Ini Dia Nama Kereta di Tahun 1961 Ketika Perusahaan Bernama “Djawatan Kereta Api”

0

Jalur kereta api pertama di Indonesia dimulai pada 17 Juni 1864 oleh perusahaan swasta Nederlansch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) yang menggunakan lebar sepur 1435 mm. Dari sinilah awal mula kereta Indonesia mengular di Jalur Semarang-Vorstenlanden (Solo-Yogyakarta).

Baca juga: Ternyata Kereta Api Indonesia Sudah Berganti Logo 3 Kali

Bahkan sebelum menjadi nama PT Kereta Api Indonesia (KAI), nama perusahaan kereta ini sudah berganti-ganti beberapa kali. Selain nama perusahaan yang berganti, berbagai macam nama kereta pun silih berganti untuk mewarnai perkeretaapian Indonesia.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, ternyata ada yang unik di tahun 1961. Namun entah mengapa ini menjadi pengelompokan sendiri di tahun tersebut. Sebab nama-nama kereta ini hadir sejak 6 Juli 1961 dan ada yang masih ‘berjaya’ hingga saat ini.

Pada masa itu kereta dibagi dua yakni kereta api ekspres siang dan malam dan dibawah Djawatan Kereta Api (DKA) yang menjadi nama perusahaan kereta api di tahun 1950-1963. Penasaran apa saja namanya? Berikut ini akan dikupas.

#Ka Ekspres Siang
K.a. No. 1 Surabajpasarturi (Surabaya Pasar turi) – Gambir
TARUMANEGARA, nama kereta ini diambil dari kerajaan di Jawa Barat Abad ke 5-7 dengan rajanya yang terkenal bernama Purnawarman.

K.a. No. 2 Gambir – Surabajapasarturi
MANTJANEGARA (Mancanegara), bukan diambil dari pendatang luar negeri tetapi merupakan wilayah Kerajaan Majapahit yang terletak dipesisir utara pulau Jawa dari abad ke 15-17. Daerah ini terkenal kekayaannya karena perdagangannya yang menguasai kota-kota pelabuhan Surabaya, Gresik, Tuban, Cirebon dan lainnya. Wilayah ini bahkan berhasil melepaskan diri dari Majapahit berkat bantuan dari para Wali-Wali Mantjanegara.

K.a. No. 3 Surabajakota (Surabayakota) – Bandung
PARAHIJANGAN (Parahiangan), daerah Jawa Barat yang dikuasai oleh raja-raja dengan gelar Hijang dari abad 14-16. Para Hijang tersebut adalah pula raja-raja Kerajaan Padjajaran.

K.a. No. 4 Bandung – Surabajakota
MADJAPAHIT, kerajaan besar dengan wilayah meliputi seluruh Nusantara dari tahun 1239-1479. Rajanya yang sangat harum namanya adalah Hayam Wuruk yang memerintah dari 1350 sampai 1389 dengan patihnya yang terkenal yakni Gadjah Mada.

K.a. No. 5 Kroja (Kroya) – Gambir
SUNDAKELAPA, merupakan nama sebelum menjadi Jakarta seperti saat ini. Kala itu menjadi bandar terbesar dari Kerajaan Padjajaran di abad ke-16. Sejak 1527, Sunda kelapa kemudian menjadi Jakarta setelah Falatehan dari Banten (Sunan Gunung Djati) berhasil merebutnya.

K.a. No. 6 Tjirebon (Cirebon) – Surabajakota
SINGHASARI, kerajaan di Jawa Timur tahun 1222-1292 dengan rajanya yang terkenal Kartanegara dan memerintah tahun 1268-1292.

#2 Ka Ekspres Malam
K.a. No. 7 Ekspres Malam, Surabajakota – Djakarta (Jakarta)
BINTANG SENDJA, kereta ini meluncur dari timur ke barat seolah-olah berlomba dengan silamnya Sang Surya. Meghantarkannya dibalik bumi pada waktu senja, maka diberikan kepadanya nama tersebut.

K.a. No. 8 Ekspres Malam, Djakarta – Surabajakota
BINTANG FADJAR, bintang sebagai benda alam yang tampak pada malam hari. Berkelip-kelip menerangi daerah-daerah nyenyak terbenam dimalam buta. Kereta api ekspres malam meluncur cepat dari barat ke timur seolah menyongsong bangkitnya Sang Surya di fajar pagi.

Baca juga: Setiap Nama Kereta Ternyata ada Filosofinya

Sudah kenal dengan nama-nama kereta tahun 1961 kan? Ya salah satunya sampai hari ini masih ada yang beroperasi yakni KA Majapahit. Uniknya lagi bila kereta masa kini berjalan pergi pulang, kereta-kereta di tahun 1961 hanya berjalan satu arah alias tidak untuk pergi dan pulang.

Leave a Reply