Sepenggal Cerita dari Loko Coffee Shop Yogyakarta

Sumber: republika.co.id

Di persimpangan langkahku terhenti
Ramai kaki lima
Menjajakan sajian khas berselera
Orang duduk bersila
Musisi jalanan mulai beraksi..”

Begitulah kira-kira penggalan lirik lagu berjudul “Yogyakarta” yang dipopulerkan oleh Kla Project. Ngomong-ngomong soal Yogyakarta, daerah yang dipimpin oleh seorang Sultan ini memang selalu meninggalkan kesan sarat makna yang membuat setiap orang ingin kembali lagi ke sana sesegera mungkin. Tidak hanya kaya akan budaya, namun dunia kulinernya pun menarik untuk ditelusuri.

Baca Juga: Hadirkan “Super Lounge,” Disinilah Lokasi Starbucks Terbesar!

Nah, semisal Anda yang berencana untuk pergi ke Yogyakarta dengan menggunakan kereta api, silakan turun di Stasiun Tugu dan Anda akan menemukan sebuah cafe berkonsep unik yang terletak persis di samping Stasiun Tugu. Ya, Loko Coffee Shop!

Kesan pertama yang mungkin muncul benak Anda ketika pertama kali melihat cafe ini adalah kental akan nuansa perkeretaapiannya. Bagaimana tidak, selain ditunjang oleh lokasi yang sangat strategis (di ujung jalan Malioboro), beberapa ornamen khas kereta api juga dapat Anda temui di sini. Cafe yang mengambil konsep pujasera ini menawarkan dua pilihan tempat duduk – ada yang indoor, ada juga yang outdoor.

Ternyata, ini merupakan salah satu bisnis yang digeluti oleh PT Reska Multi Usaha, anak perusahaan dari PT KAI. “Ketertarikan masyarakat terhadap kopi membuat kami tergerak untuk membuka coffee shop ini,” kata Direktur Utama PT Reska Multi Usaha, M. Sahli, dikutip KabarPenumpang.com dari laman wartaekonomi.co.id (24/6/2018).

M. Sahli melanjutkan, untuk menguatkan nuansa perkeretaapian di Loko Coffee Shop, pihaknya sengaja mendesain bangku dan meja yang ada di sana dari kayu bekas bantalan rel. Di sisi lain, Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro mengatakan bahwa di awal kemunculannya, Loko Coffee Shop in ditujukan bagi para calon penumpang yang hendak mengular dari Stasiun Tugu.

“Semoga tema Medang, Madang, Jagongan atau Minum, Makan, Nongkrong Loko Coffee Shop bisa dinikmati masyarakat, seperti lagu Kla Project, Yogyakarta,” tutur Edi. Sebelumnya, PT Reska Multi Usaha sudah memiliki usaha Loko Cafe yang dibuka di empat stasiun, yaitu Stasiun Tugu, Stasiun Lempuyangan, Stasiun Gubeng Surabaya, dan Stasiun Gambir Jakarta.

Lain cerita dengan apa yang dialami oleh seorang barista di Loko Coffee Shop, Bagas. Ia mengaku bahwa Loko Coffee ini sendiri terdiri dari beberapa barista pilihan yang sebelumnya tergabung di dalam Komunitas Kopi Nusantara (KKN). “Nah Direktur Reska ini salah satu member di komunitas, lalu mereka tawarkan kerja sama dengan KKN untuk pengadaan bean kopi, penyeduh, dll,” ujar sang barista khusus manual brew yang juga pemilik Nyonthong Coffee ketika dihubungi KabarPenumpang.com.

Baca Juga: Kopi dengan Cita Rasa Tinggi Kini Hadir Dalam Penerbangan

“Saya ditunjuk berdasarkan kriteria, skill, komunikatif, dan edukatif,” tandasnya sembari memberitahu beberapa poin yang menjadi penilaian PT Reska Multi Usaha dalam menyaring para barista Kota Gudeg ini.

Jadi, bagi Anda yang kebetulan tengah berada di Yogyakarta, silakan mampir ke Loko Coffee Shop dan nikmati seduhan kopi kualitas bintang lima, dengan harga kaki lima.

“Bikin kopi tuh dari hati. Saat hati happy, maka kopinya akan happy pula. Maka dari itu, buatlah kopi dengan senang, bukan karena besarnya gaji.” Ujar Bagas menutup perbincangan.