Kabar penting bagi Anda yang berencana melakukan perjalanan udara ke Jepang dalam waktu dekat. Otoritas penerbangan Jepang kini resmi memperketat protokol perjalanan menyusul diadopsinya standar keselamatan baterai litium terbaru oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).
Langkah yang dipelopori oleh Korea Selatan ini bertujuan untuk meminimalisir risiko kebakaran di dalam kabin maupun bagasi pesawat, mengingat insiden terkait power bank dan baterai litium yang terus meningkat di industri penerbangan global.
Maskapai raksasa Jepang seperti Japan Airlines (JAL) dan All Nippon Airways (ANA) telah mulai mengeluarkan peringatan dini kepada para calon penumpang menjelang musim puncak liburan (peak season). Fokus utama dari aturan baru ini adalah pembatasan kapasitas serta prosedur penyimpanan baterai cadangan yang lebih ketat. Penumpang sangat dilarang meletakkan power bank atau baterai litium cadangan di dalam bagasi tercatat (checked baggage). Semua perangkat penyimpan daya tersebut wajib dibawa ke dalam kabin sebagai bagasi kabin guna memudahkan pemantauan dan penanganan cepat oleh awak kabin jika terjadi panas berlebih atau percikan api.
Berdasarkan aturan terbaru yang diadopsi dari standar ICAO ini, terdapat batasan kapasitas energi yang harus diperhatikan. Baterai dengan kapasitas di bawah 100 Watt-hour (Wh) umumnya masih diizinkan dibawa dalam jumlah wajar, namun untuk baterai dengan kapasitas antara 100 Wh hingga 160 Wh, penumpang memerlukan persetujuan khusus dari maskapai dan jumlahnya dibatasi maksimal dua unit per orang. Sementara itu, baterai dengan kapasitas melebihi 160 Wh dilarang keras untuk dibawa masuk ke dalam pesawat, baik di kabin maupun bagasi.
Pengetatan protokol ini dilakukan untuk memastikan keselamatan operasional penerbangan di tengah tingginya arus penumpang ke Negeri Sakura. Pihak maskapai mengimbau para pelancong untuk memeriksa label kapasitas pada perangkat power bank mereka sebelum berangkat ke bandara agar tidak terjadi penyitaan saat pemeriksaan keamanan.
Dengan adanya standarisasi global yang kini diadopsi Jepang, diharapkan kesadaran penumpang akan keselamatan baterai meningkat, sehingga perjalanan udara selama musim liburan tetap aman dan nyaman bagi semua pihak.
Cegah Korsleting Power Bank, Otoritas Penerbangan Korea Selatan Bakal Gunakan Kantong Plastik
