Wednesday, April 22, 2026
HomeAnalisa AngkutanMengenal Teknologi Double Bellows: Standar Baru Kenyamanan dan Kesenyapan di Bordes Kereta...

Mengenal Teknologi Double Bellows: Standar Baru Kenyamanan dan Kesenyapan di Bordes Kereta Api KAI

Dalam beberapa tahun terakhir, PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus melakukan lompatan teknologi guna meningkatkan standar kenyamanan perjalanan jarak jauh. Salah satu inovasi yang paling dirasakan perubahannya, namun jarang dibahas secara mendalam, adalah penggunaan teknologi Double Bellows pada area sambungan antar gerbong.

Komponen yang sering disebut sebagai “bordes” atau “akordeon” ini kini hadir dengan desain ganda yang jauh lebih kokoh dibandingkan versi konvensional. Teknologi ini menjadi bagian tak terpisahkan dari sarana New Generation yang bertujuan menghapus stigma area sambungan kereta yang bising, gelap, dan berangin.

Secara teknis, Double Bellows bekerja dengan sistem isolasi ganda yang menutup celah antar kereta secara total, baik dari sisi interior maupun eksterior. Jika pada teknologi lama sambungan hanya menggunakan satu lapis karet yang menyisakan celah udara, Double Bellows menggunakan material sintetis berkekuatan tinggi yang dirancang kedap suara dan kedap cuaca.

Teknologi ini berfungsi sebagai peredam getaran (vibrasi) yang timbul saat rangkaian kereta melewati tikungan tajam atau melaju dalam kecepatan tinggi di atas 100 km/jam. Dengan material yang lebih elastis namun kuat, sambungan ini mampu menahan tekanan udara luar sehingga suhu dingin dari AC di dalam kabin tetap terjaga dan tidak terbuang keluar.

Manfaat bagi penumpang sangatlah signifikan, terutama dalam aspek akustik dan keamanan. Penggunaan Double Bellows secara drastis menurunkan tingkat kebisingan (decibel) di area bordes hingga hampir setara dengan kesenyapan di dalam ruang kabin utama. Penumpang kini dapat berpindah antar gerbong dengan nyaman tanpa harus terganggu oleh suara deru rel atau angin kencang yang masuk melalui celah sambungan.

Ternyata, Bordes Merupakan Nama Seorang Meneer Belanda Lho!

Selain itu, desain lorong sambungan atau gangway yang menggunakan teknologi ini dibuat lebih lebar dan rata, sehingga meminimalisir risiko tersandung bagi penumpang yang membawa barang bawaan atau bagi petugas restorasi yang sedang melayani pesanan di sepanjang rangkaian.

Saat ini, PT KAI telah mengadopsi teknologi Double Bellows pada rangkaian-rangkaian unggulan mereka yang menggunakan sarana Stainless Steel New Generation. Beberapa kereta api (KA) yang sudah merasakan teknologi ini antara lain KA Taksaka (Gambir-Yogyakarta), KA Argo Dwipangga dan KA Argo Lawu (Gambir-Solo Balapan), serta KA Argo Bromo Anggrek (Gambir-Surabaya Pasarturi).

Kedepannya, KAI secara bertahap terus menambah armada baru melalui PT INKA untuk memastikan standar sambungan ini dapat dinikmati di lebih banyak rute komersial lainnya. Kehadiran Double Bellows membuktikan bahwa detail kecil di area sambungan memiliki peran besar dalam menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih premium dan modern di Indonesia.

Jan Philip de Bordes – Pelopor Pembangunan Kereta Api di Wilayah Tropis (Indonesia)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru