Pramugari selalu mengingatkan penumpang untuk membuka penutup jendela dan menegakkan sandaran kursi sesaat sebelum lepas landas (takeoff) dan mendarat (landing). Aturan ini bukanlah sekadar masalah kenyamanan, melainkan bagian integral dari protokol keselamatan darurat global yang dirancang untuk menyelamatkan nyawa dalam hitungan detik.
Alasan utama di balik aturan membuka penutup jendela berfokus pada asesmen kondisi darurat yang cepat, baik oleh kru maupun penumpang.
Pramugari adalah mata dan telinga pertama kru kokpit di kabin. Dengan jendela terbuka, mereka dapat dengan cepat melihat kondisi di luar, seperti adanya api di mesin (engine fire), asap di sayap, atau kerusakan pada badan pesawat, yang mungkin terjadi selama proses takeoff atau landing yang berisiko tinggi.
Jika terjadi insiden, keputusan untuk menggunakan pintu keluar tertentu harus dibuat dalam waktu singkat. Jendela yang terbuka memungkinkan kru dan penumpang di dekat pintu darurat untuk melihat apakah di luar terdapat bahaya (misalnya puing-puing, api, atau air) sebelum membuka pintu tersebut, sehingga mencegah bahaya baru.
Jika kecelakaan terjadi di siang hari, membuka penutup jendela memungkinkan mata penumpang beradaptasi dengan cahaya terang di luar, sehingga mereka dapat melihat dengan jelas segera setelah meninggalkan pesawat. Adaptasi ini menghemat waktu kritis yang mungkin hilang karena mata harus beradaptasi dengan perubahan cahaya tiba-tiba.
Sementara tentang aturan sandara kursi, menegakkan sandaran kursi juga sepenuhnya terkait dengan kecepatan evakuasi dan pengurangan risiko cedera.
Sandaran kursi yang direbahkan, meskipun hanya sedikit, dapat menghalangi akses ke lorong, terutama bagi penumpang yang panik.
Penting! Kenapa Penumpang Wajib Tinggalkan Bagasi di Pesawat Saat Evakuasi?
Ketika sandaran kursi tegak, lorong kabin menjadi jalur lurus dan tidak terhalang. Hal ini memastikan bahwa penumpang di belakang dapat segera berdiri dan bergerak menuju pintu keluar tanpa harus tersandung atau kesulitan melewati sandaran kursi yang miring.
Sandaran kursi yang tegak melindungi penumpang yang duduk di belakangnya saat terjadi benturan keras. Kursi yang tegak juga memudahkan penumpang di kursi belakang untuk mengambil posisi brace (posisi merunduk untuk perlindungan) yang tepat dan aman.
Dalam kondisi pendaratan keras atau tabrakan mendadak, sandaran kursi yang direbahkan dapat menciptakan bahaya bagi penumpang di belakangnya, karena kepala atau tubuh mereka dapat menghantam bingkai kursi yang keras. Menegakkan kursi memaksimalkan ruang buffer dan meminimalisir cedera akibat dampak benturan.
Secara keseluruhan, kedua aturan ini adalah bagian dari “90-detik Rule,” yaitu standar industri penerbangan yang mewajibkan pesawat harus bisa dievakuasi secara total dalam waktu 90 detik di kondisi darurat, dan setiap detik dalam proses itu sangatlah berharga.
Jangan Lupa, Ada Aturannya Saat Turunkan Sandaran Kursi Pesawat
