Tuesday, March 17, 2026
HomeAnalisa AngkutanPerubahan Stasiun Andir: Berawal dari Rumah Sinyal, Hingga Stasiun Perhentian

Perubahan Stasiun Andir: Berawal dari Rumah Sinyal, Hingga Stasiun Perhentian

Berada di wilayah Daerah Operasi (Daop 2) Bandung, stasiun ini memang masih belum beroperasi sepenuhnya. Rencana kedepan, stasiun ini bakal beroperasi sebagai naik dan turun penumpang Commuter Line karena telah tersedianya peron tinggi. Peron stasiun yang dibuat nyaman bagi para penumpang serta beberapa fasilitas lengkap yang nantinya bisa dipergunakan.

Ya, siapa tak kenal dengan Stasiun Andir yang berada antara petak Stasiun Ciroyom dengan Stasiun Cimindi ini. Stasiun ini terletak di Jalan Ciroyom Nomor 1, Kelurahan Dungus Cariang, Kecamatan Andir, Kota Bandung. Menurut data dalam situs heritage.kai.id dan id.wikipedia.org, Stasiun Andir yang berada di ketinggian +730 meter di atas permukaan laut (Mdpl) ini termasuk stasiun kelas tiga atau stasiun kecil.

Menurut sejarah perkeretaapian pada jaman dahulu jauh sebelum Stasiun Ciroyom ada, Stasiun Andir berfungsi sebagai tempat pemberhentian baik kereta api lokal maupun Kereta Rel Diesel (KRD) kelas Ekonomi. Namun pada tahun 2008, KRD tersebut bisa berhenti lagi di Andir. Sayangnya, karena dirasai mengganggu perjalanan baik kereta api maupun kendaraan bermotor, kebijakan tersebut dicabut kembali dan semua kereta api berjalan langsung.

Saat ini, Stasiun Andir masih berfungsi sebagai rumah sinyal. Padahal, beberapa puluhan tahun sebelumnya, menurut sejarah Spoor en Tramwegen pada Januari 1939, menampilkan bahwa Stasiun Andir memang telah direncanakan sebagai stasiun untuk mengontrol persinyalan dan wesel saja.

Dilansir dari laman Bandung Bergerak, pada tahun 1884, ketika jalur kereta api Cianjur-Bandung dan Bandung-Cicalengka diresmikan, Andir bersama Bandung, Lembang, dan Balubur berstatus kecamatan di lingkungan Onderdistrik Bandung, Distrik Ujungberung-kulon, Kabupaten Bandung.

Status Andir sebagai kecamatan hanya berlaku hingga 1912, karena mulai 1913, kecamatan-kecamatan yang masuk ke Onderdistrik Bandung, Distrik Bandung, terdiri atasWest-Bandoeng, Oost-Bandoeng, Bojongloa, Cipaganti, dan Lembang.

Sumber informasi menyebut bahwa, pada 20 Februari 1899 Stopplaats Andir beroperasi sebagai perhentian kereta api lokal yang melayani jalur Bandung – Cimahi. Menurut Koran AID edisi 13 hingga 17 Februari 1899 memuat keputusan kepala eksploitasi jalur kereta api bagian barat (De Chef der Exploitatie) S. Schaafsma menyebutkan bahwa stopplaats Andir berada di kilometer 152 antara Stasiun Cimahi dan Stasiun Bandung. Beberapa kereta api yang berhenti bernomor 31, 32, 101, 18, 9, 104, 22, 11, 105, 106, dan 26 yang melayani jalur lokal Bandung-Cimahi.

Hingga pada 20 November 1899, diketahui bahwa ada 11 kali keberangkatan dari Bandung ke Cimahi dan sebaliknya. Kereta pertama yang berangkat dari Bandung pukul 05.40 dan kereta terakhirnya pukul 16.33, sementara dari Cimahi yang pertama berangkat pukul 06.45 dan yang terakhir pukul 17.50.

Dari ke-11 kali keberangkatan tersebut, tidak semua berhenti di Andir. Kereta pertama dari Bandung tidak berhenti, demikian pula kereta yang diberangkatkan pada pukul 11.57 dari Bandung. Sedangkan dari Cimahi, kereta yang tidak berhenti di Andir adalah untuk keberangkatan pada pukul 12.09.

Dari berbagai pustaka antara 1899 hingga 1947, ternyata statusnya tidak berubah. Andir tetaplah stopplaats, tidak sempat naik menjadi halte. Meski demikian, dalam rentang antara 1899 hingga 1935, Andir sempat menjadi perhentian berbagai kereta. Selain melayani rute Cimahi-Bandung atau sebaliknya, sejak tahun 1900 ada kereta lokal Bandung-Padalarang yang di antaranya berhenti di Andir.

Kini Andir telah berubah fungsi menjadi stasiun pemberhentian kereta api. Meski rumah persinyalan tetap aktif mengatur sinyal dan wesel, namun Stasiun Andir bakal diminati masyarakat agar lebih praktis menggunakan kereta api ke berbagai daerah di kawasan Bandung dan sekitarnya.

Stasiun Bandung, Gerbang Masuk Pelancong Yang Jadi Saksi Bisu Suburnya Tanah Priangan

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru