Sunday, April 26, 2026
HomeDaratInilah Stasiun Tersibuk yang Dimiliki Wilayah Daerah Operasi 9 Jember, Mana Saja?

Inilah Stasiun Tersibuk yang Dimiliki Wilayah Daerah Operasi 9 Jember, Mana Saja?

Masyarakat pengguna kereta api kini sudah semakin terlibat antusiasnya. Tak hanya di kawasan Jabodetabek, ternyata kawasan lainnya bahkan di ujung timur Pulau Jawa sudah terlihat sangat signifikan. Apalagi saat libur mudik Lebaran beberapa bulan yang lalu, kegemaran masyarakat terhadap transportasi kereta api sudah sangat tinggi.

Salah satunya di wilayah Daerah Operasi (Daop) 9 Jember. Meski berada di ujung timur Pulau Jawa, namun ramainya masyarakat pengguna kereta api pun terlihat. Lebih lagi saat menggunakan kereta api favorit dengan rute tertentu yang tentu saja dilihat dari kenyamanan dan pelayanannya. Belum lagi ada beberapa kereta api yang selalu menjadi masyarakat karena tarifnya yang lebih murah.

Seperti pada Kabupaten Banyuwangi dan Jember yang hingga kini mendominasi pergerakan penumpang kereta api di wilayah Daop 9 Jember tersebut selama triwulan I 2026. Menurut Manager Hukum dan Humas Daop 9, Cahyo Widiantoro, mengatakan peningkatan ini dipengaruhi tingginya mobilitas masyarakat pada awal tahun, termasuk periode libur panjang dan angkutan Lebaran.

Data PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) mencatat, Banyuwangi menjadi wilayah dengan jumlah penumpang tertinggi, mencapai 795.810 orang dari seluruh stasiun yang melayani 26 perjalanan kereta api. Seperti pada Stasiun Banyuwangi Kota yang menjadi paling sibuk dengan total 228.057 penumpang.

Sementara itu di Kabupaten Jember, menempati posisi kedua dengan total 679.790 penumpang dari jumlah perjalanan yang sama. Stasiun Jember tercatat sebagai stasiun tersibuk dengan volume pelayanan mencapai 530.448 penumpang. Selain itu, sejumlah daerah lain juga berkontribusi terhadap pergerakan penumpang.

Selain itu Kabupaten dan Kota Probolinggo juga melayani 83.959 penumpang, disusul Lumajang sebanyak 43.237 penumpang, serta Pasuruan dengan 32.392 penumpang. Angka ini cukup signifikan, mengingat transportasi kereta api di Daop 9 Jember belum tersedianya angkutan kereta api lokal seperti di beberapa wilayah di Pulau Jawa.

Jika dilihat dari sisi pertumbuhan, Banyuwangi mencatat kenaikan tertinggi sebesar 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Sedangkan Jember mengalami peningkatan sebesar 6,8 persen. Peningkatan ini tentu menunjukkan bahwa kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat, terutama untuk mendukung mobilitas selama libur dan musim wisata.

Pihaknya berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan, baik dari sisi operasional perjalanan maupun kenyamanan di stasiun, guna memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan. Dengan adanya peningkatan layanan serta pembaruan fasilitas di stasiun, tentu turut mendorong bertambahnya jumlah penumpang.

Selain Nagreg Ternyata Ada Pula Stasiun Tertinggi di Wilayah Lain, Apakah Itu?

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru