Bukan Hanya Megah, Inilah Deretan Bandara Terbesar di Dunia Berdasarkan Luas Lahan

Dalam dunia penerbangan, kemegahan sebuah bandara sering kali diukur dari jumlah penumpang atau kecanggihan terminalnya. Namun, ada satu faktor lain yang tak kalah mengagumkan, yaitu luas wilayah daratan yang dikuasai oleh bandara tersebut. Beberapa bandara di dunia memiliki luas yang sangat fantastis, bahkan menyamai atau melebihi luas sebuah kota besar.

Luas lahan yang masif ini biasanya diperlukan untuk mengakomodasi banyak landasan pacu (runway), infrastruktur pendukung, hingga zona penyangga lingkungan yang luas demi pengembangan jangka panjang.

Posisi pertama sebagai bandara terluas di dunia masih dipegang teguh oleh Bandara Internasional King Fahd (DMM) di Dammam, Arab Saudi. Luas bandara ini benar-benar sulit dibayangkan, yakni mencapai sekitar 776 kilometer persegi. Sebagai perbandingan, luas lahan bandara ini bahkan lebih besar dari keseluruhan wilayah negara tetangganya, Bahrain. Meskipun memiliki area yang sangat luas, hanya sebagian kecil dari lahan tersebut yang saat ini digunakan untuk operasional penerbangan, sementara sisanya disiapkan sebagai cadangan strategis untuk pengembangan di masa depan.

Beralih ke Benua Amerika, Bandara Internasional Denver (DEN) menempati urutan kedua sekaligus menjadi bandara terluas di Amerika Serikat. Dengan luas mencapai 135,7 kilometer persegi, Denver International Airport terkenal dengan atap terminalnya yang ikonik berbentuk tenda-tenda putih menyerupai pegunungan salju. Luasnya lahan Denver memungkinkan bandara ini memiliki tata letak landasan pacu yang unik dan efisien, serta memberikan ruang yang sangat lega untuk perluasan terminal tanpa harus terkendala oleh pemukiman penduduk di sekitarnya.

Di posisi selanjutnya, terdapat Bandara Internasional Istanbul (IST) di Turki yang menjadi representasi kemegahan modern di persimpangan Asia dan Eropa. Sejak beroperasi penuh menggantikan Bandara Ataturk, bandara ini terus berkembang dengan luas lahan mencapai 76,5 kilometer persegi. Istanbul Airport dirancang untuk menjadi hub global terbesar yang mampu menampung hingga 200 juta penumpang per tahun setelah seluruh fase pembangunannya selesai. Dengan lahan yang begitu luas, Turki berhasil membangun infrastruktur penerbangan yang sangat kompetitif di kancah internasional.

Bandara Istanbul Resmikan Operasional ‘Triple Runway’ – Tingkatkan Kapasitas Penerbangan dan Mengurangi Waktu Delay

Selain ketiga raksasa tersebut, nama-nama seperti Bandara Internasional Dallas/Fort Worth (DFW) di Texas dan Bandara Internasional Orlando (MCO) di Florida juga masuk dalam jajaran elit ini. Dallas/Fort Worth mencakup area seluas 69,6 kilometer persegi, yang saking luasnya, bandara ini memiliki kode pos tersendiri dan layanan darurat yang mandiri.

Sementara itu, Orlando dengan luas 47 kilometer persegi memanfaatkan lahannya untuk mendukung operasional tinggi sebagai gerbang utama menuju berbagai destinasi wisata dunia di Florida.

Bagi para penumpang, luasnya bandara-bandara ini tentu menjadi tantangan tersendiri, namun di sisi lain menunjukkan betapa vitalnya peran infrastruktur udara dalam menghubungkan mobilitas global.

Bandara Internasional King Fahd, Bandara dengan Wilayah Terluas di Dunia

Hafeet Rail Tembus Progres 40 Persen, Pengerjaan Terowongan di Pegunungan Hajar dan Infrastruktur Sohar Jadi Fokus Utama

Proyek kereta api lintas negara pertama di Jazirah Arab, Hafeet Rail, menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan. Hingga akhir April 2026, pengerjaan infrastruktur yang menghubungkan Uni Emirat Arab (UEA) dan Oman ini secara resmi telah mencapai angka 40 persen. Proyek ambisius senilai USD 2,5 miliar ini tidak hanya sekadar menghubungkan dua wilayah, tetapi juga menjadi bukti nyata sinergi teknologi transportasi modern di Timur Tengah.

Berdasarkan pembaruan terbaru, fokus konstruksi saat ini terkonsentrasi di beberapa lokasi kunci yang memiliki tantangan geografis tinggi, terutama di wilayah perbatasan dan koridor pegunungan.

Konstruksi fisik kini tengah berlangsung masif di empat wilayah utama sepanjang 238 kilometer jalur utama yang menghubungkan Sohar dengan Abu Dhabi. Titik pengerjaan tersebut meliputi wilayah Al Ain di UEA yang menjadi area integrasi dengan jaringan Etihad Rail, kemudian masuk ke Al Buraimi di Oman sebagai titik krusial pertemuan dua negara, lalu melintasi koridor lembah Wadi Al Jizzi, dan berakhir di pusat logistik strategis Sohar. Di titik-titik inilah ribuan pekerja dan alat berat dikerahkan untuk memastikan target operasional dapat tercapai tepat waktu tanpa mengabaikan aspek kualitas infrastruktur.

Salah satu pencapaian teknis terbesar yang tengah menjadi sorotan adalah dimulainya penggalian terowongan di kawasan Pegunungan Hajar, Al Buraimi. Pihak Hafeet Rail mengonfirmasi bahwa penggalian pada Terowongan 1 dan 2 sedang menunjukkan kemajuan pesat. Secara total, proyek ini akan dilengkapi dengan jaringan terowongan sepanjang 2.500 meter untuk memastikan kereta penumpang dapat melaju mulus pada kecepatan 200 km/jam. Medan pegunungan yang terjal menjadi tantangan teknik tersendiri, namun hal ini sekaligus menjanjikan pemandangan yang spektakuler bagi para penumpang di masa depan.

Hubungkan Abu Dhabi – Dubai dengan Kereta Cepat, Etihad Rail Mulai Layani Penumpang di Tahun 2026

Skala masif proyek ini tercermin dari volume material yang telah diolah hingga periode April 2026. Tercatat lebih dari 27 juta meter kubik tanah telah digali dan ditimbun untuk pembentukan badan jalan kereta (earthworks), serta penggunaan beton yang telah melampaui angka 100.000 meter kubik. Selain itu, sebanyak 80 struktur termasuk jembatan tinggi (viaducts) sedang dalam berbagai tahap pembangunan, didukung oleh penanaman 900 tiang pancang beton dan pemasangan 130 box culverts untuk menjamin sistem drainase yang mumpuni di tengah iklim gurun yang ekstrem.

Selain pembangunan jalur utama, pengembang yang terdiri dari konsorsium Etihad Rail, Oman Rail, dan Mubadala Investment Company juga mempercepat pembangunan fasilitas stasiun dan depo logistik di Sohar serta Al Buraimi. Menariknya, di tengah percepatan pengerjaan fisik ini, manajemen Hafeet Rail berhasil mencatatkan rekor 10 juta jam kerja aman tanpa kecelakaan kerja besar. Hal ini menunjukkan standar keselamatan kerja yang sangat ketat meskipun proyek sedang berada dalam fase konstruksi yang intensif.

Kehadiran Hafeet Rail diharapkan mampu merevolusi cara masyarakat melakukan perjalanan di kawasan Teluk. Jika biasanya perjalanan darat dari Abu Dhabi ke Sohar memakan waktu hingga 3,5 jam, dengan kereta api ini nantinya waktu tempuh akan terpangkas drastis menjadi hanya 100 menit saja.

Etihad Rail Buka Terowongan Kereta Terpanjang di Uni Emirat Arab

Tekan Food Waste, Airbus Manfaatkan Kecerdasan Buatan untuk Kurangi Sisa Makanan di Kabin Pesawat

Masalah sisa makanan (food waste) di dalam penerbangan telah lama menjadi tantangan besar bagi maskapai di seluruh dunia. Selain berdampak pada lingkungan, ketidakefisienan dalam pengelolaan katering juga membebani biaya operasional. Menjawab tantangan tersebut, produsen pesawat asal Eropa, Airbus, meluncurkan inisiatif baru berbasis Kecerdasan Buatan (AI) untuk membantu maskapai meminimalkan sisa makanan di kabin.

Melansir laporan dari Simple Flying, inisiatif yang dikembangkan melalui unit Airbus Services ini bertujuan untuk menganalisis perilaku konsumsi penumpang secara lebih akurat. Dengan menggunakan algoritma AI, maskapai dapat memprediksi jenis makanan apa yang paling banyak dikonsumsi dan apa yang sering kali tersisa di piring penumpang. Data ini nantinya digunakan untuk mengoptimalkan jumlah dan jenis makanan yang dibawa dalam setiap penerbangan.

Selama ini, maskapai cenderung membawa makanan dalam jumlah maksimal untuk memastikan semua penumpang terlayani, namun hal ini sering kali berujung pada pembuangan berton-ton makanan yang tidak tersentuh. Dengan sistem AI Airbus, data dari penerbangan sebelumnya akan diolah untuk memberikan rekomendasi katering yang lebih presisi berdasarkan rute, waktu penerbangan, hingga profil demografis penumpang pada jadwal tersebut.

Keuntungan dari penggunaan teknologi ini tidak hanya terbatas pada pengurangan limbah makanan. Dengan jumlah katering yang lebih pas, bobot pesawat dapat dikurangi, yang secara langsung berdampak pada efisiensi penggunaan bahan bakar dan penurunan emisi karbon. Hal ini sejalan dengan target industri penerbangan global untuk mencapai net-zero emissions pada tahun 2050.

Airbus optimistis bahwa integrasi AI dalam layanan kabin akan menjadi standar baru bagi maskapai modern. Bagi para penumpang, langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas sajian, karena maskapai dapat lebih fokus pada menu-menu yang memang terbukti menjadi favorit pelanggan. Inisiatif ini membuktikan bahwa teknologi tinggi tidak hanya soal mesin dan navigasi, tetapi juga solusi cerdas untuk kenyamanan dan keberlanjutan di dalam kabin.

Santap Sisa Makanan Penumpang, Awak Kabin Ini Terancam Sanksi Berat

Mulai 1 Mei 2026 Pemberhentian Kereta Api di Daop 5 Purwokerto Alami Perubahan, Yuk Cek Jadwalnya di Sini

Perjalanan kereta api bagi masyarakat saat ini sudah semakin antusias dalam hal ketepatan waktu. Selain itu beberapa kereta api saat ini sudah mulai alami perubahan dalam setiap pemberhentian di beberapa stasiun di wilayah tertentu. Ini karena meningkatnya jumlah masyarakat pengguna kereta api di kawasan tersebut, mengharuskan perjalanan kereta api singgah di beberapa tambahan stasiun.

Ya, salah satunya beberapa stasiun di wilayah Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto. Ternyata ada beberapa perjalanan kereta api yang menjadi tambahan pemberhentian demi permintaan penumpang yang antusias dan setia pengguna kereta api. Karena selain praktis, beberapa tambahan pemberhentian di beberapa stasiun tersebut juga memiliki peningkatan yang cukup baik. Biasanya di wilayah Daop 5 Purwokerto tentu adanya daya tarik masyarakat yang memiliki potensi wisata khusus di kawasan tersebut.

Penyesuaian jadwal penambahan pemberhentian di wilayah Daop 5 Purwokerto akan di mulai pada 1 Mei 2026 mendatang. Hal tersebut meliputi perubahan jadwal keberangkatan dan kedatangan serta penambahan stasiun pemberhentian. Manajer Humas KAI Daop 5 Purwokerto M. As’ad Habibuddin mengatakan, penyesuaian dilakukan untuk meningkatkan keandalan operasional sekaligus memberikan layanan yang lebih optimal kepada pelanggan. Serta diharapkan dapat meningkatkan performa operasional serta memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi pelanggan.

Berikut ini daftar nama- nama kereta api yang alami perubahan penyesuaian jadwal pemberhentian, sebagai berikut:
• KA 10A Argo Wilis relasi Bandung–Surabaya Gubeng
• KA 77C Lodaya relasi Solo Balapan–Bandung
• KA 78C Lodaya relasi Bandung–Solo Balapan
• KA 114C Sawunggalih relasi Pasar Senen–Kutoarjo
• KA 284B Serayu relasi Pasar Senen–Purwokerto
• KA 287A Serayu relasi Purwokerto–Pasar Senen
• KA 291A Kutojaya Selatan relasi Kutoarjo–Kiaracondong.

Untuk KA Argo Wilis, penyesuaian terjadi di Stasiun Kroya dengan waktu tiba berubah dari pukul 11.46 WIB menjadi 11.56 WIB, sedangkan keberangkatan bergeser dari pukul 11.49 WIB menjadi 11.59 WIB. Kemudian di Stasiun Kutoarjo, waktu tiba mengalami perubahan dari pukul 12.38 WIB menjadi 12.48 WIB dan jadwal keberangkatan dari pukul 12.41 WIB menjadi 12.51 WIB.

Lalu untuk KA 77C Lodaya mengalami percepatan waktu kedatangan dan keberangkatan di sejumlah stasiun, meliputi Kutoarjo, Kebumen, Gombong, Kroya, dan Sidareja. kereta ini juga menambah pemberhentian di Stasiun Gandrungmangun dengan waktu tiba pukul 10.36 WIB dan berangkat pukul 10.42 WIB.

Penambahan pemberhentian di Stasiun Gandrungmangun juga berlaku untuk KA 78C Lodaya, dengan jadwal tiba pukul 10.32 WIB dan keberangkatan pukul 10.38 WIB. Untuk KA 114C Sawunggalih, perubahan terjadi pada waktu kedatangan dan keberangkatan di Stasiun Karanganyar dan Kebumen. Serta waktu tiba di Stasiun Kutoarjo disesuaikan menjadi pukul 12.39 WIB.

KA 284B Serayu mengalami perubahan jadwal di sejumlah stasiun, yakni Sidareja, Gandrungmangun, Jeruklegi, Maos, dan Kroya. Sementara itu, KA 287A Serayu mengalami penyesuaian waktu di Stasiun Gandrungmangun dan Sidareja. Dan untuk KA 291A Kutojaya Selatan mengalami perubahan waktu kedatangan di Stasiun Maos, dari pukul 11.49 WIB menjadi 11.38 WIB.

D52, Lokomotif Uap Modern Pasca Kemerdekaan Indonesia

Hari ini, 21 Tahun Lalu, Airbus A380 Sukses Terbang Perdana

Tepat hari ini, 21 tahun lalu yang bertepatan dengan 27 April 2005, dikenal sebagai momen besar dalam sejarah kedirgantaraan internasional, pasalnya, pada tanggal itu, telah terbang perdana pesawat jet penumpang komersial terbesar di dunia saat ini, Airbus A380. 

Baca juga: Tak Satupun Terbang, Airbus A380 Keok dari “Queen Of The Skies” Boeing 747

Momen sakral 27 April 2005, ditandai dengan seremoni yang dilakukan di Toulouse, Perancis. Setelah upacara pembukaan, sambutan, dan sejenisnya usai, Airbus pun memamerkan A380 pertama di dunia. Disebutkan, Airbus memperkenalkan prototipe itu dengan nomor registrasi F-WWOW. Nomor registrasi itu bukan sekedar kode belaka, melainkan ada pesan besar yang diusung Airbus.

Tiga huruf terakhir menunjukkan semangat Airbus terhadap pesawat, yang mengingatkannya pada gelaran akbar Olimpiade, beserta pernak-perniknya. “Itu (tiga huruf terakhir) mengingatkan pada upacara pembukaan Olimpiade, lengkap dengan penari menyerupai malaikat, melayang di atas awan asap biru,” tulis BBC mengutip pernyataan pejabat Airbus saat memamerkan A380 pertama.

Setelah diperkenalkan, tiga bulan kemudian, F-WWOW melakukan penerbangan perdana atau first maiden di langit Kota Toulouse, Perancis, pada 27 April 2005. Penerbangan dipimpin langsung oleh Jacques Rosay, kepala pilot penguji Airbus, dibantu enam awak.

Pesawat lepas landas dari Toulouse pada 10.29 waktu setempat dan mengudara selama hampir empat jam. Selama waktu ini, F-WWOW berhasil memenuhi semua tujuan utama uji terbang. Tiga jam 54 menit kemudian, pesawat mendarat di Toulouse pada 14.23. Kedatangannya disambut meriah oleh jurnalis, avgeeks, dan bahkan masyarakat pada umumnya.

Setelah melakukan penerbangan perdana dan tidak dikirim ke maskapai untuk layanan komersial, lantas apa aktivitasnya dan dimana pesawat itu sekarang berada? Menurut Planespotters.net, pesawat yang dinamakan Jacques Rosay tetap berada dalam genggaman Airbus. Umumnya, pesawat dioperasikan sebagai pesawat uji.

Usai sukses melakukan penerbangan perdana, Jacques Rosay mengaku puas dengan performa pesawat. Terutama ketika climbing tak lama setelah lepas landas. “Dalam beberapa menit pertama penerbangan, kami terkesan dengan kemudahan handling pesawat,” ujarnya.

Sepanjang hampir 16 tahun itu, tercatat F-WWOW baru dua kali digrounded dalam waktu yang cukup lama. Pertama terjadi antara Februari 2017 dan Januari 2019. Adapun yang kedua terjadi dari September 2019 hingga November 2020.

Selebihnya, pesawat terus dioperasikan Airbus untuk berbagai keperluan. Data dari RadarBox.com, umumnya, Airbus A380 “Jacques Rosay” beroperasi secara melingkar, dimana pesawat lepas landas dan mendarat di Toulouse -seperti sedang melakoni flight to nowhere- selama 30 menit sampai 6 jam lebih. Terakhir kalinya pesawat terbang pada 25 Maret, dari Toulouse pada 10.53 dan mendarat empat jam 53 menit kemudian pada 15.46.

Baca juga: Airbus A380 Pernah Ingin Dijadikan Air Force One, Batal Gegara Hal Ini

Dilansir Simple Flying, prototipe pertama Airbus A380 mulai dipamerkan ke publik pada 18 Januari 2005. Ketika itu, Airbus membuat acara besar-besaran menyambut pesawat widebody andalannya ini. Maklum, pabrikan asal Eropa tersebut memang sejak pertama kali berdiri belum bisa menggoyang kompetitor abadinya, Boeing, di pangsa pasar widebody.







