Motor Bebek Berubah Jadi Lori di Stasiun Banjar

Lori dari motor bebek di Stasiun Banjar (GridOto)

Sepeda motor biasanya digunakan di jalan raya sebagai moda transportasi perseorangan atau boncengan. Bahkan sepeda motor juga digunakan untuk menjadi salah satu sumber pencaharain seperti ojek. Nah, pernah tidak Anda melihat sebuah motor bebek berubah menjadi lori dan berjalan di atas rel kereta api?

Baca juga: Lori, Si Kereta Tebu Yang Kini Sudah Beralih Fungsi

Lori yang terbuat dari motor bebek tersebut hanya ditemukan di Stasiun Kereta Api Banjar, Jawa Barat. Awalnya ini disangka gerobak, namun ternyata sebuah motor bebek yang sudah dimodifikasi dan berubah menjadi sebuah lori. Dilansir KabarPenumpang.com dari gridoto.com (28/9/201), dimana lori tersebut dibuat menggunakan dari bahan bekas motor bebek.

Dari yang didapat bahkan lori ini di buat menggunakan Honda Astrea. Tetapi tipe Honda Astrea apa tidak jelas karena memiliki desain rangka yang hampir sama. PT KAI mengatakan, di Stasiun Kereta Api Banjar, Jawa Barat sendiri memang banyak motor lama disulap menjadi lori.

Sebab lori dari sepeda motor tersebut digunakan untuk membantu pekerjaan sekitaran stasiun. Mereka mengatakan bahwa jenis motor yang digunakan adalah motor bebek tua seperti seperti Suzuki Shogun, Honda Supra, Honda Astrea dan masih banyak lagi. Fungsi lori ini sendiri dibuat seperti ini salah satunya untuk membantu staf PT KAI melakukan inspeksi rel hingga membawa batu ballast atau kricak.

Motor bebek ini dibentuk sedemikian rupa agar bisa berjalan di rel dan disatukan dengan bodi lori dengan cara dilas dengan track gauge 1067 mm. Memang jika dilihat, lori dari motor bebek bekas tersebut tidak mementingkan estetika atau keindahan tetapi lebih kepada fungsinya.

Bahkan kaliper rem cakram yang sudah tidak digunakan menjuntai dan dibiarkan begitu saja. Tempat duduk penggendara lori pun tak ada jok sama sekali. Tanki bensin yang asli tak lagi difungsikan dan diganti dengan jerry can, atau botol plastik bekas untuk diisi bahan bakar yang digantung di sisi lori tersebut.

Baca juga: Alishan Forest Railway, Kereta Gunung Tertinggi di Asia

Setang yang digunakan pun hanya bagian kanan untuk meng-gas dan tuas tambahan disebelah kiri seperti becak menggantikan tuas rem biasa. Mesinnya juga terlihat masih standar ala Honda C-series yang punya kubikasi 97,1 cc dan berdaya maksimal sekitar 6-7 dk.

Mesin C-series generasi Honda Astrea memang terkenal bandel, irit, dan punya daya tahan kuat. Mungkin ini yang jadi pertimbangan pihak Stasiun Banjar untuk menggunakan mesin Honda Astrea. Lori Honda Astrea ini sendiri mampu mencapai kecepatan maksimal lebih dari 120 km per jam dengan membawa beban ratusan kilogram.