Inilah Alasan Masinis Harus Punya Ingatan Bagus dan Wajib Gunakan Sarung Tangan

Masinis gunakan sarung tangan (detik.com)

Masinis punya tempat tersendiri di gerbong lokomotif yang berada di paling depan atau biasa biasa di sebut kepala kereta. Tapi apa sajakah yang ada di lokomotif dan yang dilakukan masinis?

Baca juga: Indonesian Train Simulator, Rasakan Sensasi Menjadi Masinis Kereta Indonesia

Penasaran? KabarPenumpang.com mencari tahu apa yang di kerjakan masinis. Ternyata di lokomotif, masinis haruslah memperhatikan sinyal-sinyal dengan baik. Sebab jika teledor sedikit saja tidak ada tolerir karena ada ratusan bahkan ribuan nyawa penumpang yang jadi taruhan.

Di lokomotif sendiri banyak komponen sehingga sebelum melakukan perjalanan membawa penumpang ke tujuan, semua mesin harus di cek. Komponen yang ada di lokomotif ini sendiri yakni manometer untuk mengecek tekanan udara dalam ruang tertutup.

Biasanya jika manometer ini berfungsi akan menunjukkan angka 8-9. Spedometer untuk menunjukkan kecepatan kereta dan di sampingnya terdapat penunjuk tegangan listrik aliran atas dengan tegangan 1500 V.

Selain itu juga ada baterai yang kondisinya harus di cek, tak hanya itu di samping kemudi terdapat radio lokomotif. Fugsi radio ini sendiri sebagai alat komunikasi masinis dengan petugas masing-masing gerbong atau petugas pelayanan kereta (PKK) di kabin belakang masinis.

Handle tangan juga harus diperiksa sebelum berangkat, masinis juga harus sering-sering menginjak deadman pedal saat melaju. Komponen terpenting yang juga harus dipastikan berfungsi normal adalah rem.

Ternyata bukan hanya mesin dan komponen yang ada di lokomotif, tetapi masinis juga harus bisa menghafal semboyan atau rambu-rambu kereta api. Rambu-rambu tersebut adalah warna merah, kuning dan hijau yang mengatur maju, bergerak, pelan atupun berhenti.

Tak haya itu, juga ada lambang yang menunjukkan kereta berjalan normal dengan tenaga penuh dan saat harus mengosongkan tenaga. Namun masih banyak lagi semboyan yang menunjukkan perlintasan, jalan layang, wesel dan batas kecepatan di lokasi dan saat-saat tertentu.

Adapula batas henti pada jalu akhir maupun di perlintasan dan berbagai puluhan simbol lainnya. Untuk meyakinkan masyarakat, ternyata setiap empat bulan sekali, para masinis ini diharuskan melakukan tes untuk memperkuat ingatan tentang simbol dan rambu yang ada di kereta.

Bukan hanya harus mengingat simbol dan melakukan pengecekan, masinis juga diharuskan menggunakan sarung tangan putih. Buat apa sih? Sarung tangan ini ternyata mengikuti pola operasional yang ada di Jepang. Apalagi dengan KRL milik PT KCI yang saat ini adalah bekas digunakan di Negeri Sakura tersebut.

Baca juga: Bagaimana Cara Kerja Lokomotif Diesel Elektrik? Cek Jawabannya di Sini!

Sarung tangan yang digunakan masinis KRL berfungsi untuk melihat pergerakan tangan masinis ketika menunjuk sinyal atau petunjuk keamanan di dalam kereta. Tak hanya itu, sarung tangan ini berfungsi untuk keamanan operasional, apalagi jika mengingat masinis yang mengendarai KRL memiliki risiko tinggi tersengat aliran listrik.

Sehingga, sarung tangan ini bisa menjadi isolator pengaman bagi masinis. Kemudian, penggunaan sarung tangan ini juga sangat bagus untuk memudahkan dalam mencengeram handle kontrol dan mampu menyerap keringat di tangan masinis.