Monday, April 27, 2026
HomeAnalisa AngkutanTekan Food Waste, Airbus Manfaatkan Kecerdasan Buatan untuk Kurangi Sisa Makanan di...

Tekan Food Waste, Airbus Manfaatkan Kecerdasan Buatan untuk Kurangi Sisa Makanan di Kabin Pesawat

Masalah sisa makanan (food waste) di dalam penerbangan telah lama menjadi tantangan besar bagi maskapai di seluruh dunia. Selain berdampak pada lingkungan, ketidakefisienan dalam pengelolaan katering juga membebani biaya operasional. Menjawab tantangan tersebut, produsen pesawat asal Eropa, Airbus, meluncurkan inisiatif baru berbasis Kecerdasan Buatan (AI) untuk membantu maskapai meminimalkan sisa makanan di kabin.

Melansir laporan dari Simple Flying, inisiatif yang dikembangkan melalui unit Airbus Services ini bertujuan untuk menganalisis perilaku konsumsi penumpang secara lebih akurat. Dengan menggunakan algoritma AI, maskapai dapat memprediksi jenis makanan apa yang paling banyak dikonsumsi dan apa yang sering kali tersisa di piring penumpang. Data ini nantinya digunakan untuk mengoptimalkan jumlah dan jenis makanan yang dibawa dalam setiap penerbangan.

Selama ini, maskapai cenderung membawa makanan dalam jumlah maksimal untuk memastikan semua penumpang terlayani, namun hal ini sering kali berujung pada pembuangan berton-ton makanan yang tidak tersentuh. Dengan sistem AI Airbus, data dari penerbangan sebelumnya akan diolah untuk memberikan rekomendasi katering yang lebih presisi berdasarkan rute, waktu penerbangan, hingga profil demografis penumpang pada jadwal tersebut.

Keuntungan dari penggunaan teknologi ini tidak hanya terbatas pada pengurangan limbah makanan. Dengan jumlah katering yang lebih pas, bobot pesawat dapat dikurangi, yang secara langsung berdampak pada efisiensi penggunaan bahan bakar dan penurunan emisi karbon. Hal ini sejalan dengan target industri penerbangan global untuk mencapai net-zero emissions pada tahun 2050.

Airbus optimistis bahwa integrasi AI dalam layanan kabin akan menjadi standar baru bagi maskapai modern. Bagi para penumpang, langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas sajian, karena maskapai dapat lebih fokus pada menu-menu yang memang terbukti menjadi favorit pelanggan. Inisiatif ini membuktikan bahwa teknologi tinggi tidak hanya soal mesin dan navigasi, tetapi juga solusi cerdas untuk kenyamanan dan keberlanjutan di dalam kabin.

Santap Sisa Makanan Penumpang, Awak Kabin Ini Terancam Sanksi Berat

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru