Otoritas perkeretaapian Iran (RAI) mengumumkan rencana ambisius untuk mendirikan lima museum kereta api berskala nasional dan regional. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi besar negara tersebut untuk memperluas proyek wisata kereta api (rail tourism) sekaligus melestarikan warisan industri transportasi perkeretaapian mereka yang bernilai sejarah tinggi.
Direktur Utama RAI, Jabbarali Zakeri, menegaskan bahwa jaringan kereta api bukan sekadar infrastruktur transportasi massal biasa. Moda ini merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas sejarah dan industri Iran yang harus dijaga demi generasi mendatang. Pengumuman ini disampaikan dalam pertemuan perdana bertajuk “Rail-Nama” yang digelar bertepatan dengan momentum hari warisan budaya serta peringatan berdirinya perusahaan kereta api dan trem pertama Iran pada tahun 1888 silam.
Proyek peresmian lima museum baru ini mengusung slogan “Railways; Sustainable Heritage”. Melalui proyek tersebut, dokumen-dokumen penting, foto arsip, hingga objek dan artefak perkeretaapian kuno milik Iran akan dikumpulkan untuk dipamerkan secara terbuka kepada masyarakat umum maupun wisatawan internasional.
Metro Tehran: Dari Jalur Transportasi Jadi Bunker Perlindungan Saat Perang
Menghidupkan Wisata Kereta Api Lewat “Desa Wisata Rel”
Selain membangun kompleks museum, pemerintah Iran yang bekerja sama dengan Kementerian Jalan dan Pembangunan Perkotaan juga tengah gencar mengejar target pengembangan wisata kereta api. Salah satu inovasi unik yang disiapkan adalah pembuatan konsep “Desa Wisata Rel” (tourism villages) di sepanjang jalur kereta aktif.
Nantinya, rute-rute ini akan dihidupkan kembali dengan pengoperasian kereta wisata khusus yang menggandeng operator sektor swasta dan perusahaan transportasi penumpang lokal. Kehadiran desa wisata berbasis rel ini diharapkan dapat mendongkrak potensi pariwisata daerah sekaligus meningkatkan daya tarik masyarakat untuk beralih menggunakan transportasi kereta api.
Museum Nasional di Jantung Jalur Kereta Api Legendaris UNESCO
Salah satu sorotan utama dari megaproyek pelestarian ini adalah rencana pembangunan Museum Nasional Trans-Iranian Railway yang akan berlokasi di Stasiun Kereta Api Tehran. Rencana ini dipaparkan langsung oleh Vahid Aliqardashi selaku direktur jalur Trans-Iranian Railway yang telah resmi terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 2021.
Sebagai informasi bagi pencinta kereta api, jalur Trans-Iranian Railway merupakan salah satu mahakarya teknik sipil terbesar abad ke-20. Membentang sepanjang 1.394 kilometer, jalur ini menghubungkan Laut Kaspia di timur laut dengan Teluk Persia di barat daya.
Jalur legendaris yang dibangun antara tahun 1927 hingga 1938 ini membelah empat zona iklim yang berbeda, melewati rangkaian pegunungan terjal, hutan, hingga dataran tinggi. Untuk mewujudkannya, para insinyur zaman dulu harus membangun 174 jembatan besar, 186 jembatan kecil, serta memahat 224 terowongan menembus gunung batu—termasuk 11 terowongan berbentuk spiral yang rumit.
Sebagai bentuk simbolis dimulainya proyek pelestarian berskala besar ini, pihak otoritas perkeretaapian Iran telah menghibahkan sebuah lentera kuno otentik—yang dahulu digunakan masinis untuk memandu perjalanan kereta—untuk menjadi koleksi perdana di museum nasional masa depan tersebut.
Sempat Rusak Akibat Serangan Udara, Iran Mulai Rekonstruksi Jembatan B1 di Karaj
