Kisah Pramugari Cadangan: “Tidak Mudah Meninggalkan Keluarga”

0
Cheri Campbell. Sumber: bnd.com

Berpisah dengan keluarga tercinta demi pekerjaan memang bukanlah pilihan yang mudah, ditambah lagi pekerjaan tersebut tergolong beresiko tinggi. Inilah yang dirasakan oleh Cheri Campbell, seorang reserve flight attendant atau pramugari cadangan asal Fairview Heights yang bekerja untuk maskapai Trans State Airlines. Dalam mengisi waktu luangnya selama ia berada di “darat”, ia membantu mengembangkan bisnis suaminya di bidang reparasi kendaraan.

Baca Juga: Ini Dia! Tips Cantik ala Pramugari

Dalam menjalankan tugasnya, Cheri harus siap mengabdi kepada perusahaan tiga minggu dalam satu bulan, itu artinya ia hanya memiliki waktu satu minggu bersama keluarganya. “Mungkin saya tidak akan pulang ketika Natal atau Paskah. Ini merupakan jenis pekerjaan yang berbeda,” ungkapnya sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman bnd.com (3/8/2017). Sebelum ia menjalani tugasnya per bulan November kemarin, ia berkonsultasi dengan pihak keluarga untuk memastikan mereka tidak keberatan dengan jadwalnya yang bisa dibilang sangat padat tersebut.

Sejak saat itu, Ibu dari tiga anak ini sudah menghabiskan waktunya mengudara selama kurang lebih 300 jam, dan 60 malam di kamar hotel. “Akan merasa kikuk jika ia tidak berada di rumah, secara kami sudah lama menikah,” tutur suami dari Cheri, Brian. “Selama ia bahagia dengan pekerjaannya, maka saya juga turut bahagia,” tambahnya.

Sebelumnya, Cheri bekerja paruh waktu di Campbell’s Automotive di daerah Belleville, namun ketika pihak maskapai menghubunginya, Cheri harus segera berkemas dan menjalankan tugasnya sebagai pramugari cadangan. Kecintaannya akan bertemu banyak orang dan mengunjungi tempat-tempat yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya menjadi salah satu alasan mengapa Cheri mencintai pekerjaannya ini.

Baca Juga: Adakah Yang Berbeda Antara Pramugari dan Awak Kabin?

Diketahui, Trans State Airlines mempekerjakan hampir 300 pramugari di lima homebase, yaitu Lambert di St. Louis, O’Hare di Chicago, Raleigh-Durham, Washington Culled, dan Denver. Maskapai regional ini mengudara sebagai United Express untuk United Airlines dan American Eagle untuk American Airlines. “Maskapai penerbangan kami dimulai pada tahun 1982,” kata Debbie Hicks, manager of inflight service training. “Kami tidak memiliki nama resmi yang diaku oleh banyak orang,” tambahnya.

Benih-benih karir yang baru saja dijalani oleh Cheri ini sebenarnya tertanam sejak ia masih gadis. Ayahanda Cheri, Don Galik (alm.) pernah bekerja sebagai petugas kontrol produksi di McDonnell Douglas yang kini lebih dikenal dengan Boeing. Sebenarnya, untuk kualifikasi seorang pramugari adalah seorang wanita yang belum menikah, dan tinggi minimal 4,11 kaki atau setara dengan 125 cm tanpa alas kaki. Namun menanggapi status pernikahan Cheri, pihak Trans States memiliki pandangannya sendiri. “Kami mencari seseorang yang hangat dan ramah serta tulus dan mudah didekati dan berempati,” kata Ronald Davis, manager of inflight standards and compliance Trans States.

Karir Cheri dimulai dengan latihan dan pengujian selama dua bulan, yang sebagian besar terkait dengan prosedur keselamatan. Beberapa sesi berlangsung di sebuah pesawat mockup di Lambert. Petugas penerbangan harus memverifikasi bahwa peralatan keselamatan di dalam kabin berfungsi dengan baik, dapat mengelola CPR, memberikan instruksi kepada penumpang tentang apa yang harus dilakukan dalam keadaan darurat dan mematuhi semua peraturan yang ada.

Baca Juga: Diet Coke, Inilah Minuman Yang Dibenci Pramugari

Pramugari juga bertanggung jawab untuk menjaga agar kabin tetap bersih dan nyaman serta memastikan penumpang berada di penerbangan yang benar dengan barang bawaan tidak tertukar dengan penumpang lainnya.

Cheri mengungkapkan, salah satu tantangan dalam pekerjaannya adalah berurusan dengan populasi yang beragam. Ambil contoh ketika beberapa penumpang bersenang-senang, hendak berlibur atau mengunjungi orang yang dicintai. Sementara yang lainnya akan menghadiri pemakaman atau melakukan perjalanan bisnis. Ia mengungkapkan belum menghadapi masalah medis atau yang berbau kriminal, dan dia menemukan kebanyakan orang bersikap ramah dan kooperatif. “Yang pasti Anda harus tetap tersenyum.” tutupnya.

Leave a Reply