Gerbong Khusus Perempuan Tak Hanya Ada di Indonesia

Banyaknya pelecehan seksual yang terjadi pada perempuan dalam angkutan umum membuat resah dan tak nyaman. Hal ini juga membuat para perempuan terkadang enggan untuk menaiki angkutan umum dan memilih menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum yang bersifat pribadi seperti taksi. Namun untuk saat ini perempuan tak perlu khawatir dengan pelecehan seksual, kenyamanan dan keamanan di angkutan umum khususnya kereta, karena sudah ada gerbong perempuan.

Tak hanya Indonesia yang memiliki gerbong perempuan di rangkaian kereta, Jepang, Filipina, India, Brazil, Mesir, Iran, Meksiko, Taiwan dan Uni Emirat Arab pun mengoperasikan gerbong untuk perempuan ini.

Di Indonesia, kereta dengan gerbong untuk perempuan sudah ada sejak Agustus 2010 di kereta listrik CommuterLine. Pembagian gerbong ini di lakukan PT Kereta Api Indonesia untuk meberi kenyamanan bagi perempuan muda, lansia ataupun ibu hamil. Biasanya gerbong khusus perempuan ini ada di gerbong pertama dan terakhir dengan tampilan luar kereta berwarna merah muda ataupun ungu dengan tulisan “Kereta Khusus Wanita” dan diberi gambar bunga.

Gerbong yang dikhususkan untuk perempuan ini, hanya boleh digunakan oleh perempuan. Bila ada laki-laki yang masuk kedalamnya, biasanya oleh petugas akan disuruh pindah ke gerbong lain. Di tahun yang sama yakni 2010, tak hanya Indonesia yang meluncurkan gerbong kereta khusus perempuan, negara tetangga yakni Malaysia pun meluncurkan gerbong kereta dengan nuasa merah jambu sama seperti milik Indonesia.

Kawaii Beauty Japan
Kawaii Beauty Japan

Mungkin di Indonesia dan Malaysia gerbong untuk perempuan rangkaian kereta masih terbilang paling muda, padahal di Jepang gerbong khusus perempuan sudah ada sejak tahun 1912. Awalnya hanya berada di jalur utama Chuo dan digunakan hanya pada jam-jam sibuk saja. Kemudian tahun 1920, gerbong khusus perempuan ini diperkenalkan di Kobe dengan jalur kereta Hankyu menuju Kobe dan Nishinomyia. Gerbong ini hanya di khususkan untuk para pelajar perempuan dan pada akhir Perang Dunia II, tahun 1947 gerbong ini kembali diperkenalkan di jalur utama Chuo dan Keihin menuju Tohoku.

Sedangkan di Mesir, kereta listrik yang disebut Metro memiliki gerbong untuk perempuan dan sudah ada sejak tahun 1987. Uniknya gerbong ini berada di tengah yakni gerbong 4 dan 5 dengan jam operasional dari 05.00 pagi hingga 01.00 pagi esoknya. Namun, gerbong 5 setiap harinya setelah jam 21.00 akan digunakan untuk gerbong campuran. Pembuatan gerbong ini pun dikarenakan tingginya pelecahan seksual yang terjadi pada perempuan-perempuan di Mesir.

Lain lagi dengan Brazil yakni di Kota Rio de Janeiro yang memiliki Metro atau kereta listrik. Tahun 2006 lalu, Rio de Janeiro Metro mengeluarkan mandat untuk membuat gerbong khusus untuk perempuan di rangkaian keretanya. Dari enam gerbong, satu diantaranya digunakan khusus untuk perempuan dan ditandai dengan warna merah muda yang memang warna untuk perempuan. Gerbong ini pun beroperasi dari Senin-Jumat pada jam-jam sibuk. Di pagi hari gerbong khusus perempuan ini beroperasi dari pukul 06.00 hingga 09.00 dan sorenya pada pukul 17.00-20.00.

Mahkota Sehat
Mahkota Sehat

Untuk negara dengan jumlah penduduk ketiga terbesar di dunia, India juga memiliki gerbong khusus perempuan. Gerbong kereta ini dilengkapi dengan jeruji disetiap kacanya, ini dibuat untuk mengantisipasi adanya perempuan yang nekat keluar melalui jendela atau ada laki-laki yang nekat masuk ke dalam gerbong khusus perempuan ini. Uniknya, gerbong kereta khusus perempuan ini pun dijaga oleh seorang polwan bukan polisi laki-laki atau petugas keamanan laki-laki seperti di Indonesia.

Satu negara lagi di kawasan Asia yakni Taiwan juga sempat memiliki gerbong khsusus perempuan tahun 2006. Sayangnya dengan pembagian gerbong khusus perempuan ini tidak ada dampak apapun dan ditiadakan setelah tiga bulan beroperasi.