Kenali Jenis-Jenis ‘Penyeberangan Orang,’ Semuanya Mengambil Nama Binatang!

Sumber: The Hindu

Belakangan ini, perhatian warga Jakarta tengah terfokus pada pembongkaran Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang terletak di sekitaran Bunderan Hotel Indonesia. Pembongkaran ini dilatarbelakangi pernyataan Pemprov DKI yang menyebutkan hadirnya JPO tersebut menghalangi pemandangan Patung Selamat Datang pada saat pelaksanaan Asian Games pada 18 Agustus mendatang.

Baca Juga: Halte di Jalan Sudirman Tertutup Rumput, Warga Ramai di Media Sosial, Ini Kata Gubernur DKI

Sebagai gantinya, Pemprov akan memberlakukan Pelican Crossing. Mungkin sebagian dari Anda akan bertanya-tanya, “Apa sih Pelican Crossing itu?”. Pelican Crossing adalah penyeberangan pejalan kaki yang dikontrol lampu lalu lintas dan dioperasikan oleh pejalan kaki. Tentu Anda semua pernah melihat jenis penyeberangan seperti ini, dimana para penyeberang akan menekan tombol di tiang lampu lalu lintas sebelum menyeberang, dan lampu yang semula hijau akan berubah menjadi merah.

Tidak hanya itu saja, ada beberapa jenis penyeberangan lain yang kerap kali ditemukan di jalan-jalan. Berikut KabarPenumpang.com himpun jenis-jenis penyeberangan yang lazim ditemukan di jalanan, dikutip dari berbagai laman sumber.

Zebra Cross

Sumber: istimewa

Ini adalah yang paling banyak dan paling mudah ditemukan di jalan-jalan. Dengan corak hitam putihnya yang menyerupai warna kuda zebra, biasanya zebra cross ditempatkan di sebuah persimpangan yang memiliki lampu lalu lintas. Ketika lampu lalu lintas untuk kendaraan bersinar merah, maka lampu untuk penyeberang akan menyala hijau – pun sebaliknya.

Puffin Crossing

Sumber: Keith, Graham and Iain

Kerap disebut sebagai persimpangan cerdas yang ramah pejalan kaki, penyeberangan ini menggunakan sensor yang mampu mendeteksi keberadaan para penyeberang yang menunggu di area deteksi. Berbeda dengan pelican crossing dimana lampu penanda berada diseberang jalan, lampu petunjuk penyebrang jalan pada Puffin Crossing berada di sebelah samping, sehingga para penyeberang dapat memantau lalu lintas sembari menunggu sinyal untuk menyeberang.

Toucan Crossing

Sumber: Singletrack Magazine

Kata yang diambil dari nama burung ini sebenarnya merupakan pelesetan dari kata two-can, yang berarti keduanya bisa menyeberang. Keduanya? Selain pejalan kaki, siapa lagi yang akan menyeberang? Ya, para pengguna sepeda. Menggunakan prinsip yang sama seperti Pelican Crossing, para calon penyeberang harus terlebih dahulu menekan tombol untuk meminta jalan kepada kendaraan bermotor. Ciri khas dari Toucan Crossing ada pada logo lampu penanda, dimana ada juga gambar sepeda disamping gambar orang.

Baca Juga: Karena Unik, Sejumlah Jembatan Penyeberangan Orang Jadi Fenomenal

Pegasus Crossing

Sumber: Geograph

Mirip seperti Toucan Crossing, namun yang dikhususkan di penyeberangan ini bukanlah pesepeda, namun penunggang kuda. Untuk yang satu ini, mungkin agak sulit ditemukan di Indonesia, mengingat yang ditungganginya adalah kuda besi (sepeda motor).

Jika diperhatikan, akan muncul satu pertanyaan yang sedikit menggelitik. Kenapa semua jenis penyeberangan ini menggunakan nama binatang, ya?