Legenda Kereta Hantu Manggarai, Antara Fakta dan Mitos

Ilustrasi kereta

Menyandang status sebagai stasiun tua peninggalan Belanda kerap diidentikan dengan nuansa horor. Tak salah jika muncul anggapan tersebut, maklum keberadaan stasiun yang dimaksud telah melewati pergantian beberapa zaman, mungkin diantaranya termasuk periode masa-masa kelam. Dan salah satu yang disebut angker atau horor adalah Stasiun Manggarai, stasiun terbesar di Jakarta ini berdiri pada tahun 1914.

Cerita seran di stasiun Manggarai tentu yang paling kondang adalah tentang fenomena kereta hantu, disebut kereta hantu lantaran ada sosok kereta KRL Jabodetabek yang ‘bisa’meluncur sendiri dari Stasiun Bogor hingga Manggarai. Meski posisi Bogor lebih tinggi dari Jakarta, seandainya pun kereta bisa meluncur karena gaya gravitasi, semestinya kereta tidak akan mampu meluncur sejauh itu, dimana jarak antara Stasiun Bogor dan Stasiun Manggarai ada dikisaran 55 km.

Baca juga: Terowongan Stasiun Manggarai, Optimalkan Keselamatan Calon Penumpang

Karena kisah kereta hantu Manggarai cukup kondang diperbincangkan, para sineas pun ikut ambil bagian dan mengisahkan tentang kereta hantu yang ada di stasiun ini. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai sumber yang ada, cerita kereta hantu di stasiun Manggarai ini pun sudah tidak bisa dibedakan antara fakta dan mitos.

Sebab bila ditelusuri dari beberapa cerita yang ada, kereta ini nyata dan banyak saksi mata yang menceritakannya. Biasanya kereta ini berjalan diatas jam kereta beroperasi atau sudah tidak ada lagi kereta yang melintas. Ada cerita tentang kereta yang hilang setelah penumpangnya turun dan yang terakhir adalah kejadian dimana kereta tersebut terlihat secara fisik oleh mata siapapun.
Kereta listrik (KRL) misterius ini terjadi hampir sepuluh tahun yang lalu dimana jadwal terakhir kereta beroperasi pukul 22.00 WIB tidak seperti sekarang yang melitas sampai 24.00 WIB. Kereta misterius ini berjalan sendiri tanpa adanya masinis dan penumpang dari arah Bogor hingga ke stasun Manggarai.
Hal ini dituturkan oleh beberapa warga dan petugas penjaga lintasan KA. Saat itu perlintasan Bukit Duri, Jakarta Selatan masih beroperasi dan tiba-tiba sirene pintu perlintasan kereta berbunyi serta mengagetkan petugas yang menjaga malam.

Diketahui saat itu masih pukul 04.00 WIB dan harusnya belum ada jadwal kereta beroperasi sebab jadwal operasi KRL biasanya pukul 05.00 WIB. Tak lama sirene berbunyi melintas rangkaiaan kereta dengan empat gerbong dengan kecepatan 60-80 km per jamnya. Uniknya kereta ini berjalan tanpa pasokan listrik dengan kondisi gelap gulita bagian dalam gerbognya dan berhenti di tanjakan arah stasiun Cikini.

Dengan adanya cerita ini, membuat para sutradara mengangkat cerita tentang kereta hantu Manggarai. Ada dua film yang diproduksi dengan genre horor, pertama judulnya Kereta Hantu Manggarai yang dirilis tahun 2008 lalu dan Kereta Setan Manggarai rilis tahun 2009.

Baca juga: Manggarai, dari Tempat Budak Hingga Menjadi Stasiun Terbesar di Jakarta

Kereta Hantu Manggarai disutradarai oleh Nayato Fio Nuala dan Kereta Setan Manggarai di sutradarai oleh Nanang Istiabudi. Untuk film Kereta Setan Manggarai, sutradara mengangkat dari kisah nyata yang pernah ada.