Batik Air, maskapai dengan full service dari Lion Group kini menambah layanannya di Bandara Lombok. Bersama dengan pihak pengelola bandara, PT Angkasa Pura I, Jumat (6/4/2018), Batik Air meresmikan penggunaan ruang tunggu khusus,Batik Premium Gate di Bandar Udara Internasional Lombok, Praya, Nusa Tenggara Barat (NTB). Fasilitas ini digadang untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan saat berada di bandara atau sebelum masuk ke pesawat.
Baca juga: Ekspansi di 2018, Lion Air Group Ajukan Pembukaan 68 Rute Baru Domestik dan Internasional
Hadirnya layanan ini sekaligus menjadikan Batik Air sebagai yang pertama dan satu-satunya maskapai yang menyediakan premium gate di Bandara Lombok. Batik Premium Gate terdapat di lantai 3 dan dipersiapkan untuk menambah pengalaman pre-flight bagi pelanggan kelas ekonomi, kelas bisnis, dan pemegang kartu Batik Frequent Flyer.
Batik Premium Gate mampu menampung lebih dari 256 orang pelanggan dan menyediakan berbagai fasilitas, antara lain wireless internet connection, ruang ibadah, informasi, dan entertainment berupa TV Channel. Batik Premium Gate seluas lebih dari 1.087 m2 ini akan memberikan nilai lebih kepada pelanggan berupa pintu keberangkatan (gate) tersendiri dan lebih terkonsentrasi, serta akan diprioritaskan menggunakan garbarata untuk masuk ke dalam pesawat.
Dikutip dario siaran pers PT Angkasa Pura I, Capt. Achmad Lutfhie, CEO Batik Air mengatakan, “Ruang tunggu khusus keberangkatan di Bandara Internasional Lombok Praya ini akan mengakomodir kenyamanan tersendiri bagi penumpang seluruh kelas dengan fasilitas yang tersedia. Kami memiliki keseriusan dalam menyediakan service berkonsep pre-flight, in-flight serta post-flight.”
Dengan dioperasikannya Batik Premium Gate di lantai 3 terminal Bandara Lombok, maka akan menambah kapasitas bandara sebanyak sekitar 500 penumpang dalam satu hari atau 182.500 penumpang per tahun.
Baca juga: Lounge Bandara Ini Super Eksotis, Dilengkapi Kolam Renang Yang Menghadap Ke Apron
Peluncuran Batik Premium Gate ditandai dengan pengguntingan pita dan pengalungan kain tenun khas Lombok kepada penumpang saat boarding pesawat Batik Air nomor penerbangan ID7334 pukul 11.00 WITA dari Lombok menuju Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta (HLP) oleh General Manager Bandar Udara Internasional Lombok I Gusti Ngurah Ardita; Area Manager Bali dan Nusa Tenggara Barat Lion Air Group Fajar Teguh Santoso, serta Airport Manager Lion Air Group Iman Santoso.
Sehubungan dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, maka tidak heran rasanya jika banyak perusahaan penyedia jasa layanan transportasi berdondong-bondong untuk menghadirkan inovasi terbarunya. Bahkan, tidak sedikit juga dari mereka yang sampai-sampai membuat sebuah kompetisi hanya demi mengkoneksikan antara inovasi di sarana transportasi, dan peningkatan kenyamanan dan keamanan penumpang.
Baca Juga: Inilah 10 Kereta Tercepat di Dunia
Dalam sebuah acara bertajuk ‘Tomorrow’s Train Design Today’ yang diadakan di Inggris, German Aerospace Center (DLR) berkolaborasi dengan Andreas Vogler Studio (AV Studio) dalam mengembangkan konsep kereta Aeroliner3000. Acara ini sendiri merupakan sebuah kompetisi yang diikuti oleh sejumlah perusahaan, dimana mereka saling bersaing untuk menghadirkan solusi moda transportasi masa depan di Inggris. Dari sejumlah kompetitor yang turut mengikuti kompetisi ini, DLR dan AV Studio keluar sebagai salah satu dari tiga finalis yang semakin dekat untuk merealisasikan konsep Aeroliner3000 miliknya.
Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman dlr.de, guna melancarkan konsep Aeroliner3000, DLR dan AV Studio mendapatkan kucuran dana sebesar 1.032.000 Euro atau yang setara dengan Rp17,4 miliar dari sejumlah sponsor. Adapun fokus dari acara ini adalah untuk menghadirkan sebuah sarana transportasi berkecepatan tinggi dalam kurun waktu 30 tahun mendatang.
“Sistem perkeretaapian Inggris tengah menghadapi lompatan inovasi, umur kereta yang sudah mulai tua pun harus diganti dengan yang baru, serta kecepatan dan keamanan pun perlu ditingkatkan,” ungkap Joachim Winter dari Institut Konsep Kendaraan DLR di Stuttgart. Konsep Aeroliner3000 yang merupakan kereta dengan gerbong tingkat ini sendiri digalang-galang akan lebih cepat, aman, nyaman, dan lebih ramah lingkungan, maka tidak heran jika banyak pihakyang menginginkan kereta ini menjadi salah satu bagian dari sarana transportasi di Britania Raya.
Ya, dengan menggunakan gerbong bertingkat, itu berarti kapasitas penumpang pun akan secara otomatis bertambah, kurang lebih sekitar 20 persen dari kapasitas kereta biasa. “Aeroliner3000 adalah kereta konseptual yang benar-benar baru. Menggunakan teknologi inovatif dan desain yang cerdas, kami mampu menunjukkan bahwa Aeroliner3000 mampu menjadi sebuah layanan kereta double decker berkecepatan tinggi dan menjadi solusi yang menjanjikan bagi jaringan perkeretaapian di Inggris,” ungkap Andreas Vogler.
Baca Juga: Ouigo, Kereta Cepat Bergaya TGV dengan Tarif Rendah
Kompetisi ‘Tomorrow’s Train Design Today’ yang dihelat pada tahun 2015 silam ini sendiri merupakan salah satu bagian dari Future Railway Programme, dimana Royal Institute of British Architects (RIBA) dan Departement for Transport (Dft) saling berkolaborasi guna melancarkan program ini. Future Railway Programme sendiri merupakan inisiatif gabungan dari operator perkeretaapian Inggris, Network Rail dan British Rail Safety and Standards Boards (RSSB).
Jika masa kejayaan trem di Indonesia sudah pudar dan minim jejak sejarah. Tapi lain hal di Melbourne, Australia, trem bukan hanya sekedar alat transportasi, melainkan ikon kota tersebut. Hal ini dikatakan Menteri Transportasi Publik Victoria Jacinta Allan, bahwa jaringan trem yang ada di Melbourne merupakan yang terbesar di dunia dengan panjang lintasan 250 km.
Baca juga: Ternyata, Trem Listrik di Jakarta Lebih Dulu Ketimbang di Belanda
Selain itu ada 1700-an halte pemberhentian yang menunjukkan jaringan trem di Melbourne ini bisa menjangkau ke daerah pinggiran. Hal ini sangatlah penting, sebab jaringan trem di Melbourne adalah jaringan trem metropolitan.
“Trem juga sangat berperan di kota Melbourne, orang-orang di dunia tahu bahwa jalanan kota Melbourne dipenuhi dengan trem, jadi ikon kota dan menarik wisatawan. Ada beberapa pelayanan untuk turis sehingga moda ini populer dengan turis,” ujar Jacinta.
Trem d Melbourne sendiri sudah ada sejak 1884 dan menjadi transportasi publik. Jacinta mengatakan, akan melakukan investasi terus menerus untuk membeli trem baru yang nyaman bagi penumpang Melbourne. Adapun investasi yang di tanamkan untuk sistem trem Melbourne AU$274 juta (sekitar Rp2,7 triliun). Investasi tersebut digunakan untuk menambah 20 armada baru yang dibuat oleh Bombardier di Dandenong, Victoria.
Tak hanya itu, sebanyak 150 trem baru akan dibeli pada tahun 2022 mendatang untuk menggantikan trem tua. Saat ini, sekitar 480 trem melayani lintasan sepanjang 250 km dengan 32 ribu pelayanan per pekannya. Dengan jumlah ini, trem di Melbourne bisa mengangkut lebih dari 600 ribu orang perharinya di hari kerja.
Untuk pengguna yang ingin merasakan naik trem gratis bisa naik di Free Tram Zone dimana meliputi kawasan Central Business District (CBD) da tempat-tempat ikonik Melbourne. Peta Free Tram Zone itu bisa didapatkan di dalam trem itu sendiri, dan di pusat informasi turis. Sistem yang diberlakukan sejak 1 Januari 2015 ini membuat turis bisa jalan-jalan gratis, tak perlu menempel kartu Myki, kartu pembayaran sistem transportasi multimoda di Victoria.
Trem mengelilingi ikon Melbourne seperti Flinders Street Station dan Federation Square yang legendaris itu, kemudian Pelabuhan Victoria di Docklands, hingga Queen Victoria Market, pasar tradisional yang menjual aneka buah, sayur bunga hingga suvenir murah. Jacinta mengatakan, trem jadi ikon kota dan menarik wisatawan. Ada sejumlah trem yang melayani turis dan populer di antara turis.
“Ya transportasi umum itu penting. Kadang kami bingung dengan tujuan orang-orang mengunjungi Victoria atau Melbourne, untuk mengetahui apa yang mereka tuju, apa yang telah mereka bayar. Jadi apa yang kami lakukan adalah menyediakan pelayanan yang memudahkan turis, mereka bisa naik-turun dengan mudah, tidak bingung, tidak rumit dan untuk menciptakan kesan yang bagus akan Kota Melbourne sehingga harapannya mereka akan kembali ke sini,” ujar Menteri Pariwisata Victoria John Eren.
Pemerintah Negara Bagian Victoria mengatakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya baru akan dibangun di wilayah pedesaan Victoria untuk mengoperasikan seluruh jaringan trem di Melbourne pada akhir tahun 2018. Pihaknya juga melakukan tender dalam pembangunan pembangkit bertenaga surya sebesar 75 megawatt yang kemungkinan besar akan dibangun di bagian barat laut Victoria, pada akhir tahun depan.
Sekitar setengah dari energi yang diproduksi oleh pembangkit itu akan mengimbangi jumlah kebutuhan listrik untuk mengoperasikan 401 trem di jaringan Melbourne. Menteri Energi, Lily D’Ambrosio mengatakan rencana ini merupakan yang pertama di dunia.
Baca juga: Serba-Serbi Trem San Francisco yang Melegenda bin Ikonik
“Dunia kini beralih ke energi bersih, kita telah membuat komitmen sebagai pemerintah, kita akan terus memegang teguh komitmen tersebut untuk menciptakan energi terbarukan. Kita tidak akan merinci angka tersebut. Kita tahu biaya produksi pembangkit tenaga surya semakin murah setiap harinya dan kita tahu bahwa kami akan mendorong proses yang kompetitif,” katanya.
Pemerintah Negara Bagian Victoria mengatakan proyek ini akan mampu menciptakan 300 pekerjaan baru.
Nampaknya konsep Hyperloop semakin matang dan mendekati realisasi di sistem transportasi global. Melalui salah satu perusahaan yang mengembangkan sarana transportasi ini, Virgin Hyperloop One, moda futuristik ini baru saja memamerkan livery terbarunya berkat kerja sama yang mereka jalin dengan Otoritas Arab Saudi. Tak ayal, hadirnya pod bertuliskan Vision 2030 ini menjadi sorotan publik dunia yang menantikan lahirnya sang sarana transportasi baru.
Baca Juga: Semakin Dekat Realisasi, Virgin Hyperloop One Mulai Pamerkan Pod Futuristiknya
Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (5/4/2018), sejumlah pejabat Pemerintah Arab Saudi termasuk Yang Mulia Mohammad bin Salman bin Adbulaziz terpantau mengunjungi tempat uji coba Virgin Galactic yang berada di Gurun Mojave, California beberapa waktu yang lalu. Adapun tujuan kunjungan dari Putra Mahkota Arab Saudi beserta jajarannya ini adalah untuk memenuhi undangan dari CEO Virgin Group, Richard Brenson yang hendak memamerkan prototipe dari moda berbasis levitasi magnetik ini, termasuk melakukan sejumlah pembahasan terkait kelangsungan dari proyek ini.
Sumber: newatlas.com
“Kami berharap untuk memajukan hubungan antara KSA (Kingdom of Saudi Arabia) dan Virgin Hyperloop One. Sementara itu, kami akan memajukan program transportasi inovatif seperti hyperloop,” ungkap Yang Mulia Mohammad bin Salman bin Adbulaziz. “Kami juga akan mengakselerasi visi 2030, yang bertujuan untuk mengubah Kingdom of Saudi Arabia menjadi konsumen dan inovator teknologi,” imbuhnya.
Yang Mulia Mohammad bin Salman bin Adbulaziz pun meyakini bahwa Hyperloop merupakan sebuah katalis yang memungkinkan semua teknologi generasi keempat berkembang pesat di Arab Saudi. “Hal tersebut pun dapat mempengaruhi perkembangan ekonomi di kota-kota visioner dan kelompok teknologi kelas atas. Masyarakat yang dinamis pun akan tercipta seiring perubahan tersebut,” ungkap sang Putra Mahkota.
Baca Juga: Kendati Futuristik, Tapi Pandangan Ahli Tentang Hyperloop Ternyata Berbeda!
Sebagaimana yang diketahui bersama, Virgin Hyperloop One sebelumnya telah menandai jaringan moda futuristik ini yang mencakup sebagaian wilayah Teluk. Hadirnya jaringan ini rencananya akan menghubungkan kota-kota besar yang ada di dalamnya, seperti Kuwait City, Jeddah di Arab Saudi, dan Muscat di Oman.
Berdasarkan salah satu sumber dari pihak Virgin Hyperloop One, jaringan transportasi ini akan memotong waktu tempuh dari Riyadh menuju Jeddah, yang semula membutuhkan waktu hingga lebih dari 10 jam, menjadi kira-kira 76 menit saja. Fantastis, bukan?
Kejadian pesawat mendarat darurat dalam sebuah penerbangan, mungkin bukanlah hal baru. Bisa dikatakan pendaratan darurat ini sering terjadi baik itu karena masalah teknis hingga permasalahan yang dilakukan penumpang saat berada di dalam pesawat dan membuat keributan serta mengganggu penumpang lainnya.
Baca juga:Akibat Amukan Istri, Qatar Airways Tujuan Bali Terpaksa Mendarat Darurat di India
Belum lama ini pesawat United Airlines yang berangkat dari Chicago tujuan Hong Kong harus dialihkan ke Ted Stevens Anchorage International Airport. Hal ini dikarenakan seorang penumpang mengotori dua toilet dengan kotoran (tinja) serta hendak membersihkan dengan kemejanya.
KabarPenumpang.com melansir dari laman stuff.co.nz, penumpang tersebut mengolesi kotoran itu pada Kamis, (4/1//2018) malam dalam penerbangan 895. Kemudian pesawat Boeing 777 tersebut di alihkan ke Alaska dan hal tersebut tidak ada indikasi yang terkait dengan terorisme.
Juru bicara FBI Staci Feger-Pellessier mengatakan, dalam insiden yang dilakukan penumpang pria tersebut tidak menciderai siapapun. Bahkan pria yang tak disebutkan namanya itu sama sekali tidak mencoba mengganggu awak pesawat.
Setelah agen FBI dan polisi bandara Anchorage bertemu dengan penumpang itu, kemudian membawanya ke rumah sakit Providence untuk dilakukan pemeriksaan metal. Pria ini membawa paspor Vietnam dan memiliki kartu penduduk tetap Amerika Serikat.
Karena bahasanya yang tak jelas, pihak berwenang membutuhkan penerjemah untuk mewawancarai pria tersebut. Sayangnya, meski sudah ada penerjemah, sebagian besar yang dikatakan pria tersebut sama sekali tidak dimengerti bahkan bisa dikatakan tidak masuk akal.
Demi keselamatan orang lain dan pihak berwenang sendiri, pria tersebut di borgol. Namun untuk masalah ini belum ada biaya atau denda yang akan dikenakan kepada penumpang.
Baca juga: Akibat “Teror” Kotoran Manusia, Penerbangan United Airlines Terpaksa Dialihkan
“Kami menyediakan akomodasi hotel untuk pelanggan kami dan bekerja untuk membawa mereka ke tujuan mereka secepat mungkin,” ujar juru biara United Airlines Charlie Hobart.
Namun diketahui, 245 penumpang lainnya diberangkatakan pada esok harinya atau pada Jumat (5/1/2018). Ternyata, insiden ini bukalah yang pertama kalinya terkait feses, melainkan sebuah penerbangan Delta Airlines terpaksa mendarat darurat di Montana pada Desember 2017 lalu karena toilet pesawat tak bisa berfungsi.
Mendapat julukan stasiun terbersih oleh para pecinta kereta api, stasiun Kutoarjo bisa dikatakan patut mendapatkannya. Sebab, dari foto dan curhatan beberapa blogger terlihat stasiun Kutoarjo bersih dan memperlihatkan layak menjadi sebuah stasiun kereta api kelas besar.
Baca juga: Bolak Balik di Tutup, Stasiun Purworejo Kini Jadi Cagar Budaya
Stasiun Kutoarjo merupakan stasiun besar tipe B dan terletak di Semawung Daleman, Kutoarjo, Purworejo. Berada di ketinggian +16 meter, stasiun ini masuk dalam Daerah Operasional V Purwokerto dan menjadi stasiun awal-akhir pemberangkatan kereta Prambanan Ekspres (Prameks) tujuan Solo.
Tak hanya itu, stasiun ini juga menjadi ujung pemberangkatan KA Sawunggalih dan Kutojaya Utara tujuan Jakarta serta KA Kutojaya Selatan tujuan Bandung. Menjadi stasiun besar, stasiun ini menjadi perhentian hampir semua KA yang melintas melalui jalur selatan pulau Jawa.
KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, bahwa stasiun ini memiliki enam jalur, tetapi hanya menggunakan jalur 1-5 dengan jalur 4 dan 5 digunakan untuk pemberangkatan KA Sawunggalih, Kutojaya Utara, Kutojaya Selatan dan Prameks. Sedangkan jalur 6 di gunakan untuk parkir kereta luar dinas dan langsir.
Bagian dalamstasiun Kutoarjo yang bersih
Ada keunikan di jalur 4 sampai 6 stasiun Kutoarjo, dimana menggunakan slab track tanpa batu kricak atau ballast. Jalur 1 ke arah timur stasiun ini sebenarnya terdapat percabangan menuju Purworejo sepanjang sembilan kilometer sebagai cabang dari jalur utama yang menghubungkan Bandung dan Surabaya. Sayangnya jalur tersebut kini berstatus nonaktif.
Meski menjadi stasiun kelas besar tipe B, ada beberapa kereta yang tak berhenti atau melintas langsung di stasiun ini yakni KA Argo Lawu Fakultatif, Argo Dwipangga Fakultatif, Bima dan Senja Utama YK. Stasiun Kutoarjo sendiri menjadi titik ujung barat jalur rel ganda lintas Solo-Yogyakarta-Kutoarjo sebagai bagian dari jalur ganda lintas selatan pulau Jawa.
Karena menjadi pemberangkatan awal beberapa kereta, di dalam stasiun Kutoarjo juga terdapat sub dipo lokomotif. Dalam sub dipo ini ada dua lokomotif diesel hidrolik yaitu BB300 06 dan BB300 16. Kedua lokomotif ini diketahui hanya digunakan sebagai langsiran ataupun feeder. Meski hanya menjadi sub dipo, tetapi fasilitas terbilang lengkap dan lokomotif juga lebih terawat.
Baca juga:Butuh? Ternyata Ini Nama Stasiun Lho!
Selain sub dipo lokomotif, adapula dipo kereta yang dikhususkan untuk menyimpan keeta-kereta penumpang yang berangkat dasi stasiun Kutoarjo. Kini menelisik jejak sejarahnya, stasiun Kutoarjo dibangun bersamaan dengan pembangunan jalur kereta Yogyakarta-Cilacap tahun 1887 silam.
Dulu bentuk stasiun tak seperti sekarang, setelah fasad stasiun di rombak, yang tersisa hanya bagian atap peron saja. Bisa dikatakan sebelum dirombak, stasiun Kutoarjo memiliki bentuk yang mirip dengan stasiun Purworejo.
Stasiun Semarang Tawang menjadi salah satu stasiun tertua yang masih beroperasi hingga kini di Jawa Tengah. Stasiun ini dibangun pada 29 April 1911 dan selesai serta diresmikan pada 1914 silam. Hadirnya stasiun Tawang sendiri untuk menggantikan stasiun Samarang NIS yang selalu terendam air jika Laut Jawa mengalami pasang. Nama Tawang diambil dari kampung dekat stasiun yakni Tawangsari.
Baca juga: “Tanggung,” Stasiun Kedua Tertua di Indonesia, Masih Beroperasi dan Jadi Cagar Budaya
Menjadi stasiun kelas besar tipe A di Tanjung Mas, Semarang Utara, Semarang, stasiun tersebut berada di ketinggian +2 meter dan masuk dalam Daerah Operasional IV Semarang. Letaknya tak jauh dari pusat kota yakni hanya sekitar lima kilometer dan tak jauh dari objek wisata Kota Lama serta Pasar Johar.
KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, bahwa sebagai stasiun besar, Semarang Tawang melayani KA bisnis, eksekutif dan ekonomi. Sejak dibangun hingga kini hampir semua bagian yang ada di stasiun masih tetap sama.
