Manufaktur Rudal dari Cina Buat Pemindai Tubuh di Bandara dengan Keakuratan 95 Persen

Ilustrasi alat pemindai. Sumber: scmp.com

China Aerospace Science and Industry Corporation (CASIC) selama ini dikenal luas sebagai motor dalam indsutri rudal (peluru kendali) Cina. Dengan menguasai teknologi tinggi, CASIC belum lama ini mengumumkan baru saja meluncurkan alat pemindai tubuh dengan kecerdasan buatan untuk digunakan di bandara. Alat pemindai ini dapat mendeteksi 89 barang terlarang dalam waktu satu detik.

Baca juga: Jelang Pemeriksaan Keamanan di Bandara, Sebaiknya Tanggalkan Aksesoris Berikut Ini!

KabarPenumpang.com merangkum dari sumber scmp.com (26/4/2018), bahwa sistem yang ada di alat pemindai ini memiliki tingkat akurasi 95 persen. Sehingga diharapkan mampu membantu meningkatkan prosedur keamanan saat check ini di bandara yang tadinya hanya memindai secara manual dengan detektor logam.

“Menggunakan teknologi kedirgantaraan dalam keamanan seperti menggunakan mata rudal untuk memindai. Tidak ada yang bisa disembunyikan di bawah pakaian seseorang atau di atas kulit seseorang,” ujar kepala laboratorium AI, Zhao Yinghai.

Saat ini alat pemindai yang dilengkapi sistem terbaru sedang diuji coba di Bandara Beijing dan Urumqi ibu kota Xinjiang yang pernah mengalami kerusuhan karena masalah etnis pada 2009 lalu. Hadirnya produk keamanan ini ditengah upaya pemerintah Cina dalam mempromosikan inovasi komersial di bidang canggih dengan kepintaran buatan. Pada Juli lalu, Dewan Negara Cina menyusun agar negara tersebut menjadi pusat inovasi terkemuka di AI termasuk membangun industri AI dalam negeri senilai US$150 miliar.

Diketahui, lembaga penelitian yang berbasis di Beijing tersebut telah mengembangkan persenjataan dengan teknologi AI sejak 2015 lalu. Mereka mendirikan laboratorium penelitian AI khusus pada awal tahun 2017 lalu untuk mempercepat penelitian dan pengembangan yang terkait.

Salah satunya adalah pemindai tubuh yang didukung AI merupakan perkembangan terakhir yang keluar dari lab. Pemindai dapat membaca semua informasi antara pakaian dan kulit seseorang untuk mendeteksi item yang dilarang, termasuk zat korosif dan cairan yang mudah terbakar, yang sulit untuk menyaring menggunakan langkah-langkah keamanan tradisional.

Orang yang sedang akan masuk ke mesin harus menempelkan tangan mereka selama kurang dari dua detik untuk mengaktifkan pemindaian. Sistem ini bekerja dengan cara yang mirip dengan pemindai seluruh tubuh yang digunakan di bandara Amerika Serikat, dengan memantulkan gelombang elektromagnetik dari wisatawan dan secara otomatis menghasilkan gambar untuk menunjukkan di mana barang yang mencurigakan mungkin berada.

Baca juga: Hitachi Luncurkan EMIEW3, Robot Pintar di Bandara Dengan Artificial Intelligence

Meskipun kekhawatiran privasi meningkat, otoritas Cina telah banyak mengadopsi teknologi AI, khususnya sistem pengenalan wajah, untuk meningkatkan pengawasan keamanan publik. Kamera pengintai bertenaga AI telah dipasang di seluruh negeri untuk menemukan penjahat yang dicurigai.

Beberapa stasiun kereta bawah tanah yang paling sibuk di Beijing telah memasang kamera pengenal wajah untuk pengawasan kerumunan sementara polisi kereta api di provinsi Henan China tengah telah dilengkapi dengan kacamata pintar dengan teknologi pengenalan wajah built-in untuk menyaring penumpang.