Spion Kamera di Bus, Siapa yang Paling Diuntungkan?

Spion kamera yang diperkenalkan di Indonesia oleh Karoseri Tentrem lewat produk terbarunya Avante D1 nyatanya punya fungsi lebih dari sekadar gaya. Spion itu dinilai mempermudah pengemudi saat bermanuver dalam kondisi tertentu.

Baca juga: PO Harapan Jaya Jadi yang Pertama Gunakan Kamera Sebagai Spion Bus

Salah satunya adalah saat bus akan masuk maupun keluar dari kapal roll on roll off (RoRo). Seperti diketahui ruang manuver kendaraan, terutama kendaraan besar sangatlah terbatas ketika di atas kapal.

Pada beberapa jenis kapal, bahkan pintu masuknya sangat sempit untuk sebuah bus berukuran besar. Jika pengemudi tidak lihai atau tidak berhati-hati, bodi dan spion bus bisa saja rusak lantaran menyenggol dinding kapal atau kendaraan lain.

Kelik, pengemudi bus antar kota antar provinsi (AKAP) jurusan Yogyakarta-Denpasar mengaku kerap kerepotan saat keluar atau masuk kapal di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Penyebabnya tak lain adalah spion busnya yang terlampau besar dan panjang menjulur ke depan.

“Spion kebesaran, tetapi kalau pakai yang kecil di samping kaya bus lama ya jelek bus model kaca double begini. Pas mau masuk itu susah, apalagi kalau dapat jatah parkir di pojok, sengsara,” tuturnya.

Dengan hadirnya spion kamera Kelik mengaku gembira lantaran ada kemungkinan kedepannya bus dari perusahaan tempatnya bekerja menggunakannya. Spion kamera menurutnya bakal sangat membantu saat bus bermanuver di atas kapal.

“Kalau kamera begitu kan enggak ada yang nongol panjang ke depan. Masuk kapal ya masuk aja, ada kamera yang samping juga kan enak itu buat lihat jarak samping tipis apa enggaknya waktu bus masuk kapal yang pintunya sempit,” katanya.

Walaupun demikian, menurut Kelik tetap diperlukan penyesuaian saat membawa bus dengan spion kamera. Karena bagaimanapun juga dirinya pasti akan gelagapan karena tak terbiasa.

Baca juga: Dituduh Intip Payudara Lewat Spion Tengah, Penumpang dan Sopir Taksi Perang Mulut

“Ya pastinya perlu penyesuaian kan? Anggap saja kaya dulu dari HP lama ke HP Android harus belajar, enggak bisa langsung. Kalau saya mungkin masih pasang kaca kecil di kanan kali,” ungkapnya. [Bisma Satria]

Unik, London Buat Jalur Sepeda di antara Halte dan Jalur Bus

Jalur sepeda berada diantara halte dan jalur bus? Ya, jalur ini dibangun di London dan dianggap gila oleh penumpang bus yang terpaksa menghindari pengendara sepeda yang ngebut ketika mereka turun dari bus. Kehadiran jalur sepeda di tengah-tengah halte bus membuat orang tua dan penyandang disabiilitas bisa menghadapi risiko tertabrak saat menyeberanginya.

Baca juga: Bandara Changi Buka Jalur Sepeda ke East Coast Park, Eh.. Ada Dinosaurus

Inisiatif baru tersebut dikenal sebagai jalur bersama penumpang bus dan bagian dari upaya dewan London utara untuk mendorong lebih banyak pesepeda untuk meninggalkan mobil. Jalur ini ditujukan untuk melindungi pesepeda di jalan sibuk yang membentang dari Kings Cross ke Tufnell Par di utara London.

Jalur aspal hitam sepanjang 20 meter telah dibangun di atas halte bus merah yang ada dan berdekatan dengan halte bus. Garis-garis bercat diagonal putih di tepi jalan ditujukan untuk memberikan ruang yang aman bagi penumpang untuk berdiri sebelum mencoba berjalan menyeberang ke trotoar.

Tetapi di dua jalur bersama yang dipasang di York Way, tidak ada tanda peringatan yang terlihat untuk penumpang bus dan tidak ada pengumuman yang dibuat oleh pengemudi untuk memperingatkan mereka yang pergi tentang risiko pengendara sepeda.

Seorang penumpang yang hampir tertabrak pengendara sepeda saat dia keluar dari bus No 390 dekat Kings Cross mengatakan bahwa kehadiran jalur tersebut adalah menunggu’kecelakaan menunggu untuk terjadi’.

“Tidak ada tanda peringatan dan orang-orang yang turun dari bus tidak tahu bahwa pengendara sepeda mengejarnya. Saya hampir ditabrak pengendara sepeda saat turun dari bus. Bayangkan betapa sulitnya bagi seorang ibu muda dengan kereta dorong bayi yang mencoba keluar dari belakang. Benar-benar gila,” ujar penumpangg itu.

