Proyek kereta api lintas negara pertama di Jazirah Arab, Hafeet Rail, menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan. Hingga akhir April 2026, pengerjaan infrastruktur yang menghubungkan Uni Emirat Arab (UEA) dan Oman ini secara resmi telah mencapai angka 40 persen. Proyek ambisius senilai USD 2,5 miliar ini tidak hanya sekadar menghubungkan dua wilayah, tetapi juga menjadi bukti nyata sinergi teknologi transportasi modern di Timur Tengah.
Berdasarkan pembaruan terbaru, fokus konstruksi saat ini terkonsentrasi di beberapa lokasi kunci yang memiliki tantangan geografis tinggi, terutama di wilayah perbatasan dan koridor pegunungan.
Konstruksi fisik kini tengah berlangsung masif di empat wilayah utama sepanjang 238 kilometer jalur utama yang menghubungkan Sohar dengan Abu Dhabi. Titik pengerjaan tersebut meliputi wilayah Al Ain di UEA yang menjadi area integrasi dengan jaringan Etihad Rail, kemudian masuk ke Al Buraimi di Oman sebagai titik krusial pertemuan dua negara, lalu melintasi koridor lembah Wadi Al Jizzi, dan berakhir di pusat logistik strategis Sohar. Di titik-titik inilah ribuan pekerja dan alat berat dikerahkan untuk memastikan target operasional dapat tercapai tepat waktu tanpa mengabaikan aspek kualitas infrastruktur.
Salah satu pencapaian teknis terbesar yang tengah menjadi sorotan adalah dimulainya penggalian terowongan di kawasan Pegunungan Hajar, Al Buraimi. Pihak Hafeet Rail mengonfirmasi bahwa penggalian pada Terowongan 1 dan 2 sedang menunjukkan kemajuan pesat. Secara total, proyek ini akan dilengkapi dengan jaringan terowongan sepanjang 2.500 meter untuk memastikan kereta penumpang dapat melaju mulus pada kecepatan 200 km/jam. Medan pegunungan yang terjal menjadi tantangan teknik tersendiri, namun hal ini sekaligus menjanjikan pemandangan yang spektakuler bagi para penumpang di masa depan.
Hubungkan Abu Dhabi – Dubai dengan Kereta Cepat, Etihad Rail Mulai Layani Penumpang di Tahun 2026
Skala masif proyek ini tercermin dari volume material yang telah diolah hingga periode April 2026. Tercatat lebih dari 27 juta meter kubik tanah telah digali dan ditimbun untuk pembentukan badan jalan kereta (earthworks), serta penggunaan beton yang telah melampaui angka 100.000 meter kubik. Selain itu, sebanyak 80 struktur termasuk jembatan tinggi (viaducts) sedang dalam berbagai tahap pembangunan, didukung oleh penanaman 900 tiang pancang beton dan pemasangan 130 box culverts untuk menjamin sistem drainase yang mumpuni di tengah iklim gurun yang ekstrem.
Selain pembangunan jalur utama, pengembang yang terdiri dari konsorsium Etihad Rail, Oman Rail, dan Mubadala Investment Company juga mempercepat pembangunan fasilitas stasiun dan depo logistik di Sohar serta Al Buraimi. Menariknya, di tengah percepatan pengerjaan fisik ini, manajemen Hafeet Rail berhasil mencatatkan rekor 10 juta jam kerja aman tanpa kecelakaan kerja besar. Hal ini menunjukkan standar keselamatan kerja yang sangat ketat meskipun proyek sedang berada dalam fase konstruksi yang intensif.
Kehadiran Hafeet Rail diharapkan mampu merevolusi cara masyarakat melakukan perjalanan di kawasan Teluk. Jika biasanya perjalanan darat dari Abu Dhabi ke Sohar memakan waktu hingga 3,5 jam, dengan kereta api ini nantinya waktu tempuh akan terpangkas drastis menjadi hanya 100 menit saja.
Etihad Rail Buka Terowongan Kereta Terpanjang di Uni Emirat Arab