Nissan Garap Prototipe Sistem Anti Dehidrasi Untuk Pengemudi

Sadar atau tidak, saat lama duduk di kendaraan terkadang membuat seorang pengemudi lupa mengkonsumsi cairan, dan akibatnya secara tak sadar yang bersangkutan bisa mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan. Dan faktanya masalah kekurangan cairan bisa membuat pengemudi kekurangan daya konsentrasi.

Baca juga: Selain Banyak Minum, Dehidrasi di Pesawat Bisa Dicegah dengan Cara Ini

Sebagai manufaktur otomotif papan atas, Nissan sangat memperhatikan bahaya yang ditimbulkan dari belakang kemudi, terkhusus pada masalah dehidrasi yang dialami pengemudi. Dengan adanya isu tersebut, Nissan kemudian mengembangkan sebuah prototipe seat and steering wheel combo, konsep kursi mobil yang bisa berubah warna saat pengemudi kekurangan cairan atau memutuhkan minuman.

Sensor menjadi kuning saat seseorang dehidrasi(newatlas.com)

Dalam penggarapan proyek prototipe ini, Nissan menggandeng perusahaan desain asal Belanda, Droog untuk pembuat lapisan tekstil yang sensitif pada cairan hasil keringat. Droog sendiri sebelumnya pernah menelurkan konsep pakaian atlet untuk memperingatkan saat dehidrasi mengancam. Adanya pengalaman Droog membuat lapisan tekstil seperti itu, membuat Nissan mengintegrasikan hal tersebut pada crossover Juke yang melapisi baik kemudi dan jok depan khususnya belakang kemudi sebagai sistem peringatan pada pengemudi yang haus, kekurangan cairan atau dehidrasi.

Ide ini awalnya datang saat seseorang yang mengemudikan mobilnya dan baru selesai berolahraga dimana kondisi tubuh berkeringat baik di baju maupun tangan mereka. Cara kerja lapisan ini adalah akan merespon dan menjadi kuning jika seseorang tersebut mengalami dehidrasi serta akan berwarna biru bila terhidrasi dengan baik.

Baca juga: Hindari Penumpang Pingsan, Suhu Kabin Pesawat Harus Selalu Dingin

Nissan juga melakukan riset terkait dengan masalah bahayanya berkendara saat mengalami dehidrasi. Tak ayal uji coba dalam simulator mengemudi juga dilakukan tahun 2013 lalu dan mendapatkan hasil dimana dehidrasi meyebabkan lebih dari dua kali lipat jumlah insiden di jalanan di bandingkan yang terhidrasi dengan baik.

Para peneliti mengatakan, jumlah kesalahan yang ditunjukkan oleh pengemudi terkena dehidrasi seperti lane drifting dan pengereman akhir, sama dengan orang-orang yang dipengaruhi alkohol dengan kadar 0,08 persen. Nissan mengatakan, dari dua pertiga pengemudi tidak paham mengenali gejala-gejala dehidrasi seperti merasakan reaksi yang lebih lambat dan kehilangan fokus.

Sensor menjadi biru saat seseorang terhidrasi dengan baik(newatlas.com)

Padahal dengan minum air agar terhidrasi yang baik merupakan satu cara untuk meningkatkan kinerja otak manusia. Ya, untuk pastinya setiap pengemudi yang mengalami dehidrasi akan berbeda dan tidak sekuat mengemudi saat terhidrasi dengan baik. Namun untuk kapannya Nissan menggunakan teknologi crossover Juke ini belum jelas dan para ilmuwan semakin membuat kajian bagaimana keringat bisa mengungkapkan informasi tentang kondisi manusia termasuk kedar glukosa dan kelelahan otot.

Harap Sabar! Boeing 777X Baru Akan Mengudara Tahun 2027, Molor 7 Tahun dengan Kerugian Fantastis

Kabar kurang sedap kembali datang dari raksasa dirgantara Amerika Serikat, Boeing. Pesawat yang digadang-gadang menjadi masa depan penerbangan jarak jauh, Boeing 777X, dilaporkan baru akan memasuki masa layanan operasional (entry into service) pada tahun 2027. Penundaan terbaru ini menandai perjalanan panjang yang penuh liku bagi program 777X, yang kini mencatatkan total keterlambatan hingga tujuh tahun dari jadwal aslinya.

Mengutip laporan dari Simple Flying, penundaan ini bukan sekadar soal waktu, melainkan juga beban finansial yang sangat berat. Boeing diperkirakan telah menghabiskan dana tambahan hingga US$15 miliar (sekitar Rp244 triliun) akibat berbagai kendala teknis dan proses sertifikasi yang kian ketat. Situasi ini tentu menjadi pukulan telak bagi maskapai-maskapai besar dunia yang telah lama menanti kedatangan burung besi raksasa ini untuk memperbarui armada mereka.

Awalnya, Boeing memproyeksikan 777X dapat dikirimkan kepada pelanggan pertama pada tahun 2020. Namun, serangkaian masalah teknis terus menghantui. Salah satu kendala utama yang sempat menghentikan uji terbang adalah masalah pada mesin GE9X yang masif, serta kegagalan dalam uji beban struktur pada pintu kabin saat fase pengetesan darat.

Selain masalah teknis internal, Boeing kini menghadapi pengawasan yang jauh lebih ketat dari Otoritas Penerbangan Federal AS (FAA) pasca insiden 737 MAX. Proses sertifikasi yang jauh lebih detail dan memakan waktu lama membuat jadwal pengiriman 777X terus terdorong ke belakang. Pihak Boeing sendiri menyatakan bahwa mereka fokus pada keamanan dan kualitas demi memastikan pesawat ini benar-benar siap saat menyapa penumpang nantinya.

Penundaan hingga tahun 2027 ini memberikan efek domino bagi strategi bisnis maskapai. Emirates, sebagai pemesan terbesar Boeing 777X, telah berulang kali menyatakan kekecewaannya. Maskapai yang berbasis di Dubai tersebut terpaksa harus memperpanjang masa pakai armada Boeing 777-300ER dan Airbus A380 lama mereka, yang tentu membutuhkan biaya perawatan ekstra.

Selain Emirates, maskapai besar lainnya seperti Lufthansa, Qatar Airways, Singapore Airlines, hingga Cathay Pacific juga berada dalam posisi sulit. Mereka harus mengatur ulang rencana ekspansi rute jarak jauh mereka yang sebelumnya sangat bergantung pada efisiensi bahan bakar yang dijanjikan oleh teknologi sayap lipat (folding wingtips) milik 777X.

Meskipun molor cukup lama, Boeing 777X tetap menjadi pesawat yang paling dinanti. Dengan kapasitas penumpang yang besar dan efisiensi bahan bakar yang diklaim 10% lebih baik dari kompetitornya, pesawat ini diprediksi akan mengubah peta persaingan rute ultra-long-haul. Boeing berkomitmen untuk menggunakan waktu tambahan ini guna memastikan transisi ke layanan operasional berjalan semulus mungkin tanpa kendala teknis yang berarti.

Bagi para penumpang, tahun 2027 mungkin terasa masih lama. Namun, kehadiran Boeing 777X nantinya dipastikan akan membawa standar kenyamanan baru di udara, dengan kabin yang lebih luas, jendela yang lebih besar, dan tekanan kabin yang lebih nyaman bagi perjalanan lintas benua.

Emirates Borong 90 Unit 777x Senilai US$52 Miliar, Pertahankan Gelar Maskapai Terbesar Pengguna Boeing 777 Series

Inilah Kisah Dibalik Lahirnya KA Sri Tanjung beserta Asal Usul Penggunaan Namanya

Paling digemari masyarakat untuk perjalanan dari Jawa Tengah hingga paling ujung timur Pulau Jawa, kereta api ini lahir. Ya, selain tarifnya masih dikenal sebagai harga tiket subsidi, namun dibalik sejarah lahirnya kereta api ini rasanya sangat menarik untuk dibahas. Apalagi jalur yang ditempuh disinggahi kawasan yang terkenal dengan ciri khasnya tersebut.

Ya, Kereta Api (KA) Sri Tanjung inilah yang jadi idola masyarakat yang hendak melakukan perjalanan tapi tetap dengan tarif yang murah. Rutenya pun cukup terkenal dengan berbagai kawasan yang juga digemari masyarakat khususnya pada area wisata. Diketahui bahwa KA Sri Tanjung melewati berbagai stasiun besar maupun kecil yang tentu memiliki bangunan cagar budaya yang hingga kini masih dipertahankan keasliannya.

Namun dari penamaan KA Sri Tanjung sendiri juga memiliki sejarah yang masih melekat di masyarakat. Apalagi yang sudah terbiasa menggunakan kereta api tersebut dengan rute Lempuyangan – Ketapang pulang pergi. Kereta api ini mengadopsi dari kisah asal-usul nama Kabupaten Banyuwangi. Cerita ini diangkat dari cerita rakyat Sri Tanjung berasal dari khazanah kebudayaan Jawa pada masa Kerajaan Majapahit.

