Lufthansa Hentikan Pengoperasian “Tante Ju”, Siapa Dia?

Sumber: Deutsche Lufthansa Berlin Stiftung

Maskapai kebanggaan warga Jerman, Lufthansa baru-baru ini membuat pernyataan yang berhasil menarik perhatian sejumlah pihak, dimana perusahaan tersebut dikabarkan akan menghentikan menghentikan pengoperasian dari pesawat Junkers Ju-52 atau yang lebih dikenal dengan sebutan “Tante Ju”. Adapun alasan yang melatarbelakangi flag carrier Negeri Bavaria ini adalah soal pendanaan. Dengan begitu, warga Jerman tidak akan lagi melihat “Tante Ju” mengudara di atas Pelabuhan Hamburg.

Baca Juga: Salip IAG dan Air France-KLM, Lufthansa Kini Jadi Maskapai Terbesar di Eropa

Seperti yang dirangkum KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, biaya operasi yang tidak sedikit dari Junkers Ju-52 inilah yang pada akhirnya menghentikan laju si pesawat veteran ini. “Pengoperasian Junkers Ju-52 disubsidi dengan jumlah tinggi dari tahun ke tahun, dan operasi ekonomi tidak dapat dicapai dalam jangka panjang,” tutur pihak Lufthansa sembari mengklarifikasi penghentian operasi dari “Tante Ju” tersebut.

Dikutip dari laman aerotime.aero (23/1/2019), adapun pendanaan untuk menerbangkan Tante Ju ini berkisar di angka €1juta atau yang setara dengan Rp16,04 miliar per tahunnya. Sementara itu, masa depan dari Tante Ju sendiri dapat dialih-fungsikan jadi armada pertunjukan udara, namun pihak Lufthansa sendiri masih belum mau membongkar hal tersebut.

“Hingga saat ini, keputusan masih belum dibuat,” tutur pihak Lufthansa.

Sejak keputusan ini diterbitkan oleh Lufthansa, penumpang biasa tidak bisa lagi mengudara bersama “Tante Ju” – pun dengan penumpang yang sudah memegang tiket, “Dananya akan di reimbursed,”

Menilik ke “Tante Ju”, pesawat yang pertama kali mengudara pada 13 Oktober 1930 (Untuk JU-52/1m) ini sendiri awalnya dirancang dengan menggunakan mesin tunggal, namun dirancang ulang dan menggunakan trimotor. Pesawat produksian Junkers Flugzeug- und Motorenwerke AG ini memiliki multi peran dalam sektor kedirgantaraan, mulai dari angkutan penerbangan sipil, penerbangan militer, hingga perannya di bawah kendali Lufthansa adalah sebagai pesawat tamasya.

Baca Juga: Jerman Datangkan Saksi Bisu Pembajakan Lufthansa 1977, Indonesia Juga Punya Sejarah Yang Mirip

Semasa Perang Dunia II, banyak armada Ju-52 yang digunakan oleh Luftwaffe, pasukan militer gabungan Wehrmacht Jerman sebagai pengangkut tentara dan ambulans udara. Satu unit Ju-52 mampu menampung hingga 18 tentara bersenjatakan lengkap. Tidak hanya itu, mereka juga mampu menampung 12 usungan ketika berperan sebagai ambulans udara.

‘Karir’ Ju-52 semakin gemilang ketika armada ini dinobatkan sebagai moda transportasi personal dari dua orang yang sangat terkenal pada masanya – Adolf Hitler dan Chiang Kai-shek.