Insiden di Gerbong Restorasi, Air dari Toilet ‘dicampur’ ke Dalam Minuman

Sumber: dailyo.in

Operator kereta India, The Indian Railways telah menjatuhkan sanksi kepada sebuah vendor restorasi karena pegawainya kedapatan berlaku curang. Tidak tanggung-tanggung, denda sebesar Rs 1 lakh atau yang setara dengan Rp210 juta ‘dihibahkan’ setelah sebuah rekaman amatir menunjukkan dua pegawai vendor tersebut mencampur air dari toilet ke dalam minuman yang hendak dijajakan kepada para penumpang.

Baca Juga: 165 Tahun Kereta Api Mengular di Rel India

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman dailyo.in (3/5/2018), rekaman menjijikan tersebut sontak menjadi viral dan diperkirakan terjadi pada bulan Desember 2017 silam di Charminar Express, tepatnya ketika kereta berhenti di stasiun Secinderabad (Telangana). Disinyalir, dua orang terrekam dipekerjakan oleh kontraktor P Siva Prasad.

“Atas dasar penyelidikan, hukuman Rs 1 lakh telah dikenakan pada pemegang lisensi, melalui Indian Railway Catering dan Tourism Corporation Limited (IRCTC), agen kontrak,” tutur The Indian Railways dalam sebuah keterangan tertulisnya.

Sebagai bentuk pembelaan, kedua orang tersebut mengklaim bahwa mereka hanya memindahkan minuman yang tersisa dari satu kaleng ke kaleng yang lain di dalam toilet, dan tidak mencampur air toilet dengan itu. “Namun, fakta bahwa kaleng teh atau kopi yang terlihat dibawa keluar dari toilet, itu sendiri sudah merupakan praktik yang salah,” tandas sang operator kereta api.

Tidak hanya itu, pada bulan Juli 2017 silam, laporan Comptroller and Auditor General pada layanan katering di kereta api telah menemukan bahwa adanya makanan yang tidak layak untuk dikonsumsi penumpang. Adapun makanan tersebut sudah terkontaminasi, beberapa di antaranya sudah memasuki masa expired date, dan air minum dalam kemasan yang tidak resmi beredar di sekitaran stasiun

Tiga bulan berselang, sebanyak 24 penumpang dirawat di rumah sakit, diduga karena keracunan makanan setelah mereka menyantap sarapan di atas layanan kereta premium Goa-Mumbai Tejas Express.

Baca Juga: Kementerian Kereta Api India Janji Sulap Gerbong Lama Jadi Lebih Modern

Sebagai jaringan kereta api terbesar kedua di dunia, tentu saja pemberitaan semacam ini menjadi perhatian serius sejumlah golongan, mulai dari penumpang hingga otoritas berwenang. Mencoreng nama baik, tentu saja ini menjadi ‘hukuman’ paling ringan yang akan diterima oleh operator kereta. Diperlukannya pengawasan lebih lanjut terkait bagian restorasi merupakan solusi untuk mencegah kejadian seperti ini terulang kembali.