Memboncengi Penumpang Awam, Ini Dia Tipsnya Agar Bermotor Aman!

Sumber: Line

Selain harus menyeimbangkan diri sendiri, ternyata tingkat kesulitan yang hadir ketika kita membonceng seseorang meningkat berkali lipat. Kita harus tetap seimbang walaupun si penumpang di belakang banyak gerak atau bahkan kaku sekalipun. Terlebih jika si penumpang baru pertama kali dibonceng, ini akan jadi tantangan tersendiri bagi Anda selaku si pengemudi. Biasanya, dia akan kaku sejadi-jadinya ketika pertama kali dibonceng.

Baca Juga: Sirocco, Bus Dengan Roda Sejajar Calon Transportasi Masa Depan

Sadar bahwa hal semacam ini berpotensial menimbulkan kecelakaan, berikut KabarPenumpang.com himpun beberapa poin yang patut Anda perhatikan sebelum membonceng seseorang, dikutip dari laman rideapart.com.

Perlengkapan
Berbeda dengan di dalam negeri, setiap pengendara motor di luar negeri amat sangat memperhatikan kelengkapan mereka sebelum berkendara. Mulai dari helm, vest, sarung tangan, hingga sepatu yang menutupi mata kaki. Bagi para pengemudi, wajib hukumnya bagi mereka untuk melengkapi penumpang dengan kelengkapan yang sama. Semisal salah satu diantaranya tidak lengkap, mereka akan lebih memilih untuk naik mobil saja. Sangat berbanding terbalik dengan di Indonesia, ya!

Ingatkan si Penumpang
Sampaikanlah kepada si penumpang apa yang kira-kira harus ia lakukan, mengingat ini barulah kali pertamanya ia berkendara menggunakan sepeda motor. Semisal, “Berpeganganlah dengan erat, ikuti gerakan motor dan jangan kaku,”. Juga jangan lupa untuk memberikan kode kepada si penumpang alih-alih dia ingin memberitahu sesuatu. “Cubit atau pukul saja semisal laju motor terlalu cepat,”

Perintahkan Untuk Duduk Senyaman Mungkin
Karena ini pengalaman pertamanya dibonceng, maka upayakan agar dirinya mendapati ‘spot’ terbaik ketika berkendara. Jangan lupa, kebanyakan penumpang naik dan turun menunggu aba-aba dari kita, apakah sudah boleh turun atau belum. Serta jangan lupakan pijakan kaki penumpang yang selalu diinjak ketika hendak naik atau turun, jadi siakan diri Anda untuk itu.

Baca Juga: Kirim Motor Lewat Kereta, Baca Dulu Tipsnya!

Tata Cara Berpegangan
Arahkan si penumpang untuk memegang erat pada pengemudi. Satu tangan memegang pinggul di pengemudi, sedangkan satunya berpegangan pada tangki. Cara ini dianggap yang paling aman di segala kondisi, baik pada kecepatan rendah atau tinggi sekalipun.

Upayakan Untuk Mengkomunikasikan Semuanya Secara Verbal
Baik hendak turun atau mengkomunikasikan sesuatu, ada baiknya Anda menghimbau kepada si penumpang agar membicarakannya secara verbal. Jangan lupa ingatkan si penumpang untuk turun dengan kaki kiri terlebih dahulu, karena ini berkaitan dengan keseimbangan.