Tak Lagi Tak Tertandingi, Mengapa Burj Khalifa Bakal Segera Kehilangan Gelar Gedung Tertinggi di Dunia?

Selama lebih dari satu dekade, Burj Khalifa telah menjadi ikon kemegahan Dubai sekaligus pemegang rekor gedung tertinggi di dunia dengan ketinggian 828 meter. Namun, dominasi menara yang diresmikan pada 2010 ini diprediksi akan segera berakhir. Berbagai proyek ambisius di kawasan Timur Tengah kini tengah berlomba-lomba untuk melampaui rekor tersebut, menandai babak baru dalam persaingan arsitektur global.

Mengutip laporan dari Time Out Dubai, setidaknya ada dua proyek besar dari Arab Saudi yang diprediksi akan menggeser posisi Burj Khalifa. Kabar ini menjadi perhatian serius bagi industri pariwisata dan infrastruktur, mengingat status “tertinggi di dunia” merupakan magnet utama bagi para pelancong mancanegara.

Ancaman paling nyata datang dari Jeddah Tower (sebelumnya dikenal sebagai Kingdom Tower) di Arab Saudi. Sempat terhenti selama tujuh tahun, proyek raksasa ini resmi dilanjutkan kembali sejak Januari 2025 dengan kecepatan pembangunan yang sangat masif. Per April 2026, konstruksi Jeddah Tower dilaporkan telah melampaui lantai 100 dengan ketinggian lebih dari 400 meter.

Target akhir dari gedung yang didesain oleh Adrian Smith—arsitek yang juga merancang Burj Khalifa—ini adalah mencapai ketinggian lebih dari 1.000 meter (1 kilometer). Jika selesai sesuai target pada tahun 2028, Jeddah Tower akan secara resmi menjadi struktur buatan manusia pertama yang menembus angka satu kilometer, sekaligus menggeser Burj Khalifa dengan selisih tinggi sekitar 173 meter.

Tak berhenti di Jeddah, Arab Saudi juga memperkenalkan konsep Rise Tower di Riyadh sebagai bagian dari pengembangan kawasan North Pole. Proyek ini jauh lebih gila karena direncanakan memiliki ketinggian mencapai 2 kilometer, atau dua kali lipat tinggi Burj Khalifa saat ini. Dengan rencana 678 lantai, Rise Tower akan menjadi pusat dari kota masa depan Saudi yang didukung oleh dana investasi publik (PIF).

Dubai tentu tidak tinggal diam melihat takhtanya terancam. Emaar Properties dilaporkan tengah menggodok ulang desain Dubai Creek Tower. Jika pada desain awal gedung ini dimaksudkan sebagai menara observasi, kabar terbaru menyebutkan adanya perubahan desain menjadi “super tower” fungsional yang ketinggiannya akan disesuaikan untuk melampaui rekor baru yang kelak dicetak oleh pesaingnya di Arab Saudi.

Bagi para penumpang dan wisatawan yang sering menjadikan Dubai sebagai destinasi transit maupun wisata, pergeseran ini menandakan bahwa peta ikon arsitektur dunia akan segera berpindah. Meski Burj Khalifa tetap akan menjadi bangunan bersejarah, gelar “puncak dunia” tampaknya akan segera berpindah tangan ke negara tetangganya dalam beberapa tahun ke depan.

Airbus A380 Emirates Nyaris ‘Tabrak’ Pramugari di Atas Burj Khalifa

Inilah Stasiun Tersibuk yang Dimiliki Wilayah Daerah Operasi 9 Jember, Mana Saja?

Masyarakat pengguna kereta api kini sudah semakin terlibat antusiasnya. Tak hanya di kawasan Jabodetabek, ternyata kawasan lainnya bahkan di ujung timur Pulau Jawa sudah terlihat sangat signifikan. Apalagi saat libur mudik Lebaran beberapa bulan yang lalu, kegemaran masyarakat terhadap transportasi kereta api sudah sangat tinggi.

Salah satunya di wilayah Daerah Operasi (Daop) 9 Jember. Meski berada di ujung timur Pulau Jawa, namun ramainya masyarakat pengguna kereta api pun terlihat. Lebih lagi saat menggunakan kereta api favorit dengan rute tertentu yang tentu saja dilihat dari kenyamanan dan pelayanannya. Belum lagi ada beberapa kereta api yang selalu menjadi masyarakat karena tarifnya yang lebih murah.

Seperti pada Kabupaten Banyuwangi dan Jember yang hingga kini mendominasi pergerakan penumpang kereta api di wilayah Daop 9 Jember tersebut selama triwulan I 2026. Menurut Manager Hukum dan Humas Daop 9, Cahyo Widiantoro, mengatakan peningkatan ini dipengaruhi tingginya mobilitas masyarakat pada awal tahun, termasuk periode libur panjang dan angkutan Lebaran.

Data PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) mencatat, Banyuwangi menjadi wilayah dengan jumlah penumpang tertinggi, mencapai 795.810 orang dari seluruh stasiun yang melayani 26 perjalanan kereta api. Seperti pada Stasiun Banyuwangi Kota yang menjadi paling sibuk dengan total 228.057 penumpang.

Sementara itu di Kabupaten Jember, menempati posisi kedua dengan total 679.790 penumpang dari jumlah perjalanan yang sama. Stasiun Jember tercatat sebagai stasiun tersibuk dengan volume pelayanan mencapai 530.448 penumpang. Selain itu, sejumlah daerah lain juga berkontribusi terhadap pergerakan penumpang.

Selain itu Kabupaten dan Kota Probolinggo juga melayani 83.959 penumpang, disusul Lumajang sebanyak 43.237 penumpang, serta Pasuruan dengan 32.392 penumpang. Angka ini cukup signifikan, mengingat transportasi kereta api di Daop 9 Jember belum tersedianya angkutan kereta api lokal seperti di beberapa wilayah di Pulau Jawa.

Jika dilihat dari sisi pertumbuhan, Banyuwangi mencatat kenaikan tertinggi sebesar 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Sedangkan Jember mengalami peningkatan sebesar 6,8 persen. Peningkatan ini tentu menunjukkan bahwa kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat, terutama untuk mendukung mobilitas selama libur dan musim wisata.

Pihaknya berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan, baik dari sisi operasional perjalanan maupun kenyamanan di stasiun, guna memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan. Dengan adanya peningkatan layanan serta pembaruan fasilitas di stasiun, tentu turut mendorong bertambahnya jumlah penumpang.

Selain Nagreg Ternyata Ada Pula Stasiun Tertinggi di Wilayah Lain, Apakah Itu?

Terlihat Peningkatan, KA Blora Jaya Kini Makin Digemari Masyarakat Jawa Tengah

Bagi insan masyarakat, transportasi kereta api bukan hanya sekadar transportasi yang mengantarkan penumpang ke destinasi tujuan. Melainkan sebagai angkutan publik, kereta api juga menghubungkan aktivitas mulai dari sektor pekerjaan hingga pendidikan. Maka dari di berbagai kawasan tertentu terdapat perjalanan kereta api selain jarak jauh, namun ada jarak menengah dan jarak dekat (lokal).

Seperti halnya di wilayah Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang ini. Angkutan kereta api di wilayah tersebut terlihat meningkat tajam seiring di jalankannya jadwal yang sesuai dengan kedatangan dan keberangkatan di stasiun-stasiun yang memang memiliki potensi masyarakat yang tinggal di daerah tersebut cukup banyak. Salah satu andalan masyarakat menggunakan kereta api yang di gemari dan ramai peminatnya adalah Kereta Api (KA) Blora Jaya.

Ya, akhir-akhir ini KA Blora Jaya tengah menjadi sorotan karena okupansi penumpangnya yang meningkat tajam. PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) mencatat peningkatan signifikan jumlah pelanggan pada layanan KA Blora Jaya relasi Cepu–Semarang pulang pergi selama periode Januari hingga Maret 2026.

Dalam kurun waktu tersebut, jumlah penumpang mencapai 53.826 orang, naik 72,76 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencatat 31.158 penumpang. Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat di berbagai sektor.

Perjalanan dengan kereta api kini menjadi bagian penting dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, menempuh pendidikan, hingga mencari peluang ekonomi di kota besar. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa kehadiran KA Blora Jaya tidak terlepas dari peran strategisnya dalam mendukung kehidupan masyarakat.

Dengan tarif sekitar Rp65.000, KA Blora Jaya menjadi salah satu pilihan transportasi yang terjangkau bagi masyarakat. Jalur yang dilalui mencakup sejumlah wilayah seperti Cepu, Randublatung, Doplang, Kradenan, Jambon, Ngrombo, hingga Semarang Poncol dan Semarang Tawang.

Salah satu titik penting dalam lintasan tersebut adalah Stasiun Wadu, yang memiliki peran vital bagi masyarakat sekitar. Stasiun ini berada di wilayah dengan akses transportasi umum yang terbatas. Di tempat ini, KA Blora Jaya menjadi satu-satunya kereta api yang berhenti untuk melayani naik turun penumpang.

Kehadiran KA Blora Jaya juga dinilai mampu memangkas jarak dan waktu tempuh, sekaligus memberikan kepastian biaya perjalanan. Hal ini membantu masyarakat dalam mengatur aktivitas harian secara lebih efisien dan terencana. Kini, Stasiun Wadu tetap hidup dan menjadi bagian dari denyut aktivitas masyarakat setempat.

Enaknya Naik KA Joglosemarkerto Bisa Healing Keliling Jawa Tengah

Rayakan Hari Angkutan Nasional, Naik Transjakarta Cuma Bayar Rp1 Besok!

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan kado spesial bagi masyarakat dalam rangka memperingati Hari Angkutan Nasional 2026 yang jatuh pada Jumat, 24 April 2026. Melalui kebijakan tarif khusus, warga Jakarta dapat menikmati seluruh moda transportasi publik di bawah naungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta hanya dengan membayar sebesar Rp1.

Kebijakan ini mencakup layanan Transjakarta sebagai salah satu tulang punggung mobilitas warga ibu kota, yang diharapkan dapat menjadi stimulus bagi masyarakat untuk semakin akrab dan mencintai transportasi umum.

Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menjelaskan bahwa tarif spesial Rp1 ini dapat dinikmati oleh seluruh pelanggan di semua jenis layanan Transjakarta. Fasilitas ini berlaku baik untuk layanan di dalam koridor atau Bus Rapid Transit (BRT) maupun layanan Non-BRT atau bus pengumpan yang beroperasi di rute-rute jalan reguler. Implementasi tarif nyaris gratis ini dijadwalkan berlangsung selama satu hari penuh, mulai pukul 00.00 WIB hingga berakhir pada pukul 23.59 WIB, sehingga menjangkau seluruh waktu operasional bus malam maupun reguler.

Momentum Hari Angkutan Nasional ini dipandang sebagai kesempatan emas untuk mendorong perubahan gaya hidup masyarakat menuju mobilitas yang lebih efisien dan berkelanjutan. Transjakarta ingin memberikan kemudahan akses sekaligus mengajak lebih banyak warga Jakarta untuk beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke angkutan umum.

Dengan tarif Rp1, Transjakarta berkomitmen menghadirkan layanan yang tidak hanya ekonomis bagi kantong warga, tetapi juga tetap menjaga standar keamanan, kenyamanan, dan inklusivitas bagi seluruh lapisan pelanggan.

Meskipun sebagian besar layanan dipatok tarif Rp1, terdapat beberapa kategori layanan yang tetap beroperasi dengan skema tarif semula sesuai dengan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 160 Tahun 2016.

Layanan Mikrotrans (JakLingko), Transjakarta Cares (Transcare), serta layanan bagi pelanggan kategori penerima manfaat tarif Rp0 akan tetap berfungsi normal seperti hari-hari biasanya. Hal ini dilakukan guna memastikan keberlangsungan akses bagi mereka yang selama ini memang telah mendapatkan prioritas layanan transportasi gratis dari pemerintah.

Melalui program tarif khusus ini, Transjakarta berharap minat masyarakat untuk menggunakan transportasi publik dapat terus meningkat secara konsisten, melampaui seremoni Hari Angkutan Nasional. Masyarakat diharapkan menjadikan penggunaan angkutan umum sebagai bagian dari gaya hidup harian yang lebih ramah lingkungan untuk mendukung kualitas udara Jakarta yang lebih baik.

Bagi pelanggan yang membutuhkan panduan perjalanan, Transjakarta menyarankan untuk memantau informasi rute dan layanan secara real-time melalui aplikasi TJ: Transjakarta ataupun kanal media sosial resmi perusahaan guna memastikan perjalanan yang lancar dan nyaman.

Gebrakan Transjakarta di 2026: Tingkatkan Pramudi Perempuan 10 Kali Lipat – Daycare di Halte Besar

Saudia Jadi Pionir: Gandeng Google Find My Device untuk Percepat Pelacakan Bagasi Hilang

Kabar gembira bagi para pelancong yang sering merasa cemas dengan keamanan koper mereka. Saudia, maskapai nasional Arab Saudi, resmi memperkenalkan fitur berbagi lokasi barang dari Google Find My Device (Google Find Hub). Inovasi ini menjadikan Saudia sebagai salah satu maskapai pertama di dunia yang memanfaatkan ekosistem digital Google untuk membantu proses pemulihan bagasi yang hilang atau tertunda secara lebih efisien.

Melalui kerja sama ini, penumpang Saudia yang menggunakan tag pelacak (seperti Bluetooth tracker yang kompatibel dengan Android) kini memiliki opsi untuk membantu tim maskapai dalam proses pencarian. Penumpang cukup membuat tautan sementara yang aman dan membagikan lokasi bagasi mereka secara langsung kepada pihak maskapai saat melaporkan klaim bagasi yang tertunda.

Salah satu poin penting dari fitur ini adalah kontrol penuh di tangan penumpang. Tautan lokasi yang dibagikan bersifat sementara dan memiliki akses terbatas waktu. Penumpang dapat menghentikan berbagi lokasi kapan saja, dan secara otomatis tautan tersebut akan kedaluwarsa dalam tujuh hari setelah proses pelaporan selesai.

Fitur ini dirancang untuk melengkapi sistem pelacakan internal yang sudah dimiliki Saudia. Untuk menggunakan fitur ini, penumpang cukup memastikan perangkat pelacak mereka sudah diperbarui ke versi perangkat lunak terbaru yang didukung oleh ekosistem Google.

Dengan integrasi ini, tim darat Saudia di bandara dapat mengidentifikasi koordinat lokasi koper dengan lebih presisi, sehingga waktu tunggu pemulihan bagasi bisa dipangkas secara signifikan. Langkah ini juga mempertegas posisi Saudia sebagai maskapai yang adaptif terhadap kebutuhan penumpang di era digital yang menginginkan konektivitas cerdas.

Bagi industri penerbangan, langkah Saudia ini diprediksi akan menjadi tren baru, di mana maskapai tidak lagi hanya mengandalkan sistem internal, tetapi mulai terbuka untuk berkolaborasi dengan platform teknologi raksasa guna meningkatkan layanan pelanggan.

Pertama di Asia Tenggara, Bandara Changi Hadirkan Aplikasi Seluler Pelacakan Bagasi Penumpang

Musim Haji 2026 Dimulai: Garuda Indonesia Cetak OTP 100% pada Keberangkatan Kloter Pertama

Garuda Indonesia resmi memulai operasional penerbangan Fase I (keberangkatan) ibadah haji tahun 2026 M/1447 H. Mengawali musim haji tahun ini, Garuda Indonesia mencatatkan performa gemilang dengan tingkat ketepatan waktu (On-Time Performance/OTP) sebesar 100 persen pada keberangkatan Kloter 1 di lima embarkasi utama.

Penerbangan perdana ini menerbangkan sedikitnya 2.255 jemaah yang terbagi dalam enam embarkasi, yakni Yogyakarta, Jakarta, Medan, Solo, Lombok, dan Ujung Pandang. Kloter 1 Embarkasi Yogyakarta menjadi pembuka rangkaian operasional pada Selasa (21/4), sekaligus menandai debut Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) dalam melayani penerbangan haji.

Pada keberangkatan perdana tersebut, Garuda Indonesia mengerahkan armada Airbus A330-300 dengan nomor penerbangan GA 6501. Pesawat lepas landas dari Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) tepat pukul 23.40 WIB dan dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, pada pukul 06.15 waktu setempat.

Tahun ini, Garuda Indonesia memproyeksikan akan melayani total 102.502 jemaah yang terbagi dalam 278 kelompok terbang (kloter). Menariknya, sekitar 18 persen atau 18 ribu jemaah di antaranya adalah kelompok lanjut usia (lansia) di atas 65 tahun serta jemaah berkebutuhan khusus.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Garuda Indonesia telah menyiapkan berbagai fasilitas penunjang khusus:

Fasilitas di Darat: Penyediaan kursi roda di setiap embarkasi, ambulift di Jakarta dan Solo, serta bus jemaah yang dilengkapi fasilitas toilet.

Fasilitas di Pesawat: Penggunaan garbarata, layanan bagasi khusus, portable bidet pada lavatory pesawat, hingga buggy car di Bandara Internasional King Abdulaziz.

Layanan Kabin: Awak kabin disiagakan untuk memberikan asistensi intensif, dilengkapi dua kali makanan berat (full meals) dan satu kali camilan selama penerbangan jarak jauh.

Demi menjamin kelancaran periode keberangkatan yang berlangsung mulai 21 April hingga 21 Mei 2026 ini, Garuda Indonesia mengerahkan kekuatan penuh di sisi sumber daya manusia. Sebanyak 1.085 awak pesawat—terdiri dari 731 awak kabin dan 354 awak kokpit—serta 139 petugas darat haji disiagakan untuk mendukung mobilisasi jemaah di 10 embarkasi seluruh Indonesia.

Fase keberangkatan menuju Madinah akan berlangsung hingga 6 Mei 2026, yang kemudian dilanjutkan menuju Jeddah pada 7 hingga 21 Mei 2026. Sementara itu, fase pemulangan jemaah dijadwalkan akan berlangsung sepanjang bulan Juni 2026.

Persiapan Haji 2026: Garuda Indonesia Fokus pada Layanan Inklusif dan Ramah Lansia

Loko Food Truck kini Hadir di Stasiun Pasar Senen

Untuk meingkatkan pelayanan kepada para pelanggan Loko Café, KAI Services kini menambah layanan Loko Food Truck di Stasiun Pasar Senen, Jakarta. Hadir di depan area parkir double Decker, Loko Food Truck menghadirkan memu-menu makanan dan minuman untuk para penumpang yang ingin bersantai sambil menunggu kereta api.

Loko Food Truck Stasiun Pasar Senen menghadirkan menu-menu seperti Cuank!, Bakso Enak, serta minuman segar seperti Loko Gula Aren dan aneka jenis kopo seperti Cappucino. Hadirnya Loko Food Truck Stasiun Pasar Senen ini bisa menjadi pilihan untuk penumpang yang ingin menunggu kereta sambil santai menikmati satu gelas kopi nikmat.

Tidak hanya itu, Loko Food Truck juga menyajikan aneka jenis snack yang bisa jadi pilihan untuk dibawa menemani perjalanan kereta api jarak jauh serta kereta Commuterline.

Menurut Manager Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita, Selain hadir di Stasiun Palur, Solo, kini Loko Food Truck by Loko Café juga hadir di Stasiun Pasar Senen. Kehadiran Loko Food Truck di Stasiun Pasar Senen menjadi salah satu bagian untuk memberikan pelayanan kepada penumpang yang ingin menikmati sajian makanan dan minuman sambil santai menunggu Kereta Commuter Line maupun kereta api jarak jauh.

“Buat penumpang yang baru turun dari Kereta Commuter Line maupun Kereta api jarak jauh bisa mampir jajan sambil santai sejenak melepas lelah setelah seharian beraktivitas. Loko Food Truck by Loko Café hadir di lokasi strategis, dekat area pintu keluar parkir motor di Stasiun Pasar Senen. ujar Nyoman dalam keterangan resminya pada Kamis (23/4).

Nyoman menambahkan, tidak hanya Loko Food Truck, di Stasiun Pasar Senen juga hadir Loko Café yang bisa menjadi pilihan untuk para penumpang menikmati sajian menu-menu andalan seperti Sei Loko di tempat yang nyaman sambil menunggu kereta tiba.

Sepenggal Cerita dari Loko Coffee Shop Yogyakarta

Revitalisasi Peron Stasiun Bogor Ditargetkan Rampung Juli 2026, Penumpang KRL Harap Bersabar

Perpanjangan peron Stasiun Bogor terus dilakukan hingga saat ini. Pengerjaan yang berlangsung tersebut guna mempermudah penumpang dalam mengakses transportasi Kereta Rel Listrik (KRL). Diketahui bahwa lintas Jakarta – Bogor telah beroperasi sejumlah KRL dengan stamformasi 12 kereta setiap rangkaiannya. Hal tersebut agar penumpang yang menggunakan KRL dapat terangkut sempurna.

Saat ini akses Stasiun Bogor masih dapat dilayani pada peron jalur 2 hingga jalur 5 saja. Arahan dari petugas setiap saat membantu penumpang agar selalu mematuhi aturan dan tata tertib selama berada di stasiun.

Pun saat rangkaian KRL tiba maupun singgah di peron, petugas yang bersiaga selalu memberi informasi jika ada penumpang yang masih kurang paham. Hal ini karena masih terbatasnya akses serta fasilitas yang belum bisa digunakan karena pembangunan perpanjangan peron tersebut.

PT KAI Commuter (KCI) mengungkapkan bahwa revitalisasi perpanjangan beberapa jalur KRL di Stasiun Bogor saat ini terus dikerjakan agar pelayanan kembali optimal. Adapun peron jalur 6-8 Stasiun Bogor direvitalisasi agar dapat melayani KRL 12 kereta kedepannya.

Menurut Corporate Secretary Vice President KAI Commuter mengatakan bahwa target untuk pekerjaan perpanjangan peron 6 – 8 Stasiun Bogor akan diselesaikan dalam 3 bulan, sehingga target diselesaikan pada bulan Juli 2026.

Ia menambahkan, pekerjaan perpanjangan peron di stasiun Bogor ini sudah di mulai dari hari minggu lalu, tepatnya 15 April 2026. Tentunya ada pengaturan flow penumpang secara khusus di stasiun Bogor sebagai bagian dari pekerjaan untuk perpanjangan peron.

Selain itu, KAI Commuter bersama PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) sudah menyiapkan beberapa akses alternatif, mulai dari akses sementara penumpang dari pintu selatan menuju peron 2-5. Tak hanya itu saja, pihaknya juga telah menyiapkan alternatif akses lain yakni melalui jembatan penyeberangan orang (JPO) yang menghubungkan Stasiun Bogor dan Stasiun Bogor Paledang.

Untuk akses utama sementara dari pintu selatan menuju jalur 2-5 kini sudah dilengkapi oleh atap kanopi sementara guna menghindari penumpang kehujanan. Selain itu ada pula penambahan penerangan sehingga harapannya ini membantu untuk memberikan kenyamanan bagi pengguna di saat kami sedang menjalankan perbaikan infrastruktur di Stasiun Bogor.