Dia mengatakan skema itu hanya membuang-buang uang dan memprediksi kecelakaan. Penumpang itu mengungkapkan, kadang para pengendara sepeda datang dengan kecepatan tinggi di sini dan kecuali Anda memperhatikan akan ada tabrakan yang parah. Kebanyakan pengendara sepeda tidak pernah berhenti di lampu merah lalu lintas.

Seorang ibu muda dengan seorang anak perempuan berusia dua tahun yang sedang menunggu bus mengatakan bahwa dia akan khawatir tentang turun di malam hari ketika jarak pandang kurang.

“Tidak apa-apa di siang hari karena saya bisa melihat ke sepanjang jalan dan melihat apakah pengendara sepeda datang, tetapi pada malam hari itu adalah masalah yang berbeda. Banyak pengendara sepeda tidak mau repot-repot menggunakan lampu. Saya tidak mengerti mengapa ini dibangun,” ujar ibu itu.

Penumpang lain, seorang pria berusia 40-an, mengatakan bahwa jalur sepeda lebih merupakan pernyataan dari dewan yang dijalankan Partai Buruh untuk menunjukkan prioritas mereka untuk bersepeda di atas mobil.

“Lihat saja apa yang mereka lakukan ke wilayah dengan semua jalur sepeda pop up. Lalu lintas adalah mimpi buruk di Camden dan itu hanya akan menjadi lebih buruk,” kata pria itu.

Untuk diketahui, jalur bus bersama dipasang enam minggu lalu sebagai bagian dari tujuan dewan Camden untuk melindungi pengendara sepeda yang menggunakan jalan yang sibuk. Jalur sepeda sekarang dilindungi oleh tongkat plastik untuk menghentikan mobil berhenti di jalur dan memaksa pengendara sepeda untuk bermanuver di sekitar mobil yang diparkir.

Jalur penumpang bus bersama, yang dibiayai bersama oleh Camden Council dan Tfl, dirancang untuk alasan yang sama. Dua telah dipasang di Camden, dengan lebih banyak set akan ditambahkan di sekitar ibu kota. Pemberitahuan yang ditampilkan di halte bus di York Way diberi label Covid 19 Safety Cycling.

Dikatakan bahwa penumpang bus bersama dan perubahan lainnya adalah untuk membantu menyediakan ‘lingkungan bersepeda berkelanjutan yang aman’ dan juga mencakup penghapusan ruang parkir dan pengenalan garis kuning ganda untuk mencegah mobil menghalangi rute. Seorang juru bicara Dewan Camden mengatakan tanda berhenti telah dicat di awal jalur bersama untuk memperingatkan pengendara sepeda agar melambat dan langkah tersebut merupakan bagian dari percobaan selama 18 bulan.

Baca juga: Jelang Operasional Trem di Sydney, Pejalan Kaki, Pesepeda dan Pengendara Motor Harus Berbagi Jalur

“Pandemi Covi-19 telah menciptakan tantangan keselamatan jalan raya baru di Camden, dengan lebih banyak orang memilih untuk berjalan, bersepeda, dan mengemudi. Perubahan cara orang bepergian ini telah memberikan tekanan ekstra di jalan-jalan kami dan baik Pemerintah maupun walikota London telah jelas bahwa otoritas lokal perlu mengambil langkah-langkah untuk mengatasi hal ini. York Way adalah kunci untuk ini dan telah diidentifikasi oleh penduduk sebagai tempat di mana mereka ingin melihat fitur berjalan dan bersepeda yang lebih baik, kata juru bicara itu.

Kapan Ban Pesawat Diganti? Ini Jawabannya

Kendati berukuran kecil, keberadaan roda pesawat sangat krusial. Akan menjadi masalah besar andai ban atau roda pesawat tidak muncul agar pesawat bisa mendarat. Sama dengan ban kendaraan bermotor pada umumnya, ban pesawat (roda pendaratan) juga terbuat dari karet. Kendati begitu, umur ban pesawat disebut lebih pendek dibanding ban mobil-motor. Sebetulnya, kapan ban pesawat harus diganti?

Baca juga: Berkaca dari Insiden Garuda Indonesia di Biak, Mengapa Ban Pesawat Bisa Meledak?

Jawaban sederhananya tentu saat ban pesawat sudah aus atau bahasa sederhananya ‘botak’ atau kondisi dimana  kembangan ban (alur ban) sudah tidak lagi kentara terlihat dan berfungsi sempurna. Pertanyaannya, berapa lama ban pesawat dari baru sampai botak sehingga harus diganti?

Dilansir Quora, pesawat diketahui hanya menghabiskan waktu selama sekitar 30-60 detik untuk lepas landas. Pada proses ini sudah pasti ban pesawat terlibat langsung. Bila ditotal dengan proses dari apron sampai lepas landas, ini bisa mencapai tiga menit, tergantung seberapa kompleks traffic dan luas bandara.

Selain lepas landas, proses turun landas (take off) juga melibatkan langsung ban pesawat. Kurang lebih prosesnya memakan waktu yang sama dengan proses lepas landas, sekitar 30-60 detik dan tiga menit untuk proses dari apron.

Dalam sehari, pesawat diketahui bisa terbang satu atau dua kali sehari di penerbangan jarak jauh di atas enam jam. Sedangkan di rute-rute di bawah itu atau rute regional, pesawat bisa terbang lima sampai enam kali dalam sehari. Tentu ini angka rata-rata, tergantung maskapai. Bila ditotal, berarti dalam sehari penggunaan ban pesawat hanya sekitar 6-12 menit pada rute internasional dan 15 menit untuk rute domestik.

Angka tersebut tentu jauh dari rata-rata jam penggunaan ban pada kendaraan bermotor. Begitu juga dari kilometer penggunaan ban.

Meski begitu, hal tersebut dinilai wajar lantaran tekanan dan gesekan pada aspal yang diterima ban pesawat. Ini pada akhirnya membuat umur ban pesawat lebih pendek atau lebih cepat aus dibanding ban kendaraan bermotor di darat.

Menurut pensiunan instruktur penerbangan, Kancheepuram Narasimhan, ban pesawat umumnya diganti setelah sekitar 200 pendaratan atau sekitar 1.200 menit penggunaan. Sangat jauh dibanding ban kendaraan bermotor, bukan?

Indikator lain yang menjadi dasar digantinya ban pesawat adalah keausan yang mencapai 1/8 dari keliling ban. Jadi, bukan berarti satu titik ban sudah mengalami keausan itu akan langsung diganti melainkan harus menunggu sampai sekitar 1/8-nya terlebih dahulu.

Baca juga: Niat Hati Mau Ngumpet di Ban Pesawat, Wisatawan Gelap Asal Rusia Dibekuk Petugas Bandara Taiwan

Keputusan diganti tidaknya ban pesawat ada di tangan pilot dan ground engineer. Setelah pesawat mendarat, ground engineer mengecek dan hasilnya disampaikan ke pilot penerbangan berikutnya.

Di situ diputuskan perlu tidaknya mengganti ban. Bila tingkat keuasan masih dalam kategori normal, penerbangan biasanya akan dilanjutkan baru kemudian dikirim ke bengkel pesawat untuk diganti ban.

Sambut Piala Dunia 2026, Meksiko Gandeng Teknologi dan Transportasi Masif Asal Cina demi Kelancaran Turnamen

Gelaran akbar Piala Dunia FIFA 2026 yang diselenggarakan di tiga negara Amerika Utara kini resmi bergulir. Di antara para tuan rumah, Meksiko menjadi salah satu negara yang paling sibuk bersiap menyambut jutaan suporter sepak bola dari berbagai belahan dunia. Menariknya, demi memastikan mobilitas penonton berjalan mulus serta operasional pertandingan tetap terjaga di tengah tantangan infrastruktur yang masif, Meksiko kini bersandar kuat pada ekosistem teknologi dan armada transportasi massal besutan korporasi rahasia maupun global asal Cina.

Keterlibatan Negeri Tirai Bambu ini tidak hanya terlihat dari papan iklan sponsor di pinggir lapangan Stadio Azteca, melainkan merasuk langsung ke dalam jantung sistem transportasi publik perkotaan dan fasilitas penunjang jalannya pertandingan. Langkah strategis ini diambil pemerintah lokal Meksiko guna memodernisasi jaringan mobilitas sipil mereka demi menghadapi lonjakan beban penumpang yang ekstrem selama perhelatan akbar ini berlangsung.

Sebagai kota metropolitan yang menjadi salah satu episentrum pertandingan Piala Dunia, Kota Meksiko (Mexico City) menaruh perhatian besar pada kelancaran arus transportasi para suporter (commuter). Menghadapi masalah polusi udara kronis serta armada angkutan umum yang menua, pemerintah kota telah melakukan investasi besar-besaran untuk mendatangkan bus listrik dan sistem rel ringan (light rail) dari produsen otomotif terkemuka Cina seperti Yutong, CRRC, dan BYD.

Ratusan bus listrik ramah lingkungan asal Cina kini memadati jalur-jalur utama Transmilenio dan koridor bus cepat (BRT) menuju area sekitar stadion. Selain itu, proyek modernisasi Jalur 1 Metro Kota Meksiko yang merupakan jalur kereta bawah tanah tertua di kota tersebut juga digarap menggunakan teknologi persinyalan dan rangkaian kereta baru dari CRRC Cina. Kehadiran armada transportasi massal baru ini diklaim mampu meningkatkan kapasitas angkut harian, memperpendek waktu tunggu (headway) antar-kereta, sekaligus memberikan kenyamanan tinggi bagi para penumpang internasional melalui integrasi sistem informasi digital di dalam kabin.

