Pembunuh Rasis Beraksi Lagi di Kereta Komuter Portland

0
Ilustrasi Pemenggalan (Tempo.co)

Jeremy Joseph Christian (35 tahun) ditembak bagian matanya oleh polisi saat melakukan perampokan dengan senjata dan mengancam akan memenggal penumpang kereta ketika usianya 20 tahun. Salah seorang korban selamat yang mengalami luka serius mengatakan Christian adalah seorang perampok dengan senjata tajam yang mengerikan. Setelah dihukum pada tahun 2002 lalu, Christian kembali lagi dengan tanda bekas luka tembak di bagian matanya.

Pada kejadian awal tahun 2002, salah seorang korban yang masih hidup yakni Micah Flecther menyatakan saat itu Christian meneriakkan tentang rasis dan agama serta mengancam akan memenggal orang sehingga menyebabkan luka yang serius. Ironisnya tak hanya Micah, pada Jumat (23/5/2017) kemarin, ada dua korban lainnya yang tewas akibat kebrutalan Christian, yakni Rick Best seorang Sersan Angkatan darat yang sudah bertugas selama 23 tahun dan Taliesin Myrddin Namkai-Meche meninggal akibat penusukan yang dilakukan Christian.

Dilansir KabarPenumpang.com dari dailymail.co.uk (30/5/2017), video yang dipostkan ke The Portland Mercury terlihat video Christian yang merekam kejadian yang mengatakan kepada polisi bila ingin membunuhnya, harus mengambil pisau yang dipegangnya. Saat itu diketahui, dia sedang memegang minuman kaleng yang tampak seperti bir dan dituang pada bajunya untuk membersihkan noda darah.

Jeremy Joseph Christian (dailymail.co.uk)

Tak hanya berteriak, pria ini juga mengupat kata-kata kasar di hadapan polisi. “Tembak saya! Majulah dan tembak dari belakang,” teriak Christian dalam rekaman video tersebut. Selain itu, saat penyerangan yang dilakukannya di dalam kereta komuter Portland, ditengarai karena Christian bertemu dua gadis remaja yang salah satunya menggunakan jilbab dan meneriaki agar mereka kembali ke Arab Saudi dan pergi dari Amerika Serikat.

Namun, tak sebatas itu saja, pada 29 April lalu Christian terlihat membawa pemukul bisbol sembari mengenakan bendera Amerika yang diikatkan pada lehernya. Tak ingin kecolongan, Kemudian pemukul bisbol yang dibawanya berhasil disita oleh pihak kepolisian.

Saat ditelusuri situs Facebook miliknya menggambarkan saat dirinya jadi tersangka dan sempat tertulis pada statusnya “Saya adalah Ex-Con. Saya suka Comix, Cannabis dan Kombinasi Metal-In dan lainnya.” Dia juga pernah memposting dan mengatakan dirinya mendukung Nazi serta ingin pekerjaan di Norwegia. Christian juga sempat mengatakan Presiden Trump sebagai anti kristus.

“Jika Donald Trump adalah Hitler Berikutnya maka saya bergabung dengan SS-nya untuk mengajukan dan mengakhiri Pertanyaan Monoteis. Semua Yahudi Zionis, Semua orang Kristen yang tidak mengikuti ajaran Kristus tentang Cinta, Amal, dan Pengampunan dan Semua Muslim Jihadi akan pergi ke Madagaskar atau di Camps Ovens / FEMA!!! Apakah ini membuat saya fasis!!!” tulis Christian.

 

Leave a Reply