meter dari atas permukaan rel—jauh lebih tinggi daripada standar kabel kereta listrik penumpang konvensional di dunia yang rata-benar berkisar antara 5 hingga 5,5 meter.

Tidak hanya itu, pantograf (alat penangkap arus listrik) pada lokomotif listrik kelas berat milik India juga dimodifikasi dengan desain lengan yang lebih panjang (high-rise pantograph) agar tetap mampu menyentuh kabel listrik yang menjulang tinggi tersebut secara stabil saat kereta melaju kencang.

Keberhasilan integrasi operasional ini memberikan keuntungan ekonomi dan lingkungan yang luar biasa masif bagi sektor logistik India. Dengan lokomotif listrik tunggal, satu rangkaian kereta kini mampu menarik hingga puluhan gerbong datar yang mengangkut kontainer tumpuk dua sekaligus secara senyap dan bebas emisi karbon.

Langkah revolusioner ini tidak hanya memangkas biaya operasional bahan bakar solar secara signifikan, tetapi juga melipatgandakan kapasitas angkut kargo nasional dalam sekali perjalanan guna mempercepat distribusi barang dari pelabuhan utama menuju pusat-pusat industri di pedalaman India.

Bagi para pengamat dan pencinta moda transportasi kereta api di seluruh dunia, keberhasilan Indian Railways ini menjadi pembuktian bahwa inovasi teknologi perkeretaapian modern tidak lagi didominasi oleh negara-negara Barat atau Asia Timur saja. India telah membuktikan bahwa dengan visi infrastruktur yang tepat, modernisasi jalur logistik tidak harus mengorbankan komitmen ramah lingkungan.

Keberhasilan pengoperasian kereta double-stack elektrik ini dipastikan akan menjadi cetak biru baru yang memicu negara-negara lain untuk segera merombak arsitektur jalur kereta kargo mereka demi mengejar ketertinggalan dari New Delhi.

Sunyi Tanpa Publikasi, Ini Alasan Qantas Diam-diam Hentikan Rute Ikonis Nonstop Perth-London di Tahun 2026

Dunia penerbangan global kembali dikejutkan oleh keputusan strategis yang diambil secara senyap oleh maskapai bendera Australia, Qantas. Tanpa ada rilis pers besar-besaran, maskapai yang terkenal dengan logo kanguru terbang ini dilaporkan telah resmi menyudahi operasional rute penerbangan langsung (nonstop) ikonis mereka yang menghubungkan Perth (PER) dan London Heathrow (LHR). Langkah mengejutkan ini memicu tanda tanya besar, mengingat penerbangan jarak jauh bersandi QF9 dan QF10 tersebut sempat dinobatkan sebagai salah satu pelopor penerbangan sipil terpanjang di dunia (Ultra Long-Haul) yang sangat populer sejak pertama kali diluncurkan.

Mundur sedikit ke belakang, rute Perth-London yang diluncurkan pertama kali menggunakan armada Boeing 787-9 Dreamliner adalah salah satu permata mahkota bagi strategi jaringan Qantas. Penerbangan komersial berdurasi sekitar 17 jam ini berhasil memangkas waktu tempuh secara signifikan dengan mengeliminasi kebutuhan transit tradisional di Timur Tengah atau Asia Tenggara. Namun, memasuki tahun 2026, dinamika industri penerbangan yang bergeser cepat memaksa jajaran manajemen Qantas untuk mengubur rute kebanggaan warga Australia Barat ini demi kalkulasi bisnis yang lebih rasional.

Alasan utama di balik keputusan senyap Qantas ini murni didorong oleh persiapan logistik dan alokasi armada menjelang peluncuran megaproyek Project Sunrise. Seperti yang telah diketahui, Qantas tengah bersiap meluncurkan penerbangan komersial langsung paling ekstrem dalam sejarah dari Sydney dan Melbourne menuju London serta New York menggunakan armada Airbus A350-1000 khusus. Demi menjamin kelancaran megaproyek tersebut, Qantas membutuhkan konsolidasi sumber daya, kru, dan pesawat yang sangat masif. Mengingat sebagian besar penumpang rute Perth-London sebenarnya merupakan penumpang transit dari kota-kota besar di pantai timur Australia (seperti Sydney dan Melbourne), mempertahankan hub transit di Perth menjadi kurang efisien ketika penerbangan langsung dari pantai timur sudah di depan mata.

Faktor kedua yang turut mempercepat matinya rute ini adalah tekanan biaya operasional akibat fluktuasi harga bahan bakar avtur dan efisiensi armada. Menerbangkan Boeing 787-9 Dreamliner dengan tangki bahan bakar penuh untuk rute mendekati 15.000 kilometer membutuhkan biaya yang sangat tinggi. Beratnya beban bahan bakar yang harus dibawa di awal penerbangan justru membuat pesawat mengonsumsi lebih banyak bahan bakar per jamnya. Ketika margin keuntungan mulai tergerus oleh inflasi global dan adanya koridor udara alternatif yang lebih ekonomis, rute stand-alone dari Perth ini kehilangan daya tarik finansialnya di mata para analis keuangan maskapai.

Selain itu, masalah infrastruktur dan ketegangan kontrak jangka panjang antara Qantas dan Bandara Perth di masa lalu juga membayangi kelangsungan rute ini. Meskipun kesepakatan baru terkait pembangunan terminal terintegrasi baru telah tercapai, lini masa kesiapan infrastruktur di Perth dinilai tidak berkejaran dengan target ekspansi global Qantas yang kini bergeser penuh ke hub utama di pantai timur Australia. Bagi warga Perth, keputusan ini tentu menjadi pukulan telak karena mereka kini harus kembali ke era lama: transit di Singapura atau Timur Tengah untuk bisa menginjakkan kaki di Eropa.

Matinya rute nonstop Perth-London secara diam-diam ini menjadi bukti nyata bahwa di industri aviasi modern, sentimen historis dan reputasi sebuah rute ikonis akan selalu kalah telat oleh efisiensi rute dan profitabilitas angka di atas kertas. Qantas kini memilih melipat jangkar mereka di Australia Barat demi membentangkan layar yang lebih lebar di Sydney dan Melbourne.

Sukses di Rute Non-Stop Perth-London, Qantas Bersiap Terbang Non-Stop dari Sydney ke London!

Unik, Ini Alasan Lufthansa Taruh Toilet Airbus A340-600 di Ruang Kargo Bawah Pesawat

Bagi Anda yang pernah terbang jarak jauh menggunakan armada jet berbadan lebar (widebody) Airbus A340-600 milik maskapai Jerman, Lufthansa, Anda mungkin sempat terkejut saat hendak menuju toilet. Alih-alih berjalan menyusuri lorong kabin seperti di pesawat pada umumnya, Anda justru akan diarahkan untuk turun melewati sebuah anak tangga menuju perut pesawat.

Ya, Lufthansa menempatkan deretan toilet mereka di dek bawah (lower deck), tepat di area yang biasanya digunakan sebagai ruang bagasi dan kargo pesawat. Langkah penataan interior ini terbilang sangat langka di dunia aviasi komersial modern, namun memiliki alasan teknis dan bisnis yang sangat cerdas.

Secara anatomi, Airbus A340-600 adalah salah satu pesawat penumpang terpanjang di dunia dengan lambung (fuselage) yang sangat ramping dan memanjang. Ketika Airbus mendesain varian ini, mereka menawarkan opsi ruang utilitas fleksibel di dek bawah yang disebut Lower Deck Facilities.

Lufthansa menjadi salah satu dari segikit maskapai dunia yang menyambar ide unik ini untuk kelas ekonomi mereka. Di dalam perut A340-600 Lufthansa, terdapat area khusus yang menampung lima bilik toilet sekaligus, lengkap dengan ruang tunggu mini yang cukup luas bagi para penumpang sebelum menggunakan toilet.

Alasan utama di balik keputusan Lufthansa ini murni didasari oleh kalkulasi bisnis komersial: efisiensi kapasitas kursi di dek utama (main deck). Di dalam pesawat komersial, setiap jengkal ruang di kabin atas bernilai uang. Sebuah kompleks toilet standar di dek utama biasanya memakan ruang yang setara dengan 4 hingga 6 kursi kelas ekonomi.

Dengan memindahkan lima bilik toilet ke ruang kargo bawah, Lufthansa berhasil mengosongkan area yang sangat signifikan di kabin utama. Ruang kosong tersebut kemudian dikonversi menjadi barisan kursi penumpang tambahan, yang secara otomatis meningkatkan potensi pendapatan (revenue) maskapai pada setiap penerbangan jarak jauh tanpa harus memperbesar ukuran pesawat.

Selain keuntungan finansial bagi maskapai, inovasi tata letak ini juga memberikan dampak psikologis yang sangat positif bagi kenyamanan penumpang di kelas ekonomi. Dengan dipindahkannya toilet ke lantai bawah, masalah klasik kabin belakang seperti bau tidak sedap, suara bising siraman vakum toilet yang mengganggu tidur, serta antrean panjang penumpang yang menumpuk di lorong kabin dapat dihilangkan sepenuhnya. Penumpang kelas ekonomi kini bisa menikmati penerbangan panjang dengan suasana kabin yang jauh lebih bersih, tenang, dan lapang.

Kendati menawarkan kenyamanan ekstra, penempatan toilet di ruang kargo bawah ini tetap membawa konsekuensi teknis tersendiri yang membuat mayoritas maskapai lain enggan mengadopsinya. Membawa toilet ke dek bawah berarti mengurangi kapasitas volume kargo berbayar (belly cargo) yang bisa diangkut oleh pesawat. Bagi Lufthansa, hilangnya sedikit ruang kargo dinilai sepadan dengan tambahan kursi penumpang di atas.

Selain itu, aspek aksesibilitas juga menjadi tantangan; keberadaan tangga menuju toilet bawah ini tentu tidak ramah bagi penumpang penyandang disabilitas atau pengguna kursi roda. Untuk menyiasati hal tersebut, Lufthansa tetap menyisakan toilet khusus yang ramah disabilitas di dek utama.

Kini, seiring dengan mulai dipensiunkannya pesawat bermesin empat (quad-jet) seperti Airbus A340 demi beralih ke jet bermesin ganda yang lebih hemat bahan bakar seperti Airbus A350 atau Boeing 787, konsep toilet di ruang kargo bawah ini dipastikan akan menjadi bagian dari sejarah aviasi yang dirindukan. Struktur badan pesawat generasi baru saat ini tidak lagi didesain untuk menampung fasilitas tangga turun ke ruang kargo bawah secara massal di kelas ekonomi. Pengalaman unik turun tangga demi ke toilet di tengah penerbangan melintasi samudra pun kini menjadi tanda tangan ikonik yang hanya bisa Anda rasakan di armada A340-600 milik Lufthansa.

Lufthansa Mutilasi Airbus A340-600 Menjadi Souvenir Unik nan Artistik

KAI Beri Diskon 20 Persen Berlaku di Semua Kereta Khusus Penumpang Lansia

Bagi masyarakat, menggunakan kereta api tentu sesuatu yang mudah untuk melakukan perjalanan jarak jauh. Selain itu, masyarakat bisa menentukan jadwal keberangkatan dengan kereta api cukup mengakses melalui berbagai aplikasi yang disediakan. Tak hanya itu, semakin dimudahkan bagi masyarakat kalangan biasa yang melakukan perjalanan kereta api, namun bagi masyarakat yang berusia lanjut (lansia) pun justru lebih dipermudah.

Ya, dalam hal ini penumpang yang sudah lansia tetap bisa melakukan perjalanan kereta api ke berbagai daerah. Terutama dalam pembelian tiket khusus lansia, tentu mendapatkan kemudahan dan keringanan. Karena PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) memberikan diskon untuk penumpang lanjut usia (lansia). Diskon sebesar 20 persen ini berlaku untuk semua kelas Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) komersial, yakni kelas ekonomi, bisnis, dan eksekutif (kecuali Kereta Luxury atau wisata).

KAI menetapkan reduksi atau diskon tiket sebesar 20 persen untuk pelanggan berusia 60 tahun ke atas pada perjalanan kereta api jarak jauh komersial. Kebijakan ini tentu bertujuan untuk mendorong inklusivitas dalam layanan transportasi kereta api, memudahkan akses perjalanan bagi lansia, serta meningkatkan kesejahteraan sosial mereka.

Untuk potongan harga tersebut sudah berlaku setiap hari dan registrasi cukup dilakukan satu kali untuk penggunaan selanjutnya. KAI berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan ramah bagi para penumpang lanjut usia. Selain itu, hal tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan kepedulian terhadap kualitas hidup lansia, khususnya saat bepergian menggunakan transportasi umum.

Untuk memesan tiket kereta untuk lansia, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Salah satunya harus memenuhi beberapa syarat berikut ini:
• Usia minimal: 60 tahun ke atas
• Wajib membawa KTP (atau identitas resmi lain yang menunjukkan tanggal lahir)
• Tiket berdiskon khusus (biasanya untuk KA jarak jauh)

Untuk pemesanan tiket melalui ponsel, bisa dilakukan dengan cara berikut ini:
• Unduh dan buka aplikasi Access by KAI
• Buat akun atau login.
• Pilih “Tiket Kereta Api”.
• Masukkan stasiun asal & tujuan, tanggal, dan jumlah penumpang.
• Di bagian data penumpang, isi sesuai KTP lansia.
• Jika usia 60 tahun, sistem otomatis memberikan diskon lansia (jika tersedia).
• Lanjutkan ke pembayaran.

Lalu jika melakukan pemesanan melalui laman resmi KAI bisa mengikuti cara berikut ini:
• Kunjungi laman kai.id.
• Isi data perjalanan.
• Masukkan data lansia (sesuai KTP).
• Sistem akan otomatis mendeteksi usia lansia.
• Lanjutkan hingga pembayaran.

Dan jika melakukan pemesanan dengan cara datang langsung ke stasiun, bisa dilakukan dengan berikut ini:
• Datang ke loket penjualan tiket di stasiun.
• Bawa KTP asli lansia.
• Minta ke petugas untuk membeli tiket dengan diskon lansia.
• Petugas akan memproses dan memberikan diskon jika memenuhi syarat.

Perlu diketahui kembali bahwa diskon lansia tidak berlaku untuk semua kereta kelas Luxury maupun wisata. Begitu juga kuota diskon lansia terbatas di tiap perjalanan. Pastikan lansia selalu membawa KTP saat naik kereta untuk verifikasi usia.

Fasilitas ramah lansia di stasiun maupun dalam perjalanan kereta api tentunya selalu disediakan, mulai dari kursi roda bantuan, petugas yang siap sedia, hingga kemudahan aksesibilitas di lingkungan stasiun. Hal tersebut tentu bertujuan meningkatkan kepedulian terhadap kualitas hidup lansia, khususnya saat bepergian menggunakan transportasi umum.

Taruh Barang di Bagasi Kereta, Pahami Ketentuannya!

Tingkatkan Kualitas Pelayanan, Kereta Api Rajabasa Ganti Rangkaian Mulai Juli 2026

Satu-satunya melayani pemberangkatan dari Stasiun Tanjung Karang menuju Stasiun Kertapati maupun sebaliknya, Kereta Api (KA) Rajabasa yang paling diminati masyarakat. Kereta api ini menjadi yang terbaik bagi penumpang yang ingin melakukan perjalanan yang singgah di berbagai daerah di kawasan Lampung maupun Palembang.

PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) mendata jumlah total penumpang Kereta Api Rajabasa sepanjang 2025 melayani 686.788 penumpang. Pada Januari – Mei 2026, layanan ini melayani 388.190 penumpang, meningkat 38,29 persen dibanding periode yang sama pada 2025 sebanyak 280.719 penumpang. Artinya, terdapat tambahan 107.471 penumpang dalam lima bulan pertama di tahun 2026.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa setiap perjalanan dengan KA Rajabasa tentunya memiliki arti bagi setiap orang. Ada yang berangkat untuk bekerja, berdagang, menempuh pendidikan, atau pulang ke rumah. Serta menghubungkan langkah-langkah yang terus berjalan setiap harinya.

Layanan kereta api tersebut melewati beberapa wilayah seperti Rejosari dan Tegineneng hingga daerah pertanian Bekri yang subur. Jalur rel kereta ini juga melewati pusat perdagangan di Kotabumi sebelum menuju wilayah Martapura serta Baturaja.

Selain itu, penumpang dapat menikmati pemandangan berupa rumah panggung khas Lampung dan hamparan kebun dari dalam kereta. Wilayah industri energi Prabumulih menjadi salah satu titik pemberhentian penting sebelum rangkaian tiba di Kertapati. Para penumpang bisa menemukan berbagai kebudayaan khas daerah setempat.

Mengingat meningkatnya penumpang pengguna setia KA Rajabasa relasi Tanjung Karang – Kertapati pp., PT KAI akan melakukan peningkatan fasilitas pada layanan kereta api tersebut. Karena mulai 4 Juli 2026, rangkaian KA Rajabasa akan menggunakan Kereta Ekonomi Premium Modifikasi yang menawarkan tingkat kenyamanan lebih baik dibandingkan sarana sebelumnya, yakni Kereta Ekonomi Tegak Lurus berkapasitas 106 tempat duduk.

Langkah ini dilakukan untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman, khususnya bagi pengguna KA Rajabasa yang melayani perjalanan antardaerah dengan durasi cukup panjang dan menjadi moda transportasi andalan masyarakat di Lampung dan Sumatera Selatan. Tentunya, pembaruan sarana tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan KAI dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.

Anne menambahkan, berbagai masukan dari pelanggan menjadi salah satu landasan penting bagi perusahaan dalam merumuskan program peningkatan layanan. Menurutnya, KAI terus berupaya menghadirkan layanan yang semakin sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap perjalanan yang lebih nyaman, terjangkau, dan tetap andal.

Kedepannya, KAI menghadirkan Kereta Ekonomi Premium Modifikasi untuk memperbaiki pengalaman perjalanan penumpang. Dengan susunan 8 kereta ekonomi premium modifikasi, KA Rajabasa menyediakan 640 tempat duduk per perjalanan. Penumpang dapat menikmati individual seat dengan arm rest, reclining seat, AC central, stop kontak, serta konfigurasi tempat duduk yang lebih nyaman untuk perjalanan jarak jauh.

Diketahui bahwa KA Rajabasa merupakan kereta api Public Service Obligation (PSO) yang didukung Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan. Melalui dukungan tersebut, masyarakat dapat melakukan perjalanan jarak jauh antara Palembang dan Bandar Lampung dengan tarif terjangkau. Untuk jarak terjauh Kertapati–Tanjungkarang maupun sebaliknya, tarif KA Rajabasa sebesar Rp32.000.

Jalur Kereta Lampung-Palembang, Sinergikan Lintasan Penumpang dan Batubara