Sektor transportasi sipil bukan satu-satunya yang mendapat suntikan modernisasi. Di ranah operasional turnamen, raksasa teknologi asal Cina juga memegang peranan krusial dalam mengubah pengalaman menikmati pertandingan sepak bola. Jenama global seperti Lenovo dan Hisense menanamkan investasi hingga lebih dari 500 juta dolar AS bukan sekadar untuk membeli ruang iklan, melainkan bertindak langsung sebagai penyedia infrastruktur teknologi dan layanan operasional pertandingan.

Layanan tayangan ulang visual berbasis kecerdasan buatan (AI) yang disematkan pada sudut pandang wasit di lapangan didukung penuh oleh gawai canggih milik Lenovo, memberikan sudut pandang siaran langsung yang jauh lebih imersif bagi penonton di rumah maupun di layar raksasa stadion. Di sisi lain, sistem peninjauan keputusan atau Video Assistant Referee (VAR) di stadion-stadion Meksiko menggunakan modul layar pemantau generasi terbaru dari Hisense yang menjamin reproduksi detail gambar dengan akurasi tinggi guna membantu wasit mengambil keputusan krusial di atas lapangan secara presisi dan cepat.

Kendati infrastruktur transportasi dan teknologi penunjang sudah disiapkan secara maksimal, perhelatan Piala Dunia 2026 ini juga menyisakan catatan tersendiri bagi para suporter. Berdasarkan pantauan di lapangan, antusiasme penonton dari kawasan Asia, termasuk Cina, tetap meledak meskipun mereka harus merogoh kocek sangat dalam akibat melambungnya harga tiket pertandingan, tarif akomodasi perhotelan, hingga biaya transportasi antar-kota pembantu di kawasan Amerika Utara yang melonjak drastis menjelang upacara pembukaan.

Melalui sinergi investasi transportasi publik berbasis listrik serta penetrasi teknologi AI canggih di stadion, Meksiko berambisi membuktikan kepada dunia bahwa mereka mampu mengelola turnamen berskala raksasa ini dengan efisien. Kolaborasi erat dengan industri Cina ini sekaligus menjadi bukti nyata bagaimana modernisasi sistem transportasi sipil di era modern tidak lagi bisa dilepaskan dari peran dominan rantai pasok teknologi global demi menjaga kelancaran mobilitas massal.

Yang Tiada Duanya dari Bandara Don Mueang Bangkok, Ada Lapangan Golf di Antara Dua Runway

Siapa yang tak kenal dengan Don Mueang, bandara di Kota Bangkok ini begitu dikenal lantaran menjadi saksi bisu peristiwa pembajakan DC-9 Garuda Indonesia “Woyla” di tahun 1981. Dan saat ini, Don Mueang yang dioperasikan Angkatan Udara Thailand, masih setia melayani penerbangan komersial, khususnya penerbangan regional berbiaya murah (LCC).

Baca juga: 40 Tahun Lalu, Pembajakan Pesawat DC-9 “Woyla” Garuda Indonesia Jadi yang Pertama dalam Sejarah

Terlepas dari sejarah Don Mueang, tahukah Anda, bahwa ada sisi unik di bandara ini yang tidak ada bandingannya dengan bandara lain di dunia. Dikutip dari Simplyflying.com, disebut bahwa Don Mueang adalah satu-satunya bandara di dunia yang memiliki lapangan di antara dua ruwway. Sebagai informasi, Bandara Don Mueang dikenal unik dengan keberadaan dua landas pacu yang dibangun sejajar. Nah, area hijau di antara dua runway itulah yang dijadikan lapangan golf.

Nama lapangan golf itu adalah Kantarat yang dibangun di atas rumput di antara dua landasan pacu bandara. Dan hebatnya, lapangan golf di tengah runway ini usianya sudah lumayan lama. Dari sejarahnya, Don Mueang yang menjadi salah satu bandara tertua di dunia, awalnya dibuka sebagai pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Thailand pada tahun 1914, dengan penerbangan komersial dimulai pada tahun 1924.

Don Mueang menjadi bandara utama untuk Bangkok sampai Bandara Suvarnabhumi yang baru dibuka pada tahun 2006. Don Mueang ditutup untuk waktu yang singkat setelah bandara baru dibuka, tetapi segera dibuka kembali sebagai hub untuk penerbangan regional LCC untuk banyak maskapai penerbangan.

