Jika Terjadi Pemogokan Pilot dan Karyawan, Garuda Indonesia Telah Siapkan Langkah Mitigasi

Sumber: istimewa

1.370 pilot Garuda Indonesia berencana akan melakukan mogok kerja, terhitung sejak 30 hari kerja sejak tuntutan mereka diutarakan ke publik. Ancaman tersebut sontak membuat geger dunia penerbangan, mengingat aksi ribuan pilot yang tergabung dalam Asosiasi Pilot Garuda Indonesia (APG) bakal memiliki dampak besar dalam aspek pelayanan penerbangan.

Baca juga: RUPST 2018, Garuda Indonesia Canangkan Akselerasi Bisnis dan Pertumbuhan Penumpang 10 Persen

Seperti dikutip dari liputan6.com, puluhan pilot Garuda Indonesia protes terhadap kondisi perusahaan saat ini. Ketua umum Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) Ahmad Irfan Nasution menjelaskan, kondisi keuangan Garuda semakin menurun dilihat dari net profit loss atau rugi bersih 2017 yang naik signifikan yakni US$213,38 juta dollar dari tahun sebelumnya yang hanya US$9,36 juta.

menurut Sekarga, hal ini diakibatkan kegagalan manajemen PT Garuda Indonesia di antaranya dalam penjadwalan kru. Sehingga adanya pembatalan dan penundaan penerbangan, adanya jabatan direktur kargo yang tidak dibutuhkan. Dan hanya menambah biaya organisasi serta nilai saham yang semakin merosot di level 286 per saham pada penutupan perdagangan akhir April lalu dibanding pada pembukaan harga saat IPO yang mencapai Rp750 lembar saham.

Sekarga meminta Presiden Jokowi, Kementerian BUMN serta para pemegang saham segera merestrukturisasi Direksi Garuda Indonesia dengan mencabut direktur kargo yang dianggap tidak dibutuhkan.

Sementara, Hengky Heriandono, VP Corporate Secretary Garuda Indonesia dalam siaran pers (2/5/2018) yang diterima KabarPenumpang.com menyebutkan bahwa terkait dengan rencana pemogokan yang akan dilakukan oleh Serikat Karyawan dan Asosiasi Pilot Garuda, manajemen menegaskan bahwa kegiatan operasional penerbangan akan tetap berlangsung secara normal. Manajemen Garuda Indonesia telah melakukan langkah langkah mitigasi untuk mengantisipasi kondisi tersebut.

Terkait sorotan akan keberadaan direktorat kargo, Ia menyapaikan bahwa sejalan dengan tantangan industri penerbangan yang kian kompetitif, perusahaan turut mengembangkan berbagai model bisnis dalam memaksimalkan potensi pasar, yang salah satunya dilakukan melalui utilisasi pasar kargo.

Melalui lini usaha kargo udara, sepanjang tahun 2017 Garuda Indonesia berhasil mengangkut 446.8 ribu ton angkutan kargo, meningkat sebesar 7,4 persen dibandingkan tahun 2016 dengan pendapatan kargo Garuda Indonesia yang meningkat sebesar 8,2 persen menjadi US$237,1 juta di tahun 2017.

Baca juga: Belum Ada Kesepakatan, Garuda Indonesia dan Koosmariam Lanjutkan Permasalahan di Pengadilan

Mengenai sorotan kinerja keuangan, Garuda Indonesia juga berhasil menekan tren kerugian dari 1Q-2017 sebesar US$99,1 juta menjadi US$38,9 juta pada 2Q-2017. Garuda Indonesia juga telah berhasil membukukan laba operasi sebesar US$61,9 juta pada periode 3Q-2017 (diluar tax amnesty dan extraordinary items sebesar US$145 juta). Jumlah itu naik 216,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.