Juni 2019, Uzbekistan Airways Buka Penerbangan Jakarta – Tashkent 2x Seminggu

Sumber: youtube.com

Uzbekistan Airways merupakan flag carrier dari Uzbekistan yang berdiri sejak 28 Januari 1992 dan mulai melakoni penerbangan komersialnya pada 31 Mei 1992. Bertumpu pada kekuatan 31 armada pesawat, maskapai ini memiliki 58 destinasi, termasuk sejumlah titik yang tersebar di kawasan Asia, Eropa, dan Amerika Utara. Belakangan ini, nama Uzbekistan Airlines menjadi buah bibir yang cukup santer dibicarakan oleh sebagaian kalangan.

Baca Juga: Mengenal SkyTeam, Aliansi Penerbangan Internasional Garuda Indonesia

Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, ternyata maskapai ini diproyeksikan untuk kembali melakukan penerbangan menuju Indonesia. Adapun rute yang nantinya akan dijabani oleh maskapai ini menghubungkan Jakarta dengan Ibukota Uzbekistan, Tashkent. Menurut kabar yang tersiar, Uzbekistan Airways akan mulai mengoperasikan rute ini sekitar bulan Juni 2019 mendatang.

Rute penerbangan pulang pergi ini sendiri akan dilayani sebanyak dua kali dalam seminggu dengan dua skema yang berbeda. Skema pertama adalah Tashkent – Kuala Lumpur – Cengkareng/Jakarta – Tashkent, dan skema kedua adalah Tashkent – Cengkareng/Jakarta – Kuala Lumpur – Tashkent.

Apabila rencana yang tersebar luas dari Direktur Orient Mice Travel, Shukur Pardaev ini terealisasi kelak, maka ini akan menorehkan tinta emas di tubuh maskapai. Pasalnya, maskapai asal Asia Tengah ini akan menjadi yang pertama terbang menuju Indonesia. Selain itu, nama Indonesia juga akan tercatat sebagai destinasi ketiga di Asia Tenggara yang dikoneksikan oleh Uzbekistan Airways ini, setelah Malaysia dan Singapura.

Baca Juga: Trans-Siberia, Kereta Yang Mengubah Takdir Cinta

Menurut rencana yang beredar, maskapai ini akan menggunakan pesawat jenis Boeing 767 yang mampu menampung hingga 232 kursi kelas ekonomi. Untuk durasi perjalanan, penerbangan langsung Cengkareng – Tashkent akan memakan waktu 8,5 jam. Sedangkan untuk penerbangan Tashkent – Kuala Lumpur berlangsung selama 7,5 jam, dan Kuala Lumpur – Cengkareng selama kurang lebih 2 jam.

Sebenarnya, maskapai berkode HY versi IATA ini bersama dengan travel-travel wisata di negeri pecahan Uni Soviet sudah lama mengincar pasar wisatawan Tanah Air, khususnya wisatawan muslim, dengan menawarkan paket-paket wisata ziarah ke kota bersejarah seperti Bukhara dan Samarkand, selain Ibu Kota Tashkent.