Selama revitalisasi, selain berdampak kepada alur penumpang di Stasiun Bogor, juga berdampak pada perjalanan beberapa KRL lintas Jakarta Kota-Bogor. Sebanyak 31 perjalanan pun terdampak dari revitalisasi ini karena jalur 6-8 Stasiun Bogor tidak dapat dioperasikan sementara. Pihaknya pun terus mengimbau kepada pengguna KRL di Stasiun Bogor agar senantiasa mengikuti arahan petugas agar kenyamanan bersama dapat tercipta selama revitalisasi berlangsung.

Mulai 13 April Stasiun Bogor Tutup Akses Jalur 6, 7, dan 8, Bakal Ada Pembangunan Perpanjangan Peron

Mulai 27 April 2026, Kereta Api Kembali Berhenti di Stasiun Plabuan, Ini Daftarnya

Mana lagi stasiun yang satu-satunya memiliki panorama yang berbeda dari wilayah lain. Jalur kereta api yang dikenal dengan pemandangan gunung, bukit, hamparan sawah, serta barisan pedesaan yang bikin kangen kampung tapi pemandangan yang satu ini penumpang kereta api bisa melihat pesisir laut utara yang luas. Ya, jika kalian merasakan sensasi naik kereta api di jalur utara, pasti bisa melihat pemandangan pinggir laut.

Penumpang tentu dibuat kagum dengan luasnya laut utara saat melewati antara Stasiun Batang sampai dengan Krengseng. Berbagai macam kereta api melewati jalur ini setiap harinya. Jika masyarakat sudah terbiasa dengan jalur pemandangan laut, tentu sudah mengetahui stasiun yang juga terkenal dengan keindahan alam lautan di pantai utara Pulau Jawa.

Adalah Stasiun Plabuan, yang merupakan satu-satunta stasiun pinggir laut dengan hamparan pasir di pesisir kawasan Batang, Jawa Tengah. Meskipun tergolong stasiun sepi karena tidak adanya penumpang yang naik dan turun di Stasiun Plabuan, tapi pernah suatu ketika masyarakat mengingingkan staisun tersebut di aktifkan untuk naik turun penumpang. Karena potensi wisatanya pasti sangat menguntungkan daerah tersebut.

Bagi para pelancong yang ingin menikmati sensasi naik kereta dengan panorama laut lepas, Stasiun Plabuan adalah salah satu titik terbaik di Jawa. Diketahui tidak banyak stasiun di Indonesia yang berada di tepi laut. Stasiun Plabuan adalah salah satunya. Dengan posisi yang menempel pada garis pantai utara Jawa, suara debur ombak kerap terdengar bersamaan dengan lengkingan peluit kereta yang melintas.

Namun untuk bisa melihat ke arah laut, pengunjung harus berjalan kaki ke arah barat atau timur stasiun karena terdapat tembok yang menghalangi pemandangan ke arah laut. Tembok yang berada persis di depan stasiun merupakan pelindung bagi masyarakat yang tinggal di kawasan Plabuan agar tidak menyeberang sembarangan. Ini berguna menghindari angka kecelakaan khususnya bagi masyarakat setempat.

PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang memastikan Stasiun Plabuan kembali melayani naik-turun penumpang. Aktivasi ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses transportasi berbasis rel di wilayah Batang dan sekitarnya. Sebelum aktif, stasiun ini telah melewati pemeriksaan Standar Pelayanan Minimum (SPM) oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan pada 16 April 2026.

Kebijakan ini diharapkan mempermudah akses transportasi bagi masyarakat Kabupaten Batang dan sekitarnya. Dengan begitu, perjalanan dengan kereta api dapat dilakukan lebih dekat dan efisien tanpa harus menuju stasiun lain yang jaraknya lebih jauh.

Saat dioperasikan berbagai fasilitas di Stasiun Plabuan akan tersedia. Sarana penunjang seperti ruang tunggu, toilet, musala, serta papan informasi jadwal perjalanan kereta api juga dipastikan dalam kondisi siap digunakan.

[Video] Stasiun Plabuan – Stasiun Aktif di Indonesia yang Berdiri Kokoh di Tepi Laut Jawa

Pada tahap awal, Stasiun Plabuan akan melayani sejumlah perjalanan kereta api yang rencananya akan di operasikan pada 27 April 2026, di antaranya adalah KA Kaligung relasi Brebes–Semarang Poncol (PP), KA Kamandaka relasi Semarang Tawang–Cilacap (PP), serta KA Joglosemarkerto relasi Solo–Semarang–Purwokerto–Yogyakarta (PP).

Dengan kembalinya jadwal pemberhentian kereta api di Stasiun Plabuan, tentu akan menjadi langkah awal untuk melihat potensi pengguna jasa di wilayah Batang. Jika animo masyarakat tinggi, tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan layanan maupun rute baru.

Untuk kemudahan pelanggan, pemesanan tiket keberangkatan dari Stasiun Plabuan dan Stasiun Batang sudah dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi kai.id, maupun kanal penjualan resmi lainnya.

[Video] Stasiun Plabuan – Stasiun Aktif di Indonesia yang Berdiri Kokoh di Tepi Laut Jawa

Persiapan Haji 2026: Arab Saudi Siapkan 31 Juta Kursi dan 12.000 Penerbangan untuk Jemaah

Pemerintah Arab Saudi melalui otoritas transportasinya secara resmi mengumumkan rencana operasional besar-besaran guna menyambut musim Haji 2026. Dalam upaya memastikan kelancaran arus kedatangan tamu Allah dari seluruh dunia, Kerajaan telah mengalokasikan kapasitas kursi penerbangan yang fantastis, yakni mencapai 31 juta kursi yang tersebar di lebih dari 12.000 penerbangan internasional dan domestik. Langkah ini merupakan bagian dari strategi integrasi transportasi nasional guna memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan efisien bagi jutaan jemaah.

Melansir laporan dari Gulf News, rencana ambisius ini mencakup koordinasi ketat antara maskapai nasional Saudi, otoritas bandara, dan sektor transportasi darat. Fokus utama dari rencana tahun ini tidak hanya terletak pada jumlah kursi, tetapi juga pada optimalisasi frekuensi penerbangan di bandara-bandara utama seperti Bandara Internasional King Abdulaziz (Jeddah) dan Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz (Madinah). Peningkatan kapasitas ini diharapkan dapat mengantisipasi lonjakan arus penumpang pada periode puncak (peak season) keberangkatan dan kepulangan jemaah.

Selain sektor udara, integrasi transportasi darat juga menjadi prioritas dalam rencana operasional ini. Kereta cepat Haramain High-Speed Railway akan dioperasikan secara maksimal dengan penambahan jadwal perjalanan harian guna menghubungkan Makkah, Madinah, dan Jeddah dalam waktu singkat. Otoritas transportasi setempat juga telah menyiagakan ribuan bus modern dengan standar emisi rendah untuk melayani pergerakan jemaah di dalam wilayah Masyair (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), memastikan konektivitas antar moda berjalan tanpa hambatan.

Pihak otoritas menekankan bahwa aspek keselamatan dan kesehatan tetap menjadi pilar utama dalam pelayanan tahun ini. Penggunaan teknologi digital dalam pemantauan arus penumpang serta sistem pemesanan tiket yang terintegrasi diharapkan dapat meminimalisir kepadatan di terminal-terminal keberangkatan. Dengan penyediaan 31 juta kursi ini, Arab Saudi berkomitmen untuk menunjukkan kapabilitasnya sebagai pusat layanan transportasi religi terbaik di dunia, sekaligus memastikan setiap jemaah dapat beribadah dengan fokus tanpa terkendala urusan mobilitas.

Rencana transportasi haji yang masif ini sekaligus menjadi tantangan logistik terbesar di kawasan Teluk sepanjang tahun 2026. Keberhasilan operasional 12.000 penerbangan ini akan menjadi tolok ukur baru dalam manajemen krisis dan pelayanan transportasi publik skala global, mengingat tingginya kompleksitas dan variasi asal negara jemaah yang tiba dalam waktu yang bersamaan.

Haji 2026 Lebih Matang: Garuda Indonesia dan Kemenhag Teken Kontrak Lebih Awal demi Kelancaran Jemaah