Kisah itu memfokuskan pada karakter seorang istri bernama Sri Tanjung dan suaminya, Sidapaksa. Cerita dimulai ketika Sidapaksa menduga Sri Tanjung berselingkuh. Pada suasana duka, Sri Tanjung mengambil keputusan ekstrim untuk membuktikan kesetiaannya kepada suaminya.

Ia melompat ke dalam sumur sambil mengucapkan sumpah. Jika sumur beraroma busuk, maka tuduhan suaminya benar. Namun, jika sumur beraroma wangi, maka tuduhan itu salah. Ajaibnya, setelah Sri Tanjung melompat ke dalam sumur, aromanya berubah menjadi wangi. Ini dianggap sebagai bukti kesetiaan dan kejujuran Sri Tanjung.

Kini daerah sekitar sumur itu kemudian dikenal dengan nama “Banyuwangi,” yang berasal dari kata “banyu” (air) dan “wangi” (harum). Dan dipakai untuk nama KA Sri Tanjung. Hingga saat ini sumur yang konon menjadi saksi dari peristiwa itu masih ada. Lokasinya berada di belakang Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Kelurahan Temenggungan, Kecamatan Kota Banyuwangi.

Saat ini KA Sri Tanjung menghadirkan pilihan perjalanan, meski kadang dianggap tidak nyaman karena kursi tegak dan adu dengkul. Walau agak menyiksa setidaknya jadwal kereta ini baik dari Banyuwangi atau Yogyakarta tetap bisa diandalkan penumpangnya.

Rangkaian yang terdiri dari tujuh kereta penumpang. Kelas ekonomi premium menjadi satu-satunya opsi kelas untuk para penumpang. Selain itu, terdapat satu kereta makan pembangkit kelas ekonomi dan satu kereta makan, menyediakan fasilitas yang memadai untuk berbagai kebutuhan selama perjalanan.

Mau Naik KA New Generation yang Semakin Nyaman? Berikut Ini Daftarnya

Hanya dalam 17 Tahun, Cina Bangun 50.000 Km Jalur Kereta Cepat dan Hubungkan 550 Kota!

Dunia transportasi global tengah menyaksikan sebuah fenomena infrastruktur yang sulit dipercaya. Hanya dalam kurun waktu 17 tahun, Cina telah berhasil mentransformasi wajah transportasinya dengan membangun jaringan kereta api cepat (HSR) sepanjang 50.000 kilometer. Jaringan raksasa ini kini menghubungkan lebih dari 550 kota dan sanggup melayani perjalanan dengan kecepatan operasional hingga 350 km/jam.

Pencapaian ini menempatkan Cina sebagai pemimpin mutlak dalam teknologi kereta cepat dunia. Sebagai gambaran, panjang jaringan HSR di Negeri Tirai Bambu tersebut kini melampaui gabungan seluruh jalur kereta cepat di negara-negara lain di dunia. Padahal, Cina baru meresmikan jalur kereta cepat pertamanya pada tahun 2003 silam.

Apa yang dilakukan Cina seringkali disebut sebagai “keajaiban teknik”. Rata-rata, Cina berhasil mengoperasikan sekitar 10 kilometer jalur baru setiap hari kerja. Sejak tahun 2008, saat jalur Beijing-Tianjin dibuka bertepatan dengan Olimpiade, ekspansi ini tidak pernah melambat. Bahkan pada rute Beijing-Shanghai yang sangat padat, kereta cepat telah menjadi pilihan utama bagi para pebisnis, mengalahkan dominasi industri penerbangan domestik untuk rute di bawah 800 kilometer.

Efisiensi biaya juga menjadi kunci utama. Laporan Bank Dunia menyebutkan bahwa biaya konstruksi kereta cepat di Cina hanya berkisar antara US$17 juta hingga US$21 juta per kilometer. Angka ini jauh lebih murah dibandingkan di Eropa yang mencapai US$25-39 juta per kilometer, atau proyek di California, AS, yang membengkak hingga US$52 juta per kilometer.

Keberhasilan Cina seringkali diperbandingkan dengan proyek kereta cepat di California, Amerika Serikat. Sejak mulai dikerjakan pada 2015, proyek yang direncanakan menghubungkan San Francisco dan Los Angeles tersebut hingga kini belum mengoperasikan satu kilometer pun jalur untuk penumpang.

Masalah birokrasi, pembebasan lahan yang rumit, hingga pembengkakan anggaran yang mencapai lebih dari US$135 miliar membuat proyek di AS tertatih-tatih. Di sisi lain, Cina menggunakan sistem standarisasi desain pada stasiun, jembatan, dan terowongan, serta kontrol negara yang kuat atas lahan, sehingga proses konstruksi bisa berjalan tanpa hambatan hukum yang berarti.

Cina tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga kualitas dan inovasi. Salah satu pencapaian ikoniknya adalah stasiun Badaling Changcheng di dekat Tembok Besar Cina, yang terletak 102 meter di bawah tanah, menjadikannya stasiun kereta cepat terdalam di dunia. Selain itu, Cina adalah satu-satunya negara yang mengoperasikan layanan kereta tidur cepat (sleeper train) dalam skala besar, yang memungkinkan penumpang menempuh jarak ribuan kilometer dengan kenyamanan layaknya hotel berbintang.

Dengan target mencapai 60.000 kilometer pada tahun 2030, Cina tampaknya belum akan mengendurkan ambisinya. Bagi para penumpang di Cina, kereta cepat bukan lagi sekadar alternatif transportasi, melainkan sudah menjadi urat nadi kehidupan sehari-hari yang efisien, tepat waktu, dan terintegrasi secara masif di seluruh negeri.

Cina Perluas Jaringan Kereta Api Berkecepatan Tinggi Menjadi 50.000 Km di Tahun 2025

Cuma Hari Ini! Sambut Hari Transportasi Nasional, Semua Moda Transportasi di Jakarta Bayar Rp1 Aja

Dalam rangka Hari Transportasi Nasional yang jatuh pada hari ini Jumat, 24 April 2026 merupakan momen yang cukup baik bagi masyarakat yang menggunakan transportasi umum di Jakarta. Ya, pemerintah Kota Jakarta kini memberikan kabar gembira kepada masyarakat bahwa menggunakan transportasi umum seperti Trans Jakarta, LRT Jakarta, dan MRT Jakarta memberikan tarif hanya Rp1.

Pemberlakuan tarif ini semata-mata hanya satu hari saja. Jadi masyarakat yang saat ini menggunakan ketiga moda transportasi tersebut dikenakan tarif Rp1 saja. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan kebijakan ini merupakan bentuk kemudahan bagi masyarakat sekaligus upaya mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi publik.

“Selamat Hari Transportasi Nasional, pada tanggal 24 April ini, Pemerintah DKI Jakarta menyambut Hari Transportasi dengan memberikan fasilitas kemudahan atau gratis,” ujar Pramono, Kamis (23/4/2026). Menurutnya, langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan jumlah pengguna transportasi umum sekaligus menekan tingkat kemacetan di Ibu Kota.

Rayakan Hari Angkutan Nasional, Naik Transjakarta Cuma Bayar Rp1 Besok!

Menurutnya, langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan jumlah pengguna transportasi umum sekaligus menekan tingkat kemacetan di Ibu Kota. Karena berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penumpang transportasi umum di Jakarta sepanjang 2025 masih didominasi oleh TransJakarta dengan 37,6 juta pengguna per Juli 2025. Sementara itu, MRT Jakarta mencatat 4,3 juta penumpang, dan LRT Jakarta sebanyak 118 ribu penumpang pada periode yang sama.

Pemprov DKI berharap, melalui kebijakan ini masyarakat dapat merasakan langsung kenyamanan dan kemudahan layanan transportasi publik, sehingga ke depan lebih memilih moda transportasi massal. Selain itu, penggunaan transportasi umum dinilai dapat membantu mengurangi kemacetan serta menekan tingkat polusi udara di Jakarta.

Saat ini masyarakat bisa menikmati naik MRT, Transjakarta dan LRT Jakarta dengan tarif khusus Rp1 untuk layanan transportasi umum pada 24 April 2026. Kebijakan ini berlaku selama satu hari penuh, mulai pukul 00.00 hingga 23.59 WIB. Dengan kebijakan ini tentu masyarakat dapat menikmati perjalanan hampir gratis di tiga moda utama tersebut sepanjang hari.

Meskipun layanan diberikan secara gratis, penumpang tetap diwajibkan mengikuti prosedur standar demi menjaga ketertiban dan pendataan jumlah pengguna. Pengguna tetap harus membawa kartu uang elektronik, seperti JakLingko, Flazz, e-money, Brizzi, atau TapCash untuk melakukan tap-in dan tap-out di gerbang maupun di dalam armada.

Sistem akan tetap memotong saldo sebesar Rp 1 saat transaksi dilakukan. Hal ini bertujuan agar data pergerakan penumpang tetap tercatat dan dapat digunakan sebagai bahan evaluasi pengembangan layanan transportasi ke depan.

Pastikan saldo kartu mencukupi sesuai ketentuan masing-masing operator agar proses transaksi berjalan lancar. Pemberian akses gratis dalam rangka Hari Transportasi Nasional menjadi langkah strategis yang patut diapresiasi. Program ini memberikan kesempatan bagi warga untuk merasakan fasilitas transportasi kelas dunia dengan cara yang sangat terjangkau.

Catat, Begini Cara Temukan Barang Tertinggal-Hilang di Stasiun-Kereta LRT Jabodebek