Lufthansa Berencana Jual Enam Unit A380, Airbus Siap Beli!

Sumber: simpleflying.com

Masa kejayaan super-jumbo jet Airbus A380 semakin meredup. Setelah beberapa waktu yang lalu pihak Airbus menerima sejumlah pembatalan pemesanan dari berbagai maskapai di seluruh penjuru dunia, kini manufaktur pesawat asal Eropa ini harus kembali mendapatkan berita kurang sedap. Pasalnya, Lufthansa akan menjual enam armada Airbus A380nya di rentang tahun 2022 hingga 2023. pihak flag carrier Jerman sendiri mengaku, penjualan armada tersebut dilatarbelakangi oleh masalah finansial perusahaan.

Baca Juga: Stop Produksi di Awal 2019, Kapan Airbus A380 Pensiun Sepenuhnya?

Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com (13/3/2019), rencana penjualan armada ini sejalan dengan visi Lufthansa untuk memesan armada baru dari Boeing dan Airbus senilai US$12 miliar. Menurut catatan, kini Lufthansa mengoperasikan 14 armada Airbus A380 untuk melakoni rute penerbangan jarak jauhnya. Uniknya, pihak Airbus sendiri yang dikabarkan akan membeli enam unit A380 yang dijual oleh Lufthansa.

“Lufthansa terus memantau keuntungan dari jaringan rute di seluruh dunia. Sebagai salah satu dampaknya, kami akan mengurangi jumlah armada Airbus A380 dari 14 pesawat menjadi delapan karena alasan ekonomi,” ujar Lufthansa dalam sebuah keterangan tertulis.

“Struktur jaringan dan armada jarak jauh, yang dioptimalkan secara fundamental sesuai dengan aspek strategis, akan memberikan perusahaan lebih banyak fleksibilitas dan pada saat yang sama, akan meningkatkan efisiensi dan daya saingnya,” sambungnya.

Sebenarnya, Lufthansa merupakan salah satu fans berat dari Airbus A380 – tidak hanya dicintai oleh kru Lufthansa saja, pun dengan para penumpang setianya.

Kendati begitu, Lufthansa menambahkan bahwa penjualan ini merupakan salah satu bagian dari rencana bisnis mereka yang berkelanjutan, penting untuk mengevaluasi profitabilitas dalam jaringan mereka. Ini termasuk ukuran pesawat yang efisien sesuai dengan kondisi pasar. Dengan A380, Lufthansa mengatakan, “profitabilitas hanya mungkin terjadi pada rute paling banyak permintaan,”.

Baca Juga: Kendati Produksi Dihentikan, Airbus A380 Tetaplah Fenomenal

Sebagaimana yang diketahui bersama, Airbus A380 merupakan armada dengan daya angkut yang sangat besar, dan pihak maskapai kerap mengalamai kesulitan untuk mengisi bangku yang tidak terisi dalam sebuah penerbangan. Lain cerita jika A380 terisi penuh, maka pesawat ini akan bertransformasi menjadi armada paling irit. Tersiar kabar, Lufthansa telah melirik Airbus A350 dan Boeing 787 sebagai armada potensial untuk menjabani sejumlah rute penerbangannya.

“Selain efektivitas biaya Airbus A350 dan Boeing 787, emisi CO2 yang jauh lebih rendah dari pesawat angkut jarak jauh generasi baru ini juga merupakan faktor penentu dalam keputusan investasi kami,” ungkap Carsten Spohr, CEO dari Lufthansa.