Selama lebih dari satu dekade, Burj Khalifa telah menjadi ikon kemegahan Dubai sekaligus pemegang rekor gedung tertinggi di dunia dengan ketinggian 828 meter. Namun, dominasi menara yang diresmikan pada 2010 ini diprediksi akan segera berakhir. Berbagai proyek ambisius di kawasan Timur Tengah kini tengah berlomba-lomba untuk melampaui rekor tersebut, menandai babak baru dalam persaingan arsitektur global.
Mengutip laporan dari Time Out Dubai, setidaknya ada dua proyek besar dari Arab Saudi yang diprediksi akan menggeser posisi Burj Khalifa. Kabar ini menjadi perhatian serius bagi industri pariwisata dan infrastruktur, mengingat status “tertinggi di dunia” merupakan magnet utama bagi para pelancong mancanegara.
Ancaman paling nyata datang dari Jeddah Tower (sebelumnya dikenal sebagai Kingdom Tower) di Arab Saudi. Sempat terhenti selama tujuh tahun, proyek raksasa ini resmi dilanjutkan kembali sejak Januari 2025 dengan kecepatan pembangunan yang sangat masif. Per April 2026, konstruksi Jeddah Tower dilaporkan telah melampaui lantai 100 dengan ketinggian lebih dari 400 meter.
Target akhir dari gedung yang didesain oleh Adrian Smith—arsitek yang juga merancang Burj Khalifa—ini adalah mencapai ketinggian lebih dari 1.000 meter (1 kilometer). Jika selesai sesuai target pada tahun 2028, Jeddah Tower akan secara resmi menjadi struktur buatan manusia pertama yang menembus angka satu kilometer, sekaligus menggeser Burj Khalifa dengan selisih tinggi sekitar 173 meter.
Tak berhenti di Jeddah, Arab Saudi juga memperkenalkan konsep Rise Tower di Riyadh sebagai bagian dari pengembangan kawasan North Pole. Proyek ini jauh lebih gila karena direncanakan memiliki ketinggian mencapai 2 kilometer, atau dua kali lipat tinggi Burj Khalifa saat ini. Dengan rencana 678 lantai, Rise Tower akan menjadi pusat dari kota masa depan Saudi yang didukung oleh dana investasi publik (PIF).
Dubai tentu tidak tinggal diam melihat takhtanya terancam. Emaar Properties dilaporkan tengah menggodok ulang desain Dubai Creek Tower. Jika pada desain awal gedung ini dimaksudkan sebagai menara observasi, kabar terbaru menyebutkan adanya perubahan desain menjadi “super tower” fungsional yang ketinggiannya akan disesuaikan untuk melampaui rekor baru yang kelak dicetak oleh pesaingnya di Arab Saudi.
Bagi para penumpang dan wisatawan yang sering menjadikan Dubai sebagai destinasi transit maupun wisata, pergeseran ini menandakan bahwa peta ikon arsitektur dunia akan segera berpindah. Meski Burj Khalifa tetap akan menjadi bangunan bersejarah, gelar “puncak dunia” tampaknya akan segera berpindah tangan ke negara tetangganya dalam beberapa tahun ke depan.
Airbus A380 Emirates Nyaris ‘Tabrak’ Pramugari di Atas Burj Khalifa
