Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 perjalanan kereta api sangat diminati oleh masyarakat. Mayoritas masyarakat berlibur dengan kereta api dari Jakarta maupun Bandung tercatat destinasi tujuan ke berbagai kota di Pulau Jawa, seperti Semarang, Purwokerto, Yogyakarta, hingga Surabaya. Semenjak adanya perjalanan kereta api tambahan, tentu membuat masyarakat pun terbantu dan semua bisa terangkut.
Meskipun begitu, beroperasinya jumlah kereta api yang dijalankan tak menyulutkan masyarakat menggunakan kelas kereta wisata. Kereta wisata yang dijalankan berada di satu rangkaian dengan perjalanan reguler pada kelas argo/eksekutif.
Tak hanya itu, beberapa kereta api tambahan lainnya, ada pula perjalanan kereta api Motis (Motor Gratis). Kereta Api Motis tersebut dijalankan tak hanya masyarakat yang menitipkan sepeda motor yang dikirimkan menggunakan kereta api, tetapi bisa langsung naik hanya sebagai penumpang biasa.
Dari seluruh perjalanan kereta api saat beroperasi pada libur Nataru, PF Kereta Api Indonesia Persero (KAI) telah mencatat hasil total penjualan tiket. Di wilayah Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta mencatat sebanyak 54.448 penumpang kereta tiba di Jakarta saat puncak libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) kemarin. Para penumpang kereta itu datang dari Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Bandung, hingga Purwokerto.
KAI mencatat penjualan tiket angkutan Natal dan Tahun Baru meningkat tajam pada Minggu (4/1/2026). Jumlah penumpang transportasi berbasis rel tersebut berhasil menyentuh angka empat juta lebih selama periode liburan. Total penjualan tiket mencapai 4.135.783 lembar untuk periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Capaian ini tumbuh sebesar 10,86 persen dibandingkan periode serupa tahun sebelumnya yang berjumlah 3.730.584 tiket. KAI mencatat penjualan tiket kereta api jarak jauh mencapai 3.363.058 tiket atau setara 121,8 persen. Penjualan tiket kereta api lokal juga sangat tinggi dengan angka 772.725 atau 103,7 persen kapasitas.
KAI menyediakan 3.506.104 tempat duduk bagi pelanggan selama masa angkutan Natal serta Tahun Baru kali ini. Tingkat keterisian penumpang secara agregat pada seluruh layanan kereta api tersebut mencapai angka 118,0 persen.
Pergerakan penumpang mencapai puncaknya pada 28 Desember 2025 dengan total volume sebanyak 269.719 orang pelanggan. Volume harian penumpang tersebut tetap konsisten berada di atas 200 ribu orang hingga awal Januari. Distribusi stasiun keberangkatan dan tujuan favorit menunjukkan pemerataan arus perjalanan di berbagai wilayah, sekaligus memperkuat peran stasiun sebagai simpul mobilitas regional.
Pada periode yang sama, program diskon tarif 30 persen untuk kereta api ekonomi komersial yang berlaku 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026 mencatat penjualan 1.490.523 tiket dari 1.509.080 tempat duduk yang disediakan, atau setara 99 persen, sehingga memperluas akses masyarakat terhadap layanan kereta api selama libur akhir tahun.