Mengenai keberadaan Lapangan Golf Kantarat, ternyata dibuka oleh Angkatan Udara Kerajaan Thailand pada tahun 1952. Lapangan Golf Kantarat dirancang dengan 18 lubang ukuran penuh, dengan semua lubang terletak di ruang hijau antara dua landasan pacu (21L/3R dan 21R/3L). Berada di ruang terbuka, tidak ada tembok atau pagar tinggi yang memisahkan jalur dari landasan pacu (dan jalur taxii). Jadi dapat Anda bayangkan, bermain golf di Kantarat kaya akan sensasi pemandangan menakjubkan, terutama bisa melihat dari dekat proses take off dan landing.

Baca juga: Inikah Lokasi Pesawat Bersejarah DC-9 “Woyla” PK-GNJ Garuda Indonesia Berada Saat Ini?

Lapangan Golf Kantarat statusnya kini dimiliki oleh AU Thailand, tetapi terbuka untuk umum. Menurut informasi dari Thaigolfer.com, satu putaran golf dikenakan tarif US$38. Lantaran berlokasi di obyek vital, maka setiap pemain golf harus melewati pemeriksaan keamanan yang ketat sebelum mereka dapat menggunakan lapangan. Untuk menjamin keamanan penerbangan, rupanya ada sistem ‘lampu merah’ yang menahan permainan golf saat pesawat mendarat dan tinggal landas.

Halte KA (Kereta Api) Roban, Apakah Ada Hubungannya dengan Alas Roban?

Berada di wikayah Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang, bangunan halte ini bisa dibilang cukup kecil dan sulit terlihat saat naik kereta api. Ya, posisi halte ini berada di petak antara Stasiun Kuripan dan Stasiun Ujungnegoro. Saat melintas halte ini tak sedikit pula kereta api yang melintas sangat kencang dengan kecepatan maksimumnya yakni 100 km/jam.

Halte ini dinamakan Halte Roban. Sekilas namanya tak asing dengan kawasan yang terkenal di Kendal, Jawa Tengah. Ya. Kawasan Alas Roban yang digadang-gadang menyimpan mitos atau misteri saat melewati kawasan tersebut. Lalu apakah terkait hubungannya antara Halte Roban dengan kawasan Alas Roban?

Biasanya nama stasiun/halte kereta api tak jauh dari nama kawasan atau desa yang dilewatinya. Seperti halnya Halte Roban yang sudah non aktif ini, ternyata memang tak jauh atau hampir mendekati kawasan jalan pantura yakni Alas Roban. Halte Roban dengan Jalan Alas Roban berada di kabupaten yang sama, yaitu Batang, Jawa Tengah.

Kondisi bangunan Halte Roban hingga saat ini. (Foto: Dok. Tangkapan Layar Youtube @AhmadSR4)

Keberadaan Halte Roban ini berada persis di pinggir rel yang masih lengkap dan kokoh terlihat dari berbagai sudut. Selain berada di pinggir rek kereta api, halte ini dikelilingj perkebunan karet yang menjulang tinggi. Dibagian belakang halte juga terdapat mushola kecil yang sepertinya tidak terawat dengan baik. Kemudian disampingnya terdapat jalan desa yang menghubungkan dari Jalan Raya Batang menuju Pantai Roban.

Dilansir dari laman Wikipedia, bahwa halte yang kini hanya memiliki dua jalur kereta api ini belum diketahui kapan tepatnya dinonaktifkan, kemungkinan dikarenakan lokasi haltenya yang terpencil di tengah Alas Roban dan juga jaraknya lebih dekat dengan Stasiun Kuripan. Nama Roban pun berasal dari nama hutan ini.

Bangunan halte hanya menyisakan bangunan permanen yang mirip dengan Stasiun Kendal. Bangunan itu hanya memiliki satu pintu. Ditinjau dari perbandingan bangunan tersebut dengan Stasiun Kendal, halte ini diperkirakan dibangun oleh Semarang–Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS) saat perusahaan itu mulai membangun jalur kereta apinya pada tahun 1898.

Jalur Brumbung-Solo Jadi Acuan Alternatif Jika Terjadi Gangguan Perjalanan Kereta Api

Perkuat Jaringan Pariwisata, Stasiun Kebumen jadi Simbol Destinasi Wisata Alam Unggulan Para Pelancong

PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto seperti tak ada habisnya kawasan yang memiliki segudang tempat wisata. Ya, masyarakat sebagai pengguna setia kereta api tentu paham betul saat melintasi wilayah tersebut berbagai stasiun yang disinggahi memiliki ciri khas tersendiri dari sektor wisata.

Saat menggunakan kereta api, berbagai stasiun di wilayah Daop 5 Purwokerto menjadi daerah favorit untuk di datangi. Tak hanya sekadar pulang kampung, tapi menikmati suasana alam yang asri membuat para pelancong terus berdatangan. Nah, stasiun yang berada di wilayah ini memang sedang ramai diperbincangkan masyarakat karena terkenal dengan wisata alamnya yang begitu asri.

Ya, inilah Stasiun Kebumen yang berlokasi di Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen. Stasiun ini merupakan salah satu simpul penting dalam jaringan transportasi kereta api di jalur selatan Pulau Jawa. Stasiun yang diresmikan pada 16 Juli 1887 ini awalnya dibangun untuk mendukung mobilitas masyarakat serta memperlancar distribusi hasil bumi dan logistik.

Manager Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, mengatakan bahwa seiring perkembangan zaman, Stasiun Kebumen telah bertransformasi menjadi stasiun besar kelas C yang melayani aktivitas naik dan turun penumpang setiap hari.

Sebanyak melayani 79 perjalanan kereta api setiap harinya yang menghubungkan masyarakat ke berbagai kota di Pulau Jawa, seperti Jakarta, Bandung, Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, hingga Ketapang.

Sebagai stasiun utama di Kabupaten Kebumen, lokasinya yang berada dekat dengan pusat pemerintahan semakin memperkuat perannya sebagai penggerak mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi daerah.

Karena itulah, untuk melayani masyarakat dari berbagai kalangan, KAI juga menghadirkan layanan kereta api bersubsidi pemerintah melalui skema Public Service Obligation (PSO) yang berhenti di Stasiun Kebumen. Layanan tersebut memberikan pilihan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat.

Kereta api PSO yang berhenti di Stasiun Kebumen yaitu KA Bengawan relasi Purwosari–Pasarsenen PP dengan tarif berkisar Rp70.000 hingga Rp74.000. Masyarakat juga dapat menuju Bandung menggunakan KA Kutojaya Selatan dengan tarif Rp58.000 hingga Rp62.000. Selain itu, KA Kahuripan dengan tarif Rp80.000 hingga Rp84.000 melayani perjalanan menuju Bandung hingga sejumlah kota di Jawa Timur, seperti Kediri dan Blitar.

Selain berperan sebagai pusat transportasi, Kabupaten Kebumen juga dikenal memiliki beragam destinasi wisata alam unggulan, mulai dari kawasan pantai hingga Geopark Kebumen. Beberapa destinasi yang banyak diminati wisatawan antara lain Pantai Menganti yang menawarkan panorama laut berpadu dengan perbukitan hijau, serta Pantai Karangbolong dengan keindahan Sagara View.

Volume penumpang di Stasiun Kebumen juga menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Rata-rata volume penumpang berangkat dan datang per bulan pada tahun 2023 tercatat sebanyak 46.750 penumpang. Angka tersebut meningkat menjadi 52.853 penumpang pada 2024, kemudian 56.323 penumpang pada 2025, dan hingga Mei 2026 mencapai 64.685 penumpang.

PT KAI Daop 5 Purwokerto berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan di Stasiun Kebumen, baik dari sisi fasilitas, keselamatan, maupun kenyamanan. kehadiran stasiun ini dapat semakin mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan pengembangan pariwisata di Kabupaten Kebumen dan sekitarnya.

Seperti Tak Kenal Waktu, Aktivitas Langsir Kerap Kali Dilakukan di Stasiun yang Dijuluki ‘Stasiun BBM’ Ini

Pangkas Waktu Respons, Drone Penyelamat TY-3R Mampu Melesat 50 Km/Jam Demi Tolong Korban Tenggelam

Kasus kecelakaan air akibat terseret arus atau tenggelam di destinasi wisata kini memiliki solusi penanganan baru yang jauh lebih cepat, presisi, dan efisien. Di tengah statistik global yang menunjukkan bahwa insiden tenggelam merenggut lebih dari 236.000 jiwa setiap tahunnya di seluruh dunia, inovasi teknologi mutakhir hadir lewat peluncuran pelampung terbang otomatis (flying lifebuoy) berkode TY-3R. Perangkat inovatif ini didesain khusus untuk mengubah menit-menit kritis yang menegangkan sebelum tim penyelamat tiba menjadi sebuah garis kehidupan (lifeline) baru bagi para korban di atas air.

Secara spesifikasi teknis, TY-3R memiliki desain yang sangat kompak dengan bobot super ringan di bawah 5 kilogram. Keunikan utama drone hibrida ini terletak pada performa geraknya yang luar biasa; mampu terbang rendah tepat di atas permukaan air dengan kecepatan maksimal mencapai 50 km/jam. Memanfaatkan sistem navigasi GPS canggih, TY-3R dapat melacak posisi korban yang tenggelam secara otomatis dan akurat, lalu melakukan pendaratan tepat di dalam jangkauan tangan korban.

Berbeda dengan drone logistik konvensional yang melepaskan muatan pelampung dengan cara menjatuhkannya dari udara (dropping) yang berisiko meleset terbawa angin atau arus, TY-3R bertindak langsung sebagai pelampung itu sendiri. Begitu mendarat di air, perangkat ini langsung berfungsi sebagai wahana apung penopang yang mampu menahan bobot hingga tiga orang dewasa sekaligus agar tetap mengapung dengan aman.

Untuk memastikan presisi operasional yang tinggi, TY-3R juga dibekali dengan kamera internal yang memancarkan tayangan video secara langsung (live camera feed) ke perangkat kendali jarak jauh operator di darat, memudahkan pemantauan kondisi fisik korban secara real-time.

Saat ini, TY-3R sudah mulai masuk dalam tahap penggunaan praktis (practical use) di berbagai situs penyelamatan air, termasuk area sungai besar dan titik-titik wisata air padat pengunjung di Hangzhou, Cina. Pengerahan drone ini terbukti sukses memangkas waktu respons penyelamatan darurat secara drastis dibandingkan dengan metode konvensional seperti pengerahan kapal motor atau berenang manual, terutama saat menghadapi kondisi perairan yang berarus deras dan berombak ekstrem.

SeeArch, Pelampung Penyelamat yang Dikemas Ergonomis dalam Tas Pinggang

Penumpang Kereta Api di Daop 5 Purwokerto Kian Meningkat Signifikan, Stasiun Ini Jadi yang Tertinggi Peminatnya

Berbagai wilayah yang disinggahi kereta api tentunya mampu meningkatkan data volume masyarakat yang turun naik di berbagai stasiun. Apalagi di dalamnya memiliki destinasi wisata yang terkenal dan bisa dikunjungi tiap waktu.

Seperti berbagai wilayah jalur kereta api di Pulau Jawa yang mampu menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara. Nah, adapun salah satu wilayah pengguna kereta api yang kini makin ramai dikunjungi berada di wilayah Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto.

Wilayah ini juga banyak sekali dikunjungi masyarakat. Adapun berbagai macam stasiun yang tentunya menjadi ikonik tersendiri karena mampu menarik perhatian para pelancong maupun saat arus mudik.

Beberapa stasiun yang biasa ramai digandrungi masyarakat di wilayah Daop 5 Purwokerto seperti Bumiayu, Purwokerrto, Sidareja, Cilacap, Kroya, Kebumen, dan Kutoarjo. Maka tak heran, kereta api berbagai kelas turut singgah dan berhenti di stasiun-stasiun tersebut.

Dari data yang diperoleh, sepanjang Januari hingga Mei 2026, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI), Daop 5 Purwokerto mencatat lebih dari 2 juta penumpang telah diberangkatkan menuju berbagai kota di Pulau Jawa. Jumlah keberangkatan mencapai 2.004.786 penumpang, meningkat sekitar 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 1.766.029 penumpang.

Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api terus tumbuh, baik untuk kebutuhan bekerja, pendidikan, urusan keluarga maupun perjalanan wisata. Sementara itu, tujuan perjalanan yang paling diminati pelanggan dari wilayah Daop 5 masih didominasi kota-kota besar.

Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, mengatakan bahwa tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api tidak terlepas dari konsistensi perusahaan dalam menjaga kualitas layanan, khususnya ketepatan waktu perjalanan kereta api atau On Time Performance (OTP).

Selama periode Januari hingga Mei 2026, KAI Daop 5 Purwokerto mencatat rata-rata OTP keberangkatan kereta api penumpang mencapai 99,81 persen, sementara OTP kedatangan mencapai 97,73 persen.

Stasiun Purwokerto masih menjadi stasiun dengan jumlah keberangkatan penumpang tertinggi di wilayah Daop 5. Hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 742.262 pelanggan berangkat dari stasiun tersebut.

Posisi berikutnya ditempati Stasiun Kutoarjo dengan 280.442 penumpang, Stasiun Kroya 231.339 penumpang, Stasiun Kebumen 162.809 penumpang, Stasiun Gombong 116.291 penumpang, serta Stasiun Cilacap sebanyak 97.431 penumpang.

Capaian ini menjadi dorongan bagi KAI Daop 5 Purwokerto untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan mempertahankan keandalan operasional, sehingga kereta api tetap menjadi moda transportasi yang diandalkan masyarakat.

Dengan tren pertumbuhan pelanggan yang terus meningkat dan tingkat ketepatan waktu yang tetap terjaga, kereta api semakin memperkuat posisinya sebagai pilihan transportasi yang aman, nyaman, dan efisien bagi masyarakat.

KAI juga terus berupaya menjaga kualitas layanan. Upaya tersebut meliputi perawatan sarana dan prasarana secara berkala, penguatan koordinasi operasional, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia yang bertugas di lapangan.

Corat–coret Dinding Stasiun Purwokerto akan Dipercantik dengan Karya Seni Lukis Mural

Perjalanan Privat dan Premium, Penumpang Kereta Compartment Suite Naik Hingga 79 Persen, Ini Penjelasan KAI

Makin banyak kenyamanan yang dirasakan masyarakat saat naik kereta api. Berbagai fasilitas yang ditawarkan menjadikan penumpang lebih terasa nyaman saat di perjalanan. Tak hanya menggunakan kelas biasa, namun kelas yang mewah pun lebih dirasakan penumpang dengan menghadirkan segala fasilitas yang disediakan di atas kereta api. Salah satunya saat menggunakan kereta terbaru yakni kereta Compartment Sutite.

Baik penumpang wisatawan nasional maupun mancanegara, menggunakan Compartment Suite tentu menghadirkan suasana yang lebih berbeda dan luar biasa. Pasalnya, kereta ini menawarkan perjalanan privat dan premium. Setiap masing-masing penumpang memiliki ruangan tersendiri yang hanya di tempati oleh satu orang saja.

Berbagai rangkaian kereta api yang di gabungkan dengan Compartment Suites Class sudah beroperasi ke berbagai rute tujuan, seperti Surabaya dan Banyuwangi. Berbagai kota yang dilewati kereta ini juga menarik para wisatawan yang tentunya ingin mencoba bagaimana kenyamanan dengan berbagai fasilitas yang diberikan selama menempati kereta tersebut.

PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) mencatat jumlah penumpang Kereta Compartment Suite mencapai 16.315 penumpang, atau meningkat dibanding periode yang sama tahun 2025 sebanyak 9.097 penumpang. Jumlah ini mengartikan bahwa antusias masyarakat yang menggunakan kereta mewah tersebut sangat luar biasa.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, hal ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai memilih layanan perjalanan privat dan premium. Banyak masyarakat mulai memilih moda transportasi yang memungkinkan perjalanan terasa lebih santai, nyaman, dan memberikan ruang untuk beristirahat selama perjalanan berlangsung.

Minat masyarakat terhadap layanan Compartment Suite terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, jumlah pelanggan layanan kereta premium tersebut mencapai 20.565 orang atau meningkat 79,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 11.465 penumpang.

Perubahan gaya hidup dan tingginya mobilitas membuat banyak orang mulai memandang perjalanan dengan cara berbeda. Waktu yang dihabiskan selama perjalanan tidak lagi dianggap sebagai jeda kosong di antara dua aktivitas, melainkan menjadi bagian yang ingin dimanfaatkan secara optimal.

Tak sedikit pula yang memilih menikmati perjalanan dengan membaca buku, menyaksikan pemandangan dari jendela, atau sekadar menikmati suasana yang lebih tenang. Saat kereta melintasi hamparan persawahan, kawasan pegunungan, hingga bentang perkotaan di Pulau Jawa, pelanggan dapat menikmati perjalanan dalam ritme yang lebih santai. Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan mengapa layanan premium seperti Compartment Suite semakin diminati.

Berbagai fasilitas pada Compartment Suite juga dirancang untuk mendukung kenyamanan maksimal. Setiap kabin dilengkapi kursi ergonomis yang dapat direbahkan secara elektrik hingga 140 derajat.

Tak hanya itu, penumpang memperoleh berbagai fasilitas pendukung seperti personal entertainment system, WiFi gratis, USB charging port, stop kontak pribadi, ambient lighting, serta meja lipat multifungsi. Layanan makanan dan minuman complimentary, bantal dan selimut premium, hingga pelayanan train attendant profesional turut melengkapi pengalaman perjalanan.

Saat ini layanan Compartment Suite tersedia pada beberapa kereta unggulan KAI, yakni KA Bima Compartment Suite relasi Gambir – Surabaya Gubeng pp., KA Anggrek Compartment Suite relasi Gambir – Surabaya Pasarturi pp., KA Argo Semeru Compartment Suite relasi Gambir – Surabaya Gubeng pp., serta KA Sangkuriang Compartment Suites Bandung – Ketapang pp. Keberadaan layanan tersebut menjadi alternatif bagi masyarakat yang menginginkan pengalaman perjalanan lebih eksklusif tanpa harus menggunakan transportasi udara.

Pertumbuhan pelanggan Compartment Suite menjadi gambaran perubahan tren mobilitas masyarakat Indonesia. Ketika akses terhadap perjalanan cepat semakin mudah diperoleh, perhatian publik justru bergeser pada kualitas pengalaman yang dirasakan selama perjalanan. Hal itulah yang tercermin dari meningkatnya minat terhadap layanan Compartment Suite KAI. Bagi banyak pelanggan, perjalanan bukan lagi sekadar perpindahan dari satu kota ke kota lain, melainkan pengalaman yang ingin dinikmati dan dikenang.

Dibalik Kemewahan Kereta Compartment Suites, Ada Dukungan KAI Services