Masa lalu stasiun Semarang Tawang dengan lapangan besar yang kini menjadi polder
Stasiun Semarang Tawang memiliki lapangan dan saat ini menjadi Polder yang berupa kolam raksasa serta dilengkapi pompa di depan stasiun. Ini digunakan saat stasiun terendam air rob atau air pasang dari Laut Jawa.
Dulunya sebelum menjadi polder lapangan tersebut digunakan sebagai ruang terbuka di kawasan kota lama yang berfungsi sebagai tempat olah raga, upacara, pertandingan dan lainnya. Bangunan stasiun yang kini ditetapkan menjadi cagar budaya sejak 2009 oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) ini dibangun oleh perusahaan KA swasta Nederlansch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) dan dirancang oleh seorang arsitek Belanda Mr Sloth Blauwboer.
Pada masa kemerdekaan, stasiun Tawang pernah menyelenggarakan perjalanan kereta api luar biasa (KLB) sebanyak dua kali. Pertama saat para pemuda dan pekerja kereta api di Semarang Tawang melakukan perjalanan ke Bandung untuk pertama kalinya.
Perjalanan tersebut terjadi pada 10 September 1945 untuk membuktikan kepada para pemimpin Indonesia di kantor pusat Bandung, bahwa perkeretaapian di seluruh Jawa Tengah sudah dikuasai Indonesia. KLB kedua pada akhir Oktober 1945, dimana saat kedatangan Presiden Soekarno bersama Sektretaris negara Gafar Pringgodigdo di stasiun Tawang untuk perundingan gencatan pertempuran lima hari Semarang.
Baca juga: Menapaki Sentuhan Belanda di 10 Stasiun Tua di Indonesia
Pada peristiwa itu, dengan sigap para pekerja di stasiun Tawang membantu mengungsikan 15 lokomotif kiriman dari stasiun Poncol untuk diteruskan ke Kedungjati. Selain sejarah stasiun Semarang Tawang, ada hal yang unik di sini, yakni jika pada umumnya stasiun menggunakan nada Westminster Chime sebagai penanda datangnya kereta, tetapi tidak pada stasiun Tawang.
Sebab, stasiun ini menggunakan melodi bel pertanda datang-perginya KA dengan lagu tradisional khas daerah Semarang yang berjudul Gambang Semarang. Lagu ini dulunya dimainkan dengan menggunakan piano.
Tidak bisa dipungkiri, kereta api merupakan salah satu moda transportasi darat yang paling banyak menghasilkan getaran dan suara yang bising. Sebuah klakson kereta api saja bisa terdengar hingga radius beberapa ratus meter dari sumber suara. Belum lagi getaran yang ditimbulkan ketika si ular besi ini tengah melaju kencang-kencangnya. Dengan getaran dan suara yang dihasilkan oleh kereta api tersebut, apakah memiliki dampak pada kesehatan seseorang.
Baca Juga: Sering Sakit Saat Turun Pesawat? Mungkin Ini Penyebabnya!KabarPenumpang.com mengutip dari sejumlah jurnal, kebisingan yang terjadi akibat adanya perambatan vibrasi golombang suara yang berasal dari bagian bawah atau mesin hingga bagian-bagian lain yang ada di dalam gerbong. Paling umum, vibrasi gelombang suara tersebut dihasilkan oleh gesekan antara roda dan rel kereta api, vibrasi dari engine (untuk gerbong yang menggunakan motor bogie), vibrasi bogie kereta api, aerodynamic bogie, aerodynamic gerbong kereta api, hingga alat pengkondisi udara.
Tergantung dari durasi dan volume yang dihasilkan oleh gesekan komponen tadi, ternyata kebisingan tersebut dapat mempengaruhi kesehatan fungsi tubuh si penumpang, lho! Sebut saja tekanan darah penumpang akan naik karena meningkatnya sensitivitas tubuh pada sistem kardiovaskuler (sistem peredaran darah dalam tubuh) dalam bentuk peningkatan tekanan darah dan peningkatan denyut jantung.
Karena kebisingan yang terjadi sangat erat kaitannya dengan indera pendengaran, maka tidak heran jika seseorang yang ‘dipaksa’ mendengar kebisingan dari pengoperasian kereta api akan merasakan fungsi pendengarannya berkurang atau bahkan terganggu sementara. Pada awalnya, si penderita biasanya tidak akan sadar bahwa sistem pendengarannya sudah berkurang, namun lama kelamaan, bukan tidak mungkin terjadi keluhan kurang pendengaran yang sangat mengganggu dan dirasakan sangat merugikan oleh si penderita. Biasanya, yang jadi imbas dari kebisingan kereta seperti penjabaran di atas adalah warga-warga yang tinggal di tepian rel.
Sementara itu, untuk masalah getaran yang ditimbulkan oleh kereta api, biasanya akan berdampak pada masyarakat yang tinggal di tepian rel. Tidak jarang warga yang bermukim di pinggiran rel merasakan gangguan pada organ tertentu, seperti dada, kepala, rahang, hingga persendian. Beberapa penelitian menemukan bahwa efek jangka panjang dari getaran yang ditimbulkan oleh kereta api adalah si penderita terserang osteoartritis tulang belakang, atau adanya penyempitan pada sela antar ruas tulang belakang.
Baca Juga: Duduk Lama Dengan Kaki Bersilang, Waspada Bisa Mengundang Masalah Pada Kesehatan
Jika dikaitkan, maka tidak heran jika pemerintah memberlakukan pelarangan pembangunan pemukiman di sekitaran rel kereta. Selain untuk meminimalisir jatuhnya korban semisal kereta mengalami kecelakaan, tapi pemerintah juga memikirkan tingkat kesehatan para warganya yang tinggal di sekitaran rel.
Berbicara kereta ke Rangkasbitung dari Angke bukanlah hal baru, meski awalnya kereta tersebut melayani relasi Pasarsenen/Jakarta Kota-Rangkasbitung PP dan kemudian diperpendek menjadi Tanahabang-Rangkasbitung PP. Hingga akhirnya relasi kereta tersebut diperpendek menjadi Rangkasbitung-Angke PP.
Baca juga: “Si Gombar” yang Tak Lagi Menghembuskan Uapnya
Penasaran kereta apa? Ya, kereta ini bernama Langsam yang merupakan singkatan dari Langsung Sampai dan jika diartikan dari bahasa Belanda Langzaam menjadi pelan atau lambat. Pada masa beroperasinya kereta ini, banyak atapers yang naik dengan tidak membeli karcis dan duduk di atas kereta.
Tarif tiket kereta ini juga murah sekitar Rp2 ribu sekali jalan dan naik pada 1 April 2015 menjadi Rp5 ribu. Kereta ini saat masih beroperasi selalu ramai dan penuh. Sayang pada 1 April 2017 lalu, KA Langsam, Rangkas Jaya dan Kalimaya tak lagi beroperasi karena ada layanan baru KA Commuter line yang melayani Rangkasbitung-Tanahabang PP.
KabarPenumpang.com mendapatkan sesuatu yang unik, kereta ini disebut dengan KA Go Green pertama di Indonesia. Tapi penasaran tidak sih kenapa di sebut Go Green? Salah satunya karena kereta Langsam ini menggunakan sedikit air dibanding kereta lainnya. Sedikit air karena tidak ada toilet di dalam beberapa gerbong keretanya seperti K3 ex KRD MCW 301 dan 302. Sedangkan K3 biasa sudah menggunakan toilet. Jelas sekali kan irit airnya.
Padahal ada AC di dalam kereta Langsam. Selain irit air, kereta ini juga masih menggunakan kursi plastik. Jumlah kursi yang ada di kereta ini sekitar 190 dengan 106 menggunakan kursi kulit dan 80 lainnya kursi plastik.
Selain irit air, ternyata kereta ini hemat energi, karena sering sekali lampu yang menerangi gerbong KA Langsam mati dan sering menggunakan lilin pada perjalanan malam di gerbong penumpangnya. Ini yang membuat KA Langsam hemat energi dan ikut andil dalam mengurangi pemanasan global. KA langsam juga sering disebut sebagai ‘distributor’ pupuk berjalan.
Hal ini dikarenakan, lubang toilet di kereta Langsam masih bolong tak seperti sekarang. Ini membuat pengguna kereta yang ingin menggunakan toilet baik untuk buang air kecil atau air besar harus saat kereta bergerak. Sisa-sisa kotoran hasil buang hajat penumpang yang tersebar di rel inilah yang menjadikan KA Langsam disebut sebagai distributor pupuk.
Selain menjadi ‘distributor’ pupuk berjalan, KA LAngsam juga menjadi kebon berjalan. Pasti yang ada dipikiran kereta ini punya lahan tanaman. Padahal kereta ini mengangkut sayur mayur, jadi pas kan dengan konsep Go Green yang di sematkan pada KA Langsam.
Baca juga:Wow! Kereta di Indonesia Ini Tempuh Jarak Lebih Dari 900 KM!
KA Langsam berhenti di semua stasiun sepanjang perjalanan, kecuali Tanahabang, Jurangmangu, Rawabuntu, dan Cicayur. Berikut stasiun pemberhentian KA Langsam saat masih beroperasi.
Stasiun Rangkasbitung-Stasiun Citeras-Stasiun Maja-Stasiun Cikoya-Stasiun Tigaraksa-Stasiun Tenjo-Stasiun Daru-Stasiun Cilejit-Stasiun Parungpanjang-Stasiun Cisauk-Stasiun Serpong-Stasiun Sudimara-Stasiun Pondok Ranji-Stasiun Kebayoran-Stasiun Palmerah-Stasiun Duri-Stasiun Angke.
Ada perubahan yang cukup signifikan dalam perjalanan kereta rute Jakarta-Merak, bila dahulu perjalanan bisa dilakukan dengan layanan kereta langsung dari Stasiun Tanah Abang dan Stasiun Angke di Jakarta, maka kini untuk menuju Merak di Banten, calon penumpang tak bisa lagi menikmati KA Kalimaya (Tanah Abang-Merak), Patas Merak/Banten Ekspres (Angke-Merak), KA Lokal Rangkas (Rangkasbitung-Angke) dan KA Rangkas Jaya (Rangkasbitung-Tanah Abang).
Baca juga: Stasiun Merak, Pilihan Integrasi Lintas Moda Penumpang Kapal Ferry
Meski tak lagi beroperasi, pecinta kereta dan penumpang tujuan Merak, masih bisa menggunakan kereta lokal Rangkasbitung-Merak atau sebaliknya. Tanggung? Ya memang, tetapi hal tersebut dikarenakan kini PT KCI sudah membuka jalur kereta Commuterline (KRL) nya hingga ke Rangkasbitung.
Sehingga penumpang dari Jakarta bisa menaiki KRL dari Tanahabang menuju Rangkasbitung dan melanjutkan KA Lokal menuju Merak. Tenang bagi penumpang yang kerja atau punya urusan pagi-pagi di Jakarta, kereta dari Rangkasbitung paling pagi untuk KRL.
Sebenarnya, kereta lokal dari Rangkasbitung menuju Merak juga keberangkatan pertama dan paling pagi yakni 03.50, sehingga penumpang yang memiliki urusan di Merak pagi hari bisa lebih tenang. Sedangkan keberangkatan kereta pertama dari Merak menuju Rangkasbitung yakni pukul 05.00 pagi. Perjalanan dari Rangkasbitung-Merak atau sebaliknya kurang lebih memakan waktu sekitar dua jam.
Setiap perjalanan kereta lokal baik dari Rangkasbitung menuju Merak atau sebaliknya ada enam kereta. Saat ini kereta tersebut hanya kereta lokal yang tak diberi nama dan hanya disebutkan dengan nomor. Dari Rangkasbitung ada KA 462 yang berangkat pukul 03.50, KA 464 berangkat 07.45, KA 466 pukul 09.50, KA 468 berangkat 12.45, KA 470 pukul 15.35 dan KA 472 pukul 20.00.
Baca juga:Jalur Kereta Rangkasbitung-Saketi-Labuan Kembali Direaktivasi
Sedangkan dari Merak menuju Rangkasbitung kereta pertama pukul 05.00 yakni KA 461, 06.30 KA 463, 10.20 KA 465, 11.45 KA 467, 15.35 KA 469 dan 17.20 KA 471. Dengan adanya KA pengganti ini bisa memudahkan penumpang mendapatkan transportasi menuju Merak atau Rangkasbitung dan melanjutkan dengan KRL meski hilangnya kereta langsung Jakarta menuju merak.
Meski ini adalah kereta lokal tetapi KA ekonomi tersebut sudah dilengkapi dengan fasilitas AC. Tarifnya pun cukup murah yakni Rp3 ribu sekali jalan baik dari Rangkasbitung maupun Merak. Jadi meski harus berganti kereta untuk menuju Merak, tapi dengan pola baru ini, maka durasi perjalanan boleh jadi akan lebih cepat dengan lebih banyaknya frekuensi pemberangkatan.