Media sosial diramaikan dengan informasi mengenai kereta api yang telah menjadi ikonik di jalur lintas utara. Rute yang ditempuh dari Stasiun Gambir hingga Stasiun Surabaya Pasar Turi maupun sebaliknya sudah pasti mengenal dengan kereta api yang satu. Ya, masyarakat sudah pasti mengetahui tentang nama Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek. Namun, dikabarkan beberapa waktu dekat ini, nama tersebut sudah resmi berubah.
Ternyata, setelah kejadian yang menimpa di Stasiun Bekasi Timur minggu lalu menjadikan KA Argo Bromo Anggrek sebagai nama terakhir untuk perjalanan yang menempuh jarak 8 jam tersebut. Lewat akun Instagram resminya, KAI mengumumkan nama baru dari KA Argo Bromo Anggrek menjadi KA Anggrek yang resmi diubah pada Sabtu, (9/5).
Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa perubahan nama ini tidak memengaruhi operasional perjalanan maupun hak pelanggan.
Penyederhanaan nama ini ternyata tidak memengaruhi operasional perjalanan. Jadwal, rute, hingga kelas pelayanan tetap sama. Pelanggan tetap memperoleh layanan dengan standar yang telah ditetapkan.
KAI juga telah melakukan penyesuaian pada berbagai aspek pendukung, termasuk sistem ticketing, media informasi, serta alat peraga di lapangan guna memastikan transisi berjalan lancar dan tidak menimbulkan kebingungan bagi pelanggan.
Untuk penumpang yang telah memiliki tiket, KAI memastikan tidak diperlukan penyesuaian apa pun. Tiket yang telah dibeli tetap berlaku dan dapat digunakan sebagaimana mestinya sesuai jadwal dan kelas pelayanan yang dipilih.
KAI menyebut pergantian nama ini mengusung tema ‘Nama Baru, Semangat Baru’. Perseroan menegaskan perubahan dari Argo Bromo Anggrek menjadi KA Anggrek disebut sebagai bentuk penyederhanaan nama yang tetap mempertahankan jejak layanan lama yang telah melekat di masyarakat.
Selain itu, nama Argo Bromo Anggrek bukan meninggalkan sejarah, tetapi mematangkan warisan yang sudah lama melekat dalam perjalanan masyarakat Indonesia. KAI mengaitkan nama Anggrek dengan simbol keteguhan, adaptasi, dan ketenangan. Perusahaan menyebut identitas baru ini diharapkan membawa citra perjalanan yang tetap elegan namun lebih sederhana diingat oleh pelanggan.
Diketahui sebelumnya, Nama Argo Bromo Anggrek memiliki akar filosofis yang mendalam, memadukan identitas kemewahan dengan ikonografi alam Jawa. Secara historis, kereta yang dijuluki sebagai “Raja Jalur Utara” ini resmi diluncurkan pada 24 September 1997 sebagai pengembangan dari KA Argo Bromo sebelumnya. Kereta ini membawa kode teknis JS-950, yang merupakan singkatan dari Jakarta-Surabaya dengan target waktu tempuh 9 jam dalam rangka memperingati 50 tahun kemerdekaan RI.
Namun, sejak awal kemunculan KA tersebut selalu menjadi pionir dalam inovasi perkeretaapian nasional, mulai dari penggunaan teknologi bogie yang lebih stabil hingga menjadi kereta pertama yang mengadopsi kelas Luxury, menjadikannya simbol transportasi darat paling prestisius yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia.
KA Argo Bromo Anggrek, Sejarah Pertama Varian Keluarga Kereta “Argo”
