
Jalur KRL Lintas Kemayoran – Ancol Hingga Kini Belum Digunakan, Ini Alasannya

Jalur KRL Lintas Kemayoran – Ancol Hingga Kini Belum Digunakan, Ini Alasannya

Cukup dengan Rp8.000 Sudah Bisa Merasakan Lewati Dua Terowongan Kereta Bersejarah
Zapata AirScooter mengusung propulsi hybrid-electric (mesin bensin/jet fuel dan motor listrik). Berkat sistem propulsi hybrid yang efisien, jejak karbon AirScooter diklaim sebanding dengan mobil penumpang biasa. Endurance terbangnya disebut lebih dari 2 jam, sementara kecepatan maksimalnya 100 km per jam dan kecepatan jelajah sekitar 80 km per jam. Untuk keamana, Zapata AirScooter menggunakan sistem Distributed Electric Propulsion (DEP) dengan banyak baling-baling/rotor, yang memberikan redundansi. Jika satu baling-baling mati, perangkat lain dapat mengambil alih, meningkatkan keselamatan penerbangan. Zapata AirScooter mengusung kendali fly-by-wire berbantuan Komputer (dioperasikan dengan dua joystick). Kontrol fly-by-wire dirancang agar intuitif, sehingga pelatihan yang dibutuhkan minimal, biasanya hanya melalui kursus virtual reality dan simulator. Berat kosong skuter udara ini adalah 112 kg, dan kapasitas muatan sekitar 120 kg. Secara teknis skuter ini mampu mencapai ketinggian hingga sekitar 3.000 meter.This $250,000 Zapata Air Scooter is the lightest single-person mobility vehicle. [📹supercarblondie]pic.twitter.com/PI3anbklzV
— Massimo (@Rainmaker1973) November 23, 2025
Toyota dan Joby Aviation Tuntaskan Uji Terbang Taksi Udara Pertama di Jepang
Proses Imigrasi Makin Cepat, Kini Total Ada 69 Unit Autogate di Bandara Soekarno-HattaKoridor ini akan memberikan prioritas pada lansia dan penumpang penyandang disabilitas di fase pertama. Hal ini sejalan dengan visi Indonesia untuk merangkul teknologi transformatif bagi semua orang. Dalam jangka panjang, aplikasi di masa depan diharapkan dapat diperluas untuk semua penumpang di seluruh infrastruktur bandara negara. Wisatawan yang memerlukan bantuan khusus dapat mendaftar untuk menggunakan koridor biometrik baru melalui aplikasi “All Indonesia,” yang menyatukan deklarasi imigrasi, bea cukai, kesehatan, dan karantina menjadi satu pengalaman digital yang sederhana. Sebagai verifikasi awal, pelancong dapat membagikan detail paspor mereka dari rumah, memungkinkan layanan imigrasi melakukan pemeriksaan latar belakang lanjutan sebelum pelancong tiba di bandara. Di imigrasi, pelancong dapat berjalan dengan lancar melalui koridor khusus, yang memindai wajah mereka dan mencocokkannya dengan foto yang tersimpan untuk mengonfirmasi identitas mereka secara akurat saat mereka melintasi perbatasan. Teknologi ini sebelumnya telah diuji selama musim haji, di mana telah memfasilitasi perjalanan sekitar 220.000 orang antara Indonesia dan Arab Saudi setiap tahun. Selama periode itu, koridor tersebut mampu memproses lebih dari 30 lintasan perbatasan per menit, peningkatan sepuluh kali lipat dalam kapasitas dibandingkan e-Gate biometrik biasa. Inovasi seamless corridor ini diklaim sebagai peningkatan dari proyek biometrik yang pernah diumumkan oleh Emirates di Bandara Internasional Dubai pada 2018, karena teknologi ini menghilangkan kebutuhan akan e-Gate fisik (penumpang tidak perlu berhenti sama sekali).
Bikin Cemas dan Panik , Ini Beberapa Sebab Pemeriksaan Paspor di Bandara Bisa Berlangsung Lama
Sejarah Panjang Korean Air, Maskapai Nasional yang Awalnya Dimiliki PemerintahKehadiran industri Airbus di Korea juga diperkuat oleh kemitraan jangka panjang dengan pemasok tingkat utama seperti Korea Aerospace Industries (KAI) dan Korean Air Aerospace Division (KAL-ASD). Mereka memproduksi komponen penting untuk program pesawat sipil Airbus, termasuk struktur sayap, perakitan badan pesawat (fuselage), serta komponen komposit pesawat untuk keluarga A320, A330, dan A350. Selain itu, sejumlah Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Korea Selatan juga berkontribusi dalam rantai pasok Airbus. Saat ini, pengadaan Airbus di Korea Selatan telah mendukung sekitar 6.000 tenaga kerja terampil dan memberikan kontribusi sekitar USD 600 juta per tahun bagi perekonomian lokal. Tech Hub baru ini melengkapi pembukaan Composite Technology Centre (CTC), anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh Airbus, di Busan. Kantor CTC yang baru akan bekerja sama dengan Busan Techno Park dalam riset dan pengembangan material komposit dan proses manufaktur yang canggih untuk industri kedirgantaraan. Korea Selatan menjadi lokasi keempat dalam jaringan global Airbus Tech Hubs, mengikuti Jepang, Belanda, dan Singapura dengan fasilitas serupa. Proyek ini dirancang untuk mendorong kolaborasi antara industri, akademisi, lembaga pemerintah, dan start-up guna mempercepat inovasi dan mendorong batas-batas teknologi kedirgantaraan.

Tak Sekadar Sebagai Cagar Budaya, Stasiun-stasiun di Solo Ini Jadi Daya Tarik Wisatawan
Penumpang Emirates Kini Bisa Mandi Shower Selama Penerbangan, Khusus Kelas SatuDi balik layar, wawasan interaksi real-time memungkinkan Emirates untuk terus menyempurnakan pustaka hiburannya, memastikan pilihan yang tersedia selalu mencerminkan apa yang ingin ditonton, didengar, dan dijelajahi oleh pelanggan. Emirates semakin meningkatkan pengalaman perjalanan dengan konektivitas Starlink di seluruh armada, yang dipasang bersamaan dengan program pembaruan kabin di pesawat A380 dan Boeing 777. Strategi peluncuran terkoordinasi ini, yang mengintegrasikan instalasi konektivitas ke dalam jadwal pembaruan yang ada, mempercepat penyediaan pengalaman Emirates yang lengkap di seluruh jaringan globalnya. Program retrofit ini dibangun berdasarkan rekam jejak investasi berkelanjutan Emirates dalam produk dan layanannya. Pertama kali diumumkan pada tahun 2021 dengan 120 pesawat yang dijadwalkan untuk pembaruan penuh, maskapai ini memperluas program retrofitnya menjadi 191 pesawat pada Mei 2024 sebelum ditingkatkan lebih lanjut menjadi 219 pesawat di akhir tahun yang sama, sebuah bukti komitmennya untuk menghadirkan pengalaman luar biasa di seluruh armadanya. Hingga saat ini, 76 pesawat telah menjalani pembaruan, dengan setiap A380 membutuhkan waktu sekitar 22 hari dan setiap Boeing 777 membutuhkan waktu 18 hari untuk dimodernisasi. Program ini berjalan secara konsisten, dengan dua pesawat baru yang diperbarui setiap bulannya siap meningkatkan pengalaman di rute-rute penerbangan di seluruh dunia.
Garuda Indonesia Sajikan “Nasi Kapau” Sebagai In-Flight Meals di Rute Jakarta – Amsterdam
Antusias Masyarakat Pengguna KRL Sangat Tinggi, Perlukah Beroperasi 24 Jam?Kursi-kursi di ruang tunggu, lantai Stasiun Cikarang yang dingin pada akhirnya jadi persinggahan sementara. Semua dilakukan demi bertahan hidup dan juga dapur bisa tetap ngebul. Fenomena ini bahkan mendapat perhatian dari Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi. Menhub berjanji akan mempertimbangkan kereta KRL Jabodetabek bisa beroperasi selama 24 jam sebagai solusinya. Dudy akan berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terkait kemungkinan layanan KRL 24 jam tersebut. Ia menjelaskan koordinasi dengan KAI juga untuk mempertimbangkan biaya operasional perusahaan seandainya layanan KRL berlangsung 24 jam.

Resmi Ditutup! Mulai 28 November 2025 Pintu Selatan Stasiun Bekasi Sementara Tak Bisa Diakses Masyarakat
Dengan adanya kabar tersebut tentu para penumpang yang terbiasa naik dan turun di Stasiun Karet mengeluh. Karena akses mereka jika tidak dari stasiun tersebut akan terasa lebih jauh dan memakan waktu yang lebih lama. Karena mereka mau tidak mau harus naik dan turun KRL di Stasiun BNI City yang merupakan stasiun terdekat dari Stasiun Karet.
Namun, hal tersebut ternyata tidak terjadi. Stasiun Karet yang digadang-gadang akan ditutup permanen ternyata tetap dioperasikan. Pasalnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan penggabungan Stasiun Karet dan BNI City rampung bulan depan. Penggabungan dua stasiun menjadi bagian dari integrasi transportasi di kawasan Dukuh Atas.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan, sejumlah fasilitas pendukung penggabungan dua stasiun tersebut sudah terpasang. Namun begitu, pihaknya akan memastikan kembali kesiapan kedua stasiun tersebut. Dudy menargetkan integrasi Stasiun Karet dan BNI City rampung bulan depan.
Sebagai informasi, penggabungan Stasiun Karet dan BNI City ini menjadi bagian dari proyek Transit Oriented Development (TOD) di kawasan Dukuh Atas yang ditargetkan rampung pada 2027. Dengan TOD, berbagai moda transportasi seperti LRT, MRT, KRL Commuter Line, dan Kereta Bandara diharapkan terintegrasi dalam satu lokasi.
Dudy sebelumnya menegaskan Stasiun Karet tidak akan ditutup. Nantinya, penumpang tetap bisa mengakses Stasiun Karet seperti biasa untuk naik kereta di Stasiun BNI City. Jadi penumpang bisa memilih bisa naik dari Stasiun Karet atau bisa juga dari Stasiun BNI City. Akses ini diharapkan bisa menjangkau perjalanan KRL dengan lebih mudah dan menghindari dari penumpukan penumpang jika sewaktu-waktu terjadi pada jam sibuk.
Manggarai, dari Tempat Budak Hingga Menjadi Stasiun Terbesar di Jakarta

Tahun 1954, Djawatan Kereta Api (cikal bakal PT KAI) menetapkan Surat Keputusan DDKA No. 20493/BB/54 tanggal 16 Maret 1954 tentang klasifikasi stasiun menjadi 6 kelas, Stasiun Kelas 5. Hal ini dimaksud guna menentukan fasilitas dan kondisi kebutuhan pengangkutan. Berdasarkan SK tersebut, Stasiun Bekasi masuk dalam kategori stasiun kelas 4. Kini, Stasiun Bekasi merupakan stasiun Besar B.
Semula stasiun ini hanya memiliki 4 jalur yang melayani kereta api jarak jauh, kereta rel listrik dan kereta angkutan batu bara. Namun saat ini stasiun beralih fungsi menjadi angkutan penumpang secara menyeluruh, yaitu banyaknya kereta api jarak jauh yang berhenti disini bahkan kereta kelas argo sekalipun. Staisun Bekasi dengan bangunan yang megah serta penjagaan ketat yang dipantau dari kejauhan menggunakan CCTV yang berada di setiap sudut stasiun serta penjaga keamanan stasiun yang bertugas 24 jam. Dengan adanya keamanan tersebut menjadikan Stasiun Bekasi semakin nyaman bagi para penumpang yang setia menggunakan kereta api.
Jembatan Bekasi – 130 Tahun Beroperasi dan Masih Setia Layani Lalu Lintas Kereta