Wednesday, May 20, 2026
HomeAnalisa AngkutanMencekam, Kebakaran Mesin Delta Air Lines A330 Paksa Pendaratan Darurat dan Picu...

Mencekam, Kebakaran Mesin Delta Air Lines A330 Paksa Pendaratan Darurat dan Picu “Blackout” di Kabin Penumpang

Suasana mencekam melanda para penumpang pesawat Airbus A330-300 milik maskapai Delta Air Lines dengan nomor registrasi N818NW. Pesawat yang tengah melakukan penerbangan rute transatlantik dari Bandara John F. Kennedy (JFK) New York menuju Bandara Malpensa Milan, Italia, terpaksa harus melakukan pendaratan darurat di Bandara Charles de Gaulle (CDG) Paris, Perancis.

Keputusan darurat ini diambil setelah pesawat berusia 18 tahun tersebut mengalami kegagalan fungsi mesin yang fatal di tengah penerbangan, hingga memicu kepanikan luar biasa di dalam kabin penumpang.

Menurut kesaksian para penumpang yang berada di dalam penerbangan tersebut, insiden bermula saat pesawat sedang berada dalam fase jelajah di atas wilayah udara Eropa. Secara tiba-tiba, terdengar suara dentuman yang sangat keras menyerupai ledakan dari salah satu sisi pesawat. Dentuman keras tersebut langsung diikuti oleh getaran hebat pada badan pesawat, yang seketika membuat para penumpang, terutama yang duduk di dekat jendela dekat mesin yang bermasalah, merasa sangat cemas.

Ketakutan para penumpang semakin memuncak ketika beberapa dari mereka melihat adanya kilatan cahaya dan kobaran api yang keluar dari mesin pesawat melalui jendela kabin. Rekaman video amatir yang kemudian beredar luas di media sosial memperlihatkan momen-momen menegangkan saat api terus menyembur dari mesin selama proses pengalihan penerbangan dilakukan.

Ketegangan di dalam kabin kian dramatis ketika sistem kelistrikan di area penumpang tiba-tiba padam total atau mengalami blackout. Lampu kabin, layar hiburan di setiap kursi (in-flight entertainment), hingga port pengisian daya ponsel mendadak mati secara bersamaan sesaat setelah ledakan mesin terjadi. Berdasarkan analisis teknis arsitektur pesawat Airbus A330, kondisi blackout di area kabin ini sebenarnya terjadi karena sistem manajemen daya pesawat secara otomatis melakukan pemutusan beban listrik non-esensial (load-shedding). Ketika generator pada mesin yang bermasalah terputus dari jaringan, komputer pesawat memprioritaskan pasokan daya listrik yang tersisa dari mesin yang sehat atau unit daya cadangan (Auxiliary Power Unit/APU) hanya untuk menghidupkan sistem kritis, seperti instrumen kokpit, sistem kendali penerbangan, navigasi, komunikasi, dan sistem hidrolik demi memastikan pesawat tetap dapat dikendalikan dengan aman oleh pilot.

Mengenal Squawk 7700: Apa yang Terjadi Saat Pilot Menyatakan Status Darurat di Udara?

Menghadapi situasi darurat tersebut, awak kokpit Delta Air Lines langsung mengaktifkan kode transponder darurat internasional ‘Squawk 7700’ untuk memberi sinyal kepada otoritas pemandu lalu lintas udara setempat. Pilot kemudian dengan sigap mengubah arah terbang dan langsung menurunkan ketinggian pesawat menuju Paris Charles de Gaulle sebagai bandara pengalihan (divert) terdekat yang dinilai paling aman.

Bandara besar seperti CDG Paris sengaja dipilih karena memiliki infrastruktur landasan pacu yang panjang serta kesiapan tim pemadam kebakaran dan penyelamat bandara (ARFF) yang sangat lengkap untuk menangani pesawat berbadan lebar (widebody). Pesawat akhirnya berhasil mendarat dengan selamat di Paris, di mana armada truk pemadam kebakaran sudah bersiaga penuh di sepanjang landasan pacu untuk langsung memeriksa dan mengamankan kondisi mesin yang sempat terbakar. Pihak maskapai memastikan tidak ada korban luka dalam insiden ini, dan seluruh penumpang segera dievakuasi menggunakan bus menuju terminal bandara. (Gilang Perdana)

JANET, Maskapai Penerbangan yang Serba Rahasia, Terkait Area 51?

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru