Monday, July 15, 2024
HomeAnalisa AngkutanIndia Mau Ubah “VT” dari Awalan Kode Registrasi Pesawat, Diklaim Tak Berdaulat...

India Mau Ubah “VT” dari Awalan Kode Registrasi Pesawat, Diklaim Tak Berdaulat Gegara Warisan Inggris

Politisi Partai Bhartiya Janata, yang notabene sedang berkuasa di India, bersama advokat Ashwini Kumar Upadhyay mengajukan petisi ke Pengadilan Tinggi Delhi terkait call sign (tanda panggil) atau kode “VT” sebagai awal kode registrasi pesawat di India. Kode “VT” tersebut adalah warisan Inggris dan diklaim bertentangan dengan kedaulatan India.

Baca juga: Call Sign Aneh dan Kece Badai Maskapai Seluruh Dunia, Salah Satunya Cedar Jet

Sama halnya seperti negara koloni Inggris lainnya, sejak merdeka 75 tahun lalu dari Inggris, India terus menerus menggunakan kode “VT” sebagai awalan kode registrasi pesawat.

Bedanya, kode “VT” yang digunakan India tak digunakan oleh negara koloni Inggris lainnya, seperti kode “VP” yang digunakan oleh beberapa negara, seperti Bermuda, Anguilla, British Virgin Islands, Falkland Islands, Gibraltar, dan lainnya sekalipun mereka adalah negara berdaulat.

Kode VT yang digunakan seluruh maskapai yang diregistrasi di India merupakan singkatan dari “Victorian territory atau Viceroy territory” yang artinya sebagai wilayah kolonial Inggris. Upadhyay selaku pemohon menyebut, itu bertentangan dengan kedaulatan India.

“Kode ‘VT’ adalah cerminan dari aturan kolonial. India adalah negara berdaulat sehingga tidak dapat menjadi wilayah Raja Muda. Mengapa India melanjutkan kode VT?” jelasnya, seperti dikutip Simple Flying.

Andai sang politikus itu menang di pengadilan, prosesnya tak ada mudah karena pemerintah India harus berkomunikasi dengan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) dan melihat ketersediaan call sign dan kombinasinya. Ini yang dahulu pernah menjadi batu sandungan India dalam memperjuangkan perubahan awalan kode registrasi “VT” pada pesawat.

Dalam salinan petitum pemohon, terungkap bahwa India sebelumnya sudah pernah mencoba mengubah kode tersebut. Namun, entah kenapa itu sia-sia.

“Upaya sia-sia dilakukan di masa lalu mengenai perubahan tanda panggilan (call sign) untuk pesawat negara kita, tapi semua sia-sia, karena mereka (ICAO) menjawab dengan mengatakan bahwa India tidak bisa mendapatkan BA (Bharat) dan IN (India) karena China dan Italia masing-masing telah mengambil ‘B’ dan ‘I’.”

Perubahan awalan call sign pesawat atau awalan kode registrasi pesawat bukan tak pernah terjadi. Beberapa negara seperti Cina, Pakistan, Bangladesh, dan Nepal pernah mengubah awalan kode registrasi pesawat pasca merdeka.

Menurut ICAO, kode registrasi pesawat secara teknis dikenal sebagai Aircraft Nationality and Registration Marks atau Tanda Pendaftaran dan Kebangsaan Pesawat. ICAO menjalankan hal ini atas amanat Konvensi Chicago pada pasal yang menyebut, “Setiap pesawat yang terlibat dalam navigasi udara internasional harus memiliki kewarganegaraan dan tanda pendaftaran yang sesuai.”

Baca juga: Mengenal Arti Kode “PK” di Badan Pesawat Penumpang

Nomor registrasi pesawat terdiri dari dua bagian:

1) Awalan yang terdiri dari satu atau dua karakter kode alfanumerik yang menunjukkan kebangsaan.

2) Sufiks pendaftaran satu sampai lima karakter untuk pesawat tertentu.

Kode awalan didasarkan pada call sign radio yang dialokasikan oleh International Telecommunications Union (ITU) untuk masing-masing negara. Sejak 1947, ICAO telah mengatur standar kode dan alokasinya.























RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru